
Leonard telah tiba di Kumotochi bersama dengan The Executioners dan sebagian anggota Leo yang ia pimpin. Ia telah memerintahkan Guild-nya untuk menyerang Kumotochi untuk mencari portal untuk memasuki Hidden Dungeon.
Sedangkan di Tenshujū, Tetsuo merasakan aura yang berbahaya dari Leonard. Oleh karena itu, ia mulai bergegas untuk menguatkan pertahanan Kumotochi sesegera mungkin.
“Cepat! Bawa seluruh warga Chūbo Town keluar menuju setiap desa!”
“Ini perintah Shogun-sama! Sebentar lagi akan ada pertarungan di tempat ini!”
“Bergegaslah secepat mungkin! Sebelum kalian terkena dampak dari pertarungan yang akan datang!”
Beberapa anggota Komisi Urusan Umum mulai mengevakuasi seluruh warga Chūbo Town.
“Bagaimana dengan proses evakuasi?!”
“Proses evakuasi hampir selesai, Yorukiba-sama!”
Jawab salah seorang anggota Komisi Urusan Umum kepada Teshiko, yang merupakan Kepala Komisi Urusan Umum.
“Nagaimimi-dono! Bagaimana dengan persiapan para pasukan prajurit?!”
“Baik, Shogun-sama! Dengan anggota yang tersisa dari setiap Komisi, kini Chūbo Town telah siap untuk
menghadapi serangan dari mereka!”
Jelas Nagamichi, yang merupakan kepala dari Komisi Pertahanan.
“Apakah mereka semua telah diperkaya dengan senjata terbaik?!”
“Sudah, Shogun-sama! Mereka telah saya berikan senjata dengan material terbaik!”
Jawab salah satu anggota Komisi Pandai Besi kepada Tetsuo.
Walaupun seluruh prajurit Bakufu telah berada di posisi mereka masing-masing, beberapa Kepala Komisi merasakan adanya suatu kejanggalan.
“Tunggu! Kemanakah Tanzō-dono?!”
Tanya Yasukata kepada Kepala Komisi lainnya.
“Dia lagi jenguk semua prajurit yang dikalahin Petualang yang masuk ke Hidden Dungeon.”
Jawab Miyako, yang datang menemui Tetsuo dan para Kepala Klan.
“Miyako-san. Bagaimana keadaanmu?”
“Aku udah sembuh, Tetsuo-kun. Makanya aku siap untuk lawan mereka. Masalahnya, klan kita…”
“Cih! Mereka tidak akan ikut membantu kita, kah?”
“Ya. Mereka terus salahin kamu. Mereka pikir semua ini terjadi karena kamu. Tapi kamu nggak perlu pikirin mereka.”
“Kau benar, Miyako-san. Semoga Aku dapat melindungi wilayah ini sebagai Shogun, sebagai bukti bahwa Aku
bertanggung jawab atas semua yang terjadi di tempat ini!”
Seru Tetsuo kepada Miyako, sebelum dirinya memulai pidatonya.
Sementara itu, sebelum Tetsuo berpidato, Katanaka menghampiri ruang perawatan, di mana terdapat Tsuruki, Shinikichi, Kokume, Nekomi, serta Fusamoto di dalamnya.
“Uhuk, uhuk, uhuk…”
“Ts-Tsuruki-kun! Apakah kau sudah bangun?!”
“T-Tanzō-dono? Saya ada di mana?”
“Anda sedang dirawat, Tsuruki-kun. Itu semua karena—”
“Kita… dikalahin, ya?”
Tanya Tsuruki, setelah ia terbangun dengan terbatuk.
“Ya. Oleh karena itu, saya hendak menanyakan kepada anda terkait salah satu di antara mereka, Tsuruki-kun.”
Jawab Katanaka, sambil menunjukkan sesuatu kepadanya.
“I-Ini…”
“Kemungkinan ini adalah rambut dari salah satu orang yang memasuki Hidden Dungeon. Apakah engkau mengetahui ini—”
“D-Dia… yang paling bahaya, Tanzō-dono. Bukan cuma sekedar cepet aja. Tapi senjata dia—Uhuk, uhuk!”
“*Crat!”
“Tsuruki-kun!”
Seru Katanaka dengan khawatir, setelah ia mendapati Tsuruki yang masih belum sepenuhnya pulih kembali.
“Tanzō-sama! Maafkan kami, tetapi kondisinya masih belum stabil! Ia masih memerlukan banyak waktu untuk
beristirahat!”
Jelas salah satu perawat kepada Katanaka.
“B-Baiklah. Maafkan saya yang terlihat seperti memaksakan dirinya.”
Balas Katanaka, sebelum ia berjalan menuju barisan para Kepala Klan, yang akan berada di depan pasukan
prajurit Kazedori Bakufu.
“Katanaka—Tidak. Maksudku, Tanzō-dono.”
“Ya. Maafkan saya atas keterlambatan saya, Nagaimimi-dono.”
“Tidak apa-apa. Selama anda tiba di sini, semuanya akan baik-baik saja.”
Kata Nagamichi, yang menyambut kedatangan Katanaka.
Dengan hadirnya Katanaka di tengah-tengah para Kepala Klan, Tetsuo memulai pidatonya.
“Dengarkan Aku, wahai prajurit-prajurit hebat di tanah tercinta kita, Kumotochi!”
““…””
“Mungkin sebelumnya kita saling bertarung antara satu sama lain! Tetapi sekarang kita adalah saudara yang
bersatu dengan rela mengorbankan nyawa kita demi tanah kita, warga kita, serta anggota keluarga kita!”
““…””
“Saat ini adalah waktu yang berat bagi kita! Akan tiba di hadapan kita semua sebuah sekelompok orang yang akan membawa bahaya bagi tempat ini! Ancaman kali ini bahkan tidak memberikan waktu bagi kita untuk membaringkan kepala kita di tengah orang-orang yang kita kasihi!”
““…””
Pidato Tetsuo kepada seluruh Kepala Klan dan pasukan prajurit, yang berbaris di hadapannya.
“Mari berjuang bersama-Ku, demi Kumotochi!”
““*Shringgg…””
““Hidup Shogun-sama! Hidup Kumotochi! Hidup Shogun-sama! Hidup Kumotochi!””
Seru seluruh anggota Bakufu, sambil mengangkat senjata mereka.
Setelah itu, seluruh pasukan prajurit mulai berjalan bersama menuju lokasi di mana mereka ditugaskan.
Sementara itu, Tetsuo dan seluruh Kepala Klan berada di gerbang depan Kazedori Bakufu.
Namun dari antara mereka semua, terdapat beberapa orang yang bukan merupakan bagian dari Kazedori Bakufu.
“Winona-kun! Royce-kun! Mengapa kalian terus ikut bersama kami?!”
“Karena kami sudah mengetahui, bahwa akan ada kejadian seperti ini, Sensei.”
Jawab Royce kepada Nakatoki, terkait alasan mereka untuk ikut bersamanya untuk menghadapi bahaya yang akan menimpa wilayah tersebut.
“Mengetahui akan ada kejadian seperti ini?! Apa maksud kalian?!”
“Beberapa bulan yang lalu, kita berdua pernah jagain pintu masuk Hidden Dungeon, Sensei. Apalagi yang masuk ke dalam tempat itu juga Myllo, Djinn, sama Gia.”
“Winona benar, Sensei. Kala itu, kami menjaga pintu masuk Hidden Dungeon di Erviga Kingdom. Tetapi tidak lama setelah mereka masuk, ada seorang pengkhianat yang hendak menyusul mereka.”
“Royce…”
Bisik Winona dengan iba kepada Royce, mengingat dirinya adalah mantan rekan dari Erkstern dan Morri[1].
“T-Tapi kok… kita nggak ikut sama mereka di—”
“Tidak, Winona-kun. Sebagai murid dari Ērukuma-dono, aku yakin bahwa kalian lebih kuat dibandingkan para pasukan yang telah kutempatkan di sekitar Chūbo Town. Oleh karena itu, aku hendak mengirim kalian ketika keadaan sudah mulai genting.”
Jelas Nagamichi kepada Winona.
Bersama-sama, mereka hendak menunggu kedatangan kelompok penyerang yang bahkan ditakuti oleh Tetsuo.
Sementara itu, di ruang perawatan.
“K-Kenapa kami tidak boleh membantu mereka semua?!”
“Kita udah sembuh! Kita bisa ikut bertarung!”
“Lagian gue juga yakin, kalo mereka semua butuh anggota tambahan!”
Seru Shinikichi, Fusamoto, dan Kokume, yang terbangun bersama Nekomi dan hendak menjaga Chūbo Town bersama pasukan prajurit Bakufu. Sementara Ryūtaro masih terbaring dan tidak sadarkan diri.
“Tidak! Kalian masih belum pulih sepenuhnya! Bahkan salah satu dari antara kalian saja terpaksa untuk beristirahat, setelah dirinya terbangun!”
“Tapi—”
“Jika kalian masih memaksakan kehendak kalian, kalian hanya akan menjadi beban di antara pasukan prajurit!”
Tegas salah seorang perawat kepada mereka semua.
“Cih!”
““…””
Mereka pun terdiam, setelah mengakui kebenaran dari apa yang dikatakan oleh perawat tersebut.
“Cih! Kalo nggak karena Beastman itu!”
“Seharusnya kita bisa ikut mereka semua!”
“Tanzō-sama! Warauneko-sama! Ērukuma-sama!”
“Toshiko-ojōsama!”
Pikir Kokume, Shinikichi, Nekomi, serta Fusamoto, dengan tidak berdaya.
……………
Sedangkan jauh dari Chūbo Town, terdapat Daphine yang sedang memantau segala aktivitas di Chūbo Town, bersama Passio dan beberapa anggota Leo lainnya.
“…”
Daphine berjalan menuju The Executioners.
“Gimana?! Ada apa aja di sana?!”
“S-Semua prajurit… udah ada di sekitar kota itu, Passio.”
Jawab Daphine kepada Passio, setelah dirinya menyaksikan apa yang sedang terjadi di Chūbo Town, lewat teropong senapan jitu miliknya.
“Hmph! Gue nggak kaget kalo mereka udah mulai bergerak!”
““!!!””
Daphine, dan seluruh anggota Leo Guild, dikejutkan dengan Leonard yang datang di tengah-tengah mereka.
Tetapi Leonard tidak memperdulikan mereka, karena perhatiannya mengarah pada Tenshujū.
“Mungkin gue bilang kalo gue nggak kaget. Tapi kalo mereka udah mulai susun formasi pertahanan, artinya dari antara mereka ada yang bisa rasain Union Domi gue dari jauh!”
Pikir Leonard terkait aksi dari pihak Bakufu.
“Kalo gitu, dari antara mereka juga ada Penguasa, ya? Atau mungkin ada mahluk yang sensitif sama Union, kayak Kitsune?”
Kembali pikirnya, setelah menganalisa beberapa orang.
“Ayo kita balik lagi ke wilayah kita!”
“Bos? Kita mau gerak sekarang?”
“Ya. Kemungkinan ada perubahan rencana. Tapi sebelum itu…”
“Hm?”
“…gue mau buang sampah-sampah yang udah nggak berguna!”
Jawab Leonard kepada Passio, sebelum kembali bersama Daphine, Passio, dan anggota Leo lainnya, dengan maksud yang sangat berbahaya.
_______________
[1]Sebelum menjadi anggota Andromeda Party, Royce sebelumnya menjadi anggota Apus Party, yang dipimpin oleh dua Dragonewt bersaudara yang menggunakan identitas palsu sebagai Erkstern dan Morri (Chapter 65).