
9 tahun setelah bertemu dengan Dox, Leonard telah menjadi seorang Petualang. Karena pertemuan dengan Naga
tersebut, ia pun terinspirasi untuk menjadi Petualang yang kuat sepertinya.
“Eh! Itu Leonard Rochdale, kan?! Bukannya dia baru aja jadi Petualang Kasta Merah ya?!”
“Hebat banget ya! Dalam kurun waktu 8 tahun aja, dia bisa Striker Kasta Merah!”
Warga dunia mulai memuji dirinya sebagai seorang Petualang.
Sebagai catatan, ia memulai karir sebagai Petualang sejak berusia 17 tahun. Beberapa bulan setelah ia menjadi
Petualang, ia resmi menjadi seorang Leader dari Leo Party.
Pada usianya yang menginjak 25 tahun, Leonard telah memasuki Ranking Petualang sebagai Striker Kasta Merah.
Akan tetapi pencapaian yang ia dapatkan bukanlah yang persoalan besar, setelah Geoterra kedatangan seorang
Pahlawan.
“G-Gila! Setahun jadi Petualang udah bisa jadi Kasta Merah!”
“Luar biasa! Mungkin ini rekor paling cepat yang pernah ada!”
“Berarti perempuan ini bisa disebut sebagai Petualang, bukan?! Kalau begitu, siapa namanya?!”
“Sylvia Starfell!”
Karena berita tentang Sylvia, maka dunia mulai memperdebatkan tentang mereka.
Siapa yang lebih kuat dari antara mereka?
Pihak manakah yang menang, jika terdapat Party Brawl antara Aquilla Party dengan Leo Party?
Siapa yang memiliki pencapaian yang lebih banyak di antara mereka berdua?
Siapa yang sebenarnya layak mendapatkan titel sebagai Pahlawan?
Keempat pertanyaan itu selalu menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah dunia.
Namun warga dunia tidak menyadari…
““Waktunya bersulang!””
““*Tring!””
…bahwa hubungan antara kedua Party sama-sama baik.
““SYL-VI-A!!! SYL-VI-A!!! SYL-VI-A!!!””
““LE-O-NARD!!! LE-O-NARD!!! LE-O-NARD!!!””
“Nyerah aja deh lo… Leonard… hicc!”
“Grahahaha… pasti lo… udah nggak sanggup kan… hicc… untuk lawan gue… Sylvia…!”
Bahkan mereka selalu beradu kuat untuk meminum alkohol.
Dan seperti Myllo…
““Hueeeekkk…!””
“Haaaah…! Kalian berdua nyusahin banget sih!”
“Tau nih! Udah tau kalian nggak kuat!”
…aksi mereka di dalam kedai selalu merepotkan rekan-rekannya, khususnya Wakil Kapten mereka.
“Ahahaha…! Maaf, maaf, maaf! Gue kira kali ini Leonard lebih gampang tumbang! Nggak taunya—”
“Sylv.”
“Hm?”
Tanya Sylvia dengan bergumam kepada Leonard.
Karena Sylvia mengerti apa maksud Leonard, ia pun membawanya ke tempat yang lebih sepi di pinggir hutan.
“*Cyis…”
“Fyuh…”
Sebelum memulai perbincangan mereka, Sylvia membakar sebatang rokok dan menghisapnya.
((Absolute Soundproof))
Ia kemudian merapal sihir, agar tidak terdengar oleh siapapun.
“Gimana keadaan Dox?”
“Ya gitu deh. Dia belom sembuh. Bahkan sampe sekarang dia belom bangun.”
Jelas Sylvia kepada Leonard.
“Tapi…”
“*BRUK!!!”
“…dia masih harus disembunyiin! Kalo nggak karena mereka yang mau kepala dia! Padahal dia lagi sakit! Tapi dia masih harus—”
“Gue ngerti perasaan lo. Tapi lo nggak harus hancurin pohon itu kan?”
“Ah. Gue reflek pukul pohon ini karena kesel. Maafin gue ya, pohon!”
“L-Lo kira pohon itu bisa jawab?”
Bisik Leonard dengan heran akan aksinya.
“Terus, gimana kondisi anak di dalem perut lo? Bukan harusnya lo nggak boleh minum—”
“Hehe! Tenang aja, kali! Gue ini kuat! Suami gue juga kuat! Pasti anak ini nggak akan kenapa-kenapa! Karena dia
kuat kayak orang tuanya! Ahahaha!”
“Tapi siapa aja yang tau tentang anak itu, selain gue?”
“Orvo, Phonso, sama Lavay aja yang tau. Mungkin gue bisa ceritain ke satu atau dua anggota gue lainnya. Karena kalo sampe anggota gue kayak Hendrick, Klavak, atau Myllo tau… ya lo tau sendiri lah kayak gimana ujung-ujungnya.”
Jelas Sylvia kepada Leonard terkait kondisinya saat ini, sebelum mereka melanjutkan perbincangan mereka.
……………
5 tahun kemudian, seluruh anggota Leo Party resmi mencapai Kasta Merah.
“Kapten, Kapten, Kapten! Aku udah nyentuh Kasta Merah juga!”
“Grahahaha! Bagus banget, Jiphor! Gue sebagai Kapten lo turut bangga!”
“Hihi! Kan aku jadi Keeper Kasta Merah berkat Kapten juga!”
Balas Jiphor Zaevila dengan riang.
Karena pencapaian Jiphor, Leonard mengadakan pesta di sebuah kedai.
“Vorathril Quanti! Lo Wakil Kapten gue yang keren! Kalo nggak ada lo sebagai otak gue, mungkin gue selalu
salah ambil keputusan!”
“Haha! Tetep aja lo lebih pinter daripada gue, Leonard!”
Balas Vorathril Quanti, Observer Kasta Merah, kepada Leonard.
“Lissomar Vimellon! Walaupun nama lo melon, tapi gue bangga punya Rounder kayak lo!”
“Hahaha! Makasih Kapten—Woy! Kok lo panggil gue melon lagi sih?!”
Seru Lissomar Vimellon, Rounder Kasta Merah, kepada Leonard setelah merasa diejeknya.
“Raelus Eiberos! Mungkin lo lebih lemah daripada gue! Tapi lo salah satu Striker yang hebat! Bahkan lebih hebat
daripada Hendrick Foxzone!”
“Hmph! Ya iyalah! Kalo dibandingin lo, pasti gue kalah banget! Tapi kalo dibanding orang itu, bahkan dia nggak ada apa-apanya dibanding gue!”
Seru Raelus Eiberos, Elf yang merupakan Striker Kasta Merah kepada Leonard.
“Rovvykin Baruet! Semoga aja kulit lo udah nggak pucet lagi!”
“Heh! Rasis banget!”
Seru Rovvykin, Frontliner Kasta Merah, kepada Leonard.
““Hahahaha!!!””
Mereka tertawa bersama-sama.
Karena kehadiran mereka sebagai anggotanya, Leonard kembali merasakan kehangatan yang ia dapatkan sejak
bersama dengan keluarganya.
Naasnya, kehangatan yang ia rasakan tidak berlangsung lama, seperti yang ia harapkan.
……………
Beberapa hari setelah merayakan Kenaikan Kasta Jiphor, Leonard mendapatkan Quest Merah khusus dari sebuah
kerajaan, di mana mereka harus menghancurkan sebuah markas milik Children of Purgatory.
“Jiphor! Cepet sembuhin Rovvy!”
“Iya, Kapten! Aku lagi sembuhin dia!”
Bersama-sama, mereka berhasil menghancurkan markas milik sekte penyembah Iblis itu, walaupun mereka sedikit
terluka oleh sekte tersebut.
“Berarti selanjutnya mereka semua mau ke Nachtschich Island untuk buka Gerbang Demonsia, supaya Iblis bisa
masuk dari sana, karena sisa-sisa keberadaan Iblis yang paling besar itu ada di sana. Gitu kan?”
“Ya, Volathril. Keliatannya gitu. Gue udah kabarin Sylv lewat Orb Call. Semoga aja dia dibantu sama semua Guildmaster yang kenal baik sama dia.”
Balas Leonard kepada Volathril, setelah mendapati fakta yang akan dimulainya sejarah besar yang bernama Hell’s
Gate War.
“Yaudah deh! Karena semuanya udah aman, mending kita pergi sekarang!”
“OK, Kapten!”
“Pasti kita mau pesta, kan?!”
“Pesta?! Bukan harusnya kita siap-siap untuk bantuin Aquilla?! Ya kan, Kapten?!”
“Yaaah…! Nggak ada pesta-pesta, ya?!”
Mereka hendak pergi keluar dari markas Children of Purgatory, sambil bercengkerama bersama.
“*BOOOOOOOMMMMMM……!!!!!!”
…markas tersebut meledak dengan dahsyat, hingga Leonard tidak sadarkan diri.
……………
Beberapa hari setelah meledaknya markas tersebut, Leonard terbangun.
“A-A-Apa…? Gerbang Demonsia… justru ada di Paradevia Island…? Bukan seharusnya… ada di Nachtschich
Island…?”
Leonard membaca GT News, di mana terdapat Hell’s Gate War di Paradevia Island.
Tetapi yang paling mengejutkan dari berita tersebut adalah…
“S-S-Sylv…?”
…kematian Sylvia, wanita yang menjadi rival sekaligus sahabatnya.
Karena dirinya yang berada di bawah Sylvia pada Ranking Petualang, maka ia resmi menjadi Petualang Nomor Satu pada masa itu.
Walaupun begitu…
“Hiks! Hiks! Hiks! Gue… udah kehilangan temen-temen gue…! Sekarang gue juga jadi… penyebab kematian lo… Sylv…?!”
…ia tetap kehilangan seluruh anggota yang menjadi keluarganya. Ia juga kehilangan seorang rival, yang juga
temannya.
Kesedihan dan penyesalan menyelimutinya. Karena bukti yang ia dapatkan, dunia harus merasakan kehilangan
sesosok Pahlawan. Karena itu ia menyalahkan dirinya.
“Nggak masuk akal…! Bukan dari bukti yang gue temuin… sisa-sisa keberadaan Iblis paling besar itu… ada di Nachtschich Island…?!”
Kembali bisiknya dengan kesal.
Karena itu, ia bertekad untuk menguak fakta sebenarnya di balik kejadian yang menimpa Aquilla dan beberapa
Guild lainnya.
Beruntung waktu berada di pihaknya, setelah ia dihadang oleh beberapa anggota Children of Purgatory, ketika dalam perjalanan dirinya yang masih dilanda dengan duka.
“Leonard Rochdale…! Kita mau bales dendam! Karena lo—”
“*CYUT!!!”
“Bagus! Sini kalian semua!”
Seru Leonard kepada beberapa anggota Children of Purgatory, yang dipimpin oleh dua Acolyte pada masa itu.
“*Bruk, bruk, bruk…”
“S-Sial…! Ternyata kita nggak cukup untuk—”
“*DHUUUMMMMMMMMM!!!!!!!!!”
“Keuk…! U-Union Domi itu lagi—”
“Jawab pertanyaan gue!”
Seru Leonard kepada seorang Eighth Acolyte, sambil memegang kepala milik Sixth Acolyte.
“Kenapa kalian buka Gerbang Demonsia di Paradevia Island?! Bukannya kalian seharusnya buka gerbang itu di Nachtschich Island?!”
“K-K-Khakhakhakha!”
“Hm?!”
“M-Mungkin seharusnya… kita buka di sana…! T-T-Tapi… ada perubahan informasi dari Centra Geoterra… yang kita sadap…!”
Seru Eighth Acolyte itu kepada Leonard.
“Apa maksud lo—”
“Kayak yang gue bilang…! A-Awalnya… mereka informasiin ke negara yang di Nachtschich Island… kalo ada
jejak energi terkutuk dari Iblis yang paling besar… di negara itu…! Tapi semenjak lo hancurin markas kita… tiba-tiba ada informasi… kalo energi terkutuk… justru paling besar ditemuin… di Paradevia Island…!”
Jelas Eighth Acolyte tersebut kepada Leonard.
“K-Kenapa lo nanyain itu…?! Bukan seharusnya lo seneng… karena kita gagal…?!”
“…”
“A-Apa mungkin… lo ngerasa bersalah karena kematian Sylvia Starfell…?!”
“…”
“Atau mungkin… karena lo terlalu lemah… sampe anggota lo pada mati semua—”
“*CRAT!!!”
Leonard langsung menghancurkan kepala Eighth Acolyte itu, setelah ia diprovokasi olehnya.
Mendengar penjelasan dari Acolyte tersebut, Leonard mendapat suatu kesimpulan.
“Pusat pemerintahan sekelas Centra Geoterra nggak mungkin disadap segampang itu! Pasti mereka tau kalo mereka disadap sekte biadab ini! Tambah lagi, sekte sesat kayak mereka ini sebenernya miskin! Mereka nggak akan ledakin markasnya segampang itu, karena masih ada banyak barang-barang berharga yang gue temuin waktu itu! Artinya, ada satu pihak yang sengaja untuk buat Party gue nggak bisa ikut Hell’s Gate War bareng Aquilla!”
“*BRUK!!!”
“BRENGSEK LO, CENTRA GEOTERRA!!! SUMPAH MATI, GUE PASTI BAKAL BANTAI KALIAN SEMUA!!! DENGER GUE BAIK-BAIK, CENTRA GEOTERRA!!! GUE JAMIN KALIAN NYESEL KARENA PERBUATAN KALIAN!!!”
Teriak Leonard dengan amarah yang tidak tertahan lagi, setelah mendapati kesimpulan terkait musibah yang diterima Leo Party dan Aquilla Party.
Dengan itu, rencana balas dendamnya dimulai.
“*Bruk!”
“L-Leonard…! Kenapa lo tiba-tiba hancurin Guild gue—”
“Lo hobi bikin kekacauan, kan?! Kalo gitu, gue mau lo jadi anggota gue! Mungkin sekarang semua aset lo buat
gue! Tapi gue berani jamin, kalo lo bisa bikin kekacauan di Centra Geoterra! Gimana, Bastheus Brawrackus?!”
“Muahahaha! Keliatannya menarik! Kalo gitu, gue siap ikut lo, Bos Leonard!”
Seru Bastheus Brawrackus, seorang pemimpin Black Guild, yang ikut bersama Leonard.
“Lo keliatannya kuat, Passio Lunar! Daripada cuma bunuh orang-orang lemah, gimana lo ikut gue untuk bantai Centra
Geoterra?!”
“Hmm! Menarik, menarik, menarik! Ya kan, sayang?!”
Ia juga merekrut Passio Lunar, seorang pembunuh berantai.
“Gue mau lo, Marwell Morc!”
“Cih! Lo kira gue bakal mau ikut lo?! Sampe mati pun, gue nggak akan ma—”
“Lo ada dendam sama keluarga lo, yang juga anggota Centra Geoterra! Ya kan?!”
Ia bahkan merekrut Marwell Morc, seorang mantan Leader dan juga Striker Kasta Merah dari Helops Party, yang
membunuh seorang anggota Centra Geoterra.
“Leonard. Ini adalah anggota saya yang berhasil saya temukan.”
“Bagus! Kalo gitu, ayo kita sama-sama balas kebusukan Centra Geoterra!”
“Ya! Dengan senang hati!”
Balas Reubenn Nibley, mantan Vice-Guildmaster dari Argus Navis, setelah disambut oleh Leonard.
Ia terus memperluas anggotanya, hingga membentuk Leo Guild.
Tetapi ia masih merasa kekurangan daya perang.
“Kita harus kumpulin orang-orang yang kuat.”
“Muahahaha! Gue setuju, bos!”
“Terus gimana caranya?”
Tanya Marwell kepada Leonard.
“Gimana kalo kita adain pertarungan, di mana kita bisa seleksi orang-orang yang kuat untuk jadi bagian dari kita?!”
“Masuk akal. Kalo lo mau adain pertarungan kayak gitu, artinya kita juga bisa tambahin dana pemasukan kita
juga.”
Balas Marwell yang setuju dengan Leonard.
Dengan itu, rencana pembangunan Chaoseum dimulai.
Mulai dari pencarian lokasi, penemuan fakta tentang keluarga Myllo.
Hingga akhirnya, ia menemukan senjata terbesarnya, yang ia kenali sebelum terlahir menjadi seorang Leonard
Rochdale.
“Zophiel…?!”
“Apakah kau mengenalku? Mengapa kau—”
“*DHUUUMMMMMMMMM!!!!!!!!!”
“Nama gue Leonard Rochdale! Gue mau lo ikut gue, untuk bantai pusat pemerintahan yang udah buat lo tersiksa
sebagai Kaum Malaikat!”
“…”
“Jangan takut! Daripada lo harus hidup sembunyi terus, mending lo ikut gue! Karena lo nggak perlu sembunyi lagi
bareng gue!”
Jelas Leonard, sebelum Zophiel setuju dan melayaninya.
Dengan kehadiran Zopheil, Leonard pun melanjutkan proses pembangunan Chaoseum, di Trisoil Island yang ia namakan Chaos Island. Setelah terbentuk, ia menyediakan pertunjukkan yang disediakan bagi ratusan Black Guild dan bangsawan busuk yang melarikan diri. Namun ia juga melakukan penculikan para Petualang dan Monster Intelektual karena kehabisan sumber daya.
Akan tetapi usaha yang dibangunnya selama 5 tahun harus kandas begitu saja. Ia bahkan belum memulai
peperangannya melawan Centra Geoterra.
Itu semua hanya karena satu pihak.
“Mau lo atau Myllo, kalian semua udah bikin kacau! Aquilla!”
Seru Leonard kepada Djinn, sebelum mereka memulai pertarungan berdarah mereka.