Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 190. Among The Conflict



“Siapa nih orang?!”


“Kenapa dia kuat ba—”


“*Bhuk! Dhuk! Bhuk!”


““Argh!””


Cih! Gue kira mereka cukup nyerang Voxhaben aja! Kenapa tiba-tiba mereka ada di Duskmere?!


Artinya… bisa aja kelompok ini juga nyerang Brichaudry atau Snellsham!


Kalo Brichaudry sih gue nggak begitu panik, karena Grup Brichaudry cuma nunggu di pinggir pulau. Tapi yang gue khawatirin tuh Grup Snellsham!


Kalo mereka semua nyerang Duskmere daritadi, bisa aja mereka udah sampe di Snellsham!


“Itu orangnya yang nyerang kita!”


“S-Sialan! Bahkan sekali pukul aja bisa bikin saudara-saudara kita pingsan?!”


“Hati-hati! Dia bisa pake bela diri, tambah lagi kekuatan fisiknya keras banget! Kalo nggak hati-hati, kita bisa mati karena pukulannya!”


“…”


Cih, sialan!


Mereka udah banyak lagi, ya?!


“Ayo kita serang dia!”


““Hruaaaaagh!””


Jumlah mereka lebih dari sepuluh, ya?


Kalo gitu…


((Judgement: Multi-Charge))


“*Jgrummm…”


““Aauauauargh…””


Untung mereka bisa keseterum segampang itu.


“Sial! Dia bisa pake sihir juga!”


“Kalo gitu, ayo serang pake sihir kita!”


““*Vwumm…””


Hah?! Mereka pake api hitem?!


“*Boom!”


Disamber petir sih emang meledak, tapi api hitem mereka nggak padam!


“…”


Cih! Gue cuma bisa hindarin aja!


“Dia nggak bisa lawan api hitam kita!”


“Serang pake api hitam kita!”


“*Vwumm! Vwumm! Vwumm!”


Api hitem mereka itu…


Kok gue ngerasa familiar, ya?


Api warna gelap yang nggak akan padam, sampai benda yang mereka bakar itu padam.


Entah kenapa, gue inget api ini!


Tapi kapan ya gue ketemu api kayak gi—


“Raaaur!”


“*Haurp!”


“Aaargh!”


A-Apaan tuh?!


Bentuknya kayak anjing, tapi kok ada sayap kelelawar, ekor elang, sama kaki macan tutul?!


Terus mereka nyerang pasukan pake helm ini?!


“*Vwumm…”


“Aurr…”


“Kurang ajar! Monster macem apa i—”


“Serang mereka semua!”


“Aurg! Aurgh! Aurgh!”


“Ssss…”


Monster-monster macem apa itu?!


“*Hauuu—”


“*Dhuk!”


“*Crat!”


Sialan! Nggak salah lagi!


Pasti monster-monster ini hasil eksperimen dari Ghibr!


“Djinn Dracorion terlihat! Serang pria tersebut! Jangan biarkan ia menyentuh Guildbase Chemia!”


“Serang orang bertopeng sekaligus para Tamer itu!”


Hah?!


Brengsek! Nggak cuma kelompok ini doang! Chemia juga mau nyerang gue?!


“*Swush! Swush! Swush!”


Hindarin serangan pedang anggota kelompok ini.


Abis itu…


“*BHUK!”


“Aaargh…”


“*Bruk, bruk, bruk…”


…pukul sekeras-kerasnya, sampe nabrak rekan-rekannya!


Untuk monster-monster ini…


“*Swush!”


…mending serang Tamer-nya aja!


“Anda berani menuju saya?! Anda pikir saya hanya sekedar Tamer sa—”


“*Bhuk!”


“Akh!”


“Bawel!”


Tamer-nya udah gue hajar—


“Ssss…”


Monster ular yang punya badan serigala ini masih bisa gerak, ya?!


((Judgement))


“*Jgrum!”


Ternyata bunuh Tamer-nya nggak cukup untuk berhentiin monster ini, ya?


“Rekan-rekan kita ada yang ngalahin!”


“Ada yang bisa membunuh Chimera!”


Sialan! Nggak gue sangka kalo gue ada lagi berdiri di tengah-tengah konflik!


Terus gimana cara gue pergi dari si—


“*Boom! Boom! Boom!”


““Aaaargh!””


Oh iya! Gue lupa sama Gazobot yang ada di kota ini!


“…”


Haaaaaah…


Mending gue ngumpet dulu aja, deh!


……………


“*Chrang!”


Gue lompat ke jendela salah satu gedung di kota ini untuk ngumpet.


Sebelum masuk sini, gue udah pastiin pake Mata gue kalo nggak ada orang di sini. Makanya itu, sekarang waktu yang tepat untuk pastiin semua kondisi yang ada di negara ini.


Pertama, Ghibr itu kerja sama bareng Dandur, yang posisinya sebagai Perdana Menteri. Artinya pasukan unit Gazobot pasti saling kerja sama bareng anggota Chemia.


Yang jadi pertanyaan itu, siapa kelompok ini?


Kenapa dia tiba-tiba nyerang Gazomatron?


Tujuan mereka sebenernya apa?


Apalagi mereka punya api hitem itu!


Apa mungkin… mereka itu anggota dari Children of Purgatory?!


Nggak. Keliatannya mustahil.


Karena, kalo emang info yang dikasih Lephta itu bener, seharusnya sekte sesat itu nggak mungkin nyerang Gazomatron.


Kan sekte sesat itu punya koneksi khusus sama Ghibr. Jadi  nggak ada alesan mereka untuk nyerang negara ini.


Apa mungkin… mereka ada masalah internal?


Nggak. Mikir kayak gitu keliatannya kejauhan banget.


Kalo gitu, yang harus gue pastiin dulu tuh…


Siapa sebenernya kelompok yang nyerang negara ini.


Apa mungkin mereka ada urusan sama Ghibr?


Kalo emang ada urusan sama Ghibr, bisa aja mereka seharusnya jadi sekutu buat gue.


Tapi gimana cara yakinin mereka?


“Hmm…”


Gue jadi bingung sendiri gimana cara gue untuk—


“*Boom!”


Sialan!


Tiba-tiba gedung kosong ini ditembak!


“Itu anggota Aquilla! Ia adalah anggota yang bernama Djinn Dracorion”


“Serang pria itu!”


““!!!””


Orang-orang yang ngendarain Gazobot tau identitas gue?!


Artinya rekan-rekan gue juga ketauan identitasnya?!


“*Jgrum!”


“Aaaa—”


“*Boom!”


Ternyata Gazobot ini gampang diledakin, ya?


Kalo gitu…


“Heaaaaargh!”


““*Jgrummm…””


““Aaargh!””


Bagus deh kalo emang gampang diledakin! Artinya gue harus pake terus petir gue untuk—


“Serang orang bertopeng itu!”


Cih! Kenapa kelompok ini juga nyerang gue, sih?!


((Rune Spell: Explosive Lane))


“*Boom!”


““Aaa…””


Untung aja bisa cepet nulis Sajak di tanah ini! Jadinya mereka bisa gue jebak!


((Ice Magic: Freezing Bullet))


“*Shrrk, shrrk, shrrk…”


Haaaah!


Kenapa pada ganti-gantian sih nyerang gue?!


((Rune Spell: Reverse))


“*Shrrk, shrrk, shrrk…”


“Akh…”


Karena sajak yang gue tulis, gue bisa balikin sihir orang itu!


Nggak salah lagi, yang terakhir nyerang gue itu anggota Chemia!


Kalo gitu, mending gue lari dulu dari sini, sebelum gue diserang mereka semua!


……………


“Hraaaagh!”


“*Vwumm..”


“*Boom! Boom!”


“Serang mereka, Chimera!”


“Roaaar!”


Kacau banget! Mereka saling nyerang satu sama lain!


Karena perang ini, gue bisa liat adanya perang antara gue, Chemia-Gazomatron, sama kelompok ini!


Mereka sih punya pasukan! Tapi kan gue sendirian! Gila aja, kali!


“Cepat tangkap kelompok itu! Professor Ghibr membutuhkan mereka!”


“Baiklah!”


““!!!””


Ghibr butuh mereka?!


“…”


Wah, kacau banget! Ternyata anggota kelompok yang tumbang langsung dibawa sama Chemia?!


“!!!”


Oh! Itu ya Guildbase mereka ya?!


Bagus deh!


Mending gue diem-diem masuk sa—


“Hraaaagh!”


“*Bruk!”


“!!!”


Siapa nih orang?! Kok tangannya dilapisin batu?!


“*Vwumm…”


Nih lagi!


Kenapa kapaknya berapi gitu?!


“*Bwush! Bwush!”


Yang satu lagi pake cambuk yang dilapisin air?!


“Djinn Dracorion! Jika anda hendak memasuki Chemia Guild…”


“Kami tidak akan membiarkan anda masuk begitu saja!”


“Karena kami adalah…”


““Super Duper Brother!””


“…”


Dasar kelompok aneh.


Tapi gue nggak boleh ngeremehin mereka.


Karena dari Lencana Petualang yang mereka pake, mereka bertiga itu sama-sama Striker Kasta Kuning.


“Hm?! Anda memperhatikan Lencana kami?!”


“Apakah anda takut?! Gelisah?!”


“Hahaha! Tentu saja! Kasta Kuning seperti anda—”


((Lightning Barrage))


“*Jgrumgrumgrumgrum…”


““Aaaaargh…””


“…”


Salah gue mandang tinggi mereka. Ternyata mereka kroco doang.


Kalo gitu, mending gue—


“*Vwumm…”


Cih! Ada lagi anggota kelompok yang coba nyerang gue!


“*Swush! Swush! Swush!”


Cih!


Yang ini kayaknya tantangan yang paling besar!


Dia bisa hindarin serangan gue!


“…”


Dia pasang kuda-kuda?


Artinya cewek satu ini lawan yang serius!


Kalo gitu gue nggak boleh…


“…”


Tunggu.


Kok gue inget kuda-kuda orang i—


“*Swush!”


Sialan! Cepet ju—


“*Vwumm, wumm, wumm…”


Telapak tangannya bisa dilapisin api hitem?!


“*Vwumm, vwumm—”


“*Tap…”


Bagus, Djinn!


Karena udah tahan lengannya…


“*Dhuk!”


…tendang perutnya…


“*Swush!”


…terus lempar orang ini!


“*Bruk, bruk, bruk…”


“…”


Semoga aja dia tumbang gue hajar kayak gi—


“*Swush!”


Si-Sial—


“*Bhuk!”


“!!!”


Dia bisa langsung lompat balik ke arah gue, untuk serang gue?!


Untung aja gue masih bisa tangkis pukulannya!


Tapi kok keras ba—


“*Swush! Swush! Swush!”


Hindarin terus ayunan serangannya…


Abis itu pukul kepalanya!


“*Chrang!”


“!!!”


Tu-Tunggu!


Karena helmnya pecah...


“Lo i—”


“*DHUK!!!”


Br-Brengsek!


“*Bruk, bruk, bruk, bruk, bruk…”


“Uhok!”


Ke-Keras banget tendangannya! Bahkan


gue ditendang sejauh ini!


“*Bruk…”


A-Anak anjing! Beraninya dia


tahan kepala gue di tanah!


“Bagus, Kapten Bella! Biar gue yang—”


“*Jgrum!”


“Akh!”


“Jangan pernah sentuh kepala gue, anjing!”


“BHUK!!!”


Saking keselnya gue, gue pukul kepalanya anggota kelompok aneh ini sampe helm-nya hancur. Waktu helm-nya hancur, gue bisa liat orang rambut ungu ini.


“…”


Ya. Apa yang gue curigain daritadi ternyata bener.


Orang-orang yang nyerang negara ini tuh…


Klan Mistyx!