
“Uhm… Aku ada di mana…?”
Tanya Gia yang kembali sadar setelah pertarungannya dengan Gadlu.
“Gia, jangan bergerak! Kau baru saja pulih dari rasa lelahmu!”
Sahut Jennania kepada Gia.
“Bathiman tadi… ada di ma—”
“Tenang saja. Ia sedang bertarung di sana.”
“…”
Gia pun menyaksikan pertarungan antara Gadlu dengan Nemesia. Kemudian ia mencoba untuk bangkit berdiri,
walaupun masih lelah setelah bertarung dengan Gadlu.
“Je-Jennania…”
“Gi-Gia! Jangan bergerak terlebih dahu—”
“Myllo… Djinn… Ayo kita bantu mereka…!”
“Gia…”
Bisik Jennania yang tidak sanggup melarangnya untuk berdiri agar bersitirahat.
“Baiklah, Gia.”
“…”
“Tapi ingat ini, Gia. Apapun yang terjadi di sana, jangan kau berani-beraninya untuk ikut bertarung. Paham?”
“Ta-Tapi—”
“Gia…?”
“O-O-OK…”
Balas Gia yang tidak sanggup membantah Jennania.
Bersama-sama, mereka pergi menuju Myllo yang sedang bertarung dengan Serpentis.
……………
Di pertarungan antara Myllo dengan Klavak dan Serpentis.
“Hyaaat!”
“*TUK!”
““Aaargh!””
Myllo mengalahkan beberapa anggota Serpentis dengan teknik tongkatnya.
“Myllo!!!”
“*Bwush!”
Klavak yang menyerang dari jarak jauh pun menyerang Myllo menggunakan Sihir Air miliknya.
{Kazedoryū: Hansha}
“*Tung…”
“*Bwush!”
Dengan teknik tongkatnya, Myllo memukul bola air yang Klavak gunakan, yang terpantul kembali ke arahnya.
“*Bwush!”
“Lo kira gue bisa diserang pake air?!”
“Hehe! Gue tau soal itu, Klavak! Karena gue tau kalo lo kuat!”
“Cih!”
Klavak merasa kesal ketika mendengar pujian dari Myllo, yang seharusnya menjadi lawannya.
“Cih! Dia masih bisa berdiri, tanpa berpindah tempat!”
“Bagaimana mungkin pria seperti dirinya bisa kuat seperti itu?!”
Seru beberapa anggota Serpentis yang heran dengan Myllo.
Namun, Klavak yang menganalisa Myllo dari jauh mampu menaikkan semangat mereka semua.
“Semuanya! Perhatiin baik-baik!”
““Hm?””
“Dia udah kecapean karena sendirian! Sedangkan kalian masih bisa terus-terusan berdiri karena ada gue sebagai Keeper yang bisa atasin rasa capek kalian!”
Seru Klavak kepada sesama anggota Serpentis.
“Jangan takut! Lawan kalian cuma satu orang! Sebentar lagi dia tumbang! Paham?!”
““Ya!””
Seru seluruh anggota Serpentis menjadi semangat setelah mendengar kata-kata Klavak.
Sedangkan Myllo…
“Hehe! Sialan lo, Klavak! Bisa-bisanya lo nyerang gue sambil sembuhin anggota lo secara bersamaan! Pantes
aja lo jadi Keeper kepercayaan Kak Sylv!”
…berbisik dan tersenyum ketika melihat aksi Klavak.
“Cih!”
Klavak semakin kesal karena mendengar bisikan Myllo, yang kembali memujinya.
“Myllo! Lo kira gue lagi bercanda?! Hah?!”
“*Bwush!”
Klavak kembali menyerang dengan Sihir Air miliknya.
“*Tung…”
“Keuk!”
Lalu Myllo memantulkan kembali sihirnya dengan tongkatnya.
Namun, ia terlalu fokus kepada Klavak, sampai melupakan anggota Serpentis yang akan menyerangnya.
“Bagus! Kita berhasil dia sekarang juga!”
“Mati lo, Myllo Ol—”
“*Dor, dor, dor!”
““Aaargh!””
“Wuoaaah! Dalbert!”
Beruntung Myllo kedatangan bantuan dari rekan-rekannya.
Namun…
“Eh?! Tadi yang nembak Dalbert, kan?! Kenapa dia nggak keliatan?!”
…ia tidak melihat Observer dari Party-nya tersebut.
“Siapa yang menembak ki—”
“*Shrak!”
“Akh!”
Dengan bentuknya yang kasat mata, Dalbert menyerang anggota Serpentis.
“Observer! Cari orang itu!”
“*Shrak!”
“Cih! Dasar sialan!”
Seru Klavak dengan kesal ketika menyaksikan beberapa Observer dari Serpentis yang terbunuh oleh Dalbert.
“Myllo! Maapkeun aing, Myllo!”
“Wuhuuu! Garry!”
Seru Myllo ketika melihat Garry yang datang dan langsung menyembuhkan rasa letih darinya.
“Semuanya! Serang Keeper itu!”
““Ya!””
“Hieeekh!”
Garry pun menjerit ketakutan karena menjadi target dari Klavak.
“Tenang saja, Garry! Aku akan menjagamu!”
“Hehe! Gue juga!”
Sahut Delolliah dan Myllo kepada Garry.
“Serang Keeper jelek itu!”
“Ayo kita—”
“*Boom!”
““Aaaargh!””
Seketika muncul sebuah ledakan di hadapan mereka.
“Me-Mengapa ada ledakan?!”
“Siapa yang menyerang kita?!”
Tanya beberapa anggota Serpentis dengan penasaran.
Dari antara mereka semua, hanya Klavak yang mengetahui jebakan tersebut.
“((Rune Spell: Landmine)). Bagi kalian yang hendak melewati garis ini, maka kalian akan terperangkap oleh
ledakan yang kubuat.”
Jelas Delolliah, ketika Klavak hendak menjelaskannya kepada anggotanya.
“Garry! Gimana kondisi gue?!”
“Aman, Myllo! Sia teh nggak perlu kecapean selama ada aing!”
“OK. Kalo gitu…”
“*Fwush!”
“…gue bisa pake kekuatan Zegin lagi!”
Seru Myllo, sambil mengaktifkan kekuatan Zegin.
“Delolliah, lo bisa jagain Djinn, kan?”
“Tentu saja, Myllo.”
“OK! Gue berangkat sekarang!”
“*Fwush!”
Karena adanya Delolliah yang menjaga Djinn, Myllo langsung menghampiri anggota Serpentis yang masih berusaha untuk mengalahkannya.
((Spirit Call: Spirit Escort))
Garry merapal sihirnya dengan memerintahkan sesosok Roh yang terus berada di samping Myllo dan terus menyembuhkannya.
“*Tuk! Tuk! Tuk! Tuk!”
“Aaargh!”
Myllo dengan agresif menyerang anggota Serpentis dengan gerakan yang sangat cepat menggunakan tongkatnya.
“Sial! Gerakannya sangat ce—”
“*Shrak!”
“Akh…”
Sementara Dalbert yang masih tidak terlihat oleh anggota Serpentis Guild terus membunuh beberapa dari antara mereka.
“Mu-Mustahil! Bagaimana cara mengalahkan mereka berdua?!”
“Observer! Cepet cari tau kelemahan mereka!”
“Gawat! Semua Obserbver udah dibunuh Petualang yang kasat mata itu!”
““!!!””
Seluruh anggota Serpentis yang ada di pertarungan kali nini mulai terpojokkan, setelah mereka mengetahui bahwa Dalbert telah membunuh seluruh Observer mereka.
Dengan amarah yang besar, Klavak pun mengeluarkan sihir yang ia rahasiakan, bahkan dari anggota Serpentis
lainnya.
((Sirena: Cascada))
“*BWUSH!!!”
““Aaaargh!!!””
Dengan Sihir Siren yang ia gunakan, Klavak menciptakan bola air yang sangat besar, lalu ia tumpahkan bola air itu seperti air terjun.
((Sirena: Bóveda))
“*Bwush…”
Delolliah menggunakan Sihir Siren untuk melindungi Garry dan Djinn.
Karena sihir Klavak, bahkan anggota Serpentis juga terbawa arus oleh ombak air tersebut. Dari antara mereka semua yang merasakan sihir darinya, Garry menyadari sesuatu.
“Teteh itu teh bukannya Mermaid?! Kok bisa pakai Sihir Siren?!”
Tanya Garry dari dalam pusaran air yang Delolliah ciptakan untuk menjaga dirinya dan Djinn dari sihir yang Klavak gunakan.
Mendengar pertanyaan itu, Delolliah pun menjawab.
“Mermaid adalah Ras Fana dari Siren, seperti Giant dan Manusia. Oleh karena itu, sepertinya tidak mengejutkan bagiku ketika ia menggunakan sihir kami, para Siren.”
“Et?! Kitu, ya?! Aing teh baru tau!”
Sahut Garry ketika mendengar penjelasan Delolliah.
Akan tetapi, Delolliah memiliki jawaban yang ia ketahui dari 5,000 tahun yang lalu.
“Apalagi, jika ia berasal dari Klan Osseana, maka pantas saja ia bisa menggunakan sihir kami. Karena hanya Mermaid dari klan itu sajalah yang bisa menggunakan sihir kami.”
Pikir Delolliah tentang Klavak.
“Teh Delolliah, gimana atuh kondisi di luar?! Aing teh penasaran! Nggak keliatan euy di dalem sini!”
Jelas Garry tentang keterbatasan pandangannya.
Oleh karena itu, Delolliah menurunkan pusaran air yang ia gunakan.
Namun, ketika ia menurunkan pusaran airnya…
“!!!”
Mereka melihat Dalbert yang sudah tidak sadar karena arus kencang dari Klavak.
Sedangkan ketika mereka melihat Myllo…
““Myllo!!!””
…mereka terkejut ketika mendapati ia akan ditusuk oleh Klavak.
“MATI LO, MYLLO!!!”
Teriak Klavak, sambil menghunuskan tongkat sihirnya ke dada Myllo.
Akan tetapi…
“*Fwush!”
…Myllo merubah wujudnya menjadi angin dan bergerak melewati Klavak agar ia bisa berdiri di belakangnya.
“KLAVAAAAAKKK!!!”
“*BHUK!!!”
“Urgh…”
“*Bruk, bruk, bruk!”
Myllo memukul wajah Klavak dengan sangat keras, hingga ia terlontar dan menabrak suatu koral besar yang berada di dekat mereka.
“Uhuk, uhuk!”
“*Crat…”
Klavak batuk berdarah karena pukulan Myllo.
“Apa yang lo mau sampein lagi, Klavak?! Kalo lo punya masalah sama gue, gue juga punya masalah sama lo yang gabung Guild jahat kayak Serpen—”
“Diem lo! Apapun Guild yang gue ikutin, tujuan gue cuma untuk balas dendam gue, Myllo!”
“Dendam ini, dendam itu! Lo kira Kak Sylv mau liat lo masuk ke kelompok orang-orang ja—”
“LO NGGAK BERHAK SEBUT NAMA KAK SYLV!!!”
““…””
Garry dan Delolliah hanya menyaksikan perdebatan antara mereka dan tidak berani menghentikannya.
Tidak hanya mereka saja.
““…””
Gia dan Jennania baru datang hanya berani menyimak saja.
“Udah berani sebut nama Kak Sylv, tambah lagi lo pakai nama Party yang dia buat?! Dasar nggak tau diri lo, pembunuh!”
““!!!””
Semua yang berada di sana dikejutkan dengan apa yang dikatakan Klavak.
“A-Apa maksudnya pembunuh?!”
“Aku juga nggak tau! Padahal Myllo nggak pernah siapapun! Bahkan Ghoul di desa aku aja nggak ada yang dia bunuh!”
Jelas Gia kepada Jennania yang baru saja tiba.
“Ma-Maksud teteh itu teh apa…?”
“…”
Delolliah hanya terdiam ketika mendengar pertanyaan Garry.
“Buat kalian, anggota “Aquilla” yang dibuat Myllo! Denger gue baik-baik!”
““…””
“Kalo orang ini selalu cerita-cerita, bahkan bangga-banggain tentang Kak Sylv, dia nggak lebih dari pendusta doang!”
““???””
Anggota Aquilla dan dua Siren Bersaudari merasa heran dengan maksud Klavak, sebelum ia menjelaskan sesuatu yang mengejutkan mereka semua.
“Karena dia itu orang yang bunuh Kak Sylv! Orang yang gue anggap kakak! Orang yang anggap dia adeknya, lebih daripada gue!”
““!!!””
Semua terkejut dengan fakta dari Klavak.
“Myllo…? Dia bohong, kan…?”
“Myllo?! Sia teh beneran bunuh teteh-nya sia?!”
“…”
Tidak ada respon dari Myllo yang diam tertunduk, seolah yang dikatakan Klavak adalah sebuah kebenaran.