
Aquilla telah tiba di dalam Dungeon of Poison. Saat ini, mereka hendak menghadapi Cthorach dan membebaskan warga Mushmush Village yang terjebak di bawahnya.
Setelah Djinn mengusulkan rencana yang ia bangun, kini Myllo dan anggota Grup Pengalih Perhatian hendak
melaksanakan peran mereka.
((Zegin Blow))
“*Fwush!”
“…”
“Cih! Nggak mempan! Ayo Gia! Dalbert! Ivis! Pokoknya kita harus pancing perhatian monster itu!”
““Ya!””
Myllo memimpin Grup Pengalih Perhatian. Ia memulai langkahnya dengan menyerang Cthorach. Tetapi tidak ada efek apa-apa yang diterima oleh Cthorach, walaupun menggunakan kekuatan Zegin.
“Myllo!”
“Ya! Gue juga tau! Serangan angin nggak akan mempan!”
Seru Myllo yang mengetahui maksud dari peringatan Zegin, setelah serangan sebelumnya tidak memberikan efek apa-apa.
“*Chaaaak!”
Setelah Myllo, kini giliran Dalbert yang hendak mengalihkan perhatian Cthorach, dengan menggunakan elang ciptaannya.
“Kalo alihin perhatiannya aja, seharusnya elang gue cukup, kan—”
“*SWUSH!!!”
“*Chaaakk…”
Namun ayunan tangan yang berwujud tumbuhan merambat yang berduri milik Cthorach sangatlah kencang. Bahkan elang milik Dalbert pun terhempas oleh ayunannya.
“Cih! Ternyata sekenceng itu, ya?! Kalo gitu, elang gue nggak akan cukup!”
Seru Dalbert ketika melihat elangnya terhempas.
Oleh karena itu, ia pun memanggil kembali elangnya. Lalu ia merubah elang ciptaannya menjadi senapan jitu.
((Sniping Eagle))
“*DOR!!!”
“*BRUK…”
“Rrrrr!”
Dengan senapan jitunya, Dalbert mampu menembakkan kedua kaki Cthorach, hingga terjatuh. Hal itu langsung
dimanfaatkan oleh Gia dan Ambrolis.
“Hraaaa—”
“*Prang!”
“Keuk!”
Gia berusaha untuk menyerang Cthorach. Akan tetapi, mahluk tersebut mengeluarkan semacam akar berukuran besar dan tajam dari bawah tanah, yang digunakannya untuk menyerang Gia.
“Cih! Kalo telat sedikit, mungkin aku udah luka-luka karena akar itu!”
Pikir Gia, setelah berhasil menangkal serangan akar dari Cthorach.
((Root Bind))
““*Krrrrrttt…””
“Urgh… B-Berhentilah melawan… Cthorach…!”
Seru Ambrolis yang menahan Cthorach, yang masih dalam keadaan terjatuh, dengan menggunakan sihir berupa akar miliknya.
Sementara mereka semua berusaha semaksimal mungkin untuk mengalihkan perhatian Cthorach, Djinn yang memimpin penyelamatan warga desa mulai bergerak menuju Cthorach.
Namun tanpa mereka semua sadari…
“Rrrr!”
…Cthorach telah menatap Djinn dengan tajam, walaupun sedang ditahan menggunakan sihir Ambrolis.
“*Brrr…”
“Eh! Kenapa tiba-tiba ada gem—”
“*BWUNG!!!”
““!!!””
Grup Pembebas Warga yang dipimpin Djinn dikejutkan dengan adanya duri yang tajam, yang hendak menyerang grup tersebut. Beruntung Machinno menahan duri tersebut dengan sihirnya.
“Oi! Kalian nggak apa-a—”
“Kita nggak apa-apa! Terus pancing perhatiannya!”
“Masih gue coba!”
Sahut Myllo, sambil mempersiapkan serangan selanjutnya.
((Zegin Twister))
“*FWUSH!!!”
“RRRRAAAAAAAAUUUUUUGH!!!”
““!!!””
Teriakan dari Cthorach begitu menggema di dalam Dungeon of Poison. Hal tersebut membuat telinga mereka berdengung kencang.
“*Ngiiiiiinngggg…”
“Aduh! S-Sakit banget kuping aku!”
Seru Gia, sambil memegang telinganya.
Tidak lama kemudian, Cthorach kembali beraksi.
““*SHRAK, SHRAK, SHRAK…””
Ada sangat banyak duri-duri yang bermunculan dari dalam tanah.
“Semuanya! Awas!”
Seru Myllo, yang diikuti oleh rekan-rekannya yang menghindari duri-duri tersebut.
“Ger! Bakar duri-duri itu pake a—”
“Jangan! Hal tersebut hanya akan memperkuat Cthorach saja!”
“Hah?! Emangnya kenapa?!”
“Cthorach adalah Spirit Beast yang mampu beradaptasi dengan situasi apapun! Jika ia terbakar, maka ia mampu menyerap api tersebut menjadi kekuatannya!”
“Jadi…”
“Jika terkena api, ia memiliki kekuatan api! Jika ia terkena es, ia memiliki kekuatan es! Intinya, ia kebal dengan serangan sihir elemen!”
Jelas Ivis kepada Djinn, sambil mereka menghindari duri-duri tersebut.
Mendengar hal tersebut, Djinn pun mulai mencemaskan apa yang sudah terjadi.
“Tunggu! Kalo tadi Myllo serang pake kekuatan Zegin, artinya—”
“RRAAAAAUGH!”
“*FWUSH!!!”
““Aaargh!””
Apa yang dipikirkan Djinn tentang Cthorach benar-benar terjadi.
Karena Myllo menyerang Cthorach dengan kekuatan angin dari Zegin, maka ia mampu menggunakan kekuatan angin.
Dengan kekuatan tersebut, ia langsung menghempaskan Grup Pengalih Perhatian.
“RRRAAAAAUGH!”
“*SWUSH!!!”
“Djinn! Awas!”
“!!!”
Mendengar peringatan Myllo, Djinn pun langsung menghindari ayunan ranting berduri dari Cthorach.
“*DHUUUMMMMMMMMM………”
“Rrrrr…”
Ivis menggunakan Union Domi, sehingga membuat Cthorach terdiam.
{((Yggdrasil’s Bind))}
““*Krrrtttt!””
“Rrrr… RRRAAAAAUGH!”
Ia kemudian menggunakan Union Zona untuk menciptakan beberapa akar raksasa, yang seketika muncul di udara dan mengikat Cthorach dengan sangat keras.
“T-Tenanglah, Cthorach…!”
“Vis! Lo nggak apa-a—”
“Cepatlah! Pergi dan selamatkan warga desa itu! Sekarang!”
“Ya!”
Jawab Djinn, sambil pergi bersama Garry dan Machinno untuk menyelamatkan warga desa.
“Rrrrrr…”
“RAAAAAAUGH!”
“*KRAKKK!!!”
Akar yang Ivis gunakan untuk mengikat Cthorach berhasil dihancurkannya.
“*FWUSSSHH!”
“Urgh…”
“K-Kakak I—”
{((Tree Zona: Grappling Tree))}
“*Pwush…”
Ivis dihempaskan oleh tiupan angin dari Cthorach. Tetapi ia mampu menahan dirinya dengan pohon yang tercipta di udara, yang mampu menangkapnya.
“Kakak Ivis! Apakah kakak baik-baik saja?!”
“Ya. Untung saja aku telah menciptakan pohon ini, sehingga aku tidak terbentur dengan keras.”
Jawab Ivis, ketika Ambrolis menghampirinya.
“Aduh, duh, duh, duh…”
“Uhuk, uhuk, uhuk!”
“Gia! Dalbert! Kalian nggak apa-apa?!”
“Ya. Kita baik-baik aja!”
Jawab Dalbert kepada Myllo, setelah mereka bertiga terhempaskan oleh angin dari Cthorach.
“RRRRRR…”
Cthorach sedang memperhatikan sekelilingnya untuk mencari mangsa utamanya.
“*Swush…”
Sedangkan itu, Djinn bersama Garry dan Machinno sedang menuju warga desa menggunakan Barrier Magic milik Machinno.
Dengan sihirnya tersebut, Machinno menciptakan penghadangnya yang melayang dan menampung Djinn, Garry, dan dirinya, agar mereka dapat menuju warga desa tanpa menginjakkan kaki di atas tanah.
“Djinn, kenapa atuh sia kepikiran wae untuk ke sana pake sihirnya Machinno?”
“Karena gue udah tau tentang monster itu.”
“Emangnya teh gimana?”
“Daritadi, dia bisa serang kita dari bawah tanah. Makanya itu, gue yakin kalo dia bisa deteksi kita lewat tanah yang kita pijak. Kalo nggak karena Ivis jelasin ke kita tentang “teritorinya” Cthorach, mungkin gue nggak kepikiran untuk ngelakuin ini.”
Jelas Djinn kepada Garry.
“Kita… sampai.”
“Yaudah! Sekarang juga kita—”
“*Krrrkk!”
““!!!””
Djinn dan Garry dikejutkan dengan adanya akar yang dengan sekejap membelenggu para warga desa.
“Sialan! Artinya—”
“RRAAAAAAAAURGH!”
“*DRAP, DRAP, DRAP…”
Cthorach melangkah dengan keras untuk menghampiri Grup Pembebas Warga.
“Djinn! Awas!”
Teriak Gia ketika Cthorach hendak berjalan menuju Djinn dan anggota Aquilla lainnya.
“Urgh!”
“…”
“Cih! Keras banget!”
“Iya, euy! Kalo kayak gini teh, kita teu akan bisa bebaskeun warga desa!”
Balas Garry, ketika ia bersama Djinn dan Machinno berusaha membebaskan warga dari kayu keras yang mengikat warga desa.
“Ger! No! Kalian yang pikirin sendiri ya cara bebasin mereka!”
“Et! Sia teh mau ke mana?!”
“Ikut yang lain pancing perhatian monster itu!”
Balas Djinn sambil berlari meninggalkan Garry dan Machinno.
“*Swush, swush, swush!!!”
“…”
Ia menghindari ayunan kayu berduri dari Cthorach.
Setelah itu, Myllo dan yang lainnya hendak membantunya.
“Djinn! Kok lo—”
“Gia! Dalbert! Tukeran sama gue!”
“Hah?! Ada apa emangnya?!”
“Garry sama Machinno lagi kesusahan untuk bebasin warga desa yang diiket monster itu!”
Jawab Djinn kepada Dalbert.
“Hey! Mengapa kau seenaknya merubah rencanamu seperti i—”
“Gue ini… mangsa utamanya!”
““!!!””
Mereka semua dikejutkan dengan pernyataan Djinn, kecuali Ivis.
“Sudah kuduga.”
“Kakak Ivis?! Apakah kau menyadarinya?!”
“Tentu saja. Karena sama seperti kau dan saudari-saudari kita lainnya, Cthorach juga sangatlah membenci Klan Vamulran.”
Jawab Ivis kepada Ambrolis.
“K-Kakak Ivis—”
“Buruan! Mumpung monster itu masih incer gue!”
““Ya!””
““Baik!””
Balas mereka semua, agar mulai menjalankan rencana Djinn yang baru.
Karena itu, Gia, Dalbert, dan Ivis berlari menuju Garry dan Machinno, sementara Djinn, Myllo, dan Ambrolis
berusaha mengalihkan perhatian Cthorach.
“RRRRR….”
“*SWUSH!!!”
Cthorach kembali mengayunkan serangannya.
Namun…
{Kazedoryū: Hansha}
“*TUK!!!”
“RRRRAAAUGH!!!”
“!!!”
…Myllo mengayunkan tongkatnya, hingga Cthorach terpukul mundur.
Hal itu membuat Ambrolis terkejut dan teringat akan sesuatu.
“Teknik tersebut… bukankah—”
“Awas!”
“*Hup!”
“*SHRAK!!!”
Ambrolis begitu terkesima dengan teknik tongkat yang digunakan Myllo, hingga ia tidak menyadari adanya duri-duri yang hendak menusuknya dari bawah tanah. Beruntung Djinn menariknya dengan cepat, sehingga ia terselamatkan dari serangan Cthorach.
“Woy! Lo nggak apa-apa?!”
“T-Tidak apa-apa—”
“Yaudah! Ayo kita pancing perhatiannya lagi!”
Sahut Djinn yang langsung pergi meninggalkan Ambrolis bersama Myllo.
Akan tetapi…
“Hey, tunggu—”
“…”
“Hey, Vamulran!”
…Ambrolis mengetahui sesuatu yang hilang dan tidak disadari oleh Djinn.