Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 137. Disaster Begins



Kondisi di sekitar Vigrias


Capital saat ini.


““*SWUSH! (suara terbang beberapa


Naga)””


Myllo masih dalam perjalanan ke


Vigrias bersama dengan Gia, Garry, Bismont, Verdian, serta beberapa Dragonewt


dan Naga-Naga lainnya, termasuk Rakhzar.


“Djinn, tunggu gue!”


Pikir Myllo yang mengkhawatirkan


Djinn.


“Bang Myllo! Vigrias udah


keliatan!”


Sahut Bismont kepada Myllo dari


atas punggung Naga yang ia tumpangi.


“Hehe! OK semua! Waktunya kita


siap-siap masuk ke ibuko—”


“Tunggu, bang!”


“Hm?”


“Kita nggak boleh gegabah untuk


masuk kota itu!”


Jelas Bismont kepada Myllo yang


bersemangat untuk memasuki Vigrias.


“Haaaah?! Kenapa emangnya?!”


“Kita semua yang ada di sini bisa


jadi orang yang paling dicari di Erviga! Makanya itu, kita perlu hati-hati


untuk—”


“Kalo emang kita ini buronan,


buat apa juga hati-hati?! Mending kita hajar aja siapapun yang ada di depan


mata kita!”


Tegas Myllo kepada Bismont yang


ragu-ragu.


Pernyataan Myllo pun didukung


oleh Verdian.


“Ia ada benarnya, Bismont!


Kondisi saat ini sepertinya sangat mustahil untuk kita memasuki kota itu secara


sembunyi-sembunyi!”


Kata Verdian.


“Bismont! Lo nggak perlu


khawatir!”


“Bang Myllo?”


“Mau sebahaya apapun yang


nantinya kita hadapin, gue yakin kalo kita bisa lewatin semuanya! Percaya sama


gue!”


Tegas Myllo kembali kepada


Bismont.


“Gia! Garry! Kalian gimana?!


Setuju kan sama gue?!”


“Se…Setu—”


“Aaargh! Sia teh…ganggu aing…lagi


ti…Zzzzzz…”


Balas Garry, yang berbicara dalam


tidurnya di pangkuan paha Gia.


“I…Iiih! Ga—”


“Ahahaha! Biarin dia aja! Gue


yakin dia siap untuk pertarungan kita nanti!”


Seru Myllo kepada Gia yang hendak


membangunkan Garry.


Dari dalam pikirannya, Zegin


berbicara kepada Myllo.


“Myllo. Mungkin lo ngomong ke


mereka kayak gitu. Tapi sebagai Dewi lo, Gue bisa ngerasain kecemasan lo.”


Kata Zegin dari dalam pikirannya.


Mendengar Zegin, Myllo pun


memasuki pikirannya untuk berbicara dengannya.


“Ya. Seenggaknya gue ngomong gitu


supaya yang lain nggak patah semangat.”


Jelas Myllo.


“Tapi, apa yang sebenernya lo


khawatirin, Myllo?”


“…”


Myllo diam sejenak sebelum


menjawab pertanyaan Zegin.


“Insting gue bilang…yang bakal


kita hadapin nanti tuh yang paling bahaya dari semuanya. Tambah lagi…insting


gue bilang ada sesuatu yang nggak bisa Djinn tanggung sendirian.”


Balas Myllo kepada Zegin.


“Yaudah. Kalo gitu lo harus


hati-hati ya.”


“OK, sobat.”


Balas Myllo sembari kembali dari


dalam pikirannya.


Mendengar dialog antar Myllo dengan


Bismont dan Verdian, Rakhzar pun mengambil inisiasi untuk mencari tahu keadaan


di Erviga lewat telepatinya.


“Göhran, apakah kau sudah


berada di Vigrias Capital?”


Tanya Rakhzar kepada Göhran lewat


telepatinya.


Sedangkan di sisi lain, Göhran


disibukkan dengan upayanya untuk membebaskan beberapa tahanan.


“Ya! Aku sudah berada di


Vigrias!”


“Bagaimana kondisi di sa—”


“Tunggu dulu terlebih dahulu,


Rakhzar! Aku tidak bisa fokus untuk keluar dari kota ini, jika kau terus


berbicara!”


Tegas Göhran dengan telepatinya.


Di hadapannya, ada dua Royal


Knights yang tersisa untuk melawannya.


Namun…


“Huff… Huff… Huff…”


“Si…Sial! Bahkan orang ini udah


kecapean!”


“Te…Terus kita gimana untuk


keluar dari tempat ini?!”


…Göhran sudah cukup lelah karena


telah melawan beberapa Royal Knight.


Sedangkan bandit dan Petualang


lainnya, termasuk Alethra dan Zorlyan, merasa tidak sanggup untuk melawan


mereka.


“Gimana kita lawan mereka


berdua?!”


“Cih! Nggak enak banget cuma jadi


beban kayak gini!”


Kata Alethra dan Zorlyan secara


bergantian ketika dihadapkan dengan kedua Royal Knights itu.


Di tengah keputusasaan mereka,


tiba-tiba terdengar suara dari kerusuhan dari dalam kota.


““Drapdrapdrapdrap… (suara lari


bersama-sama)””


“Minggir! Kita mau keluar dari


kota ini!”


“Ada bangsawan yang nyerang


kita!”


“Ko…Kota ini udah nggak aman!”


Seru beberapa warga, dengan


Lupherius yang digotong oleh mereka.


“Orang itu…”


“Lupherius?!”


Sahut salah seorang bandit dan


Petualang ketika melihat Lupherius yang tidak sadar.


Melihat warga-warga yang hendak


keluar dari Vigrias, dua Royal Knights itu tidak tinggal diam.


““Ruoaaaaarr!””


Mereka bersama-sama menggunakan


Dragon Cry untuk menakuti warga.


““…””


Raungan mereka terbukti efektif,


karena tidak hanya warga saja yang takut gemetar akan raungan mereka.


Bahkan para tahanan pun juga


tidak kuasa menahan ketakutan itu.


“Keterlaluan! Mereka bisa


menggunakan Dragon Cry!”


Pikir Göhran yang tidak bisa


berbuat apa-apa.


Dua Royal Knights itu hendak


menggunakan kesempatan mereka untuk membunuh semua yang mereka lihat.


Namun…


“*Boom! (suara ledakan bom)”


…Dalbert berhasil datang dengan


menyelinap dari antara beberapa warga dan membunuh satu Royal Knight dengan bom


yang ia curi dari kumpulan jasad anggota Vulpus.


“Keterlaluan! Siapa yang—”


“*Vwusshhh… (suara hempasan asap)”


“Akkh! Akh! Aaaakh!”


Dalam kondisinya yang belum


sembuh, Yssalq juga membantu dengan menghembuskan asap tebal, yang masuk ke


dalam paru-paru Royal Knight terakhir.


Melihat kejadian itu, Göhran


telat menyadari jika Yssalq adalah seorang Naga.


“Kau adalah Naga?!”


“Ya. Aku bertemu dengan Djinn.


Namun aku diculik karena terlalu le—”


“Bukan waktunya kita membahas itu


semua. Alangkah baiknya jika kita pergi secepatnya!”


“Baik.”


Balas Yssalq sambil ditopang oleh


Zorlyan.


““BOOOOSSSS!!!””


Sapa para bandit ketika melihat


Dalbert.


“Bos! Kok bisa ada di sini?!”


“…”


Dalbert merasa kesal ketika


ditanya oleh Alethra.


“Orang itu…nusuk gue, bahkan


lempar gue ke luar kastil!”


“Tapi tenang! Untungnya gue curi


Potion dari mayat yang ada di kastil itu!”


“Mayat?! Maksudnya—”


“Nggak ada waktu! Mending kita


keluar dulu dari kota ini!”


Tegas Dalbert kepada rekan-rekan


banditnya.


Namun, Dalbert merasa khawatir.


“Kira-kira Djinn gimana, ya?!


Dia bahkan kepental lebih jauh pake petir yang gue liat tadi!”


Pikir Dalbert yang teringat akan momen


terakhir kali melihat Djinn.


Bersama dengan Petualang yang


menjadi tahanan, serta semua warga Vigrias, Lupherius yang tidak sadar, dan


juga Göhran yang terluka, Dalbert memimpin warga untuk keluar dari kota itu.


……………


Di sisi lain Erviga Kingdom, di


Karkas City.


“Serang orang itu!”


““Hraaagh!””


Terdapat beberapa prajurit yang


melawan sesorang.


““*Syut! (suara tembakan panah)””


““Argh!””


“Keterlaluan! Ia sangat kuat!


Bahkan 50 dari kita tidak ada apa-apa dibandingkannya! Siapa sebenarnya orang


ini?!”


Seru salah seorang prajurit yang


putus asa, ketika orang tersebut mengalahkan 15 pasukan, hanya dengan sekali


tembakan dari busurnya.


“Hah? Lo nggak kenal gue?


Walaupun sekarang gue cuma jadi pengawal doang, seenggaknya dulu gue juga


Petualang, kali!”


“Pe…Petualang?!”


“Ya iyalah! Masa lo nggak pernah denger


Petualang yang namanya Alphonso Andersen?!”


“Hiieekh!”


Prajurit itu begitu terkejut,


ketika ia mengetahui bahwa orang yang ia hadapi adalah mantan rekan dari


Pahlawan Sylvia Starfell.


“Haaah… Selesain sekarang aja,


deh!”


Bisik Alphonso yang mempersiapkan


serangan sihirnya.


“Phoenix Soar!”


“*Vwummm! (suara kobaran api)”


““Aaaaargh…””


Dengan sihirnya, Alphonso


menembak satu panahnya, yang seketika berubah menjadi Burung Api yang besar,


yang menaklukan semua pasukan yang tersisa.


Setelah berhasil menaklukan


mereka semua, ia pun bergegas untuk menjemput Dalton yang bersembunyi.


“Tuan Muda—”


“Phonsooo!!! Huaaaa!!!”


Tangis Dalton yang ketakutan dan


menangis, sambil memeluk Alphonso dengan keras.


“Yang lain nggak apa-apa, kan?!”


“Ti…Tidak apa-apa!”


“Terima…kasih, Tuan Phonso—”


“Yaudah! Mumpung semuanya udah


aman, mending bawa Tuan Muda ke Vigrias! Cepetan!”


““Ba…Baik!””


Seru Alphonso kepada beberapa


anggota Riorio Mechant.


“Pho…Phonso! Kakak gi—”


“Tenang aja. Saya percaya Nyonya


Dahlia masih aman, Tuan Muda.”


“Te…Terus Phonso mau ngapa—”


“Nanti saya nyusul, ya. Masih ada


yang mau saya urus di sini.”


“O…OK, Phonso. Hati-hati, ya?!”


Balas Dalton, sambil berjalan


dengan ditemani oleh beberapa anggota Riorio Merchant.


Melihat mereka sudah pergi cukup


jauh darinya, Alphonso berjalan untuk mencari sesuatu di sekitar Kaskar.


“Pffttt… Ahahaha! Gue udah yakin


kalo lo ada di sini!”


“Hihi!”


Alphonso hanya saling tertawa


dengan seseorang yang ia temui di dalam lorong kecil.


……………


Sedangkan jauh dari Vigrias, di


Calmisiu Village.


“Pe…Permisi Tuan-Tuan sekalian.


Apa yang sedang kalian lakukan di desa ini?”


Tanya Flippus, Kepala Desa


Calmisiu, yang sedang kedatangan tamu.


“Saya Iqherd, dengan pria


di samping saya, Pittero. Kami adalah personil dari House of Siegfried!”


“…”


Menyaksikan kedua tamu, serta 20


pasukan yang berada di belakang mereka, terlintas sesuatu di kepala Flippus.


“Tuan Bismont, seseorang telah


menjual anda!”


Pikir Flippus, setelah melihat


Pittero, personil dari House of Louisson, yang dengan bangga mengakui bahwa ia


adalah personil dari House of Siegfried.


Namun ia berusaha tetap tenang,


sembari ada pasukan dari bangsawan di hadapannya.


“Mohon maaf sebelumnya, Tuan-Tuan


sekalian. Jika saya boleh tahu, apakah keperluan anda sekalian di desa


sederhana ini?”


“Kami datang karena mendengar


adanya laporan seseorang yang menolak untuk meninggalkan desa ini!”


“Mohon maaf. Bukan saya menolak


evakuasi, namun saya sebagai Kepala Desa, tidak bisa meninggalkan desa


kesayangan sa—”


“Keselamatan anda adalah perintah


dari Raja Glennhard! Jika anda menolak evakuasi, sama saja anda menolak


perintah Raja Glennhard!”


Tegas Iqherd kepada Flippus.


Walaupun ia takut, bahkan dahinya


telah berkucuran keringat, Flippus berusaha untuk tetap tenang.


“Mohon maaf, Tuan-Tuan sekalian.


Saya merasa ada yang janggal.”


“Hm? Apa maksud anda, Kepala Desa


Flippus?”


“Jika anda mengetahui saya yang


menolak evakuasi, saya yakin bahwa Tuan-Tuan sekalian tahu bahwa sudah tidak


ada warga desa lainnya di tempat ini, selain saya. Apakah saya benar?”


“Ya. Anda benar, Kepala Desa


Fli—”


“Jika anda mengetahui itu,


lantas, mengapa ada orang sebanyak ini untuk membawa saya?!”


Tanya Flippus kepada Iqherd dan


lainnya.


Karena mengetahui maksud


kedatangan mereka, Flippus pun semakin khawatir akan apa yang ia sembunyikan.


“A…Aku harap kalian tidak


ketahuan, anak-anak dari Tuan Bismont!”


Pikir Flippus.


Di saat Flippus sedang berbicara


dengan para prajurit itu, anak-anak Bismont dan juga anak-anak dari Gia hanya


bisa mengamati mereka dari balik rumah.


“Pa…Papa…”


Pikir Charzielle yang mengkhawatirkan


ayahnya.


…………


Dan kembali lagi ke kastil


kerajaan di Vigrias.


“*Bruk! (suara tembok hancur)”


“…”


Djinn dikalahkan oleh Maverick


Orbloom, hingga ia pingsan dan terpental jauh keluar dari Vigrias


Capital.


“Ah! Sial, sial, sial! Aku


terlalu marah, hingga melupakan Jiwa Tarzyn yang ia bawa!”


Seru Maverick dengan kesal karena


ia melupakan Ark Blade yang dibawa oleh Djinn.


“Haaaah! Baiklah, lupakan saja!”


Kembali seru Maverick, yang


tiba-tiba keberadaannya menghilang dari Ruang Singgasana, untuk bersatu kembali


dengan separuh dirinya yang berada di ruangan miliknya.


Di ruangannya itu, terdapat


dirinya yang memegang suatu kubus, yang mana terdapat Jiwa Flamiza.


“Cih! Mana-ku sudah hampir


habis karena bertarung dengan pria bodoh itu! Sedangkan Mana yang


terkandung di dalam Jiwa Flamiza juga sudah tidak bisa terisi lagi! Andaikan


pria bodoh itu gagal membebaskan para tahanan itu, mungkin aku masih bisa


mengisi Jiwaku dengan Jiwa mereka!”


Seru Maverick dengan panjang


lebar dengan perasaan kesal.


“Haaaah…baiklah! Karena semuanya


hendak pergi ke titik tersebut, mungkin waktunya memulai perintah


terakhir!”


Kembali seru Maverick.


Sambil mengerahkan seluruh


kekuatannya, kubus yang ia pegang itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya yang sangat


terang.


“*Shringgg… (suara cahaya sinar)”


“Kuperintahkan untuk semua


Kaum Naga! Waktunya kalian menyerang seluruh Mahluk Fana di sekitar Vigrias!”


Perintah Maverick kepada seluruh


Kaum Naga yang berada dalam kendalinya.


Dengan perintahnya, malapetaka


paling besar yang pernah terjadi di Erviga Kingdom segera dimulai.