Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 246. No Difference



“…”


Gazomatron udah hancur.


Nggak, bukan negara ini aja.


Mistyx Town udah hancur.


Clamista udah tenggelam ke dasar laut.


Bahkan Postriard Island pun udah nggak berbentuk karena perang yang ada di sini.


“…”


Sekarang gue cuma sendirian aja di tempat ini.


Nggak. Maksud gue, cuma gue doang yang hidup di tempat ini


Karena yang ada di sini…


“…”


…cuma mayat aja.


“…”


Semua Mistyx jadi Iblis karena Children of Purgatory. Itu semua karena Undead Dragon yang dibawa sekte sesat itu.


“…”


Semua Siren juga nggak ada yang sisa. Bahkan sebagian besar dari mereka kepalanya hilang. Bahkan dari semua badan Siren yang ada di sini, gue cuma tau badannya Pielloda aja.


Sedangkan Nemesia sama Jennania…


“…”


…mati karena harus berhentiin Delolliah. Itu semua karena dia yang berubah jadi Sea Serpent, supaya dia bisa hancurin banyak Undead Dragon yang ada di negara ini.


“…”


Warga negara ini juga nggak ada bedanya.


Semua warga berubah jadi Ghoul karena ulah sekte biadab itu. Parahnya lagi, Ghoul-Trigger yang mereka pake bahkan bisa makan sekaligus orang-orang yang kendarain Gazobot. Makanya itu mereka jadi semacam monster robot.


“…”


Berius.


Gue nggak tau kenapa dia bisa ada di Gazomatron waktu Children of Purgatory nyerang negara ini. Yang pasti, kematian dia berhasil bikin Angela untuk kehilangan semangat hidup. Dia bahkan rela dimakan Berius yang berubah jadi Ghoul.


Selain mereka berdua, Zhivreeg sama Eìmgrotr juga mati sia-sia. Mereka berdua coba serang Undead Dragon yang dateng. Masalahnya, mereka udah nggak kuat karena sebelumnya harus lawan Iblis-Iblis dari Mistyx.


“…”


Walaupun pulau ini udah hancur, tapi nggak semua orang yang ada di sini meninggal.


Itu semua karena bajingan yang namanya Snake. Dia bawa orang-orang yang bisa dia bawa bareng Guild-nya. Tapi yang bikin gue kesel itu, dia nggak ada niatan untuk bantu kita yang lagi perang sama Children of Purgatory.


“Membantu anda sekalian? Buat apa? Apakah anda pikir Serpentis Guild tidak lebih dari sekedar babu yang selalu membantu anda, Myllo Olfret? Lagipula, peperangan ini adalah karma yang harus anda tanggung, bukan?”


Karena dia bilang gitu, ujung-ujungnya dia cuma bawa beberapa warga Gazomatron sama Clamista dari pulau ini.


“…”


Di depan gue ini…


Makam Gia, Garry, sama Dalbert.


Gia mati karena lawan salah satu Acolyte.


Garry mati karena dimakan Ghoul, yang sebenernya Dalbert.


Makanya itu, gue terpaksa bunuh Dalbert.


Sedangkan sisanya…


Myllo, Styx, sama Lephta…


Dibawa Children of Purgatory, selesai mereka jajah pulau ini.


Kalo gue inget-inget lagi…


*“ZHUMMM……”


“…”


Aura orang yang bertopeng itu.


Orang yang disebut Master sama semua anggota Children of Purgatory.


Aura Iblis darinya berasa banget, walaupun dia berdiri di puncak Gazo Mount, yang keliatan dari negara ini.


Karena dia…


“*Bruk…”


Karena dia…


“Hiks! Hiks! Hiks!”


Karena dia… gue harus kehilangan temen-temen gue lagi…!


Andai aja…


Andai aja gue lebih kuat lagi…


Mungkin gue nggak harus—


……………


“Djinnardio Vamulran!”


“…”


Ah…


Ternyata gue ketiduran, ya?


“Haha…”


Padahal gue biasanya susah banget tidur…


Ternyata gue nggak sadar kalo gue tadi ketiduran, sampe-sampe langsung mimpi lagi tentang apa yang udah gue lewatin di Gazomatron.


Gue lupa, kalo sekarang gue lagi ada di kapal. Sekarang gue udah ditangkep Centra Geoterra karena gue terindikasi punya kaitan sama Children of Purgatory.


Itu semua karena satu hal.


“…”


Bajingan yang namanya Zaghemin, yang ada di dalem Tubuh gue.


Parahnya lagi, ini semua karena—


“Hey! Saya sedang bertanya kepada anda, Djinnardio Vamulran!”


“…”


“M-Mengapa anda tersenyum?! Apakah anda pikir ini lucu?! Ingatlah, bahwa anda sedang kami bawa ke pengadilan, untuk—”


“Ya, ya, ya. Gue juga udah tau, kok. Nggak perlu diingetin lagi.”


“…”


Aneh.


Siapa sih sebenernya cewek ini?


Jabatannya tinggi, tapi kenapa dia selalu ada di depan sel gue?


Kenapa dia kesannya kayak kenal gue?


“Siapa anda sebenarnya?”


“…”


Gue yang sebenernya?


“Jika anda adalah Djinnardio, maka seharusnya anda mengenal saya, bukan?!”


Hm?


Emangnya cewek ini tuh orang yang kenal Djinnardio, ya?


Kayaknya masih ada memori tentang Djinnardio yang belom gue liat. Makanya gue nggak ngenalin dia sama sekali.


“Jawab saya! Djinnardi—”


“Djinnardio udah mati. Djinn juga udah mau mati. Maaf kalo gue kecewain lo, tapi gue bukan Djinnardio yang lo kenal.”


“…”


“…”


“Baiklah. Anda tidak memberikan saya pilihan.”


“*Shringgg…”


Dia keluarin pedangnya?


Oh gitu, ya?


“Saya, Velkarïa Vendivia, siap bertanggung jawab atas kesalahan saya!”


“*Shruk…”


Kepala gue ditusuk dia.


Ya, perlahan-lahan gue ma—


……………


“Djinn!”


“…”


I-Ini masa lalu?


Atau…


Akhirat?


“…”


Badan gue mungil lagi.


Tambah lagi, gue bisa bebas gerakin badan gue.


“…”


Anak kecil itu…


Kenapa dia—


“Djinn!”


“!!!”


M-M-Myllo?!


“Lo… beneran My—”


“Bangun, Djinn!”


B-Bangun…?


“Maksud lo a—”


“Buruan bangun! Sadar dari mimpi lo!”


Mimpi…?


“Maksud lo mimpi a—”


……………


“DJIIIINNNN!!!”


“*Prang, prang, prang!”


“KITA SEMUA MASIH BUTUH LO, WOY!!!”


“…”


Ada Myllo sama Styx di sini?


“…”


I-I-Ini…


Ini di dalam penjara?


Tambah lagi…


“…”


…kenapa gue diiket kayak gini?


Enggak, dibanding diiket, gue lebih ngerasa kalo gue disegel!


Tunggu, dia bilang mimpi, kan?


Artinya…


“Haaaaaahhh….”


…semua yang gue liat tadi cuma mimpi, dong?!


“Haha… Hahaha!”


““Hm? Nangis?””


Ya! Gue nangis!


Bukan karena sedih! Tapi karena seneng!


Haha! Seneng banget gue!


Ternyata semua yang gue liat cuma mimpi!


“…”


Eh, bentar dulu…


Kok mereka berdua nggak dipenjara?


Artinya…


“Mil.”


“Hm?”


“Gue… udah ngapain aja…?”


““…””


Mereka berdua liat-liatan, sebelum jelasin ke gue.


“Jadi sebelumnya, lo itu—”


“M-Myllo! Emangnya nggak apa-apa kalo lo ceritain semuanya ke—”


“Ceritain semuanya. Gue siap dengernya.”


“…”


Myllo ceritain semua ke gue.


Mulai dari gue yang tiba-tiba pingsan waktu Chamber of Ancient Armament dihancurin Nemesia, gue yang kerasukan Iblis di dalem badan gue, Snake yang berhentiin gue, sampe akhirnya gue “ngamuk” lagi di Duskmere.


Intinya…


Gue secara nggak sadar udah bikin kacau sana-sini.


Bahkan nggak dikuasain Iblis pun, gue juga bikin kacau karena kekuatan gue…!


“Keuk!”


Kenapa…


Kenapa gue bisa dikendaliin kayak gitu…?


I-Ini semua karena—


“Djinn, tapi di Duskmere lo nggak dikuasain Iblis, kan?!”


“Gue… nggak tau. Tapi satu hal yang bisa gue jamin. Di Duskmere, gue mimpiin sesuatu yang—”


“Udah gue duga.”


“Duga?! Maksud lo apa, Styx?!”


“Yang diliat dia di mimpinya itu… masa depan yang akan datang.”


““!!!””


Masa depan yang akan datang?!


“*Prang!”


“Djinn! Jangan jedotin kepala lo ke sel penja—”


“Lo bercanda kali, ya?!”


“*Prang!”


“Nggak mungkin itu semua jadi kenyataan, Styx!”


“Djinn! Tenangin diri—”


“*Prang!”


“Semua pada mati! Pulau ini bakal hancur! Nggak mungkin kan itu semua bakal jadi kenyataan?!”


“Dj-Djinn…”


“JAWAB GUE, STYX!!!”


““…””


Kalo itu semua bakal jadi kenyataan…


Artinya yang gue liat itu…bakal jadi kenyataan…?


“*Tik, tik, tik…”


“Gue takut…”


“Djinn…”


Ternyata…


Gue tetep harus kehilangan lagi…


“Andai… Andai gue nggak punya kekuatan ini!”


““…””


“Buat apa gue harus tau semuanya… kalo gue harus ngerasain hal yang sama lagi…?!”


““…””


“Gue benci kekuatan ini! Buat apa gue harus ngejar kekuatan ini, kalo ujung-ujungnya gue harus tersiksa dua kali?!”


“Djinn, tapi—”


“BRENGSEK LO, MELCHIZEDEK!!!”


“*PRANG!!!”


““…””


Gara-gara sebutan Pria Terjanji yang dia bilang, gue jadi kepancing untuk ngejar kekuatan.


“Myllo… ji-jidat dia berlumuran darah…”


“…”


Tapi buat apa kalo punya kekuatan yang nyiksa gue kayak gi—


“Myllo! Keliatannya Gue familiar sama kekuatan dia!”


Su-Suara itu…


“Zegin…?”


“!!!”


Ah, bener ya?


Bahkan dewanya Myllo bisa gue denger…?