
Di Duskmere Point, Gia masih berjuang bersama Angela dan pasukan unit Gazobot dalam menghadapi beberapa anggota Children of Purgatory.
“Hraaagh!”
“*Prang!”
“Gruaaagh!”
“Huff! Huff! Huff!”
Menghadapi begitu banyak anggota Children of Purgatory membuat staminanya berkurang dengan deras. Walaupun dengan bantuan Runecraft dari Angela, serta serangan dari pasukan unit Gazobot, nyatanya serangan tersebut tidaklah efektif untuk menghentikan seluruh anggota sekte tersebut.
“Cih! Dasar dua cewek sialan ini!”
“Serangannya sih nggak begitu keras! Tapi kalo dia nyerang terus, kita malah makin mundur! Tambah lagi, kita harus hati-hati sama jebakan Witch itu!”
“Belom lagi pasukan aneh itu yang tembakannya sakit banget!”
“Percuma kita andalin regenerasi kita, kalo ujung-ujungnya kita tetap terluka karena tembakan pasukan itu!”
Seru beberapa anggota Children of Purgatory yang putus asa karena Gia dan pasukan Gazobot.
“Sial! Kita tidak bisa membunuh mereka semu—”
“Nggak! Sejauh ini udah aman! Selama mereka nggak ada di dekat warga yang ada di titik evakuasi, artinya kita semua udah aman!”
“T-Tetapi tidak hanya stamina anda saja yang terkuras! Energi dari Gazo Stone di setiap unit Gazobot juga terkuras habis! Mana saya sudah hampir habis…! Jika dipaksakan… maka saya hanya akan Mana-Burnout…! Itu pun saya belum…”
“Oh… Rencana kamu, ya…?”
Tanya Gia kepada Angela tentang rencana yang ia pikirkan.
Bersama-sama, mereka terus mencoba menghadang seluruh anggota Children of Purgatory, sambil menunggu kedatangan seseorang yang bisa menghentikan pengikut sekte tersebut.
“Lephta… Mungkin saya terlihat menggunakan anda. Namun, anda satu-satunya yang bisa membawa perubahan, Lephta…!”
Pikir Angela tentang Lephta yang ia rasa bisa membalikkan keadaan.
Tetapi…
“…”
…ia justru bersembunyi.
“A-A-A-Angela…! A-Aku… takut…!”
Pikir Lephta yang hanya bisa menyaksikan pertarungan.
Saat ini, ia sedang gemetar ketakutan untuk turun tangan membantu Gia dan pasukan unit Gazobot.
Namun, bukan berarti ia takut akan anggota Children of Purgatory.
“A-Aku takut jadi diri aku yang lain…”
Pikir Lephta yang takut kehilangan kendali atas dirinya.
Di tengah kebimbangannya, ia semakin dikhawatirkan dengan kedatangan tantangan yang lebih besar, yang datang menghampiri Gia dan pasukan unit Gazobot.
“Cih! Kenapa kita nggak bisa lewatin orang-orang i—”
“*BRUK…”
““…””
Seluruh anggota Children of Purgatory memandang Ganon yang datang dari atas langit.
“Siapa pria itu?!”
“Apakah ia bala bantuan dari sekte Iblis ini?!”
“Jika memang benar ia bala bantuan bagi mereka, mengapa hanya seorang diri?!”
“Apakah mereka dungu?! Mengapa mereka—”
“Jangan lengah! Bisa jadi Beastman itu jauh lebih bahaya daripada yang kita kira!”
Seru Angela kepada seluruh pengendara unit Gazobot, sambil mengkhawatirkan kedatangan pria yang ada di
hadapan mereka.
Sama seperti Angela, Gia juga memiliki pandangan yang serupa.
“Kok aku ngerasa… orang yang dateng itu setara sama 100 orang, ya?!”
Pikir Gia dengan cemas melihat kedatangan Beastman tersebut.
“Woy, Ganon! Ngapain lo di sini?!”
“Hah? Gue disuruh Master, kok. Emangnya lo mau—”
“Mending lo nonton aja di pinggir! Biarin kita yang buka jalan buat—”
“*BHUK!!!”
““!!!””
Semua yang berada di sana dikejutkan dengan Ganon yang memukul salah satu anggota Children of Purgatory dengan sangat keras, hingga kepalanya melayang.
“D-Dasar orang gila!”
Bisik Gia yang merasa muak dengan aksi Ganon.
“Denger gue, tumbal-tumbal Master!”
““…””
Seluruh anggota Children of Purgatory terdiam ketika mendengar seruan Ganon.
“Kalo ada satu dari antara kalian yang berani ngomong kayak gitu di depan mata kepala gue, gue jamin kalian
ngerasain 200 kali lipat lebih sakit daripada sampah yang gue “buang” tadi. Paham?!”
““…””
Sementara Lephta yang melihat kedatangan Ganon semakin resah.
“Ng-Ng-Nggak mungkin! Bunuh rekannya aja sendiri aja udah serem banget! Gimana kalo dia mau bunuh aku?!”
Bisik Lephta, sambil menarik telinga kelinci miliknya ke bawah.
Tanpa ia sadari…
“*Puink, puink, puink…”
…Machinno menghampirinya.
“*Tap, tap, tap…”
Ia menepuk kepalanya dengan lembut.
“M-M-M-Machinno?!?! Kok kamu ada di si—”
“Machinno…”
“…”
“…sayang teman-teman Machinno.”
Jawab Machinno yang membalas bisikan Lephta, sambil terus menepuk kepalanya.
“T-Tapi kenapa tepuk kepala aku terus…?”
“Karena Myllo menepuk kepala Machinno kalau Machinno takut.”
“Waktu kamu ta—”
““Jangan takut…” Itu yang dibilang Myllo.”
“…”
Mendengar kata-kata Machinno membuat Lephta terhibur dan lebih berani.
“Makasih ya, Machinno. Karena kamu, aku jadi lebih—”
“*Boom!”
““!!!””
Mereka berdua dikejutkan dengan ledakan api berwarna hitam dari pertarungan antara Gia dan pasukan unit Gazobot melawan Ganon.
“Loh! Kok bisa pedang lo nggak kebakar?!”
Tanya Ganon, sambil menatap Gia yang berada di antara beberapa pasukan unit Gazobot yang sudah meledak.
“Api hitam kamu… mungkin lebih bahaya dari api pada umumnya. Tapi aku… udah pernah berhadapan sama api Naga, loh!”
Seru Gia, seakan meremehkan Ganon.
“!!!”
Ganon marah, namun ia berpikir.
“Cewek satu ini… Antara dia yang beneran kuat, atau cuma pedangnya aja yang kuat. Kalo gitu, gue cuma perlu cari cara untuk pisahin dia dari pedangnya aja, kan?!”
“…”
Gia hanya menatap Ganon yang sedang berpikir, dengan sikap berpedang yang baik untuk mengantisipasi serangannya.
“Hmph!”
Ganon dengan penuh semangat siap menyerang Gia.
((Demonic Flame: Crashing Kill))
“*Vwumm!”
Dengan kedua tangan dan kakinya yang dilapisi oleh api hitam, Ganon bergerak secepat mungkin untuk menyerang Gia.
“*Prang!”
“!!!”
Ganon dikejutkan dengan Gia yang menangkal serangannya.
Tetapi, serangannya belum berakhir.
“*Prang! Prang! Prang!”
“G-Gia!”
Teriak Angela yang mengkhawatirkan Gia, sementara Gia terus menangkal serangan Ganon yang tanpa henti.
“Hraaaagh!”
“*Prang!”
“Keuk!”
Gia menyerang Ganon dengan keras, hingga ia terhempas ke udara.
Namun, ketika sedang melayang, Ganon tidak berhenti menyerangnya.
((Death Breath))
“*Vwumm…”
Ia menyemburkan bola api berwarna hitam dari mulutnya untuk menyerang Gia, yang dengan mudah ditangkal olehnya.
“*Prang!”
“*Vwumm, vwumm!”
Bola api hitam tersebut memantul dan akan menyerangnya dari belakang.
“Gia! Belakang anda!”
Teriak Angela yang memberikan petunjuk serangan Ganon.
Sementara Ganon…
“Hahaha! Mati lo! Dasar cewek sialan!”
…dengan senang hati ingin melihat Gia yang terbakar.
Namun hal tersebut tidak lebih dari ekspektasinya saja.
“*Bwung, bwung, bwung…”
“…”
Gia melihat bola api hitam itu terperangkap oleh semacam penghadang.
“Eh?! Bolanya masih aktif?! Kirain udah hancur!”
Seru Gia yang telat menyadari akan serangan sihir tersebut.
“Tapi sihir ini… Jangan-jangan…”
“*Puink, puink, puink…”
“M-Machinno?!?!”
Teriak Gia yang mulai khawatir dengan kedatangannya.
“Machinno! Kok kamu dateng?! Kenapa nggak sembunyi?!”
“Karena Machinno…”
“…”
“…khawatir.”
Jawab Machinno dengan jeda yang agak panjang.
Melihat kedatangannya…
“*Swush!”
…Ganon langsung bergerak.
“Siapa mahluk kecil itu?!?!”
Seru Ganon sambil berlari menghampiri Machinno.
“Minggir lo semua!”
“*BHUK!!!”
““Aaaargh!””
“*Boom!”
Ia menghempaskan beberapa unit Gazobot hingga hancur meledak.
((Rune Spell: Curse Cleansing))
“Haaaah! Dasar sihir nggak guna!”
“Keuk…”
Bahkan Angela tidak sanggup menahan dirinya menggunakan Runecraft miliknya.
Melihat aksi Ganon, beberapa dari antara mereka merasa Ganon mustahil untuk dihentikan. Hingga akhirnya, seseorang datang dan mengingatkan dirinya akan masa lalunya.
“*BHUK!!!”
“Ughuuogh…”
“*Bruk, bruk, bruk…”
Lephta yang datang dengan Beast Form miliknya memukul Ganon dengan sangat keras.
“Uhok!”
“*Crat…”
Ia batuk berdarah karena pukulan keras Lephta.
Walaupun ia terpukul olehnya, Ganon hanya tersenyum.
“Fufufu…”
“*Zhum!”
““…””
Ganon mengeluarkan aura menakutkan, yang membuat sekitarnya merinding ketakutan.
“Ternyata… Ternyata ada Klan Nagaimimi, ya?!”
Bisik Ganon, sambil merubah wujud tubuhnya.
“*Shrrrkk…”
Ia mengeluarkan tanduk dan ekor Iblis.
Melihat transformasinya, Gia dan yang lainnya merasa heran.
“Kenapa tanduknya ada tiga…?”
Bisik Gia dengan heran.
“Pantas saja ia begitu kuat! Tidak disangka ia adalah seorang Acolyte!”
“A-Acolyte?! Maksudnya tuh apa, Angela?!”
“Acolyte seseorang yang spesial di Children of Purgatory! Mereka menerima energi terkutuk langsung dari Demon Lord! Besar kemungkinan, mereka setara dengan para Herald!”
““!!!””
Penjelasan Angela membuat semua yang mendengarnya terkejut dan ketakutan, sambil mereka semua menyaksikan transformasi dari Ganon.
“Hahaha! Berhubung ada Klan Nagaimimi, gue bisa balas den—”
“*DHUK!!!”
Lephta langsung menendangnya dengan sangat keras, tanpa membuang-buang waktu.
Akan tetapi…
“Hehehe…”
…kali ini Ganon tidak terhempas seperti sebelumnya.
Ia masih berdiri dengan tegap sambil menahan tendangan Lephta yang mengarah ke wajahnya.
“*Swush!”
“*Swush, swush, swush…”
Lephta berputar ke belakang untuk
menghindari ayunan pukulan Ganon.
“Klan Nagaimimi! Klan paling liar di antara 5 Klan Bangsawan di Chūbo Town! Yang berani-beraninya bunuh orang tua gue! Akhirnya gue bisa balas dendam gue!”
Seru Ganon dengan menyeringai, sebelum ia menghabisi hampir semua yang ada di hadapannya.
Karena kedatangan Lephta, sebagian besar pengendara unit Gazobot merasa semua sudah baik-baik saja.
“L-Luar biasa! Jika ada wanita itu, kita seharusnya
bisa—”
“*BWUNG…”
“!!!”
Semua terkejut ketika menyaksikan Lephta yang hendak memukul seorang pengendara unit Gazobot. Beruntung pengendara tersebut terlindungi oleh sihir dari Machinno.
“K-Kenapa dia mau pukul orang itu?!”
Tanya Gia dengan terkejut.
“I-Itu semua karena—”
“Ya emang gitu orang-orang Nagaimimi!”
Potong Ganon ketika Angela hendak memberi penjelasan.
“Kalo Beast Form mereka terlalu kuat, mereka bisa hilang kesadaran mereka! Intinya, mereka sama aja kayak pembunuh masal, kalo mereka lagi ada di Beast Form mereka—”
“Siapa bilang?!”
“Hm?! Lo sia—”
“*Jlub…”
““!!!””
Semua terkejut ketika melihat datangnya seseorang yang menyuntikkan sesuatu kepada Lephta. Namun beda halnya dengan Angela.
“Ternyata anda benar-benar datang, Berius.”
“Ya! Maafin gue karena datang telat!”
Balas Berius kepada Angela.
“H-Hey…”
“Bukankah dia…”
“Berius Schrauder, yang dulunya merupakan Keeper Nomor Delapan Terbaik di dunia?!”
Seru beberapa pengendara unit Gazobot ketika melihat datangnya Berius.
“Nih.”
“Hm?”
“Custom Potion, kayak yang lo minta.”
“Baiklah. Saya akan pergi sekarang.”
Balas Angela, yang berubah menjadi seekor burung gagak, sambil pergi membawa Potion untuk memulai rencananya.
“B-Berius, i-ini beneran kamu…?”
Tanya Lephta, setelah ia tersadar karena suntikan dari Berius.
“Ya. Maaf gue datengnya telat. Mumpung kita semua ada di sini, ayo kita lawan dia!”
““Ya!””
Sahut Gia da Lephta, sebelum mereka menghadapi Ganon.