Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 341. One of The Most Dangerous Immortals



Sekarang Naga yang namanya Ryūtaro ini mau jelasin ke kita tentang tujuan dia “uji” Myllo, yang sebenernya dia anggep sobat.


“Jadi, kenapa lo mau uji gue, Ryūtaro?!”


“S-Sebenarnya… Kumotochi sedang dilanda kesulitan karena indimidari dari Kazedori Bakufu.”


“Hah?! Intimidasi dari Kazedori Bakufu?!”


Bakufu…


Kalo nggak salah itu semacam sistem pemerintahan di era Jepang dulu, kan?


Kok namanya persis ya—


“Ya. Saat ini, seluruh Beastman yang tinggal di teritori Kumotochi sedang tidak aman. Itu semua karena mereka, pihak Bakufu, hendak mengejar Ryūhime-sama!”


Hah?! Bukannya itu—


“T-Tunggu, Ryūtaro! A-Aku nggak ngerti maksud kamu! Siapa itu Ryūhime—”


“Gue paham.”


““Hm?””


“Ryūhime yang dia maksud itu, pasti Putri Naga.”


“Oh! Putri Naga—”


“Tapi teritori yang Ryūtaro maksud itu… ada di atas sana…?”


“Kau benar, Wakil Kapten Myllo.”


K-Kenapa harus dipanggil kayak gitu—Eh! Itu nggak penting!


Emangnya ada apa di atas sana?!


“Sesuai yang kau bilang. Kumotochi adalah gunung tinggi yang berada di atas awan. Kabut yang kalian semua saksikan saat ini adalah efek dari awan yang terbawa arus air terjun besar.”


Hah?! Jadi kabut-kabut ini tuh awan?!


“Ahahaha! Bisa-bisanya orang yang datang dari luar Geoterra tau tentang Kumotochi! Padahal belom ada satu tahun hidup di dunia ini!””


Ya iyalah! Apa yang dia bilang tinggal gue terjemahin dari Bahasa Jepang aja!


Untung aja gue sabar belajar Bahasa Jepang secara otodidak, waktu hidup di dunia lama gue!


Eh…?


Tunggu, tunggu, tunggu…


““*Tung!””


““JANGAN KENCENG-KENCENG NGOMONGNYA!!!””


“M-Maaf…”


Gue terlalu semangat karena paham yang Ryūtaro maksud, sampe lupa kalo Si Dongo ini udah bocorin tentang gue yang dateng dari dunia lain!


“Tenang saja!”


““Hah?!””


“Aku ini adalah pria yang sangat ahli untuk menjaga rahasia! Sebagai sobat Myllo, aku bersumpah agar tidak membeberkan rahasiamu!”


“…”


Gue nggak tau Naga ini beneran bisa jaga rahasia apa nggak, tapi mau nggak mau gue harus percaya sama


omongannya!


Haaaaah… kalo nggak karena Si Dongo ini!


“Jadi, kenapa Ryūhime ini dikejar… apa namanya? Bakufu?”


“Ya. Bakufu sedang mengejar Ryūhime-sama karena beliau mengetahui sesuatu yang tidak diketahui mereka semua.”


“Mengetahui sesuatu? Emangnya apa?”


“Ia mengetahui… suatu rahasia besar… yang bahkan tidak aku ketahui. Oleh karena itu…”


““…””


“…Ia terpaksa bersembunyi di antara warga Beastman yang tinggal di Kumotochi, semenjak ia bersumpah untuk tidak meninggalkan Kumotochi dengan sukarela.”


Rahasia besar, dia bilang.


Kalo gue tanya soal rahasia itu, ada kemungkinan dia juga nggak tau.


Tapi nggak menutup kemungkinan kalo dia sebenernya tau tentang rahasia itu.


“Myllo dan kawan-kawan!”


“*Druk…”


“A-Aku mohon kepada kalian… agar kiranya kalian mau membantu warga Kumotochi dari Bakufu!”


Dia ngomong kayak gitu… sampe sujud di depan kita semua.


Haaaah…


Kalo gue inget-inget lagi, udah berapa kali ya gue liat orang sujud depan gue atau temen-temen gue?


Apa itu hal yang wajar di dunia ini, supaya permintaan mereka diturutin?


Atau mungkin sebenernya… itu emang hal yang wajar, bahkan di dunia lama gue?


“Hmmm… Gimana, ya?”


“M-Myllo! Aku mohon—”


“Maaf kalo gue bilang begini, Ryūtaro.”


“Eh?”


“Sebenernya, kita harus secepetnya cari anggota gue yang kemungkinan besar lagi kenapa-kenapa.”


“…”


Mungkin Myllo ngomong begitu,tapi gue bisa liat tangannya yang gemeteran untuk tolak permintaan Ryūta—


“M-Myllo… tapi ieu Naga teh kasian, Myllo.”


“A-Aku juga paham apa yang kamu maksud, Garry. Tapi kondisi Luvast sekarang kan lagi…”


“Semoga aja dia nggak kenapa-kenapa, Gia. Menurut gue, kita harus tolong Beastman yang ada di atas sana karena—”


“Semuanya diem dulu.”


““…””


Haaaah…


Sebelum ada dilema lagi, ada yang harus gue pastiin dulu ke Ryūtaro.


“Mil, gue butuh waktu untuk tanya-tanya ke Ryūtaro tentang kondisi di atas sana, supaya lo bisa lebih yakin untuk tentuin pilihan lo. Nggak apa-apa, kan?”


“Hehe! Gih, tanya aja!”


“Yaudah. Tapi kalo ada yang mau kalian tanya, langsung tanya aja. Nggak harus gue doang kok yang tanyain Ryūtaro.”


““Ya.””


Bagus deh. Seenggaknya semua sepakat sama saran gue.


“Ryūtaro, lo bisa jelasin nggak


apa yang lo maksud rahasia besar tadi?”


“A-Aku tidak tahu tentang itu, Djinn. Namun, hanya ini yang bisa kusampaikan kepada kalian terkait Bakufu dan jajarannya.”


““…””


---------------


Kazedori Bakufu.


Tidak seperti kerajaan maupun kekaisaran pada era ini, yang telah dikuasai oleh Mahluk Fana. Hingga saat ini,


Bakufu masih dikuasai oleh Mahluk Abadi.


Penguasa yang masih berlanjut hingga saat ini, tidak lebih merupakan…


Kitsune, khususnya Klan Kazedori.


Semenjak berdirinya Kazedori Bakufu, kami, Kaum Wind Dragon, bersumpah untuk menjaga hubungan kami dengan Klan Kazedori, demi kedamaian Kaum Beastfolk yang tinggal di sekitar wilayah itu.


Namun, perubahan 5,000 tahun di dunia juga memberikan perubahan besar bagi Bakufu.


Bakufu mulai memperkecil teritorinya, sehingga mereka hanya mengawasi Chūbo Town, yang terletak di tengah Kumotochi. Namun markas besar mereka, Tenshujū.


Jajaran Komisi yang melayani Bakufu juga mengalami perubahan, semenjak adanya beberapa klan yang datang dan pergi. Untuk mereka yang pergi, kini mereka dianggap sebagai Ronin, yakni para petarung tanpa tuan yang tidak terhormat.


Sebagian besar Beastfolk, yang sejatinya adalah penduduk Kumotochi, meninggalkan Kumotochi dan hidup ke Dunia Bawah, dengan mengganti nama mereka.


Namun ada satu hal yang tidak tergantikan di sana.


Yaitu Shogun dari Klan Kazedori. Tetapi Shogun saat ini bukanlah Shogun Sejati, semenjak Shogun Sejati menolak posisi tersebut dan hidup bersembunyi di sekitar Kumotochi.


Tetapi kami, Kaum Wind Dragon, menaruh janji kami kepada penguasa sejati, untuk menaungi para Beastfolk yang berada di Kumotochi. Oleh karena itu kami tidak mempermasalahkan terkait siapa Shogun yang memimpin. Bahkan semenjak kepergian seorang Dewi setelah 5,000 tahun yang lalu, beberapa Beastfolk mulai menyembah kami, khususnya Ryūhime-sama.


Namun berbeda dengan beberapa klan. Mereka menolak untuk berada di bawah kepemimpinan Shogun Palsu. Karena itu mereka meninggalkan Chūbo Town dan Komisi yang mereka pimpin.


Tetapi kami, Kaum Wind Dragon, tidak memperdulikan itu. Selama Beastfolk masih bisa hidup dengan damai, kami tidak masalah.


Hingga akhirnya, kami menyesali hal itu.


“Ini adalah Dekret Penangkapan Ryūhime dari Shogun-sama! Bagi kalian yang merahasiakan keberadaan Ryūhime, maka kami berhak untuk mengeksekusi kalian secara langsung!”


4 tahun yang lalu, terjadi pembunuhan terhadap seorang Shogun, yang telah memimpin Bakufu selama ribuan tahun. Anak dari Shogun, kini menggantikan peran ayahnya. Lalu ia mengeluarkan Dekret tersebut.


Oleh karena itu, Bakufu, bersama dengan 5 Komisi Kumotochi, mulai mencari keberadaan Ryūhime-sama.


5 Komisi Kumotochi itu terdiri dari…


Klan Nagaimimi, klan yang terdiri dari Beastman Kelinci, yang memegang kendali atas Komisi Pertahanan. Kali ini klan tersebut dipimpin oleh Nagaimimi Nagamichi, seorang Martial Artist yang sangat kuat dan berbahaya.


Klan Yorukiba, klan Beastman Serigala dan juga Klan Samurai terbaik, memegang kendali atas Komisi Urusan Umum. Saat ini Yorukiba Bushimaru yang memimpin Komisi tersebut. Sebagai catatan, pria itu adalah Samurai terbaik pada era saat ini.


Klan Hiboshino, klan Beastman Babi Hutan, yang memegang kendali atas Komisi Pembangunan, yang dipimpin oleh Hiboshino Hirosuke, seorang Shaman yang hebat, yang mampu memanipulasi Roh dan Spirit Beasts.


Klan Atsutaka, klan Beastman Elang, yang memegang kendali atas Komisi Intelejensi. Dipimpin oleh Atsutaka


Akawashi, yang memiliki ratusan Ninja yang setia kepadanya.


Dan terakhir, Klan Ishisaru, klan Beastman Kera, yang memegang kendali atas Komisi Investigasi, yang dipimpin oleh Ishisaru Yasukata, seorang Sumo yang memiliki ketahanan terkuat di Kumotochi.


Namun, dari kelima klan tersebut… terdapat satu klan yang paling bahaya dari antara semua klan.


Tentu saja Klan Kazedori, sebagaimana mereka menjadi satu-satunya klan Kitsune yang masih bertahan hingga saat ini.


Tetapi kalian harus berhati-hati dengan para Kitsune, karena mereka merupakan Mahluk Abadi yang paling berbahaya dari antara Mahluk Abadi lainnya!


Karena dengan teknik khusus yang mereka kuasai, mereka mampu menghancurkan Jiwa semudah itu!


Dengan adanya penekanan dari keenam klan tersebut, aku dan para Ronin lainnya bersatu dan membuat Faksi


Perlawanan, dengan tujuan untuk menyembunyikan Ryūhime-sama dan menggulingkan Klan Kazedori dari Bakufu!


---------------


“Mungkin hanya itu yang bisa kusampaikan kepada kalian.”


P-Panjang juga penjelasannya…


Agak nyesel juga karena minta dia jelasin ke kita…


Untungnya gue nyimak ceritanya, walaupun Si Dongo satu ini…


“*Zzzz…”


…malah tidur!


“*Tung!”


“Woy! Siapa yang dipukul kepalanya?! Parah banget!”


“Kepala lo yang gue pukul, dongo!!!”


“Haaaah?! Kenapa kepala gue dipukul?!”


Masih nanya lagi nih bocah—


“Semuanya! Denger gue baik-baik!”


““…””


Kenapa dia tiba-tiba teriak kayak gitu?


“Gue tau Luvast lagi ada masalah. Nggak cuma dia aja. Tarruc juga ngalamin hal yang sama.”


““…””


“Tapi Ryūtaro juga temen gue! Gue cuma bisa salahin diri gue sendiri kalo gue—”


“Ya, ya, ya. Kita juga paham, kok.”


“Aku kira kamu mau ngomong apa, Myllo!”


“Kalo ujung-ujungnya harus bantu Ryūtaro mah aing juga udah tau, Myllo!”


“Ya nggak ada salahnya juga kalo kita mau bantuin Ryūtaro!”


“Teman Myllo… juga teman kami.”


Gue kira kita harus debat dulu karena adanya beda pendapat, nggak taunya semua juga udah tau kalo Myllo ujung-ujungnya pilih untuk tunda perjalanan ke Chaoseum, demi Ryūtaro.


“Ahahaha! Makasih banyak karena mau terima keputusan gue yang labil!”


“Tenang aja, Myllo! Kita udah biasa, kok!”


“Sok atuh kita jalan sekarang, supaya Teh Luvast teu kelamaan tunggu kita!”


“Ya, gue setuju sama Garry.”


“Machinno ingin… bertemu Luvast.”


Gue paham sih kalo keputusan Myllo nggak bisa diterima 100% sama beberapa dari antara mereka. Bukan karena Myllo yang plin-plan, tapi karena mereka khawatir sama Luvast.


Tapi…


“Gue percaya Luvast masih baik-baik aja!”


“Djinn?”


“Sama kayak Myllo yang percaya sama kita, artinya kita juga harus percaya sama Luvast yang bisa jaga dirinya


sendiri!”


“Hehe! Lo bener, Djinn!”


““Mhm!””


Untung aja gue bisa ngeyakinin mereka semua.


“Tunggu apa lagi! Ayo bawa kita ke atas sana, Ryūtaro!”


“Baiklah! Terima kasih sebesar-besarnya! Myllo dan kawan-kawan!”


“Hehe! Semuanya! Ayo kita siap-siap ke atas awan!”


““Siap, Kapten!””


Akhirnya kita sepakat untuk pergi ke tempatnya Ryūtaro.


Tambah lagi, tempatnya ada di atas awan, kan?!


Karena itu gue jadi nggak sabar untuk ke atas sana!