
Leo Guild telah memenangkan peperangan melawan Bakufu di Chūbo Town, setelah Tetsuo dengan rela menyerahkan dirinya demi keselamatan para Kepala Komisi yang tersisa, sebelum mereka semua mati di tangan Leonard Rochdale.
Karena hal itu, Leonard datang ke hadapan para prajurit Kazedori Bakufu, sambil mengangkat Tetsuo di pundaknya, seakan ia sedang mengangkat sebuah benda. Di belakangnya, terdapat para Kepala Komisi
tersisa yang mengikutinya.
“S-Shogun-sama…?!”
“M-Mengapa kita harus membiarkan mereka—”
“Ikutilah perkataan pria ini, jika kalian menyayangi nyawa kalian!”
“Tetapi—”
“Ini perintah Shogun-sama! Taatilah perintahnya!”
Perintah Katanaka, yang terluka berat, kepada seluruh prajurit yang mempertanyakan keputusannya.
“*Bruk…”
““!!!””
Para Kepala Klan dan prajurit terkejut ketika Leonard melempar Tubuh Tetsuo ke tanah.
“Hey, Pengacau!”
“Setidaknya hormatilah Shogun-sama! Berani-beraninya kau—”
“Sesuai permintaannya, gue nggak akan serang kalian semua! Itu salah satu cara gue untuk hormatin dia! Tapi
kalian masih nuntut gue untuk hormatin dia lebih?!”
Tegas Leonard kepada seluruh pihak Bakufu.
“…”
Leonard hendak menghampiri seluruh anggotanya, termasuk The Executioners.
Tetapi sebelum ia tiba di hadapan mereka…
“*Fwush…”
…ia kembali merasakan hembusan angin kecil, yang berderik di telinganya.
“Siapa sih yang mantau gue?! Cih! Dasar pengecut! Beraninya mantau doang dari jauh!”
Pikirnya dengan kesal, setelah merasakan hembusan angin tersebut.
“Jadi, kalian semua dikalahin?”
“Y-Ya, bos. Maafin kita, sebelumnya.”
“Terus, siapa yang kalahin kalian bertiga?”
“Y-Yang kalahin kita itu… orang-orang yang disebut Kepala Komisi, bos…”
Jelas Marwell kepada Leonard, yang terlihat sangat marah kepadanya dan dua rekannya.
Menyaksikan hal tersebut membuat seluruh pihak Bakufu merasa heran dengan Leonard.
“H-Hey, apa yang akan ia lakukan?”
“A-Aku kira ia langsung membebaskannya…”
“E-Entah mengapa perasaanku tidak baik.”
““…””
Bisik para prajurit, sementara para Kepala Komisi hanya menyaksikan dengan sama herannya.
“Oh gitu, ya?! Artinya kalian dikalahin sama orang-orang yang kuat!”
“B-Bener banget, bos! Mereka terlalu kuat! Makanya—”
“Tapi kalian bertiga kalah! Bener, nggak?!”
““B-Bener, bos…””
Balas ketiga Executioners kepada Leonard.
“Cih! Udah tolol, kalian juga lemah! Turunin kepala kalian ke tanah! Sekarang!”
Perintah Leonard kepada ketiga Executioners.
“B-Bos! Tapi—”
“Masih berani lo ngelawan gue, Bastheus?! Mau mati lo di tangan gue?!”
“S-S-Siap, bos!”
Karena takut dengan Guildmaster yang ia layani, Bastheus pun meletakkan kepalanya ke atas tanah, bersama dengan Passio dan Marwell.
Setelah mereka meletakkan kepala mereka…
“Hmph!”
“*DHUK!!!”
“Urgh…”
““!!!””
…Leonard menendang kepala mereka dengan sangat keras hingga, di mulai dari Bastheus.
Hal tersebut sangat mengejutkan seluruh anggota Bakufu.
“B-Bos! Pelan-pelan, bos—”
“Bawel lo, Passio!”
“*DHUK!!!”
“Masih untung lawan lo kuat! Makanya lo cuma gue hukum, nggak sampe gue bunuh!”
Tegas Leonard kepada Passio, sebelum ia menendang kepala Marwell.
“*DHUK!!!”
“Keuk…!”
Seluruh Executioner telah ia hukum. Ia menginjak kepala mereka dengan sangat keras, hingga mereka kesulitan untuk bernafas, setelah hidung mereka patah karena tertekan oleh injakannya di atas tanah.
Melihat aksinya tersebut, Nagamichi tidak mampu menahan dirinya untuk membiarkan kekejaman yang dilakukan Leonard.
“H-Hey! Hentikanlah!”
“…”
Leonard hanya menatap Nagamichi dengan tajam.
“B-Bukankah mereka semua melayanimu?! Sekejam-kejamnya dirimu, tidakkah engkau—”
“*CYUT!!!”
“…”
Tanpa memperdulikan apa yang dikatakan oleh Nagamichi, Leonard langsung menembaknya dengan kekuatan bintang miliknya, hingga bagian atas Tubuh-nya hancur.
““NAGAIMIMI-DONO—””
“DENGER GUE, KALIAN SEMUA!!! JANGAN ADA YANG BERANI-BERANINYA UNTUK IKUT CAMPUR!!! INI URUSAN GUE SAMA ANGGOTA GUE!!!”
Teriak Leonard kepada seluruh anggota Bakufu, setelah ia membunuh Nagamichi.
“Kalian bertiga paham kan, kalo gue benci banget sama orang lemah?!”
““P-Paham, bos…””
“Bagus kalo kalian paham! Tapi kalo sampe kalian bertiga kalah lagi, kalian tau kan akibatnya?!”
““P-Paham… bos…””
Jawab mereka bertiga, sambil menahan diri mereka agar kesadaran mereka tetap terjaga.
Setelah itu Leonard menghampiri anggota Leo lainnya, yang masih dalam keadaan berlutut dengan gemetar
ketakutan.
“Terus untuk kalian semua! Siapa yang kalahin kalian?!”
““…””
Seluruh anggota Leo tidak menjawabnya. Mereka semua takut ketika ia mengetahui, bahwa mereka semua dikalahkan oleh satu orang saja.
“PADA PUNYA MULUT NGGAK, KALIAN SEMUA?!?!”
Teriak Leonard kepada seluruh anggota Leo, selain Executioners.
“Woy, kalian bertiga!”
““…””
“Siapa yang ngalahin mereka?! JAWAB!!!”
“…”
Dengan keadaan yang kritis, Marwell mengangkat tangannya untuk menunjuk Royce, yang berada di belakang para Kepala Komisi.
Oleh karena itu, ia pun menghampiri Royce.
“H-Hey! Apa yang mau kau lakukan—”
“Masih berani lo halangin jalan gue?!”
Tanya Leonard kepada Nakatoki, yang menghadangnya untuk menghampiri muridnya tersebut.
“S-Sensei… biarkan saja ia… menghampiri saya…”
“Apa maksudmu, Royce-kun?! Aku tidak akan—”
“S-Seperti Tuan Shogun… yang menyerahkan dirinya demi anda sekalian… saya juga rela menyerahkan diri saya…”
Kata Royce kepada Nakatoki, sebelum gurunya itu membuka jalan bagi Leonard.
“*Srrkk…”
“Akh!”
Leonard menghampiri Royce dan langsung menjambak rambutnya.
“Royce!”
“R-Royce-kun—”
“…”
““!!!””
Sementara Winona dan Nakatoki yang mengkhawatirkan dirinya, seketika ditatap dengan tajam oleh Leonard, hingga mereka berdua ketakutan.
“*Bruk…”
“…”
“A-Apa yang anda mau dari sa—”
“Gimana cara lo kalahin anggota gue yang nggak berguna ini?!”
“…”
Royce pun menjelaskan tentang kekuatannya, termasuk Union Zona miliknya.
Karena itu, Leonard tersenyum.
“Grahahaha! Ternyata lo kuat juga! Tapi bukannya lo itu anggota Andromeda Party?!”
“Y-Y-Ya… K-K-Kapten saya telah dibawa oleh pria itu…”
Jawab Royce dengan gemetar ketakutan, sambil menunjuk Marwell.
Leonard yang awalnya tersenyum, seketika menjadi marah setelah mendengar jawabannya.
“Marwell! Apa bener yang dibilang dia?!”
“B-B-Bener, bos…”
“Bukannya gue minta untuk bawain orang yang kuat?! Kenapa lo justru—”
“W-W-Waktu itu… dia nggak sekuat itu, bos…!”
Jelas Marwell dengan cemas karena takut menerima amarah dari Guildmaster-nya.
“Oh gitu?! Yaudah! Kalo gitu, Royce Greylin, Observer Kasta Hijau dari Andromeda Party! Denger gue baik-baik!”
“…”
“Pakai Union Zona lo lagi, supaya mereka bunuh diri mereka masing-masing!”
““!!!””
Royce dan semua yang mendengar permintaan Leonard sangat terkejut.
Namun, tidak ada yang lebih terkejut daripada anggota Leo, yang secara tidak langsung akan dieksekusi oleh
Leonard.
“T-Tunggu! Jangan bunuh kita!”
“M-Maafin kita kalo kita nggak kuat untuk lawan mereka!”
“Tolong banget! Gue masih belom siap mati, Leonard!”
Seru beberapa anggota Leo, walaupun Leonard tidak memperdulikannya.
“Apa yang lo tunggu! Buruan pake kekuatan lo untuk—”
“M-M-Maaf… saya tidak bisa…”
“Nggak bisa?! Emangnya kenapa?!”
“K-K-Karena… saya tidak akan bisa menggunakan sihir saya… jika saya merasa takut… A-Apalagi menggunakan… Union Zona untuk membunuh—”
“*DHUUUMMMMMMMMM………”
““!!!””
Semua yang berada di sekitar Leonard, baik pihak Bakufu maupun seluruh anggota Leo Guild, dikejutkan dengan aura besar milik Leonard, hingga mereka tidak sanggup mengangkat Tubuh mereka masing-masing.
Walaupun semua orang merasakan imbas dari kekuatan besar miliknya, namun alasan Leonard menggunakan kekuatannya itu hanya untuk satu tujuan.
“Gue kasih pilihan ke lo, Royce!”
“…”
“Mau kuatin diri lo untuk pakai kekuatan lo, atau mau mati di tangan gue?!”
Tegas Leonard yang mengancam Royce dengan Union Domi miliknya.
Karena ancaman dari Leonard, Royce pun berusaha keras untuk menggunakan kekuatannya, sesuai dengan perintah darinya.
“*Crat…”
Ia terus memaksakan batas kekuatannya, hingga muncul darah dari mata dan hidungnya.
Hingga akhirnya ia mampu menggunakan kekuatannya.
“♫La… lala la la… la la la…”
““*Bruk, bruk, bruk, bruk…””
Dengan alunan menyedihkan yang ia senandungkan, seketika seluruh anggota Leo membenturkan kepala mereka masing-masing ke tanah, hingga bagian dalam kepala mereka terlihat dan mati bersama-sama.
“Hmm! Penguasaan Union Zona lo ternyata bagus juga, Royce Greylin! Kalo gitu lo pantes untuk jadi Petarung di Chaoseum!”
“…”
Royce tidak memperdulikan apa yang dikatakan Leonard. Dengan rasa sakit yang ia rasakan, ia menatap anggota Leo yang ia bunuh dengan sedih.
“Ayah… ibu… maafkan saya… yang telah membunuh orang-orang yang terpaksa mengotori tangan mereka dengan darah…”
Pikirnya sambil meneteskan air mata yang bercampur darah.
Sedangkan Winona…
“*Bruk…”
…terjatuh dengan tidak berdaya, ketika mengetahui bahwa ia akan kembali ditinggalkan oleh rekannya di Andromeda.
“Woy! Kalian bertiga! Denger gue baik-baik!”
““…””
“Bawa mereka berdua! Abis itu, panggil semua anggota kita yang masih ada di Nemelion! Tapi khusus untuk lo,
Passio, lo harus jagain Nemelion, khususnya jagain dua orang ini!”
““S-Siap, bos…!””
Karena perintahnya, ketiga Executioners kembali dengan membawa Tetsuo dan Royce.
Beberapa saat kemudian, Bastheus dan Marwell datang kembali dengan seluruh anggota Leo yang tersisa, yang
terdiri dari 50 anggota.
“Woy kalian, para Kepala Komisi! Bawa gue ke pintu masuk Hidden Dungeon! Sekarang!”
““B-B-Baik…!””
Dengan kepahitan di hati mereka masing-masing, para Kepala Komisi membawa Leonard dan seluruh anggotanya menuju ruang rahasia milik Kazedori Satoshi, Shogun sebelumnya.
Oleh karena itu, Leonard pun sangat senang, ketika ia telah berdiri di depan pintu masuk Hidden Dungeon, di
mana Aquilla saat ini sedang berada.
“Myllo! Sebentar lagi gue ketemu lo, Myllo! Mending lo siap-siap aja!”
Pikir Leonard dengan semangat, sebelum ia melanjutkan aksi tanpa ampun di dalam Hidden Dungeon.
……………
Sementara itu, di tepi Kumotochi yang jauh dari Chūbo Town.
“Kornell! Minum Potion ini! Cepetan!”
“*Gluk, gluk, gluk…”
Daphine berhasil melarikan diri dari Chūbo Town bersama Kornell dan Gravangharr, walaupun Kornell dalam keadaan kritis.
“N-Nanti kalo dia udah sembuh, kita harus pergi secepetnya dari tempat i—”
“Nggak! Kita nggak boleh pergi gitu aja!”
“!!!”
Gravanghar begitu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Daphine.
“Nggak boleh pergi gitu aja?! Emangnya—”
“Lo nggak inget ya, kalo tadi ada yang bantuin kita?!”
“Gue inget kok! Makanya itu kita—”
“Nggak, Gravanghar.”
Potong Kornell, sambil menahan rasa sakit.
“Selama ini… kita diperlakuin nggak layak…! Sekarang ada orang yang perlakuin kita dengan layak…! Makanya itu gue nggak akan tenang… kalo belom balas budi…!”
“Denger tuh! Kornell ngomong sendiri kayak gitu!”
“Keuk!”
Gravanghar pun gelisah, karena dua rekan di Leo Guild miliknya itu tidak mendukung sarannya.
“Maafin gue kalo gue ngomong gini, Gravanghar. Kalo emang lo mau pergi secepetnya, kita nggak akan bisa
ikutin lo. Jadi lo bebas untuk—”
“Yaudah! Gue juga tetep di sini!”
Sahut Gravanghar dengan kesal, karena terpaksa mengikuti keputusan rekan-rekannya.
“Ngomong-ngomong…”
“Apa, Kornell?”
“S-Siapa yang selamatin kita tadi…?”
Tanya Kornell kepada Daphine dan Gravanghar.
“Gue nggak tau. Waktu kita lagi perang sama Kaum Beastfolks itu, tiba-tiba ada perempuan yang semua bagian wajahnya ditutup kain di depan kita, terus kita dihempas angin sampe sejauh ini.”
“Tapi dia bilang sesuatu kan, sebelum kita dihempas angin itu?”
“Ya. Dia bilang…”
“Kalian adalah pribadi yang baik hati. Oleh karena itu, pergilah dan bebaskan diri kalian.”
““…””
Kornell terdiam ketika mendengar penjelasan Daphine. Ia dan Gravanghar teringat akan apa yang wanita itu
katakan.
“Kalo gitu… kita udah bener-bener bebas, bukan?”
““Ya!” Mungkin itu yang mau gue jawab, Kornell. Tapi waktu dia ngomong begitu, entah kenapa justru gue yang ngerasa kalo dia yang nggak bebas. Makanya itu…”
““…””
“…gue terdorong untuk bebasin dia! Walaupun gue nggak kenal dia sama sekali, seenggaknya itu doang yang bisa gue buat untuk dia!”
Tegas Daphine terkait keputusannya, sambil menunggu momen tersebut datang, bersama kedua rekannya.