
Kondisi Gazomatron saat ini.
““Huff! Huff! Huff!””
Ketiga anggota Aquilla sedang berlari menuju Duskmere bersama dengan Delolliah, Angela, Zhivreeg, dan Devania beserta beberapa anggota Mistyx.
“Tu-Tunggu! Kenapa panik kayak gitu, sih?! Emangnya dia pasti bisa bunuh Kapten-nya Mistyx?!”
Tanya Zhivreeg dengan heran.
“Bisa aja dia bunuh cewek itu!”
“Karena dia yang unuh semua Kaum Naga di Vigrias, atuh!”
“Ya! Dia itu orangnya nggak bisa nahan diri dia sendiri!”
Balas Dalbert, Gia, dan Garry secara bergantian.
Melihat mereka dalam keadaan panik, Delolliah pun menanyakan kabar tentang Jennania yang berada di Brichaudry bersama dengan Virgo.
“Jennania, bagaimana keadaan di kota yang kalian kunjungi?”
“Sedang terjadi pertempuran antara kelompok penyerang beserta pihak Gazomatron.”
Balas Jennania lewat Orb Call.
“Dalbert, apa yang harus adikku lakukan di kota tersebut?”
“Kabarin aja, kalo pihak yang nyerang itu sekutu kita!”
Mendengar hal tersebut, Delolliah pun menjelaskan kejadian saat ini kepada adiknya itu.
“Baiklah! Kami akan berusaha membantu mereka!”
Balas Jennania, sambil memutus koneksi Orb Call.
“Yang ada di Brichaudry Point! Denger gue baik-baik! Nanti ada bala bantuan! Sebisa mungkin, kalian harus bertahan hidup, sampe mereka dateng!”
“Siap, Ketua Devania!”
Balas pemimpin ketua Grup Brichaudry dari Orb Call.
“Myllo, Djinn, semoga kalian baik-baik aja, ya?!”
Pikir Gia sambil melanjutkan perjalanan ke Duskmere.
……………
Sementara itu, di ruang rahasia yang berada di bawah Chemia Guild.
“Le-Lepasin gu—”
“*Cusss…”
“…”
Beberapa anggota Mistyx yang menyerang Gazomatron berhasil ditangkap oleh Petualang dari Chemia Guild. Jika ada beberapa Mistyx yang memberontak, mereka hanya perlu disuntik dengan obat penenang yang dibuat oleh Ghibr sebagai isi dari suntik tersebut.
“*Krrrrangg…”
“*Bruk…”
Mistyx yang baru saja didapatkan langsung dimasukkan ke dalam penjara.
“He-Hey! Bangun! Lo nggak apa-apa,
kan?!”
“*Tap, tap, tap…”
“Hey… Hey—”
“Tenang saja.”
Sahut pria yang memasukkan beberapa Mistyx ke dalam penjara.
“Karena menggunakan dosis yang berlebih, maka Mistyx yang disuntik tadi terlihat seperti orang yang sudah meninggal dunia. Tapi tenang saja. Sebentar lagi ia akan bangun.”
Jelas pria itu kepada Mistyx yang panik ketika melihat saudara satu klan dengannya dimasukkan ke dalam penjara.
Tidak hanya ia saja…
“Me-Mereka kan petarung kuat di desa kita?!”
“Te-Terus… kita nggak akan bisa keluar dong, kalo mereka dikalahin kayak gitu aja?!”
“Apa ini… akhir hidup kita…?”
…beberapa Mistyx lainnya mulai cemas dan putus asa karena masuknya saudara mereka yang berjuang untuk membebaskan mereka semua.
Namun, hanya satu tahanan saja yang memiliki respon berbeda dari yang lainnya.
“Oi! Lo kemarin lari dari gue karena nggak sanggup ketemu orang pinter karena gue, kan?! Ahahaha!”
“…”
Pria yang memasukkan Mistyx lainnya ke dalam penjara itu merasa risih ketika Myllo menyapanya tanpa memperdulikan Mistyx lainnya.
“Hey, apakah anda tidak punya rasa empati?!”
“Hah?”
“Setidaknya anda bisa hargai sedikit para Mistyx yang sedang gelisah ini!”
Seru pria itu kepada Myllo dengan kesal.
“…”
Myllo hanya tersenyum ketika mendengarnya.
“Buat apa gue hargain rasa takut dari mereka, selagi gue bisa bawa mereka lari dari sini?!”
“!!!”
Pria itu dikejutkan dengan pernyataan Myllo, yang seolah menantang Chemia.
“A-Apa maksud an—”
“Hmmm…”
Myllo tiba-tiba bergumam, ketika pria itu sedang bertanya kepadanya.
“A-Ada apa dengan sa—”
“Nggak. Kalo gue perhatiin, ternyata lo itu orang baik, ya?! Hihi!”
“…”
Ia hanya menatap Myllo karena begitu terkejut dengan pernyataannya.
“Gue nggak tau apa alesan lo kerja buat Ghibr, yang pasti lo itu orang yang baik! Makanya itu, semoga lo baik-baik aja, ya!”
“A-A… Apa maksud anda?!”
“Maksud gue?! Tuh, buktinya! Lo khawatir sama Mistyx-Mistyx yang ada di sini! Walaupun semuanya salah gue! Hehe!”
“Myllo…”
Bisik pria tersebut karena merasa tersentuh dengan pujian dari Myllo.
Hingga akhirnya…
“Mihonc! Anda lagi ngapain?! Ayo kira mulai sekarang! Gyeehahaha!”
…Ghibr datang dan memberi perintah baru kepada pria bernama Mihonc itu.
“Professor? Ternyata anda telah di—”
“Nggak usah lama-lama lagi! Ayo bantu yang lain untuk siapin bahan eksperimennya!”
“B-Bahan eksperimen…?”
“Ya! Siapin bahan eksperimen untuk Great Sage Project!”
Balas Ghibr dengan senyum yang sinis.
Dengan itu, Myllo beserta semua Mistyx mulai ditarik dengan paksa menuju ruang eksperimen miliknya.
“Cepat masuk!”
“Jangan menunda-nunda!”
Seru beberapa anggota Chemia kepada semua tahanan.
“*Crutt…”
“Keuk…”
Semua anggota Mistyx disuntik dengan selang panjang.
“Professor, Gazo Stone sudah siap.”
“Bagus! Bagus, bagus, bagus, bagus, bagus…”
Balas Ghibr tanpa hentinya sambil menyaksikan Gazo Stone yang berada di bawah.
“Mihonc, nanti gue diapain aja?”
“Anda akan disuntik dengan 100 selang yang mengalir ke sekujur Tubuh anda.”
“…”
Myllo hanya terdiam ketika mendengar jawaban Mihonc.
Ia memperhatikan baik-baik rangkaian seluruh selang yang menjalar dan terhubung ke sebuah kapsul besar.
“Machinno!”
Teriak Myllo ketika melihat Machinno yang terkurung di dalam kapsul besar yang terisi oleh cairan kimia.
Melihat semua itu, Myllo mengajukan sesuatu kepada Ghibr.
“Oi, Ghibr!”
“…”
Ghibr hanya menatap Myllo dengan tajam.
“Lo butuh gue, kan?!”
“Apa mau anda, Myllo Olfret?”
“Gue mau minum!”
““???””
Semua yang berada di tempat itu merasa heran dengan permintaan Myllo.
“Minum? Anda itu bahan eksperimen saya! Mana mungkin saya biarin anda—”
“Hah?! Lo takut sama orang yang penuhin mimpi lo ini?! Atau jangan-jangan lo takut sama orang yang udah
digembok pake Mana-Restriction ini?!”
Tanya Myllo dengan maksud menantang Ghibr.
“Haaaaaaaah! Yaudah, yaudah, yaudah! Kasih orang aneh itu minuman!”
“Baik, Professor.”
Mihonc pun pergi dan membawa minuman beralkohol kepada Myllo.
“*Gluk, gluk, gluk…”
“Puaaah! Udah lama banget gue nggak minum kayak gini! Hicc!”
Seru Myllo yang sudah dalam keadaan mabuk.
“*Bhuk!”
…ia dipukul oleh Ghibr hingga tidak sadar.
“Dasar orang aneh! Bikin lama aja!”
Seru Ghibr dengan kesal.
Karena dirinya yang sudah pingsan, beberapa anggota Chemia mengikat Myllo pada suatu rantai. Setelah itu, mereka menyuntikkan Myllo dengan ratusan selang yang terhubung kapsul yang berisi Machinno.
“Professor, semua sudah si—”
“*Tut!”
“Saya juga punya mata, kali!”
Seru Ghibr sambil menekan tombol
untuk memulai eksperimen.
“*Pwush…”
Ada sangat banyak Gazo Stone yang mulai berasap. Batu-batu tersebut menyala-nyala ketika Ghibr memulai
eksperimennya.
“*Churrrt…”
“Argh!”
“Urgh! Ke-Keterlaluan!”
Darah dari sekitar 40 Mistyx, baik dari kalangan anak-anak, hingga orang tua, sudah mulai terhisap oleh selang itu.
“*CHURRRT…”
Darah Myllo tersedot dengan sangat deras.
“Myllo! Bangun, Myllo!”
“…”
“Myllo! Lo bisa mati!”
“…”
Tidak ada respon dari Myllo ketika Zegin memanggilnya.
“*Chringgg…”
Kapsul di mana Machinno berada mengeluarkan sinar yang terang, setelah semua bahan eksperimen yang dibutuhkan mulai memasuki kapsul tersebut.
““…””
Perlahan-lahan, semua tahanan yang menjadi bahan eksperimen hilang kesadarannya.
Dengan kata lain, mereka akan mati.
Akan tetapi, sesuatu yang tidak terduga terjadi.
“Uh…”
“Pro-Professor… pria itu sadar kembali…”
Sahut salah seorang anggota Chemia kepada Ghibr.
“Biarin aja. Bangun atau pingsan, dia udah nggak bisa ngapa-ngapain—”
“Ghi… GHIBR!!!”
““!!!””
Semua yang berada di ruangan itu dikejutkan dengan Myllo yang berteriak.
“DENGER GUE, GHIBR!!!”
“…”
“GUE…”
“…”
“GUE MAU…”
“…”
“HUEEEEEEKKK!!!”
““!!!!!!!””
Semua anggota Chemia, termasuk Ghibr, dikejutkan dengan Myllo yang tiba-tiba muntah.
““*Crut…””
“Aaaargh!”
“Menjijikan sekali! Muntah pria itu ke mana-mana!”
Semua berada dalam keadaan panik, termasuk…
“GYAAAAAA!!! JIJIK BANGET!!!”
…Ghibr.
Akan tetapi, kekacauan yang terjadi di ruang eksperimen tidak hanya berhenti dengan aksi Myllo saja.
“*Tut!”
“Ah! Saya pencet tombol apa—”
“*Tut!”
“He-Hey! Jangan asal pencet aja!”
Ghibr, yang tidak bisa melihat karena pandangannya tertutup oleh muntah Myllo, tidak sengaja memencet satu tombol. Beberapa anggota Chemia lainnya juga melakukan hal yang sama karena terlalu panik akan muntah Myllo.
Karena ketidaksengajaan mereka, keadaan semakin kacau.
“*Bzzt, bzztt…”
“*Boom! Boomboom…”
Peralatan yang digunakan untuk menjalankan proses eksperimen seketika meledak.
Tambah lagi…
“*BOOM!!!”
“Aaaaa—”
“*Brrrrk…”
…kumpulan Gazo Stone yang berada di bawah mereka juga meledak, yang menyebabkan ruang eksperimen menjadi runtuh.
Namun, karena kekacauan itu…
“Uhuk, uhuk, uhuk…”
…Myllo terbebas.
Akan tetapi, ia merasa ada yang aneh.
“Ruangan ini kan runtuh. Tapi kok…gue masih bisa selamat, ya?”
Bisik Myllo dengan heran.
Tidak hanya dirinya saja.
Ia juga melihat semua Mistyx dilindungi oleh semacam sihir.
Namun, ada satu hal yang membuatnya panik.
“Machinno!”
Ia melihat kapsul yang menampung Machinno pecah.
Dengan panik, Myllo menghampiri kapsul tersebut. Akan tetapi, ia tidak menemukan adanya Machinno.
“Machinno! Lo ada di mana?!”
Teriak Myllo sambil mencari Machinno.
Hingga pada akhirnya, ada sebuah kejutan baginya.
“*Puink, puink, puink…”
Ia mendengar suara langkah kaki yang aneh.
Saat ia menengok ke belakang…
“Hm…?”
…ia melihat adanya sesosok mahluk unik dan menggemaskan menghampirinya.
“Haaaah? Lo itu apaan?”
Tanya Myllo kepada mahluk itu.
“Rambut hitam?”
“!!!”
Myllo terkejut ketika mendengar mahluk tersebut berbicara.
“Rambut hitam? Maksudnya gue? Hehe! Gue Myllo Olfret! Calon Petualang Nomor Satu di Dunia!”
“…”
Mahluk itu tidak memberikan respon.
“Woy! Kok jadi gue yang perkenalan di—”
“Myllo, ya?”
“Hah?! Kenapa telat banget responnya?!”
Seru Myllo dengan kesal.
“Myllo Olfret. Hmm…”
“Kenapa?! Ada apa sama nama gu—”
“Myllo.”
Balas mahluk itu sambil menunjuk Myllo.
Setelah menunjuk Myllo, ia menunjuk dirinya sendiri dengan maksud memperkenalkan diri.
“Lo mau kenalan?! Siapa nama lo?!”
“Machinno.”
“Machinno…?”
“Myllo. Machinno. Nama Machinno itu Machinno, Myllo.”
Balas Machinno, dengan wujud yang sangat berbeda dari yang Myllo lihat terakhir kali.
Karena menyaksikan perubahan yang sangat berbeda darinya…
“HAAAAAAAAAHHH?!?!?!”
…Myllo sangat terkejut.