Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 441. Dream Feel



6 tahun yang lalu, di sebuah negara yang bernama Lorzaln Kingdom, di mana terdapat Royce yang berusia 15 tahun.


“Kakak Roy, apakah kakak akan menggantikan ayah sebagai Viscount dari House of Greylin?”


“Tentunya, Royce. Walaupun kakak tidak menginginkannya, tetapi inilah tanggung jawab yang harus kakak emban,


demi rakyat kita.”


Kala itu, ayah dari Royce, yang merupakan seorang Viscount, harus kehilangan nyawanya. Dari kabar yang tersiar


di Lorzaln Kingdom, Viscount Greylin meninggal dunia karena mengalami sakit keras.


Akan tetapi Royce dan anggota House of Greylin lainnya mengetahui fakta yang disembunyikan, bahwa Viscount


Greylin mati sesuai dengan rencana anggota kerajaan, setelah ia mengetahui dan hendak mengumumkan kejahatan negara tersebut.


“Oleh karena itu, adikku.”


“*Tap…”


“Pergilah dari negara ini. Selagi negara ini merupakan negara yang tidak terbuka bagi dunia, maka identitasmu


tidak akan diketahui sebagai keturunan Greylin.”


Bisik Roy, kakak dari Royce, sambil memegang pundaknya.


“K-Kakak Roy! Alangkah baiknya jika kita pergi bersama-sama dan—”


“Ayah sangat sayang kepada warga Lorzaln Kingdom, adikku. Jika kakak pergi, maka siapa yang akan melanjutkan perjuangan ayah untuk mereka?”


“…”


Royce terdiam dengan gemetar ketakutan, karena ia harus pergi menyelamatkan dirinya sendiri dan meninggalkan


keluarganya.


Namun Roy mengerti dengan apa yang ia rasakan.


“*Phuk.”


Karena itu ia memeluknya, dengan maksud menenangkannya.


“Jangan takut, adikku.”


“K-Kakak Roy…?”


“Seperti apa yang dilakukan oleh ayah, akan ada waktunya bagimu untuk mengorbankan dirimu sendiri demi


orang-orang yang ingin kamu lindungi. Tetapi saat ini bukanlah waktu yang tepat bagimu, karena ayah ingin melindungimu dari mereka yang menginginkan kemampuan unikmu.”


Bisik Roy kepada Royce, sebelum ia pergi meninggalkan Lorzaln Kingdom.


“Urlant[1], bisakah saya percayakan adik saya kepada anda?”


“Ya, Tuan Greylin. Saya akan menjaga Nyonya Greylin dengan—”


“Jangan anda memanggilnya dengan “Nyonya” seperti itu, Urlant. Karena mulai saat ini juga, Royce bukanlah


anggota dari House of Greylin. Tetapi ia merupakan teman anda. Camkanlah itu, Urlant.”


“Baiklah. Maafkan saya, Tuan Greylin. Mari kita pergi sekarang, Royce.”


“Baiklah, Urlant.”


Balas Royce kepada Urlant Taphus, seorang Elf yang kala itu bekerja untuk House of Greylin.


Semenjak keluar dari Lorzaln Kingdom, mereka bersama-sama memulai karir mereka sebagai sesama Petualang,


sebelum akhirnya bertemu dengan Erkstern dan direkrut sebagai anggota dari Apus Party.


……………


Kembali ke pertarungan antara Gia, Royce, dan Petualang lainnya melawan Marwell, di mana Royce mengalami luka yang serius akibat menggunakan Union Zona kepada Marwell.


“*SWUSH!!!”


Marwell pun berlari dengan cepat untuk menyerang Royce yang masih terluka.


Namun itu adalah momen yang sudah ditunggu oleh Mahadia, semenjak pertarungan mereka dimulai.


“Akhirnya gerak juga lo, sialan!”


“Apa maksud lo—”


((Switch))


“*Cyung!”


“!!!”


Marwell terkejut ketika ia tiba-tiba berpindah dengan sekeja mata, di hadapan Gia.


“Hraaaaagh!”


“*PRANG!”


“Cih!”


Dengan spontan Marwell menciptakan tulang di hadapannya, untuk mengantisipasi serangan Gia.


Akan tetapi, dengan tulang yang ia ciptakan dengan tergesa-gesa, maka tulang tersebut lebih mudah hancur.


“*KRAAAK!!!”


“*BRUK!!!”


Karena itu Marwell harus bergerak kembali untuk menghindari serangan Gia.


“♫La la la la la……”


“*Bruk…”


““!!!””


Marwell terkejut ketika ia kembali mendengar suara senandung merdu dari Royce. Bahkan Petualang lainnya juga terkejut dengan apa yang Royce lakukan, mengingat apa yang telah terjadi kepadanya.


“Royce! Kok lo—”


“S-Sudah saya bilang… Maha…! Kita… akan menghadapinya… sampai titik darah penghabisan…!”


“Tapi—”


“S-Saya yakin…. b-bahwa Zorlyan… akan melakukan hal yang sama… jika ia… akan menghadapi… Leonard…!”


“Keuk…!”


Walaupun merasa khawatir, Mahadia merasa kesal dengan Royce, yang bertekad untuk melanjutkan aksi berbahayanya.


“Y-Yaudah…!”


“*Swush!”


“Pokoknya! Lo nggak boleh mati! Royce!”


Tegas Mahadia kepada Royce.


“*Crat, crat, crat…”


Aliran darah semakin mengucur dengan deras dari telinga, hidung, dan mata Royce.


“Urgh…! Uaaaargh…!”


Sementara Marwell semakin dipersulit oleh senandungnya yang merdu, sehingga ia kesulitan untuk berdiri.


“Hraaaaagh!”


“*Shrak!”


“Keuk…!”


Mahadia berhasil menusuk Marwell. Akan tetapi tusukannya tidak tertancap dengan dalam, karena Marwell mampu menahan dengan tulang ciptaannya.


“♫La la la lala la…”


““*Crat…””


Royce terus mengalami pendarahan. Namun ia tetap bersenandung untuk menaklukan Marwell.


((Iron Crusher))


“*PRANG!!!”


“Aaargh…!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


Walaupun Marwell berhasil menahan serangan Gia dengan tulangnya, Marwell tetap harus terlontar hingga berguling-guling karena serangan Gia yang keras.


“♫La la la la… la… laaa…”


“D-D-Da… Dasar… Observer… breng—”


{Swordfish Blade}


“*Shrak!”


“Akh…!”


Sambil mendengar senandung dari Royce, kali ini Marwell harus menerima serangan dari Molly, yang menggunakan teknik pedangnya.


““*Vwumm…””


“*Truktruktruk…”


Sonda juga ikut menyerangnya dengan ribuan panah berapi dari sihirnya. Namun Marwell mampu menciptakan tulang yang besar, yang mampu mencegah semua panah berapi itu.


Tetapi karena keadaannya yang lemah…


“*VWUMMM!!!”


…tulang tersebut seketika terbakar hingga menjadi abu.


“♫Laaa… la la… laaa…”


Royce tetap tidak berhenti bersenandung, walaupun Marwell tetap berusaha melawan serangannya.


“*Prang, prang, prang…”


““*Chring, chring, chring…””


“*Vwumm, vwumm, vwumm…”


Gia, Mahadia, Molly, serta Sonda, tidak berhenti menyerang Marwell. Sementara Marwell dengan susah payah menghentikan serangan mereka, sambil berusaha sekuat tenaga untuk melawan senandung dari Royce.


Hingga akhirnya, keadaan yang mengkhawatirkan Gia dan rekan-rekannya terjadi.


“*CRATTT!!!”


“Akh…”


“*Bruk…”


“ROYCE!!!”


Teriak Mahadia dengan khawatir, setelah Royce terjatuh karena aliran darah yang deras keluar dari Tubuh-nya.


“Huff… huff… huff…”


Dengan merasakan letih dan pusing, Marwell berusaha bangkit berdiri.


“Hraaaagh—”


“*PRANG!!!”


“Keuk…!”


Gia berusaha menyerang Marwell. Tetapi Marwell dengan mudah mendorongnya dengan tulang ciptaannya. Beruntung Gia dengan spontan menahan tulang tersebut dengan World Quaker.


“*Swush!”                ““*Vwumm…””


Bersama-sama, Molly berlari menuju Marwell, sementara Sonda menembak dengan panah berapi.


Akan tetapi…


“*SWUSH!!!”


“Aaargh!”


…Marwell mampu menghempas Molly dan panah berapi Sonda dengan tulang raksasa ciptaannya.


“Royce! Royce! Royce!”


“*Tap, tap, tap…”


“BANGUN, BRENGSEK!!!”


Teriak Mahadia kepada Royce yang tidak sadarkan diri.


Karena Royce yang terjatuh, Marwell pun merasa puas.


“Hahahaha! HAHAHAHA!!!”


Ia tertawa dengan lepas, setelah menyadari bahwa Royce, yang menjadi hambatan terbesarnya, sudah tidak sadarkan diri.


“Lo itu pake ((Voice Magic)) kan, Royce Greylin?!”


“…”


“Ya bisa dibilang itu salah satu pecahan dari ((Mind Magic)), di mana senandung lo itu bisa manipulasi pikiran gue. Tapi lo terlalu nekat untuk pake kekuatan sebesar itu!”


“…”


“Andai kita saling berhadapan 5 sampe 10 tahun lagi, mungkin gue nggak akan bisa lawan manipulasi pikiran lo lewat senandung lo itu. Ya seenggaknya gue beruntung deh, karena lawan lo yang belom punya pengalaman


yang banyak untuk pakai Union!”


Seru Marwell kepada Royce yang tidak sadarkan diri.


Akan tetapi, ia terkejut dengan apa yang ia saksikan berikutnya.


“Tentu saja, Marwell Morc. Saya memang berusaha menaklukan pikiran anda.”


“!!!”


Ia terkejut dengan adanya Royce di belakangnya.


“…”


Ia kemudian memperhatikan Royce yang juga terbaring dengan aliran darah dari telinga, hidung, dan matanya.


Karena itu, ia merasa ada sesuatu yang aneh.


“K-Kok lo… ada dua…?”


“Hm? Apakah hanya saya saja yang ada dua?”


“A-Apa maksud lo—”


“Perhatikan baik-baik. Itu adalah anda, Marwell Morc.”


“!!!”


Marwell dikejutkan dengan menyaksikan dirinya sendiri yang masih tertawa lepas, setelah ia menghempaskan Molly dan panah berapi dari Sonda. Ia juga merasakan sesuatu yang aneh di sekelilingnya.


“K-Kenapa… Kenapa semuanya… pada diem aja…?! Kesannya kayak waktu… lagi berhenti berputar…!”


“Karena anda sedang dibawah pengaruh Zona saya.”


“Z-Z-Zona… Zona macem apa ini…?!”


Tanya Marwell dengan gelisah dan khawatir.


“{((Voice Zona: Dream Feel))}.


Dengan sihir saya, maka anda merasa seperti keluar dari Tubuh anda sendiri.


Anda akan merasakan sensasi seperti waktu yang berhenti berputar. Tetapi jangan khawatir. Ini hanya sihir saya yang memanipulasi pikiran anda, sementara waktu tetap berputar seperti sedia kala.


Sementara saya yang berada di dekat anda ini, tidak lebih dari sekedar mimpi saja.”


Jelas Royce terkait kekuatan sihirnya yang sangat berbahaya.


“…”


Marwell merasa takut dengan Royce. Tetapi bukan berarti ia tidak berhenti mengancamnya.


“*Krrrttt…”


Dengan tangannya yang gemetar ketakutan, Marwell mencekik Royce.


“C-C-Cepet! K-Keluarin gue dari sini! Royce Gremlin!”


“Apakah anda yakin—”


“Gue bilang cepet keluarin gue dari sini! Sekarang juga!”


“Baiklah jika itu kemauan anda. Namun biar saya katakan ini kepada anda.”


“…”


“Jangan sampai anda menyesal, wahai Executioner.”


Balas Royce, yang mengabulkan permintaan Marwell.


Tetapi ketika Marwell keluar dari manipulasi pikiran Royce…


“Eh…?”


…ia mendapati kepalanya yang berada di tanah, sementara ia menyaksikan Tubuh-nya yang sudah tidak berkepala.


“*Crat, crat, crat…”


Ia juga memperhatikan belati milik Mahadia yang berlumuran darah miliknya.


“K-Kepala gue… dipenggal… cewek Fratta itu…?”


Pikir Marwell dengan heran.


Karena menyaksikan semua itu…


“H-H-Harusnya… gue… tetep di dalem ilusi itu aja… supaya… gue nggak liat… badan gue… yang… tanpa… ke…pa…la…”


…ia mati terbunuh dengan rasa penyesalan, setelah tidak mendengar apa yang dikatakan Royce.


____________________


[1]Elf yang merupakan Keeper dari Apus Party, yang terbunuh karena merelakan dirinya untuk menyembuhkan rekan-rekannya di dekat Marklett Town (Chapter 65 & Chapter 75-1).