Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 435. Fire and Star



Leonard sengaja meninggalkan jejak Mana miliknya, agar Myllo mampu mengikutinya. Namun ia justru mendapati Rivrith Vamulran, seorang Tangan Kiri Raja dari Vamulran Kingdom, di hadapannya.


Setelah saling menunjukkan Union Domi milik mereka, kini mereka hendak memulai pertarungan mereka.


Tetapi sebelum pertarungan mereka dimulai, Leonard memberikan suatu peringatan kepada Zophiel.


“Zophiel! Lo tau kan kalo sampe tiga Cawan itu tumpah?!”


“Ya. Hamba mengerti, Tuan Leonard.”


“…”


Rivrith menyaksikan diskusi antara mereka. Walaupun ia mendapati adanya sesosok Malaikat di hadapannya,


namun ia tidak gentar.


“Ada seorang Malaikat yang memanggilnya Tuan, kah?


Hmph. Sungguh tragis. Pelayan setia para Dewa dan Dewi kini harus melayani seorang Penakluk seperti pria itu.


Ya bagaimana pun juga, budak tetaplah budak.”


Pikir Rivrith akan Zophiel, dengan maksud menghinanya.


Setelah ia berpikir tentang Zophiel, Leonard menyerang Rivrith terlebih dahulu.


{((Star Zona: Death Star))}


“*CYUT!!!”


Dengan Union Zona yang ia gunakan, Leonard menembak sebuah bintang, tepat dari belakang Rivrith, walaupun


ia saat ini ada di depannya.


Akan tetapi…


“*Vwumm…”


“…”


…Leonard justru mendapati Rivrith yang menggunakan Union Utuh, untuk merubah struktur Tubuh-nya menjadi api,


sehingga ia berubah menjadi Mahluk Api.


Karena aksinya tersebut, serangan Leonard hanya terlihat seperti sebuah bintang yang melewati kobaran api saja.


{((Fire Zona: Blasts of Ifrit))}


“*VWUMMWUMMWUWMM…”


“…”


Leonard juga melakukan hal yang sama. Ia menggunakan Union Utuh, sehingga serangan Rivrith hanya terlihat


seperti bola-bola api yang menembus cahaya bintang.


“Grahahaha! Nggak cuma bisa pake Union Domi aja! Lo juga bisa pake Union Utuh sama Union Zona, ya?! Ternyata sekuat ini ya pangeran dari Vamulran King—”


“Jangan menyebut nama Vamulran Kingdom dengan mulutmu yang busuk, Penakluk!”


Seru Rivrith, dengan maksud menjaga kehormatan nama kerajaan yang menjadi tempat tinggalnya.


Akan tetapi…


“Graaa…”


…Leonard justru tersenyum, karena ia merasa memiliki celah untuk memprovokasinya.


““*SWUSH!!!””


““*BHUK!!!””


Kali ini mereka sama-sama maju dengan cepat dan menyerang satu sama lain.


“Graaaaagh!”


“*SWUSH!”


“…”


Leonard hendak memukul Rivrith dengan keras. Tetapi Rivrith mampu menghindarinya.


{Moirlynn Martial: Fenrir Hunt}


“*CHRAK!!!”


“Keuk…!”


Rivrith menggunakan teknik bela diri untuk menyerang Leonard. Serangannya yang ia gunakan seakan terlihat


seperti seekor Fenrir yang sedang memburu mangsanya.


Karena serangannya, Leonard merasakan sakit yang luar biasa. Tetapi bukan itu saja efek dari serangannya.


“*Vwumm…”


“!!!”


Leonard juga terbakar karenanya, walaupun ia sedang menggunakan Union Utuh, di mana Struktur Tubuh-nya berubah menyerupai bintang.


“Lihatlah, Leonard Rochdale.”


“*Vwumm…”


“Apakah anda tahu, bahwa sebuah bintang juga bisa terbakar oleh api?”


Seru Rivrith kepada Leonard, sambil memperbesar kobaran api dari Union Utuh yang ia gunakan.


Walaupun terbakar karena serangan Rivrith…


“Grahahahaha!!!”


“Hm?”


…Leonard justru tertawa lepas, hingga mengherankan Rivrith.


“Sylvia! Ternyata ada yang bisa bakar gue, selain lo!”


“…”


Rivrith hanya terdiam ketika ia mendengar nama Sylvia Starfell, mantan Pahlawan, yang disebut Leonard.


“Ternyata pria ini juga mengenal wanita yang selalu menyusup Vamulran Kingdom, kah?”


Pikir Rivrith akan Leonard, sebelum ia kembali menyerangnya.


“Baiklah, Leonard Rochdale. Saya tidak akan membuang waktu saya lagi.”


Kata Rivrith, sebelum ia mengeluarkan serangan jitunya.


(({Final Fire…


“*Vwumm…”


“!!!”


…Blaze Edge}))


Leonard dikejutkan dengan Rivrith yang seketika menciptakan sebuah pedang berapi yang dinamakan sebagai Blaze Edge.


Walaupun terkejut…


“Graahahaha!!!”


“Hm?”


…Leonard justru merasa terhibur, sehingga membuat Rivrith merasa heran.


“Ternyata lo juga bisa pake Final, Rivrith Vamulran! Ya wajar aja sih, karena lo udah cukup bisa kuasain Tiga


Konsep Union!”


“Hm. Sepertinya wawasan anda cukup luas, Penakluk—”


“Tapi gue yakin, kalo pake kekuatan itu pasti makan habis Mana sama energi kehidupan lo! Bener, kan?!”


“…”


Rivrith terdiam. Ia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Leonard.


Hingga akhirnya…


“*VWUMM!!!”


…ia bergerak kembali untuk menyerang Leonard.


“*CYUT!!!”


“!!!”


Tetapi Rivrith justru dikejutkan dengan Leonard yang bergerak dengan sangat cepat dan tiba di belakangnya.


{((Star Utuh: Asteroid Crush))}


“*CYUT!!!”


“Akh…”


Leonard langsung menggunakan Union Utuh untuk memukulnya.


“*Vwumm…”


Rivrith berusaha untuk menahan dirinya agar tidak menabrak tembok karena pukulan Leonard. Ia menancapkan


pedangnya pada lantai. Namun karena aksinya, terdapat kobaran api yang membakar lantai pada Lapisan Bawah.


“Ahak…!”


“*Crat…”


Pukulan Leonard yang ia terima sangatlah keras, sehingga ia batuk berdarah.


“Jika saja saya tidak menggunakan Final, mungkin saya langsung mati karenan—”


“Grahahaha! Ternyata nggak adek, nggak kakak, sama-sama dapet panggilan alam yang sama ya?!”


“!!!”


Rivrith terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan Leonard.


“Apa maksud anda?!”


Tanya Rivrith dengan heran, sebelum Leonard menjelaskan sesuatu yang tidak diketahuinya akan Luvast.


“Grahahaha! Daripada lo banyak tanya, mending kita lanjutin pertarungan kita, Rivrith Vamulran!”


Seru Leonard, sebelum melanjutkan kembali pertarungannya dengan Rivrith.


……………


Sementara itu, di arena pertarungan di dalam Chaoseum.


““*FWUSSSHHH…!””


Ryūtaro dan Ryūhime sama-sama menghembuskan angin yang sangat keras dari mulut mereka, sehingga angin


hembusan mereka saling beradu.


{Kazedoryū: Seishi}


“*BHUK!!!”


“RUOAAAAARRRR!!!”


“*BRUK!!!”


Tetsuo menggunakan sikutnya untuk menyerang Ryūhime, hingga Wind Dragon Princess tersebut terjatuh dari atas


udara.


Namun serangannya tidak mampu untuk menghentikan Ryūhime.


“RUOAAAAAARRR!!!”


““*FWUSH!!!””


Seketika terdapat beberapa angin topan yang berputar dengan sangat keras.


“W-Woy! Awas! Ada angin topan!”


““…””


Karena peringatan Dalbert, maka semua Petualang yang sedang menghadapi Manifestasi Jiwa milik Ángroð terpaksa untuk menghindar.


“Terus kita harus gimana—”


“Biarin aja Giant itu kena semua angin ****** beliung ini!”


Jelas Daphine kepada rekan-rekannya.


“J-Jangan remehin Mahluk Abadi!”


“M-Maksud lo—”


“Walaupun angin topan ini buatan Wind Dragon Princess, tapi Giant itu pasti masih bisa berdiri!”


Seru Gravanghar kepada Daphine, hingga apa yang ia katakan benar-benar terjadi.


“*DRAP, DRAP, DRAP…”


Manifestasi Jiwa Ángroð masih mampu berjalan di tengah beberapa angin topan yang kencang dari Ryūhime.


“T-Terus gimana cara kita selamat di tengah badai besar i—”


“(Tenang saja! Biarkan aku yang menghilangkan semua angin topan yang diciptakan oleh Ryūhime-sama!)”


Seru Ryūtaro, sebelum ia mulai merapal sihirnya.


((Fū ryū no kyūnyū))


“*SWUUUUUSSSSHH……”


Dengan kekuatan Wind Dragon yang ia miliki, Ryūtaro menghisap seluruh angin topan yang diciptakan Ryūhime ke


dalam Tubuh-nya, walaupun ada angin topan yang ukurannya lebih besar dari dirinya.


“*BRUK…”


“(Hufff… Hufff… Hufff…)”


Karena aksinya tersebut, ia merasakan sakit yang luar biasa di dalam Tubuh-nya.


“R-Ryūtaro-kun!”


“(…)”


Dengan khawatir, Tetsuo menghampiri Ryūtaro yang terlihat kesakitan.


“(S-Shogun-sama—)”


“Apa yang kau pikirkan, Ryūtaro-kun?! Jika kau bertindak seperti itu, tentu saja kau akan merasakan sakit yang luar


biasa! Apakah kau pikir Jiwa-mu sebesar Jiwa Ryūhime-chan?!”


Seru Tetsuo dengan kesal, akibat aksi gegabah yang dilakukan Ryūtaro.


“D-Dengar Aku, Ryūtaro-kun!”


“(…)”


“Aku melarangmu untuk mati! Karena hanya kau dan Ryūhime-chan saja Wind Dragon yang tinggal di Kumotochi!


Aku masih membutuhkanmu dan diri-Nya!”


Perintah Tetsuo kepada Ryūtaro.


“(…)”


“(…)”


“Hey! Ryūtaro-kun!”


“(…)”


Ryūtaro tidak menjawab Tetsuo, karena ia melihat sesuatu yang berada di belakang Tetsuo.


“(M-Maafkan aku, Shogun-sama…)”


“E-Eh…?! A-Apa maksudmu—”


“RUOAAAAAAARRRR!!!”


“*SWUSH!!!’


Ryūhime tiba-tiba bergerak dari belakang Tetsuo, ketika Shogun tersebut sedang berbicara kepada Ryūtaro.


“*BHUK!!!”


“Akh!”


“*BRUK!!!”


Ryūtaro tiba-tiba memukul Tetsuo dengan tangannya yang besar karena dalam Wujud Naga. Ia bermaksud


melindunginya.


Setelah itu…


“HAURRRPP…!”


…Ryūhime mengigit setengah Tubuh Ryūtaro.


“R-R-RYŪTARO-KUUUUUNNNN…!!!”


Teriak Tetsuo dengan panik.


“R-RYŪHIME-CHAN!!! LEPASKAN DIA—”


“*Tap…”


“!!!”


Tetsuo dikejutkan dengan Ryūtaro yang mengelus kepala Ryūhime, walaupun ia hampir kehabisan nyawanya karena gigitannya.


“(A-A-Andai… Kau bisa… mendengar ini… Ryūhime-sama…)”


“RRRRRRR…!”


“(H-Hamba… bersyukur… karena… Engkau… menjadi… lebih kuat… seperti… yang diharapkan… Ryūkōgō-sama…)”


“R-R-RYŪTARO-KUUUUUNNNN…!!!”


Teriak Tetsuo setelah mendapati Ryūtaro yang sudah tidak bernyawa karena mati tergigit oleh Ryūhime.


“*SWUSH!!!”


“Sadarlah, Ryūhime-chan! Kau sudah membunuh sanak saudaramu sendi—”


“*Drap…”


“!!!”


Tetsuo, dengan amarah yang meluap, hendak menyerang Ryūhime karena tindakannya yang membunuh Ryūtaro.


Namun ia tiba-tiba menghentikan langkahnya, setelah melihat ekspresi dari Ryūhime, walaupun dalam Wujud Naga.


“*Tik…”


“R-Ryūhime-chan…?”


Bisik Tetsuo, setelah menyaksikan tetesan air mata dari Ryūhime.


Walaupun…


“RUOAAAAAARRRR!!!”


“*BRUK!!!”


“Cih!”


…Ryūhime kembali beraksi dan menyerang Tetsuo.


……………


Kembali ke dalam Lapisan Bawah, di mana terdapat pertarungan antara Leonard dan Rivrith.


“*VWUMM, WUMM, WUMM…”


Rivrith terus mengayunkan Blaze Edge miliknya, walaupun Leonard terus menghindari serangannya.


“Graaaaargh!”


“*CYUT!!! CYUT!!! CYUT!!!”


Leonard berusaha membalas serangannya, dengan menggunakan pukulan bintangnya. Namun Rivrith mampu menahan serangannya dengan pedang berapi miliknya.


““*Swush…””


Mereka sama-sama mundur ke belakang, untuk mempersiapkan sihir mereka masing-masing.


{((Star Zona: Falling Stars))}


“*CYUTCYUTCYUT……”


Leonard menyerang Rivrith terlebih dahulu, dengan menggunakan Union Zona.


“*VWUMMM……”


Rivrith mampu menghalau seluruh tembakan bintang dari Leonard, dengan pedang apinya.


“*SWUSH!!!”


“Mati lo, Pangeran Vamulran!!!”


“*CYUT!!!”


“Akh…”


Ketika Rivrith masih disibukkan dengan puluhan tembakan bintang yang Leonard gunakan, Leonard justru


memanfaatkan keadaan dengan melompat ke depannya dan langsung menendangnya, dengan tendangan bintang.


“Grahahaha! Andai aja lo mau ikut gue untuk hancurin Centra Geoterra, Pangeran Vamulran! Mungkin gue masih bisa biarin lo hidup! Tapi kalo lo tolak tawaran gue, bisa-bisa lo jadi sumber masalah buat gue!”


Seru Leonard kepada Rivrith, yang terdiam sambil menahan rasa sakit.


“H-Haha…”


“Hm?!”


Leonard merasa heran dengan Rivrith yang tertawa.


“Grahahaha! Lo jadi gila ya, karena udah mau mati di tangan gu—”


“S-Saya… menang… Penakluk…!”


“Hah? Maksud lo a—”


“Perhatikan baik-baik seisi ruangan ini…!”


“*Vwumm…”


“!!!”


Leonard dikejutkan dengan seisi ruangan yang diselimuti kobaran api.


“*Vwumm…”


“Saya… telah menguasai… zona


ini…!”


Seru Rivrith, sambil menggunakan Blaze Edge untuk menghisap seluruh api di dalam ruangan itu, sebelum merapal sihirnya.


(({Finality: Wrath of The Sun}))


“*VWUMMM!!!”


Kumpulan api tersebut hendak menyambar Leonard.


“S-Sial! Gue nggak akan bisa hindarin api raksasa ini—”


“…”


“Z-ZOPHIEL!!!”


Teriak Leonard kepada Zophiel, yang seketika berada di depannya untuk menghalau serangan Rivrith.


“*BOOOOOMMM……”


Lapisan Bawah pun meledak karena serangan Rivrith.


“*FWUSH!!!”


“Aaaargh!”


Rivrith sendiri juga terhempas oleh efek ledakan dari serangannya.


“*BRRRRR…”


“W-Woy! Kok tiba-tiba gempa—”


“*BOOOOMMM……”


““!!!””


Getaran tanah yang dahsyat mampu dirasakan Myllo dan Garry. Beruntung mereka mampu menghindari efek ledakan yang berada dari Lantai Lima.


“*BOOOOOMMM……!!!”


““!!!””


Dalbert, Tetsuo, serta Petualang lainnya, dikejutkan dengan adanya api raksasa yang datang dari bawah dan


melubangi arena pertarungan.


Hingga akhirnya…


““*BRUK……””


…Manifestasi Jiwa Ángroð terjatuh. Begitu juga dengan Ryūhime.


“…”


Ryūhime terjatuh dengan kembali ke dalam Wujud Manusia miliknya.


“*Fwuzzz…”


Sementar Manifestasi Jiwa Ángroð terurai menjadi debu.


“A-Ada apaan nih…?! K-Kok tiba-tiba ada ledakan…?!”


“Ng-Nggak apa-apa…! S-Seenggaknya kita udah nggak perlu lawan mereka…!”


Seru Daphine kepada Ollie, setelah ia yakin bahwa pertarungan mereka melawan Mahluk Abadi telah berakhir.


Sedangkan Leonard dan Zophiel…


“Cih! Dasar High Elf sialan! Bisa-bisanya dia kabur!”


…selamat dari efek ledakan yang diciptakan Rivrith, dengan adanya Zophiel di sampingnya.


“…”


Leonard menatap ketiga Cawan yang hancur karena serangan Rivrith.


Oleh karena itu…


“*CYUT!!!”


…ia menembak Zophiel dengan maksud menghukumnya, tanpa ada rasa terima kasih karena telah diselamatkan olehnya.


“*Crat, crat, crat…”


“Dasar tolol! Lo udah nggak berguna untuk gue, Zophiel!”


“…”


Zophiel terdiam dengan berlumur darah. Ia menahan rasa sakit pada Tubuh-nya.


“Hmph! Mati aja lo di tempat ini!”


“*SWUSH!!!”


Leonard langsung pergi menuju Lapisan Atas dan meninggalkan Zophiel di Lapisan Bawah.


“*Bruk…”


Zophiel sendiri tidak bisa menahan luka yang ia terima karena serangan dari Leonard.


Tetapi, bukan itulah rasa sakit yang ia rasakan.


“L-Lagi-lagi… aku ditinggalkan…”


Bisiknya dengan sedih, sebelum…


“Et! Myllo! Eta—”


“Zophiel…!”


…Myllo dan Garry menghampirinya.


……………


Sementara itu, di luar Chaoseum.


“Ayo sini! Pacar gue mau darah kalian!”


““…””


Luvast, Machinno, Winona, Evri, serta  Hakuya, bersama-sama menghadapi Passio.


Walaupun…


“Cih…! B-Bagaimana aku harus mengalahkannya… tanpa pedangku…?!”


…Luvast mendapati pedangnya yang patah.


“*BRUK…”


““…””


Gia, Mahadia, Royce, Molly, serta Sonda, sama-sama mendapati Marwell sebagai lawan mereka.


Sementara Djinn…


“Siapa lo, babi?!”


“Saya adalah Muleal! Saya adalah anggota terlama dari Pangeran Rivrith! Saya juga merupakan calon mempelai


dari Putri Luvast, setelah pernikahan kita sudah ditetapkan oleh Pangeran Aranual! Dan saya adalah orang yang akan membunuh anda, Anak Haram!”


…kembali dihadapkan dengan seorang High Elf, yang sebelumnya selalu berada di samping Rivrith.


“Cih! Giliran yang lain butuh bantuan gue, gue malah harus dibikin susah High Elf satu ini!”


Pikir Djinn, sebelum bertarung dengan Muleal.