Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 292. The Truth About The Legend



Kali ini adalah kondisi Dalbert ketika berhadapan salah seorang pemimpin Dreaded Band. Hal ini dimulai ketika


ia merasakan adanya Bandit Legendaris di antara mereka.


““*Dor, dor, dor!””


Ketika Aquilla mulai bertarung dengan lima pemimpin Dreaded Band, Dalbert mulai menembak salah seorang


pimpinan ikatan bandit tersebut. Namun tanpa ia duga, pria tersebut membalas tembakannya, menggunakan sebuah pistol.


““*Dor, dor, dor!””


Mereka saling beradu tembakan dan berlari untuk menghindari tembakan dari masing-masing.


Hingga pada akhirnya…


““*Shrak!””


…mereka bersama-sama berhasil melukai satu sama lain, walaupun peluru yang mereka lesakkan sedikit meleset dan menggores kulit mereka masing-masing.


“Sial! Jago juga dia nembak!”


Pikir Dalbert, sambil menyentuh pipinya yang tergores oleh peluru.


Dari jarak yang cukup jauh, Dalbert melihat lawannya yang juga terluka, dengan memegang pundaknya yang


tergores oleh peluru darinya.


“Keuk!”


Pria tersebut merasakan sakit yang luar biasa, sebelum ia pergi melarikan diri dari markas Dreaded Band.


“Cih! Dia mau kabur!”


Seru Dalbert, yang langsung berlari mengejarnya.


“*Dor, dor, dor!”


Dalbert terus menembaknya sambil mengejarnya, walaupun pria tersebut berhasil menghindarinya.


Mereka terus saling kejar mengejar. Dalbert terus menembaknya, pria itu juga terus menghindar. Hingga akhirnya, mereka tiba di suatu hutan yang dipenuhi dengan puluhan kaktus.


“Cih! Dasar sialan! Nggak gue sangka dia berhasil ngumpet di tengah-tengah kaktus ini!”


Pikir Dalbert, sambil memegang pistolnya.


“Mungkin gue bisa cari orang itu kalo gue pake elang gue. Tapi kalo pake elang gue, sama saja gue biarin diri gue terbuka dari serangan! Mau nggak mau, cuma ini aja yang bisa gue siapin!”


“…”


Ia terus berjalan mengelilingi hutan kaktus itu, sambil memikirkan langkah yang tepat untuk menghadapi pria


tersebut.


Ketika ia berjalan, ia merasa ada sesuatu yang sedang mengintainya.


Oleh karena itu…


“*Dor!”


“Kriieeiiik!”


…ia dengan sigap menembakinya.


“Ini mahluk yang dia panggil, bukan?”


Pikirnya ketika menggenggam seekor mahluk yang pernah ia lihat.


Sambil menggenggam mahluk itu, ia mulai merasakan adanya serangan berikutnya yang datang.


“*Dor!”


“!!!”


Dalbert terkejut ketika ada sebuah kaktus yang tertembak.


“Gue yakin ini bukan tembakan yang meleset! Dia pasti mau ngasih peringatan ke gue untuk mundur!”


Pikir Dalbert sambil memperhatikan kaktus yang tertembak itu.


Oleh karena itu, Dalbert pun mulai beraksi dengan Obscure Cloak miliknya. Dengan Artifact tersebut, tubuhnya menjadi kasat mata. Kemudian ia berlari keluar dari hutan kaktus itu.


“Padahal sebelumnya gue yang buru dia! Kenapa rasanya jadi gue yang sekarang lagi diburu?!”


Pikir Dalbert dengan khawatir.


Walaupun sudah tidak terlihat secara kasat mata, bukan berarti Dalbert sudah berada dalam posisi yang aman.


“*Dor!”


“!!!”


Kali ini Dalbert dikejutkan dengan adanya peluru yang hampir menembus kakinya.


“Dia masih bisa liat gue?!”


Pikir Dalbert dengan terkejut, sebelum ia menyadari satu hal yang tidak menguntungkan baginya.


“Tunggu, dia bukan liat gue! Tapi dia tau gue ada di mana! Ini semua karena adanya jejak kaki gue di padang pasir ini!”


Kembali pikirnya, sebelum berlari meninggalkan area di luar hutan kaktus itu.


“*Dor, dor, dor…”


“Cih! Dasar sialan! Bahkan Obscure Cloak ini nggak berguna ya?!”


Seru Dalbert, sambil berlari dan menghindari tembakan-tembakan pistol yang memburunya.


“*Dor, dor, dor…”


Namun bukan berarti Dalbert diam saja. Ia juga membalasnya dengan pistol di tangannya, walaupun ia sadar bahwa tembakannya hanyalah sebuah kesia-siaan.


“Cih! Andai gue tau dari mana yang nembak gue!”


Pikir Dalbert dengan kesal.


Ia terus berlari, hingga akhirnya ia tiba di suatu oasis yang luas.


Dengan tidak berpikir panjang, ia pun memasuki oasis tersebut.


“*Bwush…”


Setelah memasuki oasis tersebut, Dalbert berusaha sekuat tenaga untuk tidak bernafas, sambil melepas Obscure Cloak miliknya.


“!!!”


Beberapa saat kemudian dari dalam oasis, Dalbert dikejutkan dengan adanya pria yang ia lawan, yang menampakkan dirinya dan berusaha mencarinya.


“Nama gue Accurate! Gue ini pimpinan dari Dreaded Band! Keluar lo sekarang juga, Dalbert Dalrio!”


“…”


Dalbert tidak meresponnya. Ia tetap berusaha untuk tidak bernafas.


“…”


“Oh! Di situ ya?!”


Pikir Accurate, ketika ia mendapati adanya genangan air yang bergerak secara perlahan-lahan menghampiri tepi oasis.


“*Dor, dor, dor…”


Accurate terus menembaknya, walaupun tembakannya meleset.


“Sialan! Bahkan tembakan gue sia-sia!”


Bisik Accurate, sebelum menyaksikan adanya suatu keanehan dari gerakan genangan air itu.


“Tunggu. Ada yang aneh! Nggak mungkin orang bisa bergerak kayak gitu! Apa mungkin dia pake sihir?! Atau mungkin dia itu Merman?!”


Pikir Accurate, yang tidak sadar…


“*Dor!”


“Urgh!”


…bahwa yang ia saksikan tidak lain adalah Obscure Cloak milik Dalbert, sementara pria yang ia kejar secara


diam-diam telah berada di belakangnya.


“S-Sialan…! Nggak gue sangka… ternyata lo ada di belakang gue, Dalbert Dalrio…!”


Seru Accurate yang kesakitan, sambil menggenggam pistolnya.


“…”


Dalbert hanya menatapnya dengan tajam, juga sambil menggenggam pistolnya.


““…””


Mereka berdua hanya saling bertatapan dengan tajam, sambil menggenggam pistol mereka masing-masing. Bersama-sama, mereka menunggu waktu yang tepat untuk menembakkan pistol mereka.


““…””


Kesabaran, ketahanan, dan konsentrasi penuh. Hanya itu yang mereka andalkan, sambil mengharapkan adanya pembuka bagi mereka.


Hingga akhirnya…


“*Chaaaak!”


Namun alih-alih saling menembak, mereka justru berlari, walaupun pandangan mereka tidak teralihkan.


“Cih! Ternyata dia mikirin hal yang sama kayak yang gue pikirin!”


Pikir Dalbert, sambil terus menatap Accurate dan bersiap untuk menembaknya.


““*Dor, dor, dor…””


Mereka berdua kembali beradu tembakan.


““*Shrak!””


““*Keuk!””


Kali ini mereka juga menerima tembakan yang begitu banyak dari lawan mereka masing-masing.


Akan tetapi, Accurate masih belum menyadari keuntungan yang dimiliki oleh Dalbert.


“*Shrrttt…”


“Sial! Apaan nih yang nahan kaki gue?!”


Dalbert mampu mengendalikan Obscure Cloak dari jauh. Maka dari itu, ia mengendalikan Obscure Cloak untuk berubah dalam bentuk kasat mata. Kemudian Obscure Cloak mampu menangkap kaki Accurate agar ia terjatuh.


“*Dor! Dor!”


“Akh!”


Ketika Accurate terjatuh, Dalbert dengan mudah menembak kedua kakinya agar tidak bisa bergerak.


“S-Sialan lo, Dalbert Dal—”


“*Dor!”


“Keuk…!”


Dalbert kemudian menembak tangan Accurate yang hendak menggenggam pistol.


“Coba ulang! Sebutin nama lo lagi ke gue!”


Seru Dalbert kepada Accurate.


“A-Apa maksud lo—”


“*Crrkck…”


“…”


Accurate hanya menatap pistol yang mengarah ke hadapan wajahnya.


“N-Nama gue Accu—”


“Gue nggak butuh julukan lo, bego!”


Potong Dalbert dengan kesal.


“N-Nama gue… Chester Klement. G-Gue ini… pimpinan Dreaded Band. A-Ada emangnya sama nama gue, Dalbert Dalrio?!”


“…”


Dalbert hanya menatapnya dengan tajam, sebelum menjawab pertanyaan Accurate.


“Oh gitu? Jadi, mana yang bener nama lo?”


“Hah…?”


Accurate pun merasa heran dengan pertanyaan Dalbert.


“A-Apa maksud lo, Dalbert Dalrio…?”


“Antara Chuck Kelvins sama Chester Klement. Yang mana nama asli lo, Bandit Legendaris?!”


Tanya Dalbert kepada Accurate, yang telah ia ketahui identitasnya.


“Chuck Kelvins…? Maksud lo, gue in—Umph!”


Dalbert seketika membuka dengan paksa selendang yang menutup wajah Accurate.


Sesuai dugaannya, wajah dari Accurate dan wajah dari Chuck yang ia kenal memiliki wajah yang serupa.


“Hahaha!”


Tawa Chuck ketika Dalbert berhasil menunjukkan jati diri dari Accurate.


“Ya harus gue akuin lo hebat, Dalbert…! Kira-kira… bisa nggak lo jelasin ke gue tentang cara lo tau gue ini


siapa…?!”


“Kapan gue taunya? Hmph! Itu sih wajar aja gampang!”


“Hm?”


“Mulai dari lo yang nunjukkin sihir lo yang panggil mahluk aneh itu, gue udah mulai curiga!”


“E-Emangnya apa yang perlu dicurigain…?”


Tanya Chuck dengan heran.


“Mulai dari tongkat Myllo yang hilang. Lo bilang, tempat yang lo tunjukkin itu bener-bener khusus untuk tamu


dari Sheriff Malt. Terus kok bisa tongkat Myllo hilang? Bukannya harusnya cuma lo sama Sheriff Malt aja yang tau?”


“K-Kalo itu kan bisa—”


“Karena Bandit Legendaris yang ambil? Bukannya lo secara nggak langsung arahin pola pikir kita, supaya kita percaya kalo Bandit Legendaris bener-bener yang ambil tongkat itu?”


Potong Dalbert, sebelum ia melanjutkan penjelasannya.


“Terus waktu kita investigasiin laporan-laporan kehilangan. Lo bilang kediaman Bandit Legendaris ada di bagian timur pulau ini. Nggak taunya, yang ada di timur pulau ini tuh cuma ada wilayah kekuasaan Dreaded Band. Tambah lagi, fakta tentang Sandworm, yang takut sama orang-orang yang ada di sini. Makanya itu, ini kesimpulan gue.”


“…”


“Lo itu mau bikin Kapten gue, Myllo, jadi lebih lemah karena nggak punya senjata. Terus, lo awalnya mau celakain kita pake Sandworm. Tapi ujung-ujungnya kita berhasil lawan mereka, apalagi Machinno bisa ngomong sama Sandworm. Gue nggak tau tujuan lo apa arahin kita ke markas Dreaded Band, yang pasti gue dari awal udah curiga sama lo. Bahkan gue yakin Djinn juga sama curiganya kayak gue.”


“…”


“Bener kan yang gue bilang?”


Tanya Dalbert, setelah memetakan semua hal yang telah direncanakan oleh Chuck.


Namun…


“Pffft!!! Ahahaha! Hahahaha!”


“Mm?”


…ia hanya tertawa saja.


“Ya, ya, ya. Sebagian besar dari yang lo ceritain itu nggak salah kok, Dalbert.”


“Sebagian besar?”


“Ya! Ada satu hal yang lo nggak sadarin!”


Seru Chuck kepada Dalbert.


“Hah? Ada yang nggak gue sadarin?”


Tanya Dalbert dengan heran.


……………


Kembali ke markas Dreaded Band, di mana Djinn menjelaskan semuanya kepada Aquilla dan Cleaner.


“J-Jadi… Chuck itu… Bandit Legendaris…?!”


“Tambah lagi… dia juga Accurate…?”


Tanya Myllo dan Cleaner dengan tidak percaya.


“Ya! Chuck, Bandit Legendaris, atau Accurate itu mungkin orang yang sama! Tapi gue yakin dia nggak sendirian!”


“Ya. Lo bener, Djinn Dracorion. Ada pimpinan Dreaded Band lainnya… yang juga ikut terlibat…!”


Kata Cleaner, yang membicarakan tentang Zerron, alias Zombie.


“Nggak! Gue nggak ngomongin tentang dia! Karena dia itu nggak lebih dari sekedar alat aja!”


“A-Alat?! Apa maksud lo—”


“Chuck, Bandit Legendaris, sama Accurate… tiga identitas itu digerakin dua orang, selain orang yang lo sebut Zombie itu! Makanya bisa ada dua di antara mereka di saat yang bersamaan!”


““!!!””


Semua terkejut dengan apa yang dijelaskan oleh Djinn.


Sementara itu, di sekitar oasis…


“*Shruk…”


“!!!”


…Dalbert begitu terkejut ketika ia melihat adanya seseorang yang menghampirinya dari belakang dan menusuknya.


“S-Sialan…! Ternyata… kalian kembar…?!”


Bisik Dalbert yang terluka, setelah ia melihat wajah pria yang mirip dengan Chuck, yang menusuknya dari belakang.