Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 262. Allow Me



“Rrrrr—”


“*JGRUM!!!”


“…”


Lagi-lagi gue bunuh Naga. Walaupun gue yakin kalo Undead Dragon ini cuma Tubuh kosong yang diperalat sama sekte sesat bajingan itu, tapi tangan gue penuh darah dari Naga lagi.


Yaudah deh. Karena Undead Dragon ini udah gue kalahin, mending waktunya gue pergi ke puncak bukit i—


“Haurrp!”


“Aaargh! Dasar… Naga sialan…!”


“Myllo!!!”


Argh… Kenapa harus sekarang tiba-tiba muncul pandangan tentang masa depan?!


Tambah lagi, maksudnya apaan Myllo digigit Undead Dra—


“Sekarang… kamu nggak perlu takut lagi, ya. Leph—”


“*Chrak!”


“!!!”


K-Kenapa Gia sekarang malah mati nyelamatin Lephta?!


“M-Maafkeun aing yang nggak bisa selamatkeun warga negara—”


“Haurrrp!”


Lagi-lagi Garry dimakan Dalbert yang jadi Ghoul…?


“*BRUK!!!”


“APA MAKSUDNYA INI?!?!”


Brengsek! Apa mungkin variabel masa depan berubah lagi karena gue nekat ninggalin Gazomatron demi nyerang Master yang ada di Gazo Mount?!


Cih! Artinya gue harus balik lagi ke—


“Aaaargh!”


“Hahaha! Akhirnya kita balik lagi ke Geoterra!”


“Sialan! Padahal ada beberapa anggota kita yang masuk duluan ke dunia ini!”


Semua Mistyx… berhasil dirasukin Iblis…?


“*Bruk… Bruk, bruk, bruk!”


Terus gue harus gimana, brengsek?! Kenapa semuanya serba salah?!


Gue lanjut ke puncak Gazo Mount, temen-temen gue kenapa-kenapa! Giliran gue tinggalin bukit ini, semua Mistyx jadi Iblis!


Apa nggak mungkin gue bisa selamatin mereka semu—


“*Krangg!”


“!!!”


Cih! Brengsek! Siapa yang tiba-tiba nyerang gue?!


“*Krangg, krangg, krangg…”


Rantai-rantai yang nyerang gue ini… Entah kenapa bikin gue keinget sesuatu!


Oh ya! Waktu gue pertama kalinya lawan penyembah Iblis di Port Marzhal[1]!


Tapi ada yang beda! Kenapa kali ini banyak banget rantainya?! Kalo nggak salah kan yang waktu itu gue lawan cuma pake satu rantai aja, kan?! Kenapa kali ini banyak banget?!


Jangan bilang yang nyerang gue sekarang itu—


“T-T-Terima kasih atas keselamatan yang anda berikan kepada saya dan anak saya! Saya berjanji untuk membayar kebaikan anda!”


“Membayar kebaikanku? Jika memang itu yang kau mau, ikutlah denganku untuk menggulingkan pemerintahan di dunia ini, serta menjatuhkan dewa dan dewi yang tidak bertanggung jawab!”


“…”


Ibu-ibu yang gue liat tadi kan… orang yang sama yang bujuk anaknya untuk “jilat” orang yang disebut Master itu, kan?


Ternyata dia itu—


“*Shrak…”


Cih! Dasar biadab! Karena gue nggak fokus gara-gara memori orang lain yang gue liat, gue jadi kena serangan


rantai-rantai ini!


“*Krangg, krangg, krangg…”


Siapa sih yang nyerang pake rantai-rantai ini?! Mending cari tau aja, deh!


((Judgement))


“*Jgrum!”


“Argh!”


“*Bruk…”


“…”


Keluar juga yang nyerang gue Tapi nggak gue sangka, yang nyerang gue itu cewek, yang ada banyak banget rantai di punggungnya.


“Tidak saya sangka… Anda menyerang seorang perempuan seperti saya, Djinn Dracorion. Anehnya, anda tidak menggunakan topeng anda? Ternyata anda adalah Manusia Setengah Elf, kah? Tidak, sepertinya anda Manusia Setengah High Elf…?”


Tunggu! Cewek ini kan…


“Saya adalah—”


“Zoe. Itu kan nama lo?”


“!!!”


Dari reaksinya sih gue bener. Kenapa tiba-tiba gue liat masa lalu dia? Padahal sebenernya gue nggak peduli


sama masa lalu dia. Tapi karena kekuatan brengsek ini ngasih unjuk tentang masa lalu dia, gue tiba-tiba penasaran.


“B-Bagaimana anda mengetahui nama saya?! Tidak masuk a—”


“Lo yang tiba-tiba tau nama gue juga nggak akal. Padahal kita baru pertama kali ketemu, tapi kita keliatannya udah saling kenal. Kalo gitu, nggak perlu basa-basi lagi kan untuk—”


“Ibu! Apakah ibu baik-baik saja?!”


“Ibu tidak apa-apa, nak. Ini semua ibu lakukan demi kamu.”


Hah…?


Kok ibunya punya banyak luka kayak gi—


“*Krangg, krangg, krangg…”


Duh! Dasar kekuatan brengsek! Kenapa muncul mulu sih ingetan kayak gitu?!


“Djinn Dracorion, saya merasa anda sangat berbahaya.”


“*Krangg, krangg, krangg…”


Cewek ini…! Kalo mau ngomong, ya ngomong! Kalo mau nyerang, ya nyerang! Kenapa harus dua-duanya?!


“Walaupun anda belum mengerahkan seluruh kemampuan anda, namun anda bisa—”


“*Krangg!”


Mampus! Gue tangkep rantai lo!


“*Swush!”


“*Bhuk!”


“Guaaakh!”


“*Bruk…”


Untung gue berhasil tangkep rantainya! Jadinya gue bisa tarik dia, sebelum gue hajar pipinya!


OK! Jangan ragu-ragu la—


“*Zhum!”


Cih! Dia udah berubah jadi Iblis, ya?!


Sialan, ternyata ada juga yang jagain Master, selain Klavak!


“Anda bahkan tanpa ragu memukul seorang perempuan seperti saya, kah? Baiklah…”


“*KRANGG…”


“…saya juga tidak akan membatasi kekuatan saya!”


Gila! Rantai macem apa, tuh?! Kenapa gede banget?!


Jadi semenjak dia berubah wujud jadi Manusia Iblis, rantai dia berubah kayak gitu, ya?! Untungnya sih jadi sisa satu rantai—


“*KRANGGG!!!”


“*BHUNGGG…”


Cih! Keras banget rantai ini! Bahkan nahannya aja nggak cu—


““*Krangg, krangg, krangg…””


Hah?! Apaan sih?! Kenapa ada banyak rantai yang keluar dari rantai gede ini—


““*Shruk!””


““*Krrttt…””


“Akh!”


B-B-Brengsek…


Nggak cuma ditusuk aja… gue juga diiket sama rantai-rantai yang keluar dari rantai besar ini…!


“Hmm… Saya melihat 7 Hasrat Manusiawi anda.”


“7 hasrat manusia…? Apa maksud—”


“…karena Anda adalah salah satu Mahluk paling kuat di dunia ini!”


Tunggu…


Kenapa gue tiba-tiba denger suara Kekuatan Alam gue…? Tambah lagi, ke mana aja mere—


“Oh, ternyata ada sesuatu yang tidak saya mengerti, yang menyebut anda sebagai salah satu Mahluk paling kuat di dunia, kah? Oleh karena itu, anda menjadi sangat arogan, dengan berpikiran bahwa anda dapat menanggung beban rekan-rekan anda.”


Cih! Dasar cewek biadab! Kenapa dia tiba-tiba kesannya tau tentang gu—


“…”


Kenapa… gue tiba-tiba liat Dalbert bareng Dahlia sama Dalton?


Nggak cuma dia bareng kakak adeknya aja. Gue bahkan liat Shaylia sama adek-adeknya[2], juga Miraela bareng Alethra[3], bahkan Onro bareng keluarganya[4]?


“Anda iri hati dengan teman-teman anda, yang masing-masing masih memiliki saudara? Bahkan keluarga monster?”


Bentar… Ada yang aneh! Kenapa dia bisa ikut baca masa lalu gue?!


“A-Apa maksud semua ini?! Kenapa lo bisa—”


“((Slavery Curse: Desire Haunt)). Dengan Curse Spell ini, saya bisa memperbudak seseorang sesuai dengan hasrat terpendam mereka, berdasarkan 7 hasrat manusiawi.”


“M-Maksud lo…?”


“Keangkuhan, iri hati, murka, kemalasan, keserakahan, kerakusan, serta birahi. Setiap manusia pasti memiliki 7 hasrat seperti itu. Karena anda telah terperangkap oleh rantai saya, maka sebentar lagi saya akan mengontrol anda, yang akan terlelap oleh hasrat terbesar yang anda inginkan.”


Cih! Emang nggak bisa diremehin nih cewek! Kekuatan macem apa itu?! Dia bisa kendaliin gue pake hasrat gue?!


Tapi…


…bukan berarti gue nggak ada balesannya.


“Djinn Dracorion?! Apakah anda pantas tersenyum di tengah kondisi anda seka—”


“Terus lo gimana, Zoe?”


“Mm?! Apa maksud an—”


“Memperbudak gue?! Ngaca, woy! Lo juga diperbudak sama keinginan ibu lo!”


“!!!”


Kalo dia sekaget itu, artinya yang gue liat tadi tuh bener masa lalunya.


Cih! Padahal gue nggak terima adanya kekuatan gue yang sekarang! Tapi kekuatan ini secara nggak langsung bantu gue untuk pancing emosi dia!


“A-Apa maksud anda, Djinn Dracori—”


“Usaha mati-matian untuk dapet posisi di Children of Purgatory?! Emangnya lo mau itu?! Yang lo mau itu cuma bisa hidup di samping ibu lo, kan?!”


“T-Tunggu… Mengapa anda mengetahui—”


“Tapi ibu lo, yang kerja sebagai pelacur dan selalu dipukul pelanggannya, tiba-tiba diselamatin bajingan yang lo sebut Master!”


“Hentikan, Djinn Draco—”


“Karena niatnya untuk “balas kebaikan” dari Master, dia bahkan rela jadi tumbal demi bajingan itu!”


“Saya bilang hentikan!”


“Terus lo kehilangan ibu lo! Tapi “demi” ibu lo, lo masih mau kerja untuk bajingan itu!”


“DJINN DRACORI—”


“Siapa yang sampe sekarang masih jadi budak?!  HAH?!”


“HUAAAARGH!!!”


“*KRANGGG!!!”


“*Swush!”


“!!!”


Untung aja gue bisa lepasin rantai-rantai di badan gue ini! Gue yakin kalo dia terlalu emosi, dia jadi nggak fokus untuk tahan rantai-rantai yang tahan gue!


((Slavery Curse: Immovable Thousands Chain))


““*Krangg…””


Buset! Banyak banget rantainya!


Tapi…


((Judgment…


…gue masih bisa manfaatin momen untuk serang dia dulu—


“Lukman…”


“Hah?!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


BRENGSEK!!!


Sekarang nggak ada visual-nya, tapi tiba-tiba ada suara Kak Eka!


Sialan nih kekuatan! Karena dia, gue jadi jatoh—


““*SHRUK!!!””


“Akh…”


D-D-Dasar kekuatan brengsek!


G-Gue nggak terima banget kalo gue dibikin gagal karena kekuatan brengsek yang gue punya i—


“*Dhuk!”


“Dasar kurang ajar!”


“*Dhuk, dhuk, dhuk…”


“Berani-beraninya anda menyebut ibu saya!”


“*Dhuk, dhuk, dhuk…”


“Dasar pria tidak beradab!”


Lo juga cewek nggak beradab! Berani-beraninya lo tendang kepala gue! Berani-beraninya lo mau kontrol gue!


““*Kranggg…””


“…”


Rantai-rantainya udah dilepas semua dari badan gue, tapi kok badan gue masih nggak mau gerak?!


“*Shringgg…”


“Kali ini… Saya benar-benar akan membunuh anda! Jangan anda harap saya akan memberikan pengampunan bagi an—”


“Cukup!”


““…””


Suara itu…


“A-Anda adalah—”


“Klavak Osseana.”


Bener, kan…?!


Kenapa… dia tiba-tiba dateng…?


“A-Anda adalah—”


“*DHUMMM……”


K-Keras juga auranya…! Bahkan cewek yang namanya Zoe ini nggak bisa bergerak!


“…”


D-Dia jalan ke samping gue, yang nggak bisa gerak…?


“Ng-Ngapain lo ada di sini…? Jangan lo pikir… gue bisa biarin lo sentuh Kapten gu—”


“Udah normal, ya?”


M-Maksudnya apa…


Oh, karena gue dikendaliin Iblis bajingan di dalem badan gue, ya?


“Denger gue baik-baik.”


T-Tunggu! Gue liat ini sebelumnya! Jangan bilang—


“Gue masih nggak bisa maafin Myllo. Makanya itu, lo harus…”


“*SHRUK!!!”


Si-Sialan…


Gue ternyata bener-bener mati ditusuk sama Wavebringer yang—


“…hidup dan buktiin ke gue, kalo Kapten lo itu bisa jadi Kapten kayak Kak Sylv! Karena cuma itu satu-satunya cara dia tunjukkin ke gue, kalo dia nggak salah!”


Hah? Kok…


“*Ngunggg…”


K-Kok gue sembuh?! Tambah lagi, gue ngerasa kalo gue bisa kendaliin kekuatan gue!


“M-Mengapa kutukan yang saya berikan kepada Djinn Dracorion menghilang…?”


“…”


Gue juga penasaran soal itu!


“Ini salah satu keunikan dari Wavebringer. Emang tombak ini disebut senjata kuno. Tapi kekuatan asli tombak ini sebenernya untuk sembuhin segala jenis penyakit, termasuk sembuhin Jiwa yang udah goyah, supaya lebih stabil. Bahkan hampir nggak ada sama sekali daya serang dari tombak ini. Gue pun juga baru tau tadi.”


Jadi tombak ini bukan dipake untuk nyerang lawan?!


Artinya Klavak dateng ke sini tuh untuk—


“Lo ada urusan sama orang yang ada di puncak itu, kan? Kebetulan Snake ngasih tau gue sebelum ke sini. Sana gih, mumpung Jiwa lo masih stabil.”


Cih! Kenapa seakan-akan gue harus utang budi sama Snake?!


Oh ya, ngomong-ngomong…


“Kok lo tau Jiwa gue lagi nggak stabil?”


“Itu… lo nggak perlu tau. Mending lo cepetan ke atas sana! Sebelum Gazomatron semakin kacau!”


Bener juga, ya.


“Yaudah. Kalo gitu—”


“Bawa tombak ini! Lo nggak akan mau hilang kendali atas kekuatan lo waktu berhadapan sama dia, kan?”


Hah?!


“Serius?! Tapi cewek ini—”


“Hmph! Gue nggak butuh rasa prihatin lo! Lagipula, gue ada urusan sama cewek ini!”


“Yaudah. Gue jalan sekarang.”


“…”


Gue nggak tau apa tujuan dia sebenernya dateng ke sini. Yang pasti, gue agak lega karena asumsi gue tentang dia sebagai anggota Children of Purgatory ternyata salah besar.


Walaupun gue nggak tau cara pake senjata kuno ini, semoga aja gue bisa kalahin orang yang disebut Master itu, sebelum dia—


“(Izinkan Aku…)”


Cih! Ada suara itu lagi!


“…”


Tunggu dulu…


Kenapa tiba-tiba suara itu muncul lagi?


Apa mungkin… karena tombak ini nggak cukup kuat untuk stabilin Jiwa gue?


Nggak. Keliatannya tombak ini nggak ada masalah. Gue bisa rasain kalo kekuatan gue masih aman-aman aja,


karena gue nggak liat masa depan atau masa lalu.


Berarti… suara tadi tuh bukan dari masa depan atau masa lalu?


Terus… suara tadi tuh suara siapa…?


_______________


[1]Pelabuhan di Erviga Kingdom, di mana Bjüdrox hendak melarikan diri dengan membawa Styx (Chapter 25).


[2]Dragonewt bersaudara, yang terdiri dari Shaylia, Erkstern, dan Morri.


[3]Dua Elf Bersaudari. Miraela yang menjadi Guildmaster di Vigrias Capital, ibukota Erviga Kingdom (Chapter 150), dan adiknya Alethra, yang menjadi Frontliner di Andromeda Party (Chapter 151).


[4]Keluarga Ogre yang berada di Dungeon of Beasts (Chapter 103).