
Aliansi dari Aquilla, Andromeda, Lynx, serta Taurus, kembali dikalahkan oleh Leonard, seorang Penakluk yang saat ini sedang diincar oleh Centra Geoterra.
Walaupun dirinya telah berhasil menangkap kembali Myllo dan rekan-rekannya, serta membunuh Tarruc Taur, Kapten dari Taurus Party dan juga mantan rekan Sylvia Starfell, nyatanya ia harus dihadapkan dengan kekacauan besar akibat dari semua pertarungan yang terjadi di sekitar Chaos Island.
“Woy, kalian! Pokoknya gue mau semua udah direnovasi! Semua harus selesai nanti pagi, waktu matahari terbit! Paham?!”
“Tenang aja, Leonard! Urusan itu, serahin aja ke kita!”
Sahut salah seorang pemimpin Black Guild, yang langsung melakukan permintaan Leonard.
“Cih! Tengil banget sih tuh orang! Awas aja kalo—”
“Tenang aja! Selama kita dikasih bonus kalo menang taruhan di Chaoseum, kita terima aja! Ya kan?!”
Sahut pemimpin Black Guild tersebut, sebelum ia memulai rekonstruksi Chaoseum dan bangunan lainnya di Chaos Island.
“…”
Leonard berniat untuk kembali ke dalam Chaoseum. Namun langkahnya dihentikan oleh sejumlah tamu yang mendatanginya.
“Woy! Gimana nih?! Kok tiba-tiba jadi kacau kayak gini?!”
“Anggota saya mati karena kejadian tadi!”
“Kalo nggak karena kejadian tadi, mungkin kapal kita masih ada! Lo kira kita mau tinggal di sini seumur hidup?!”
“Kami menuntut tanggung jawab kepada anda, Leonard Rochdale!”
“…”
Leonard hanya terdiam ketika harus mendengar aksi protes para pendatang Chaos Island, sambil menahan
amarahnya.
Tetapi amarahnya tidak mampu ia tahan lebih lama lagi.
“BISA DIEM NGGAK KALIAN SEMUA?!?!”
““!!!””
Semua tamu yang berada Chaos Island terkejut ketika mendengar teriakan Leonard.
“Kepala gue pusing mikirin semua kejadian ini! Kalo mau protes, sini protes satu-satu! Siapa duluan yang mau protes?!”
Tanya Leonard kepada semua pendatang, sebelum salah seorang mantan bangsawan datang menghampirinya.
“Izinkan saya mengutarakan kekecewaan saya terhadap anda, Leonard Rochdale!”
“…”
“Sebelumnya anda berkata kepada kami, jika keamanan kami akan terjamin di tempat ini, bahkan jika negara kami datang dan memburu kami! Namun, mengapa—”
“*BHUK!!!”
““!!!””
Leonard kembali membuat aksi mengejutkan, dengan membunuh mantan bangsawan yang seharusnya ia lindungi.
“Ayo! Siapa lagi yang mau protes?!?!”
Seru Leonard kepada seluruh pendatang yang menyuarakan protes kepadanya.
“Dasar nggak tau diri kalian semua!”
“*BRUK!!!”
“*Crat!”
“Kalian pikir kalian siapa?! Raja?! Kaisar?! Dewa?!”
““…””
Semua pendatang hanya terdiam dengan menahan rasa takut, khususnya ketika Leonard menginjak jasad mantan bangsawan yang sebelumnya ia bunuh, hingga hancur.
“Masih mending bisa hidup! Tapi kalian malah protes! Kalo kalian nggak terima, sana pergi! Tapi kalo masih mau di sini, jangan banyak protes! Paham?!”
““P-Paham…””
Jawab seluruh pendatang kepada Leonard.
“Woy, kalian! Tunggu apa lagi?! Cepet bawa mereka!”
““Siap, bos!””
Balas beberapa anggota Leo lainnya, yang kemudian memasangkan Mana-Restrictions kepada semua Petualang yang hendak melarikan diri dari Chaoseum.
“Buru jalan!”
“Dasar tolol! Masih berani aja kabur!”
“Ngerepotin aja jadi orang—”
“BAWA MEREKA JUGA NGGAK PERLU NGOCEH!!!”
““Y-Ya, bos!””
Jawab seluruh anggota Leo dengan takut ketika mendengar amarah dari Leonard.
Sementara itu, tiga Executioners mencari Paul dan Machinno, yang membawa lari beberapa Petualang.
“Cepet cari mereka!”
“Haaaaah…! Nyusahin banget sih! Padahal harusnya gue itu tidur sambil dipeluk Harvestia!”
“Nggak usah banyak ngeluh. Selama ini perintah Bos Leonard, mau nggak mau kita harus jalanin.”
Seru Bastheus, Passio, dan Marwell secara bergantian.
“…”
Paul sedang mengamati Executioners bersama beberapa anggota Leo yang sedang memburunya dan rekan-rekannya dari balik hutan, yang berada di tepi Chaos Island.
“Hm. Keliatannya kita udah aman di sini—”
“Paul…! Kita ada di mana—Umph!”
“Sssssttt!!!”
Paul langsung menutup mulut Awva yang sudah terbangun bersama beberapa Petualang lainnya.
“Pelan-pelan ngomongnya! Sekarang kita udah berhasil lari dari tempat itu! Tapi Bos Ollie, Molly, sama yang lainnya malah ketangkep lagi!”
Jelas Paul terkait keadaan saat ini, dengan berbisik.
Hingga akhirnya, ia menyadari sesuatu yang janggal.
“Terus, lo bawa kita semua dari tempat itu?”
“Nggak! Gue tadi dibantu…”
“Paul—”
“Woy! Mana dia tuh Si Jelek—Umph!”
“Sssstttt!!!”
Kali ini Awva yang menutup mulut Paul, setelah ia dikejutkan dengan Machinno yang menghilang.
“Woy, bego! Kan lo yang bilang jangan berisik! Kenapa tiba-tiba malah teriak-teriak?!”
Tanya Awva kepada Paul.
“…”
Tetapi Paul tidak menjawab. Ia justru berpikir…
“Mana dia Si Jelek itu?! Kok tiba-tiba nggak ada?!”
……………
Kembali kepada Leonard, yang ikut membawa Myllo dan rekan-rekannya kembali ke dalam penjara di Lapisan Bawah.
“*Bruk!”
“*Krrrrang…!”
Myllo dan rekan-rekannya dilempar ke dalam sel tahanan mereka masing-masing.
““…””
Petualang lainnya hanya bisa menyaksikan Myllo dan rekan-rekannya yang terluka dan dikembalikan ke dalam penjara. Dengan kehadiran mereka kembali, seluruh Petualang justru merasa bersyukur.
“Huuh…! Untung aja nggak nekat keluar!”
“Seandainya kita nekat keluar, bisa aja kita dibantai Leonard!”
“Lagian ada-ada aja sih! Padahal kan sebelumnya mereka dikalahin Leonard!”
Pikir beberapa Petualang dengan lega, setelah mengetahui apa yang telah terjadi kepada Myllo dan rekan-rekannya.
Tetapi berbeda halnya dengan Cassidian Arnault, yang merupakan seorang Striker Kasta Jingga dari Rosalba
Guild.
Ia secara terus terang menghina Myllo dan rekan-rekannya, setelah mendapati akibat yang didapatkan Myllo dan rekan-rekannya karena tidak mendengar sarannya.
“…”
Leonard mendengar apa yang dikatakan oleh Cassidian.
Kemudian…
“Buka sel tahanan yang itu, keluarin orang itu, terus lepas Mana-Restrictions yang dia pake! Cepetan!”
“S-Siap, bos!”
…ia memerintahkan anggotanya untuk membebaskan Cassidian.
“Hm?”
Cassidian merasa heran dengan apa yang sedang terjadi. Tetapi karena mengetahui ia dibebaskan langsung oleh Leonard, tanpa alasan yang jelas, maka hanya kekhawatiran saja yang ada di kepalanya.
“M-Mengapa ia membebaskan saya? Apa mungkin ia membebaskan saya karena saya tidak terpengaruh oleh Myllo Olfret?”
Pikir Cassidian dengan heran dan
khawatir.
Namun karena dirinya yang dibebaskan oleh Leonard, maka seisi ruang penjara menjadi ricuh.
“Woy, Leonard! Gue juga nggak macem-macem!”
“Kelurin kita dari sini!”
“Kita udah turutin kemauan lo, Leonard! Sekarang kita mau dibebasin dari sini!”
Seru sebagian besar Petualang kepada Leonard.
““…””
Rekan-rekan Myllo lainnya hanya bisa menyaksikan para Petualang lainnya yang memohon kepada Leonard.
Sedangkan Myllo…
“…”
…masih menutup matanya dan belum sadarkan diri.
“…”
Leonard pun terdiam sambil menahan amarah karena mendengar suara bising dari para Petualang yang menetap di dalam penjara.
Dan lagi, amarahnya tidak bisa ditahan olehnya.
“*DHUUUMMMMMMMMM………!!!”
“BISA DIEM NGGAK KALIAN?!?!”
““!!!””
Semua Petualang terdiam ketika mendengar teriakan Leonard, yang juga mengeluarkan Union Domi. Bahkan beberapa dari antara mereka juga tidak sadarkan diri setelah menerima dominasi darinya.
“…”
Leonard kemudian menghampiri Cassidian.
“Siapa nama lo?!”
“Ca… Cassidian Arnault…! Striker Kasta Jingga… dari Rosalba Guild…!”
Jawab Cassidian, sambil menahan rasa takut akan Leonard, setelah ia juga ikut terdominasi oleh Union Domi milik Leonard.
“Tadi lo bilang apa?”
“Ta-Tadi saya berkata… bahwa Myllo Olfret dan Petualang lainnya itu bodoh… karena aksi mereka… yang sia-sia…”
“Sia-sia?”
“Y-Ya. Mereka… hanya akan membuat diri mereka tertangkap kembali. Selain itu, mereka pastinya terluka… karena bertemu dengan anda—”
“*BHUK!!!”
“*BRUK!!!”
Leonard tiba-tiba memukul Cassidian dengan sangat keras, hingga ia tembok di belakangnya pipih.
“Kaakh…!”
“*Crat, crat, crat…”
Ia juga muntah darah karena Leonard.
“M-Mengapa anda… memukul saya… Leonard—”
“Dasar lemah! Padahal punya kesempatan! Tapi malah pilih diem di sini! Nggak mungkin kan lo di tempat ini
karena kemauan lo?!”
“T-Tentu saja… saya tidak ingin…! T-Tetapi… menetap di penjara ini… adalah opsi terbaik… untuk—”
“Nggak usah banyak omong, lemah! Cuma karena takut gue, lo malah lebih pilih menderita di tempat ini! Pantes aja lo ditangkep segampang itu!”
Seru Leonard kepada Cassidian.
“Kalian! Buruan pasangin Mana-Restrictions yang tadi dia pake, terus masukin lagi dia ke dalam!”
““S-Siap, Bos Leonard!””
Beberapa anggota Leo langsung menjalankan perintah Leonard.
Tetapi ketika mereka memasangkan Mana-Restrictions, Leonard tiba-tiba mencurigai Cassidian.
“Ada yang aneh. Kenapa orang itu bisa sembuhin luka yang dia terima? Kalo dia itu Keeper atau Rounder, mungkin masih masuk akal. Tapi dia bilang kalo dia itu Striker, bukan? Striker macem apa yang bisa kayak gitu?”
Pikir Leonard dengan heran, sambil jalan untuk keluar dari ruang penjara seluruh Petualang.
““…””
Petualang lainnya menatap Leonard dengan heran dan takut, termasuk beberapa anggota Andromeda dan Lynx.
Namun berbeda halnya dengan anggota Aquilla.
“Sianying! Andai aing bisa sembuhkeun Myllo!”
“M-Myllo…”
“…”
Garry, Gia, serta Luvast, mengkhawatirkan Myllo yang tidak kunjung sadar.
“Hiks! Hiks! Hiks! K-Kapten Tarruc…! Kritach…! Lozrick…! Mila…! Hobart…!”
““…””
Mereka juga mendengar tangisan Slasher, yang berada di dalam satu sel tahanan bersama mereka.
Hingga akhirnya…
“Tarruc… udah meninggal ya…?”
…Myllo terbangun dan bertanya kepada rekan-rekannya.
“M-Myllo! Apakah kamu baik-baik saja—”
“Maafin gue… karena nggak bisa apa-apa waktu Tarruc mau dibunuh Leonard…!”
““!!!””
Slasher terkejut ketika melihat Myllo yang sujud di hadapan mereka. Begitu juga dengan anggota Aquilla, yang heran dengan aksinya.
“E-Eh?! Kok lo—”
“A-Andai gue nggak putus asa waktu tau siapa ibu gue yang sebenernya… mungkin gue masih bisa… kalahin
Leonard… bareng Tarruc…!”
Kata Myllo, dengan suara gemetar karena menahan tangisannya.
“Ng-Nggak lo doang… yang nggak bisa apa-apa…! Gue pun juga… nggak bisa apa-apa…!”
““…””
Myllo dan anggotanya mendengar perkataan Slasher yang menangis.
Namun mereka semua masih penasaran dengan apa yang Myllo katakan sebelumnya.
“I-Ibumu…? Maksud kamu apa, Myl—”
“Bisa ceritain ke gue nggak… tentang perjalanan lo selama ini…? Mulai dari kehidupan lo sebelumnya, sampe ketemu Tarruc untuk pertama kalinya…?”
Tanya Myllo kepada Slasher, tanpa memperdulikan Gia yang hendak bertanya kepadanya.
“…”
Karena permintaan Myllo, Slasher pun menceritakan tentang pengalaman hidupnya yang pahit, hingga ia bertemu dengan Tarruc.