Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 428. The Berserkers



Dalbert telah membebaskan para Petualang yang berada di Lapisan Bawah, kecuali Cassidian Arnault, Striker Kasta Jingga dari Rosalba Guild.


Walaupun Cassidian tidak berniat untuk ikut dengannya, ia tetap membantu Dalbert dengan memberikan sebuah informasi terkait rahasia dibalik sihir yang digunakan Zophiel.


“Gitu aja kan?”


“Ya. Hanya itu saja informasi yang bisa saya berikan kepada anda, Dalbert Dalrio.”


“Yaudah. Kalo gitu gue pergi sekarang bareng mereka semua. Jangan nyesel kalo kita semua menang lawan


Leonard.”


“…”


Cassidian hanya menganggukkan kepalanya, sembari menyaksikan kepergian Dalbert dan para Petualang lainnya.


““…””


Dalbert beserta Paul, Alethra, serta Awva, mulai pergi bersama-sama dengan Petualang lainnya untuk keluar dari Lapisan Bawah.


Namun, mereka kedatangan tamu.


“*FWUSHHHH!!!”


““!!!””


Seketika mereka sama-sama merasakan hempasan angin yang sangat kencang, yang hampir menerbangkan mereka.


“S-Siapa tuh…?! Kok tiba-tiba ada angin—”


“Muahahaha! Bener kata Bos Leonard! Ternyata ada tikus di Lapisan Bawah! Nggak gue sangka dia lagi-lagi


bener!”


““…””


Dalbert, Paul, serta Hakuya, menatap tajam kedatangan Bastheus di hadapan mereka.


Sementara Alethra, Awva, serta Petualang lainnya…


““…””


…gemetar ketakutan karenanya.


“S-S-Sialan…! D-Dari semua anggota Leo… kenapa harus dia yang dateng…?!”


“D-Dia itu… Executoiners kan…? A-Apa salah kalo kita… keluar dari penjara…?”


“T-Terus kita harus gimana…?”


“…”


Dalbert mendengar keluhan para Petualang. Ia mengerti dengan ketakutan yang mereka rasakan.


Karena itu, ia membuat sebuah keputusan yang mengejutkan.


“Slasher.”


“Apa?”


“Tarruc Taur itu Kapten yang hebat kan?”


“Hah?! Kok lo tiba-tiba tanya kayak gitu?! Pastinya dia itu—”


“Kalo dia Kapten yang hebat, harusnya lo bisa ikutin cara dia untuk pimpin orang sebanyak ini, bukan?”


“M-Maksud lo…”


“Ya! Gue mau lo pergi sekarang dari sini untuk pimpin mereka semua! Biar gue yang lawan bajingan ini!”


“Hah?! Tapi lawan lo itu—”


“Tenang aja! Gue pasti menang lawan dia!”


Seru Dalbert kepada Hakuya, sambil tersenyum.


“Semua! Ayo ikut gue pergi dari sini! Biarin orang ini yang lawan dia!”


“H-Hah?! S-Seriusan—”


“Lo denger dia kan?! Buruan sana!”


Tegas Dalbert kepada para Petualang, agar mereka pergi mengikuti Slasher.


“Y-Yaudah!”


“K-Kalo gitu kita pergi sekarang…!”


“Makasih banyak, Dalbert Dalrio!”


Balas beberapa Petualang, yang kemudian pergi bersama Slasher.


“Muahahaha!”


“*Swush!”


“Kalian kira gue pasti biarin kalian pergi gitu a—”


“*DOR!!!”


“!!!”


Bastheus melompat tinggi, dengan maksud menyerang Hakuya dan para Petualang lainnya. Tetapi Dalbert berhasil menembak pundaknya dengan senapan jitu yang ia gunakan, sehingga pundaknya berlubang.


“*Bruk…”


“Keuk…!”


“…”


Dalbert menatap Bastheus yang jatuh kesakitan.


Sementara Bastheus yang merasa kesakitan…


“Cih! Berani-beraninya lo pandang rendah gue!”


…merasa Dalbert memandangnya dengan angkuh.


((Berserker Empowerment: Self-Heal))


“…”


Bastheus mampu berdiri kembali. Berkat sihir yang ia gunakan, ia mampu menyembuhkan dirinya.


“Muahahaha! Hebat juga senjata lo! Ternyata bisa bikin gue luka kayak gitu—”


((Nunchaku))


“*Swush…”


“…”


Dalbert langsung menyerang Bastheus yang lengah karena sedang berbicara. Tetapi Bastheus mampu menghindari ayunan nunchaku yang ia gunakan pada Bracelet Armament miliknya.


“Hmph! Senjata kayak gitu nggak akan mempan untuk gue—”


“Kalo nggak mempan, kenapa lo hindarin? Jangan bilang lo takut?”


“Keuk!”


Bastheus merasa kesal, karena ia setuju dengan apa yang dikatakan Dalbert.


“*Swush, swush, swush…”


Dalbert terus mengayunkan nunchaku yang ia gunakan.


“Humph!”


“*SWUSH!!!”


Tetapi Bastheus mulai menyerangnya balik dengan ayunan pukulan yang keras.


“*BRUK!!! BRUK!!! BRUK!!!”


“…”


Kali ini Dalbert yang harus menghindari semua serangan dari Bastheus. Sedangkan Bastheus sendiri memukul tembok dan lantai di sekitar Lapisan Bawah karena gagal memukul Dalbert.


“Ayo, sini! Jangan menghindar doang!”


“…”


Dalbert tidak menjawab provokasi dari Bastheus. Ia sedang berkonsentrasi penuh untuk memprediksi arah pukulan Bastheus.


Tetapi ada satu hal yang tidak ia perkirakan, karena terlalu fokus pada serangan Bastheus.


“S-Sialan!”


Seru Dalbert dengan kesal, karena ia akan terjatuh karena lantai yang rusak akibat pukulan Bastheus.


“Muahahaha! Diem lo di situ!”


“*Swush!”


“Biar gue hancurin badan lo!”


Seru Bastheus, sambil melompat menuju Dalbert.


Namun Dalbert tidak menyadari bahwa ada beberapa orang yang menunggunya.


“*PRANG!!!”


“Keuk…!”


“A-Alethra…?!”


Bisik Dalbert dengan tidak percaya, setelah Alethra datang untuk menahan serangan Bastheus yang akan menyerangnya.


Tetapi ia juga dibuat heran dengan aksi Alethra yang melindunginya.


“Nggak masuk akal! Kok dia bisa tahan pukulan sekeras itu pake satu tangan aja?! Belom lagi pedangnya yang berat!”


Pikir Dalbert dengan heran. Hingga ia menemukan jawaban dibalik pertanyaannya.


“Kecuali—”


“Gimana, Elf?! Seenggaknya lo udah lebih kuat, kan?!”


“P-Padahal kita sama-sama Elf! Tapi kalo nggak karena lo, mungkin gue udah mati dipukul bajingan ini!”


“…”


Sambil bangkit berdiri, Dalbert menyaksikan diskusi antara Alethra dan Awva kepada satu sama lain.


“*SWUSH!!!”


“*BHUK!!!”


“Ueeergh!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


Selain Alethra dan Awva, Paul juga datang dengan melompat ke arah Bastheus dan memukul wajahnya dengan sangat keras, hingga Bastheus terlontar di atas lantai.


“Cih! Ternyata masih ada yang lain ya?!”


Seru Bastheus dengan kesal.


“Woy! Kalian kenapa nggak ada yang ikutin Slasher?! Kenapa masih pada di sini—”


“Gue nggak akan tinggalin lo, Bos—Dalbert!”


“Hah?! Kok—”


“Kita udah lama nggak ketemu! Makanya itu, anggap aja gue mau balikin kenangan kita yang sama-sama kerja sama ngebentuk BBE!”


Jawab Alethra terkait alasan kedatangannya kembali.


Sementara Paul dan Awva memiliki jawaban yang berbeda.


“Asal lo tau aja, mantan bandit! Bedebah itu yang jadi alesan kita dibawa pergi ke sini! Tambah lagi… dua rekan kita… Vizrox sama Kristotte…”


“Kalian juga mau bales dendam? Yaudah deh, apa boleh buat. Karena gue juga mau balesin dendam dari sesama bandit juga.”


Jawab Dalbert, setelah mendengar penjelasan dari Paul.


“Muahahaha!”


““…””


“Lo berdua… mau bales dendam kalian untuk kadal sampah itu… sama cewek sok kuat itu…?!”


““!!!””


Mereka berempat mendengar perkataan Bastheus yang menghina Vizrox dan Kristotte.


Karena itu, Paul tidak bisa menahan amarahnya terhadap Bastheus.


“Awva! Gue minta tolong sekali lagi!”


“Tunggu, Paul! Gue juga sama keselnya kayak lo! Tapi—”


“Bukannya lo seneng kalo gue tunjukkin identitas asli gue?!”


“P-Paul…! Tunggu dulu—”


“Gue yakin… mereka nggak akan kasih tau ke gue… tentang siapa gue… ke Bos Ollie!”


Seru Paul, sambil merubah wujudnya.


““…””


Dalbert dan Alethra menyaksikan Paul yang berubah wujud, tanpa merasa terkejut. Karena aksinya, Awva merasa heran dengan Dalbert, yang pertama kali melihat perbuahan Paul.


“W-Woy…! Kok lo nggak kaget sama—”


“Sama orang ini yang sebenernya Orc? Kenapa gue harus kaget?”


“W-Wajarlah kalo lo kaget! Dia itu Monster Intelektual, loh! Harusnya—”


“Bawel! Lo kira gue nggak punya anak buah yang satu ras sama dia?!”


“Hah?”


“Nggak cuma Orc aja! Mau Goblin, Ogre, bahkan Troll, anak buah gue ada macem-macem!”


Jelas Dalbert kepada Awva.


Namun berbeda halnya dengan Bastheus.


“L-Lo itu… Orc…?!”


“(Ya! Kenapa?! Takut lo?!)”


“Muahahaha! Kenapa harus takut?! Justru gue nggak ngerasa bersalah kalo harus bunuh lo! Karena lo itu nggak lebih dari sekedar Monster—”


“(Hmph! Berani lo ngomong kayak gitu?! Apa perlu gue ingetin lagi, kalo lo waktu itu sengaja hajar gue duluan yang lagi makan, karena lo mau tangkep Lynx Party tanpa adanya gangguan dari gue?!)”


“!!!”


Bastheus kembali dikejutkan dengan kebenaran yang dipaparkan oleh Paul.


“(Lo itu Berserker kan?!)”


“…”


Bastheus tidak menjawab pertanyaan Paul.


Sementara Paul sendiri…


((Berserker Empowerment…


“*Krrrttt…”


…Boiling Physics))


…menggunakan kekuatan yang serupa dengan Bastheus, sebagaimana dirinya juga merupakan seorang Berserker sepertinya.


“(Sini biar gue tunjukkin kekuatan asli Berserker—)”


“Tunggu dulu.”


“(Hah?! Ngapain lo?!)”


“Gue paham kalo lo udah tunjukkin kekuatan asli lo. Tapi kita nggak boleh gegabah untuk lawan bajingan itu! Kita punya pola untuk serang dia!”


“(Cih! Entah kenapa omongan lo agak mirip sama Evri! Dasar Observer!)”


Balas Paul kepada Dalbert, sebelum ia bersama Dalbert, Alethra, serta Awva, mulai menyerang Bastheus.


Sedangkan Bastheus…


“Muahahaha!”


“…”


“Akhirnya gue bisa lebih serius!”


…mulai menggunakan sarung tangan baja miliknya, dengan maksud membunuh mereka semua.