
14 tahun yang lalu, di suatu hutan yang berada di Geoterra.
“Di sini ya yang katanya ada sumber penyakit buat warga desa?”
“Sepertinya begitu, Tuan Schrauder. Melihat dari adanya bercak racun di setiap pohon di sekitar hutan ini, saya yakin bahwa kita tidak melewati jalur.”
“Aku juga berpendapat yang sama denganmu, Angela.”
“Jadi kita tetep lanjutin perjalanan kita aja kan, Berius?”
Kala itu, Berius bukanlah seorang Leader atau Guildmaster. Ia sedang menjalankan sebuah Quest bersama Angela, Eìmgrotr, Zhivreeg, dan Ghibrion ,atau yang mereka kenal sebagai Ghibr, untuk mencari sumber penyakit yang menyerang suatu desa.
“Angela, apa jadinya yang udah lo temuin?”
“Sepertinya sesuai dengan yang anda duga, Tuan Schrauder. Bercak racun yang kita temui adalah milik seekor Foxin. Saya telah menemukan sebuah jejak kaki yang saya yakini merupakan milik mahluk buas tersebut.”
“Jejak kaki?! Ayo kita ke sana!”
““Ya!””
Bersama-sama, mereka menemukan sebuah jejak kaki, lalu mereka mengikuti langkah jejak kaki tersebut. Hingga pada akhirnya, mereka menemukan seekor Foxin yang sedang terlelap, walaupun dengan beberapa hal yang sedikit mencurigakan bagi Berius.
“Itukah Foxin yang harus kita tangkap?! Alangkah baiknya jika kita—”
“Tunggu, Eìmgrotr!”
“Hm? Ada apa Be—”
““…””
“Hey, Berius! Ghibr!”
Seru Eìmgrotr, setelah Berius dan Ghibrion berlari menuju binatang buas tersebut tanpa memikirkan keselamatannya.
“Berius! Ghibr! Apa yang kalian laku—”
“Dugaan kita bener, Berius.”
“Ya! Foxin ini dibius! Tambah lagi, dari sekitar tenggorokan sama dadanya, ada jahitan! Nggak salah lagi! Foxin ini abis dioperasi!”
Jelas Berius kepada rekan-rekannya.
Tidak lama kemudian, Angela mengkonformasi fakta yang diutarakannya.
“Anda benar, Tuan Schrauder. Saya telah menemukan seseorang yang bersembunyi di atas pohon itu.”
“B-Bersembu—”
“Hiiiekh!”
““Hm?””
Mereka berempat merasa heran ketika mendengar suara seorang perempuan yang terdengar ketakutan. Oleh karena itu, Eìmgrotr dan Zhivreeg hendak menghampiri suara tersebut.
“Berius, aku dan Zhivreeg akan menghampiri suara terse—”
“*Krrrkk…”
““…””
Mereka mendengar suara kayu yang akan patah, namun tidak bagi Berius yang sedang menyimak Eìmgrotr.
“Eìmgrotr, tadi lo mau ngomong a—”
“*Krrrak!”
“Berius! Di atasmu!”
Seru Eìmgrotr, ketika melihat sebuah ranting kayu yang patah dan akan jatuh menuju Berius.
“Kyaaaa!”
“*Bruk!”
“Aduh!”
Berius pun jatuh tertimpa oleh sebuah ranting kayu, dan juga…
“Eh?! Itu kan…”
“Beastwoman…?”
Tanya Zhivreeg dan Angela dengan penasaran, walaupun reaksi yang berbeda keluar dari Eìmgrotr.
“Hm? Wanita ini… jika dilihat dari pakaiannya, sepertinya ia berasal dai dari Klan Nagaimimi, yang berasal dari Kumotochi. Jika memang benar, kita harus memeriksa apakah ia berbahaya atau ti—”
“Tunggu, Eìmgrotr!”
Teriak Berius, yang baru saja berdiri karena tertimpa oleh Beastwoman tersebut.
“*Tap…”
“Hiekh!”
Berius memegang tangan wanita tersebut.
“Lo itu… yang operasi—”
“MAAF!!! MAAF SEBESAR-BESARNYA!!! A-AKU NGGAK ADA MAKSUD UNTUK SELAMATIN FOXIN INI!!!”
Teriak wanita tersebut dengan cemas ketakutan.
“Eh?! Tunggu dulu! Gue nggak—”
“MAAF, MAAF, MAAF, MAAF, MA—”
“*Tung!”
“Aduh!”
“Gue bilang tunggu dulu! Jangan minta maaf kayak gitu!”
Seru Berius yang terganggu dengan rasa cemas dari wanita tersebut.
“Gue cuma nanya doang!”
“Eh?”
“Lo itu yang operasi Foxin ini kan? Mulai dari tangan lo yang ada bercak darah Foxin, tambah lagi lo pake Lulla-Violet untuk bius Foxin ini, udah pasti lo yang operasi binatang itu, bukan?”
Tanya Berius, setelah ia menganalisa semua yang ada di sekitarnya.
“B-B-Bener… A-Aku liat Foxin ini luka ditusuk tepat di jantung. K-K-Karena darahnya yang beracun itu ngerusak bahaya, ma-makanya aku… Hm?”
““…””
Berius dan rekan-rekannya hanya menatap Beastwoman tersebut dengan terkejut. Kemudian mereka…
““Hahaha!””
…tertawa bersama-sama.
“E-Ehh?! Kok kalian—”
“Semuanya! Akhirnya kita dapet anggota terakhir kita!”
“Anda benar, Tuan Schrau…”
“HAAAAAAAAAH?!?!?!”
““!!!””
Mereka berempat terkejut dengan Beastwoman tersebut yang berteriak.
“M-M-Maksud kalian tuh… apa?! Anggota terakhir kalian?!”
“Ya! Kedengerannya ilmu biologi lo pinter banget! Bahkan kita nggak tau apa-apa tentang Foxin! Kalo gitu, ayo ikut gue untuk—”
“NGGAK!!!”
““!!!””
Kembali mereka dikejutkan dengan Beastwoman tersebut.
“A-Aku ini asalnya dari Klan Nagaimimi! B-Bahkan aku diusir dari tempat tinggal aku…! Karena aku nggak bisa kendaliin kekuatan aku…! K-Kalo ada aku di tengah-tengah kalian… pasti—”
“*Tap…”
“Eh…?”
Beastwoman tersebut dikejutkan dengan Berius yang mengusap-usap kepalanya.
“Tenang aja. Kita juga tau tentang Beastwoman. Tapi lo jangan khawatir! Gue pasti jagain lo! Mau itu dari lawan kita atau dari diri lo sendiri! Makanya itu, ayo kita—”
“Hiks, hiks, hiks…”
““…””
Kali ini mereka berempat terdiam ketika melihat Beastwoman tersebut menangis.
“K-Kamu bener-bener mau jagain aku…?”
“Ya. Gue Berius, orang yang akan buat penemuan terbaik untuk dunia ini! Nama lo…”
“N-N-Nagaimimi… Hi-Hizuru.”
“Oh, itu ya nama—”
“Nggak…! Mungkin itu nama aku waktu lahir, tapi aku nggak mau pakai nama dari mereka… yang udah usir aku…!”
““…””
“Kok saya… ngerasa senasib sama cewek ini ya…?”
…Ghibrion.
“Hmm… kalo gitu, gue punya nama buat lo!”
“Eh…?”
Tanya Beastwoman tersebut dengan heran.
“Lephta! Namanya terinspirasi dari Lepus, yang artinya kelinci!”
“Bisakah kita menambahkan nama belakangnya dengan nama pasien lama saya yang bernama Maura?”
“Kalau begitu, nama Beastwoman ini adalah Lephta Maura! Benarkah begitu?!”
“Oh gitu, ya? U-Untung aja bukan gue doang yang nggak punya inspirasi untuk namain dia…”
“Tenang aja, Zhivreeg! Saya juga nggak bisa temuin inspirasi apa-apa, kok!”
“…”
Beastwoman tersebut menyaksikan keempat anggota Petualang tersebut. Melihat mereka, ia pun menjadi semangat untuk ikut bersama mereka.
“Jadi gimana? Tertarik untuk gabung bareng kita?”
“Ya! A-Aku, Nagaimimi Hizuru—Eh! M-Maksudnya, Lephta Maura, siap untuk gabung bareng kalian!”
“Ya!”
Akhirnya Beastwoman tersebut menggunakan nama yang diberikan oleh Berius dan Angela sebagai Lephta
Maura. Ia bergabung bersama Berius dan menjadi salah satu anggota pertama yang mengusung Chemia Guild, bersama keempat pendahulunya.
……………
Kali ini, di Duskmere Point.
“*Vwumm, vwumm, vwumm…”
“Haaah?! Gue kira lo cuma bisa sembuhin anggota lo aja! Nggak gue sangka lo bisa gerak cepet kayak gitu!”
“Cih!”
Berius sedang menghadapi Ganon seorang diri.
“M-Machinno… K-Kamu nggak apa-a—”
“*Bruk…”
“Keuk!”
Gia merasakan Tubuh-nya yang sangat sakit akibat serangan Ganon. Machinno yang berada di sampingnya tidak sadarkan diri.
“B-Bangun… Gia…!”
Bisik Gia sambil berusaha untuk bangkit berdiri dan membantu Berius.
Sementara Lephta…
“Huff… Huff… Huff…”
…kembali menjadi normal. Itu semua disebabkan oleh rasa letih di tubuhnya, sehingga ia kehilangan kekuatannya.
“*Vwumm, vwumm, vwumm…”
Ganon terus melayangkan serangannya kepada Berius. Akibat lawannya yang selalu menghindarinya, Ganon pun merasa kesal dan hendak menyiapkan salah satu serangan pamungkasnya.
((Destruction Curse—
((Steel Transform: Snake Spear))
“*PRANG!!!”
Namun Berius menyerangnya terlebih dahulu, dengan lengan besinya yang memanjang dan memukul wajah Ganon.
Walaupun ia berhasil menyerang Ganon, nyatanya yang ia lakukan hanyalah sia-sia.
“Grahaha…”
Tawa Ganon, seakan tidak ada dampak yang signifikan dari serangan Berius.
“Oi, coba perhatiin lengan lo baik-baik…”
“*Vwumm…”
“Urgh… Uaaaaaargh!”
Jerit Berius yang kesakitan, setelah lengan baja yang ia gunakan untuk memukul Ganon meleleh secara perlahan-lahan.
“Gue ini pake Destruction Curse, loh. Apapun yang sentuh gue, pasti dibakar sampai nggak ada sisa.”
“Aaaargh!”
“Lo pikir lengan baja lo itu…”
“*VWUMM!!!”
“Argh!”
“…bisa bikin gue luka?!”
Tanya Ganon dengan maksud mencemoohnya, sembari ia memukulnya dengan lengan berapi hitam miliknya.
“N-Nggak masuk akal…! Kalo pukulan gue bisa bikin lengan gue berapi… kenapa baju gue nggak kebakar, waktu lo pukul gue?!”
“Hmm… Kalo nggak salah, efek Destruction Curse itu khusus bakar Mana yang ada di dalam Jiwa lo, deh.”
“!!!”
“Coba aja pake sihir lo untuk lawan gue lagi! Graaahahaha!”
Kembali tawa Ganon dengan maksud mencemooh Berius yang terkejut.
“Yaudah deh!”
“*VWUMM!!!”
“Daripada lama-lama lagi, mending kita selesain aja sekarang juga!”
“Keuk…”
Berius tidak sanggup untuk bertarung dengannya. Lengan bajanya sudah habis meleleh akibat serangan darinya. Mana yang ia miliki juga sudah terkuras habis akibat kutukan darinya.
“B-Berius!!!”
“…”
Gia memaksakan dirinya untuk berlari menuju Berius, sementara Machinno masih belum sadarkan diri. Namun karena pukulan Ganon yang menghempaskannya hingga jauh, sehingga ia harus berlari menuju Berius dari jarak yang cukup jauh.
Oleh karena itu…
((Destructions Curse: Fatal Strike))
“*VWUMM!!!”
““!!!””
…Lephta melindungi Berius dari serangan Ganon, menggunakan tubuhnya sendiri.
“*Bruk…”
Lephta pun terjatuh. Tubuh-nya terbakar. Jiwa-nya perlahan hancur. Kesadarannya semakin memudar.
““LEPHTAAAA!!!””
Teriak Berius dan Gia, yang sangat khawatir dengan Lephta.
“Graaahahaha!!! Akhirnya gue bisa bunuh anggota Klan Nagaimimi!!! Makasih banyak karena mau bayar dosa dari klan lo, Nagaimimi!!!”
Sementara Ganon tertawa dengan puas.
“…”
Berius pun menghampiri Lephta.
“Cih! Kalo kayak gini, nyawanya nggak akan bertahan lebih lama lagi!”
Pikir Berius, sambil merogoh sakunya, dengan satu tangan miliknya.
“L-Lephta! T-T-Tunggu sebentar…! G-Gue masih punya Potion untuk sembuhin—”
“*Tap…”
“…”
Berius menatap Lephta yang ia pangku, yang menepuk pundaknya.
“Be… Berius…”
“D-Diem dulu! Gue masih bisa—”
“A-A-Akhirnya… aku… bisa… gantian… jagain… ka… mu…”
Bisik Lephta, dengan tersenyum, sebelum ia meninggal dunia.