Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 450. Supporting Actor



**BLOOD AND GORE WARNING!!!**


Leonard telah menghancurkan Chaoseum. Ia menghancurkan arena pertarungan yang ia ciptakan itu, dengan harapan agar semua orang yang ia hadapi terbunuh tanpa sisa.


Walaupun arena tersebut hancur, nyatanya tidak bagi para Petualang yang ia hadapi. Itu semua berkat Djinn yang


melindungi mereka semua, dengan menyerap sebagian besar kekuatan Leonard. Hingga ia bisa berubah dalam rupa seorang Demigod.


Karena itu, babak baru pertarungan antara Djinn dan Leonard akan berlangsung kembali.


“*SWUSH!!!”


“*CHRINGGG…”


Senjata mereka kembali beradu. Djinn dengan {Heaven Slaying Sword} miliknya, sementara Leonard dengan (({Star Wrecker})) ciptaannya.


“*CHRING, CHRING, CHRING…”


Mereka saling menyerang dan bertahan dengan senjata mereka masing-masing.


Hingga akhirnya…


““*SHRAK!!!””


““Keuk…!””


…mereka saling menusuk satu sama lain.


Djinn menusuk dagu Leonard, hingga menembus kepalanya. Sedangkan Leonard menusuk wajah Djinn, hingga


menembus ke belakang.


““*CRAAAAATTT…””


Darah mereka terus berkucuran dari wajah mereka.


Namun, walaupun tertusuk oleh pedang Leonard, ada sesuatu yang janggal yang dilakukan oleh Djinn, yang


mengherankan Leonard.


“Huuufffff……”


“Hm?”


Leonard merasa heran dengan Djinn yang menarik nafas sepanjang-panjangnya.


““*Swush…””


““*Shrrrattt…””


Mereka bersama-sama mundur. Senjata yang saling menusuk mereka juga ikut tertarik dari kepala mereka,


sehingga terdapat bercak darah yang besar di sekitar mereka.


{((Star Utuh: Meteor Shower))}


((Judgement: Lightning Barrage))


Mereka saling mempersiapkan sihir mereka masing-masing.


“*BOOM, BOOM, BOOM…”


Kemudian mereka saling menyerang dengan kekuatan alam pada lengan mereka masing-masing.


“*SHRAK!!!”


“Keuk!”


Djinn terbelah menjadi dua, setelah Leonard mengayunkan Star Wrecker secara horizontal pada pinggangnya.


Akan tetapi regenerasi Djinn berhasil menyelamatkannya.


“*SHRAK!!!”


“Akh…!”


Kali ini Leonard yang terluka berat karena Djinn. Dengan Heaven Slaying Sword, Djinn berhasil memotong kepala


Leonard.


Dan tanpa berpikir dua kali…


“*DHUK!!!”


“*Crat…”


…Djinn menendang kepala Leonard dengan keras, hingga hancur pada tembok Chaoseum.


Akan tetapi Djinn tidak menyangka jika Leonard mampu menyerang dirinya dengan sangat cepat.


“*Bruk…”


“Keuk…! Dasar anak anjing—”


“*CRAT!!!”


Leonard berhasil meregenerasi Tubuh-nya dengan sangat cepat. Kemudian ia langsung membanting Djinn, lalu


menginjak dadanya hingga jantungnya hancur.


“*BRUK, BRUK, BRUK…”


Setelah itu Leonard menginjak Djinn secara terus menerus, hingga Tubuh-nya hancur.


Dan lagi, regenerasi menyelamatkan Djinn.


““*Shrak!””


Dengan gerakannya yang sangat cepat, Djinn memotong kaki Leonard, sebelum mengayunkan pedangnya untuk


membelahnya.


“*CHRINGGG…”


Tetapi Leonard berhasil menghadang serangan Djinn, sembari menumbuhkan kedua kakinya.


“Grahahaha! Gimana?! Seru kan pertarungan kita?!”


“Hmph! Gue bukan psikopat kayak lo, anjing!”


Seru Djinn dengan kesal, sebelum melanjutkan pertarungan mereka.


““*CHRING, CHRING, CHRING…””


Mereka terus menyerang satu sama lain tanpa henti.


““*Crat…””


““*BRUK!!! BRUK!!! BRUK!!!””


Mereka juga menerima luka. Akan tetapi berkat kemampuan regenerasi yang mereka berdua miliki, mereka tidak


peduli dengan luka yang mereka terima.


Hingga mereka tidak sadar…


““…””


…jika Chaoseum sudah berubah menjadi warna merah. Tidak hanya karena darah mereka yang bertebaran di sekitar tempat itu, melainkan karena ada sangat banyak organ yang terlepas dari Tubuh mereka.


Namun Leonard kembali menemukan sesuatu yang aneh dari Pria Terjanji yang ia hadapi.


“Huuufffff……”


“…”


Ia menyaksikan Djinn yang terus menarik nafas sedalam-dalamnya, walaupun terus memukulnya dengan pukulan petirnya.


“Keliatannya selama adu bunuh-bunuhan, dia juga tarik nafas dalam kayak gitu. Kira-kira apa yang mau dia buat?”


Pikir Leonard dengan heran akan Djinn.


“*JGRUM!!!”


“Keuk…!”


Djinn memukul perut Leonard hingga berlubang.


“*Tap…”


“*CRAT!!!”


“Cih!”


Tetapi lengan Djinn terjebak di dalam perut Leonard yang berlubang. Karena itu Leonard memanfaatkan keadaan


dengan menarik lengannya hingga putus.


“Humph!”


“*DHUK!!!”


“!!!”


Leonard terkejut. Ia hendak menendang Djinn dengan keras. Akan tetapi Djinn mampu menahan tendangan


kerasnya, dengan kaki kanannya.


“*Tap…”


“*DHUK!!!”


Djinn kemudian menggenggam kepala Leonard. Lalu ia melompat dengan kaki kirinya, agar mampu menendang kepala Leonard dengan kaki yang sama lewat lututnya, hingga wajahnya hancur.


“*Tap!”


“*BRUK!!! BRUK!!! BRUK!!!”


Leonard kemudian membalas aksi Djinn. Setelah wajahnya tertendang olehnya, ia kemudian juga menangkap


kepalanya, lalu ia benturkan dengan keras ke tanah, hingga wajahnya juga sama hancurnya dengannya.


“*SHRAK!!!”


“Urgh—”


“*DHUK!!!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


Untuk melepaskan dirinya dari genggaman Leonard, Djinn kembali menggunakan {Heaven Slaying Sword}, yang


kemudian ia gunakan untuk memotong lengan Leonard. Setela itu ia menendang Leonard dengan sangat keras, hingga terlontar jauh.


“…”


Leonard mampu berdiri kembali. Tetapi ia tidak langsung menyerang Djinn.


Djinn pun juga tidak langsung menyerangnya.


““…””


Bersama-sama mereka memulihkan kondisi mereka dengan regenerasi mereka masing-masing.


Dan lagi, Leonard mendapati aksi aneh Djinn.


“Huuufffff……”


“…”


Ia menyaksikan Djinn yang kembali menarik nafas sedalam-dalamnya.


Hingga akhirnya ia juga menyadari suatu keanehan yang terjadi pada dirinya.


“Kok tiba-tiba… gue ngerasa lebih lemah? Seakan-akan Mana gue dicuri! Apa itu semua karena—”


“(Gimana? Udah sadar?)”


Tanya Djinn kepada Leonard yang sedang berpikir.


“S-Sadar? Apa maksud lo—”


“(Lo pasti ngerasa lebih lemah, kan?)”


“!!!”


“J-Jangan-jangan…”


“(Ya. Kalo lo perhatiin gue yang tarik nafas terus, artinya udah ada Mana lo yang terus gue curi!)”


“A-Apa?! Kok bisa?!”


“(Ini kekuatan unik gue. Lagian udah gue bilang, kan? Andai gue bisa bilang makasih ke lo karena tendangan lo!)”


Seru Djinn kepada Leonard, sebelum mereka melanjutkan kembali pertarungan mereka.


“*SWUSH!!!”


““*BHUK!!! BHUK!!! BHUK!!!””


Mereka kembali saling memukul satu sama lain, sambil bertahan antara satu sama lain.


“Huuufffff……”


Sambil bertarung, Djinn juga terus menarik nafas sedalam-dalamnya untuk menarik Mana Leonard.


“Cih! Berapa banyak sih Mana yang anak anjing ini punya?! Apa dia punya sebanyak Mana itu karena dia Malaikat?!”


Pikir Djinn sambil terus menyerang Leonard.


““*Swush…””


Mereka kembali mundur kembali untuk mempersiapkan serangan jarak jauh mereka.


{((Star Zona: Death Star))}


““*CYUT!!! CYUT!!! CYUT!!!””


Leonard kembali menciptakan ratusan bintang yang tersebar di udara, yang kemudian diluncurkan menuju Djinn.


““*BOOM!!! BOOM!!! BOOM!!!””


Djinn hanya menerima serangan itu, tanpa menghindari atau menghancurkannya.


Itu semua karena satu alasan.


“Huuufffff……”


Ia dengan sengaja menerima serangan tersebut, agar mampu menarik Mana milik Leonard.


“Keuk…!”


Leonard pun kesal, setelah menyadari bahwa serangannya hanya akan diserap oleh Djinn.


Tetapi ada satu alasan lain yang membuatnya kesal.


“Sini serang gue pake Mana yang lo serap dari gue!”


Serunya dengan kesal, karena Djinn masih mampu berdiri dengan kokoh dari serangannya.


Walaupun sudah ada sangat banyak Mana yang ia serap, Djinn tidak menggunakan semua Mana yang telah ia serap.


“Gue bisa bayangin serangan gue sama aja bisa hancurin satu pulau ini, kalo gue pake semua Mana ini!”


Pikir Djinn agar ia tidak gegabah.


“*SWUSH!!!”


Djinn langsung berlari untuk menyerang Leonard.


“*JGRUM!!!”


“*BOOM!!!”


““Aaaargh…””


Leonard berhasil menghindari serangan Djinn. Namun serangan Djinn justru melesat dengan sangat jauh, hingga


menghancurkan kapal yang berisi salah seorang mantan bangsawan beserta anggotanya.


“Cih! Tuh kan! Serangan gue terlalu bahaya!”


Pikir Djinn, sambil…


“Huuufffff……”


…terus menarik nafas sedalam-dalamnya.


“Grahahaha!”


“*BHUK!!!”


“Gue bisa liat keraguan lo untuk pake semua Mana gue, Djinn Dracorion!”


Seru Leonard, sambil memukul Djinn.


“Huuufffff……”


“Mau berapa lama lagi lo serap kekuatan gue?!”


“*BHUK!!!”


“Emangnya lo nggak mikirin Tubuh lo?!”


“*BHUK!!!”


“Kalo kebanyakan Mana di dalem Tubuh lo, bisa-bisa fatal loh, Djinn Dracorion!”


Seru Leonard, sambil terus memukul Djinn.


“Huuufffff……”


Djinn tidak memperdulikannya. Ia terus menarik nafas sedalam-dalamnya untuk menarik Mana dalam Jiwa


Leonard.


Tetapi sesuai dengan apa yang dikatakan Leonard.


“*Crat…”


Karena terlalu banyak Mana dari Leonard, maka Djinn mengalami luka di dalam Tubuh-nya.


““*BHUK!!! BHUK!!! BHUK!!!””


“Grahahaha! Liat tuh, Djinn Dracorion! Walaupun pake Demigod Form, mata lo merah karena ada pendarahan di


dalem Tubuh lo!”


Seru Leonard, sambil beradu pukulan dengan Djinn.


“Huuufffff……”


Djinn tidak memperdulikannya. Ia tetap menarik Mana dari dalam Tubuh Leonard.


“*BHUK!!! BHUK!!! BHUK!!!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


“Akh…!”


Leonard berhasil memukul Djinn dengan keras, hingga ia jatuh terlontar.


“Ahakh…”


“*Crat…”


Ia muntah darah.


“*Crat, crat, crat…”


Darah juga mengalir dari mata, hidung, telinganya, bahkan juga dari pori-pori kulitnya.


Itu semua bukan karena pukulan keras Leonard. Melainkan karena ada terlalu banyak Mana yang terserap


pada Tubuh-nya.


“Grahahahaha! Dasar tolol lo, Djinn Dracorion! Emangnya lo nggak sadar, kalo Tubuh lo itu masih fana?!”


Seru Leonard dengan maksud mencemooh Djinn, sebelum ia…


“*SWUSH!!!”


“Mending lo mati aja, Djinn Dracorion!”


…terbang menuju Djinn dan bersiap memukulnya.


Tetapi…


“*Bhuk…”


“!!!”


…ia dikejutkan dengan pukulannya yang melemah.


“…”


Ia juga melihat Mahkota Malaikat dan kedua pasang sayapnya yang terurai menjadi abu.


Karena itu…


“H-Haha…”


…Djinn, yang sudah tidak dalam Demigod Form miliknya, tertawa melihatnya.


“K-Kalo punya Jiwa Malaikat… pasti bisa jadi Malaikat ya…?”


Bisik Djinn dalam keadaan kritis.


“Ternyata… kalo Mana lo abis… lo nggak lebih dari sekedar Manusia biasa… Leonard…! Sekarang bisa apa


lo… tanpa Mana lo—”


“*Krrrttt…”


Leonard langsung mencekik Djinn yang sedang memprovokasi dirinya.


“Justru gue yang harusnya nanya itu ke lo, Djinn Dracorion!”


“*Krrrttt…”


“Mungkin lo habisin Mana di dalem Jiwa gue! Tapi lo bisa apa di kondisi lo yang kayak gitu?!”


Tanya Leonard, sambil mengeraskan cekiknya.


Namun…


“…”


…Djinn hanya tersenyum.


“Hm?! Masih bisa lo senyum—”


“…kan… gue…”


“Hah?! Lo ngomong apa?!”


“B-Bukan… gue… yang… kalahin lo…! K-Karena gue… nggak lebih… dari sekedar… aktor pendukung… yang udah jalanin… perannya…!”


Seru Djinn yang tercekik kepada Leonard, sebelum mereka…


“*DHUUUMMMMMMMMM………”


““*Bruk…””


…merasakan tekanan aura yang dahsyat, yang berasal dari Lapisan Bawah, hingga membuat Leonard terjatuh.


“A-Aura itu… Union Domi…! Nggak mungkin kan Domi itu dateng dari dia?!”


Pikir Leonard akan seseorang yang sangat berbahaya, yang tidak mau ia lawan di kondisinya yang melemah seperti sekarang.


Sementara itu, di Lapisan Bawah.


“Ayo kita pergi ke atas, Garry!”


“Y-Ya, Myllo.”


Myllo hendak pergi bersama Garry ke arena pertarungan, karena ia siap untuk menghadapi Leonard.