
Leo Guild akan menyerang Bakufu. Tetapi sebelum semuanya dimulai, Tetsuo telah mengerahkan seluruh pasukan prajurit untuk merapatkan barisan pertahanan di Chūbo Town.
Mengetahui apa yang dilakukan oleh Bakufu, Leonard hendak membuat rencana baru dan kembali bersama beberapa anggotanya.
Tetapi sebelum menjelaskan rencananya…
“*Crat…”
“Keliatannya udah nggak ada lagi sampah-sampah di sekitar kita.”
…Leonard membunuh seluruh anggota Leo yang tidak sanggup untuk bertarung.
“D-D-Dasar gila…! K-Kenapa gue harus ngeliat ini semua…?!”
Pikir Daphine dengan takut, ketika melihat aksi Leonard.
“Denger gue, kalian semua! Khususnya kalian, The Executioners! Gue mau kalian buat kekacauan di antara semua prajurit Bakufu!”
“Terus lo gimana, bos?”
Tanya Marwell kepada Leonard.
“Gue bisa rasain ada banyak Mahluk Abadi di sana! Makanya itu gue mau pantau semua Mahluk Abadi yang cocok untuk gue jadiin Tantangan di Chaoseum!”
Jelas Leonard kepada Marwell dan seluruh anggota Leo lainnya, sebelum mereka bersama-sama memulai rencananya.
““…””
Leonard bersama Leo Guild berjalan bersama menuju Chūbo Town yang akan mereka serang. Ia hendak menyerang kota tersebut hanya dengan 80 anggota, termasuk Daphine, Gravanghar, Kornell, serta ketiga Executioners. Sementara anggota lainnya menetap di Nemelion.
Namun ketika mereka hendak menuju Chūbo Town, mereka mendapati adanya Kitakaze Village di hadapan mereka.
“Bos, keliatannya itu pemukiman desa.”
“Terus kita harus gimana, bos?”
Sahut Passio dan Marwell secara bergantian.
Sedangkan Leonard hanya tersenyum, sebelum memerintahkan anggotanya.
“Bastheus!”
“Siap, bos!”
Sahut Bastheus, yang langsung berjalan menuju desa tersebut.
((Berserker Empowerment…
“…”
…ULTIMATE CLAP))
“*PHAK!!!”
“*SWUSH!!!”
Dengan kekuatannya, warna Tubuh Bastheus seketika berubah menjadi merah. Setelah itu ia menepuk tangannya dengan sangat keras, hingga menghempaskan angin yang kencang dan menghancurkan seluruh desa tersebut hingga merata.
“Muahahaha! Maafin gue kalo kesannya gue pamer, bos!”
“Hmph! Baru gitu aja—”
“Hati-hati ya, bos! Gue nggak pernah pakai kekuatan gue loh, waktu kita pertama kali bertarung! Bisa aja lo
mati karena sihir tadi!”
Kata Bastheus kepada Leonard, seakan ia mengancamnya.
“…”
Leonard hanya tersenyum, walaupun ia juga terlihat sangat kesal dengan perkataannya.
Sementara anggota Leo yang berada di belakang mereka…
““…””
…semakin takut dengan aksinya, khususnya bagi mereka yang dibawa secara paksa oleh Bastheus untuk menjadi anggota Leo Guild.
““…””
Perlahan-lahan, mereka semua menyaksikan abu dari efek serangan Bastheus yang memudar. Namun yang mereka dapati, justru membuat Bastheus kesal.
“Bos, keliatannya desa ini udah kosong.”
“Ya. Gue juga nggak liat adanya satupun mayat di desa ini—”
“Cih! Dasar bajingan, mereka semua! Bisa-bisanya mereka tipu gue! Nggak akan gue maafin mereka—”
“*Krrrttt…”
“Lepas ((Berserker Empowerment)) lo, Bastheus!”
Tegas Leonard, sambil menggenggam kepala Bastheus dengan sangat keras.
“…”
Karena menanggalkan sihirnya, Tubuh Bastheus pun kembali seperti semula. Namun kekesalannya tetap ada pada dirinya.
“Ternyata mereka pinter juga, bos.”
“Lo tau sesuatu, Marwell?”
“Ya. Keliatannya mereka tau arah kedatangan kita. Makanya itu mereka kosongin desa ini, cuma untuk dihancurin. Tambah lagi, mereka udah siap untuk “sambut” kita di kota itu.”
Jelas Marwell kepada Leonard.
Sementara itu, di depan Tenshujū. di mana Tetsuo dan para Kepala Komisi berada.
“Lapor! Kitakaze Village telah hancur!”
Lapor seorang anggota Bakufu di hadapan Tetsuo dan para Kepala Klan.
Tetapi mendengar laporan tersebut, mereka tidak khawatir.
“Huuuhh…! Untung saja mereka menyerang desa itu!”
Seru Yasukata dengan lega.
“Ishisaru-dono, jelaskan kepada-Ku terkait caramu mengetahui arah kedatangan mereka.”
“Baik, Shogun-sama. Seperti yang Shogun-sama jelaskan sebelumnya, bahwa Shogun-sama merasakan adanya aura yang sangat berbahaya dari arah utara. Oleh karena itu, saya merasa yakin bahwa mereka akan datang melewati Kitakaze Village.”
Jelas Yasukata kepada Tetsuo.
“Seperti yang diharapkan, Yasukata-san! Pantas saja kau menjadi pemimpin Komisi Investigasi! Gyahahaha!”
““…””
Tetsuo dan semua Kepala Komisi hanya menatap Toshiko yang tertawa.
Sementara Katanaka…
“T-Toshiko-chan! Toshiko-chan! Tidak seharusnya anda tertawa di tengah kondisi seperti ini!”
…mengkhawatirkan dirinya, jika ia menerima amarah dari Tetsuo dan Kepala Komisi lainnya.
“Lapor! Kini mereka terlihat di pinggir Chūbo Town!”
Kembali lapor anggota Bakufu kepada mereka semua.
“…”
Tetsuo hanya terdiam. Seketika ia merasa khawatir dengan bahaya yang akan dibawa oleh Leonard.
Selain itu…
““…””
…ia dan Leonard sudah saling bertatapan dengan satu sama lain, walaupun dari jarak yang sangat jauh.
“Baiklah! Perintahkan kepada seluruh pimpinan pasukan, agar mereka bersiap!”
“Baik, Nagaimimi-sama!”
Balas salah seorang anggota Bakufu lainnya, sebelum menyampaikan berita kepada para prajurit yang berada di
Chūbo Town.
Hingga akhirnya, ada sesuatu yang janggal, yang berada di tengah-tengah mereka.
“Lapor!”
“Ada apa?!”
“Mereka… menghentikan langkah mereka!”
““???””
Tetsuo dan Kepala Klan lainnya merasa heran dengan maksud dari laporan tersebut.
Sedangkan di atas bukit, yang berada tidak jauh dari Chūbo Town.
“Denger gue, kalian semua!”
““…””
“Sekarang gue mau buka jalan untuk kalian!”
“Muahaha! Makasih, bos—”
“Tapi kalo sampe kalian semua kalah…”
““…””
“…kalian tau sendiri akibatnya, kan?!”
““Siap, bos!””
Jawab ketiga Executioners kepada Leonard.
“…”
Leonard pun berjalan ke depan.
“*Fwup…”
Ia kemudian mengangkat tangannya ke atas, sebelum merapal sihirnya.
{((Star Zona: Asteroid Fall))}
Dengan sihirnya, seketika terdapat suatu cahaya berukuran kecil yang keluar dari tangannya.
“…”
“Hey! Apakah kalian melihatnya?!”
“Mengapa ada cahaya yang ditembakkan dari arah hutan itu?!”
“T-Tetapi… kemanakah cahaya itu?!”
Sahut beberapa para prajurit yang berada di Chūbo Town, setelah mereka semua menyaksikan cahaya dari lokasi di mana Leonard dan anggotanya berada.
““…””
Tetsuo dan Kepala Klan lainnya juga menyaksikan cahaya tersebut.
Hingga tiba-tiba…
“*Chring…!”
…terlihat suatu cahaya yang mengkilap dari atas langit.
“Hey! Apakah cahaya itu—”
“SEMUANYA!!! PERGI DARI SANA!!! SEKARANG JUGA!!!”
Teriak Tetsuo, ketika Nakatoki sedang berbicara.
“S-Shogun-sama! Ada apa—”
“*CYUT!!!”
““*BOOOMMMMM!!!!!!””
““Aaaaaaarrrggghhh…””
““!!!””
Seluruh anggota Bakufu sangat terkejut, ketika mereka mendapati cahaya tersebut meluncur dengan sangat cepat menuju tengah-tengah Chūbo Town.
Karena serangannya, Leonard berhasil menghancurkan wilayah utara Chūbo Town.
Setelah itu…
“Pergi sana! Buat kekacauan di kota itu!”
“OK, bos!”
“Lo semua denger, kan?! Ayo kita serang mereka semua!”
““HRUAAAAAGGGHH!!!””
…semua anggota Leo mulai bergegas menyerang Chūbo Town.
“M-Mustahil…! Kekuatan macam apa i—”
“Bagaimana dengan pasukan yang berada di Chūbo Town?!”
Tanya Tetsuo yang lebih memperdulikan pasukannya, sementara para Kepala Klan masih terkejut dengan serangan Leonard.
“D-Da… Dari total 45,000 prajurit Bakufu… k-kini hanya tersisa… 200 prajurit…!”
““!!!””
Tetsuo dan Kepala Komisi lainnya sangat terkejut dengan laporan tersebut.
Sementara itu, di Chūbo Town.
“*Chring, chring, chring…”
“*Shrak!”
“Aaargh…”
Beberapa prajurit Bakufu berhasil mengalahkan beberapa anggota Leo.
Hal tersebut membuat ketiga Executioner, yang juga ikut bertarung, sangat marah.
“S-Sialan…! Kenapa kita harus ikut—”
“*Shruk…”
““!!!””
Beberapa prajurit Bakufu dikejutkan dengan salah seorang anggota Leo yang tertusuk dengan tulang raksasa yang tajam.
“Dasar lemah! Kalian sadar nggak sih, kalo Bos Leonard tau kalian gampang dikalahin begitu, gue bisa dihajar dia?!”
Seru Marwell, setelah membunuh rekan-rekannya.
“Keterlaluan!”
“Ia membunuh rekannya sendiri—”
“Nggak usah ikut campur, dasar binatang!”
““!!!””
Beberapa anggota Bakufu merasa kesal dengan hinaan dari Marwell.
“Dasar mahluk hina—”
((Bone Magic: Sharp Bones))
““*Shrak!””
Dengan sihirnya, Marwell mengeluarkan tulang-tulang yang sangat tajam dari lengannya dan menusuk seluruh anggota Bakufu yang hendak menyerangnya.
“Serang pria itu!”
““Hruaaaagh!””
Beberapa prajurit juga hendak menyerang Passio.
Tetapi dengan mudah Passio membunuh mereka semua.
{Sickle of Living Harvest}
““*Shrak, shrak, shrak…””
Dengan teknik sabit yang ia gunakan, Passio berputar-putar dengan cepat dan gemulai, hingga tidak bisa diikuti oleh mata para prajurit yang menyerangnya.
“*BRUK!!!”
““Aaaarggh…””
Dengan fisiknya yang sangat kuat, Bastheus memukul tanah dengan sangat keras, hingga beberapa prajurit merasakan adanya getaran yang memusingkan mereka.
“Muahahaha! Belom selesai!”
“*BHUK!!!”
“Dasar binatang sialan!”
“*BHUK!!!”
“Berani-beraninya…”
“*BHUK!!!”
“…kalian semua tipu gue!”
Seru Bastheus, sambil memukul seluruh prajurit yang ada di hadapannya.
Karena aksi mereka bertiga yang brutal, para prajurit pun merasa takut karenanya.
“S-Si-Sial…!”
“M-Mungkin anggota lainnya tidak berbahaya…! Tetapi ketiga orang ini… sangatlah kuat…!”
“E-Entah mengapa… kita seperti menghadapi tiga Iblis yang mengamuk…!”
Seru beberapa prajurit dengan gemetar ketakutan.
“Muahahaha! Sini kalo berani! Biar gue yang—”
“*BHUK!!!”
“!!!”
Bastheus seketika dikejutkan dengan adanya Nagamichi yang memukulnya dengan sangat keras.
“Graugraugrau! Tidak disangka ada yang membuat prajurit kita ketakutan!”
Seru Uchiyoshi yang datang bersama Nagamichi.
“*Shringgg…”
“Cih!”
“…”
Passio terpaksa menjaga jarak, setelah mendapati Toshiko dan Katanaka yang ada di hadapannya.
“*Krak!”
“Hah?!”
Seru Marwell dengan terkejut, setelah tulang ciptaannya hancur karena serangan dari Yasukata dan Katanoki.
“Semuanya!”
“Jangan takut!”
“Karena kita…”
“…ada di sini…”
“…untuk menghadapi…”
“…semua bedebah ini!”
Seru Katanaka, Nagamichi, Uchiyoshi, Toshiko, Katanoki, dan Yasukata, secara bergantian, sebelum mereka semua menghadapi ketiga Executioners.
Akan tetapi baik Tetsuo, Miyako, Kepala Komisi, maupun prajurit Bakufu lainnya tidak menyadari, jika seseorang telah menyelinap masuk melewati mereka semua.
“Grahahaha! Ini ya yang namanya Klan Kazedori?!”
“Hm? Ada sepertinya ada seorang Mahluk Fana yang berani menantang kita.”
Sahut salah seorang Leluhur Klan Kazedori kepada Leonard, sebelum seluruh Kitsune menghadapi seorang Manusia yang akan membinasakan mereka semua.