
Beberapa saat setelah Djinn dibawa keluar oleh Bull.
“*Cplash! Cplash! Cplash!”
Myllo sedang berhadapan dengan Cleaner, yang menyerangnya menggunakan sebuah cambuk yang panjang.
Ketika ia sedang bertarung dengan wanita yang menjadi salah satu pimpinan dari Dreaded Band, Zegin yang berada di dalam pikiran Myllo merasa ada sesuatu yang berbahaya darinya.
“Myllo, hati-hati sama cewek itu!”
“Hah? Ada apa, Zegin?”
“Senjata yang dipake cewek itu… bahaya buat lo!”
Jelas Zegin yang memperingatkannya.
“OK kalo gitu, partner!”
“*Swush…”
“Artinya gue cuma perlu menghindar doang, kan?!”
Tanya Myllo, sambil menghindari serangan Cleaner dan mengaktifkan kekuatan Zegin.
“Hah! Ini yang katanya Kapten?!”
“*Cplash!”
“Ternyata cuma bisa menghindar doang! Hmph! Dasar pengecut!”
Cemooh Cleaner, sambil mengayunkan cambuknya.
Namun Myllo tidak memperdulikannya. Ia tetap berusaha mencari waktu yang tepat untuk menyerangnya, hingga akhirnya ia mendapatkannya.
((Zegin Blow))
“*Fwush!”
“Urgh!”
“*Cplash!”
Dengan kekuatan Zegin, Myllo mengayunkan pukulan dari jauh. Karena ayunan pukulan darinya, seketika Cleaner terhempas oleh serangannya. Tetapi Cleaner berhasil mengikat sebuah tiang kayu dengan cambuknya, agar tidak terhempas lebih jauh oleh angin dari Myllo.
“Hoo… pantes aja lo disebut Myllo The Wind! Ternyata kekuatan lo cuma angin kipas doang, ya?!”
Kembali cemooh Cleaner kepada Myllo.
Akan tetapi, alih-alih Myllo marah atas cemoohannya…
“HAH?!?! APA DIA BILANG?!?! ANGIN KIPAS?!?! DASAR SIALAN TUH CEWEK!!!”
…justru Zegin yang marah karena cemoohannya.
“Myllo! Pokoknya lo harus—”
“Pfffttt…! Ahahahaha!”
Karena Zegin yang marah atas cemoohan Cleaner, Myllo pun tertawa.
“Haaaah?! Kok lo ikut ngetawain Dewi lo juga?!”
“M-Maaf, Zegin…! Ahahaha!”
Jawab Myllo sambil menahan geli.
Melihatnya tertawa, Cleaner justru merasa jengkel.
“Heh! Gue ngeledekin lo! Kenapa lo malah keta—”
“Ahahaha! A-Aduh! Kok gue ngerasa lucu ya?! Kekuatan Zegin dibilang kipas sama dia! Ahahaha! Aha! Ahahaha!”
Tawa Myllo karena menganggap hinaan dari Cleaner sebagai lelucon belaka.
Walaupun…
“Hah? Zegin?”
…Cleaner tidak mengetahui identitas dewi yang berada di dalam Myllo.
Karena hal itu, Myllo pun lengah.
“Graaaaagh!”
“Myllo! Awas lo mau diserang!”
“Hah—”
“*Cplash!”
“Aduh!”
Cleaner pun berhasil menyerang Myllo dengan cambuk miliknya.
“Sialan! Berani-beraninya lo ngelawak supaya bisa serang gue!”
“SIAPA YANG NGELAWAK?!?!”
Teriak Cleaner dengan kesal, sambil melihat Myllo yang hendak menyerangnya.
“Awas lo ya, cewek!”
Seru Myllo, sebelum menyerangnya dengan kekuatan Zegin.
Namun ia tidak menyadari satu hal.
“Zegin…”
“…”
“Eh?! Kok kekuatan Zegin hilang?!
Seru Myllo, yang kembali dalam wujud biasa miliknya, tanpa adanya kekuatan Zegin.
“*Cplash!”
“Zegin! Gue masih butuh kekuatan lo!”
“…”
“Zegin…?”
Myllo pun heran. Ia tidak bisa berbicara dengan Zegin. Bahkan ia tidak bisa memasuki isi pikirannya ketika
hendak berbicara dengan Zegin, seakan ia bukan seorang Saint.
“Hmph! Lo baru sadar, ya?!”
“*Cplash!
Tanya Cleaner, sambil menyerang Myllo dngan cambuknya.
“Perhatiin baik-baik senjata gue, Petualang!”
“*Cplash!”
“Senjata gue ini bisa netralisir semua kekuatan sihir yang lo pake! Bahkan Saint pun nggak bisa karena kekuatan ini!”
“APA?!?!”
Teriak Myllo dengan terkejut, setelah mendengar penjelasan Cleaner.
“…”
“Mungkin ini senjata orang tua gue, waktu mereka masih jadi anggota dari sekte sesat. Tapi tanpa senjata
ini, gue nggak mungkin bisa kuasain Dreaded Borderland bareng temen-temen gue!”
“!!!”
Myllo kembali terkejut ketika mendengar penjelasan Cleaner, karena ia mengetahui siapa sebenarnya orang tua Cleaner. Namun ia berusaha untuk tetap tenang, sambil melihat adanya sebuah balok kayu yang cukup tebal.
“*Fwung, fwung, fwung…”
“Hm?”
Cleaner merasa heran dengan Myllo yang memutar-mutarkan kayu tebal itu.
“*Tuk!”
“!!!”
“Hehe! Karena lo pake senjata, gue juga terpaksa pake senjata, cewek!”
Seru Myllo kepada Cleaner, sambil menghentakkan balok kayu tersebut.
“Cewek ini, cewek itu! Panggil aja gue Cleaner!”
“Hehe! Kalo gitu, gue Myllo Olfret! Calon Petualang Nomor Satu di Geoterra!”
Seru Myllo dengan senyuman setelah memperkenalkan dirinya.
“*Cplash!”
“*Swush!”
Myllo pun menghindari serangan cambuk dari Cleaner.
Tanpa Cleaner sadari, Myllo yang selalu menghindari cambukan darinya, mulai memahami pola serangannya. Oleh karena itu, ia mulai mendapatkan ide untuk menyerangnya.
{Kazedoryū: Seishi}
“Tuk!”
Myllo menancapkan balok kayu yang ia gunakan ke lantai, lalu ia menggunakan teknik tongkat miliknya.
“*Cplash!”
“Si-Sialan!”
Seru Cleaner karena gagal menyerang Myllo, yang menghindari serangannya dan melompat ke atas, sehingga Cleaner hanya memukul balok kayu yang Myllo tancapkan ke lantai.
“*Swush!”
“Hyaaat!”
“*Dhuk!”
“Aw!”
…Myllo kemudian menendang Cleaner dari atas balok kayu.
“Sialan—”
“Hehe! Gue dapet!”
“Eh?! N-N-Ngapain lo pegang senjata gue?!”
Tanya Cleaner dengan terkejut, karena Myllo berhasil mengambil cambuk miliknya.
“*Shrrtt, shrttt, shrttt…”
“S-Si-Sialan! Lepasin gue!”
“Ahahaha! Diiket sama cambuknya sendiri!”
Tawa Myllo karena berhasil mengikat Cleaner dengan cambuknya. Dengan begitu, Myllo berhasil mengalahkan Cleaner.
Sementara itu, Gia masih berkutat dengan Butcher yang terus menghindari ayunan World Quaker darinya.
“Hmph! Sana gih pulang ke rumah, mumpung gue orang baik-baik!”
“*Swung, swung, swung…”
“Jadi cewek tuh diem aja di dapur! Nggak usah sok-sokan jadi Petualang!”
Cemooh Butcher yang meremehkan Gia, sambil terus menghindari serangan Gia.
“Hmph! Daripada sok-sokan nasehatin aku, mending kamu aja yang pensiun sebagai bandit! Dasar bandit
kacangan!”
“Apa lo bilang?!”
Tanya Butcher dengan kesal.
Oleh karena itu, ia mulai maju dan menyerang Gia dengan kekuatan penuhnya.
“Mati lo, dasar cewek biadab!”
Teriak Butcher yang mulai berlari ke arah Gia dan hendak menyerangnya.
Namun…
“*Kranggg…”
“Haaaah?!”
…Gia menahan serangan Butcher dengan tangannya yang masih memakai Heavy Glove, Artifact yang diberikan oleh Raja Glennhard[1] kepadanya. Karena hal tersebut, tangan pisau daging yang digunakan Butcher seketika patah.
“S-S-Sialan! Kok bisa—”
“*BHUK!!!”
“Akkh!”
“*BRUK!!!”
Gia langsung memukul Butcher dengan sangat keras, hingga keluar dari markas Dreaded Band.
“Gitu doang? Cepet juga ya.”
Bisik Gia setelah memenangkan pertarungan melawan Butcher.
“Myllo! Garry! Machinno! Dalbert! Aku udah selesai, nih! Kalo kalian gimana?!”
“Hehe! Gue juga udah selesai!”
Jawab Myllo.
Namun, berbeda halnya dengan Garry dan Machinno.
“Punten…”
““Hah?””
“Tadi teh mereka ada 5 orang. Ada dua orang yang lagi dilawan Djinn sama Dalbert. Tapi yang satu lagi teh…
ke mana atuh ya…?”
Tanya Garry dengan bingung.
“Garry! Lo nggak ngumpet kan waktu lawan yang satu lagi?!”
“Ng-Nggak atuh, Myllo! Mending mah sia tanyakeun Machinno wae!”
““…””
Bersama-sama mereka bertiga menatap Machinno. Namun Machinno hanya menganggukkan kepalanya, menandakan apa yang dikatakan Garry benar.
Di tengah kebingungan mereka semua, kecurigaan Cleaner terhadap rekannya mulai terlihat kembali.
“Zombie…! Ternyata sesuai dugaan gue! Pasti dia itu… ada sangkut pautnya sama Bandit Lagendaris!
Nggak! Mungkin aja lo sama Bandit Legendaris orang yang sama!”
Pikir Cleaner tentang Zombie yang selama ini ia curigai.
Hingga akhirnya, sesuatu yang menghebohkan di tempat tersebut, mulai terjadi.
“Mulai dari tabungan kita yang hilang di dalem ruang penyimpanan kepunyaan kita, di mana kita berlima aja yang tau tempat itu! Gue udah curiga! Pasti satu dari antara kita aja yang ta—”
“*Brak!”
“Umph!”
Cleaner dikejutkan dengan adanya tangan yang muncul dari dalam tanah yang kemudian menyekapnya, ketika ia masih berpikir akan Zombie.
“Kyaaaaa!”
“Eh! Ada apaan di sana?!”
Seru Myllo setelah mendengar teriakan Gia.
Mereka bersama-sama menyaksikan Cleaner yang ditarik secara paksa ke dalam tanah.
“Eh! Ayo kita kejar!”
““Ya!””
Bersama-sama, Myllo dan anggota Party-nya mulai mengejar Cleaner ke dalam tanah.
Sementara itu, beberapa saat kemudian di dalam tanah.
“*Bruk!”
“Urgh…”
Cleaner dibanting ke sebuah wilayah yang terbuka di bawah tanah. Setelah itu, ia menyaksikan pria yang
membawanya secara paksa.
“Bener dugaan gue! Dasar pengkhianat lo, Zerron!”
“…”
Zombie hanya terdiam ketika Cleaner menyerukan nama aslinya.
“Lepasin gue, Zerron! Dasar brengsek! Gue bunuh lo—”
“Maafin gue, Naomi…”
“…”
Cleaner menatap Zombie dengan heran, ketika ia menyebut nama aslinya dengan tangis air mata.
“Andaikan gue bisa lawan dia, mungkin gue nggak perlu begini…”
“A-Apa maksud lo—”
“T-Tapi sekarang… dia ngasih perintah ke gue…”
“P-Perintah?! Siapa yang berani perintahin lo, Zer—”
“Kalo para Petualang itu nggak bisa bunuh kalian semua… gue… harus bunuh kalian semua…!”
“!!!”
Cleaner menjadi takut akan Zombie, setelah ia mengeluarkan pisau yang akan menghujam jantungnya.
Namun tidak lama kemudian…
“*Bruk…”
…Myllo datang di hadapan mereka berdua, dengan merasa heran.
“Woy! Bukannya lo temennya dia?! Kenapa lo keliatannya mau bunuh dia?!”
Seru Myllo yang datang dan menghentikan aksi Zombie.
“Cih! Nggak gue sangka ada yang bisa ngikutin gue! Dasar sialan!”
Pikir Zombie, sebelum menghadapi Myllo.
_______________
[1]Raja dari Erviga Kingdom, yang memberikan Dalbert, Garry, dan Gia Artifact kepada mereka masing-masing
(Chapter 149).