Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 140. Stand Together



““Aaaargh!””


“La…Lari!”


Semua yang berada di sekitar Vigrias terkejut ketakutan


dengan adanya Kaum Naga yang bergerak ke arah mereka semua.


Namun mereka lebih dikejutkan dengan apa yang terjadi di


tengah-tengah mereka.


“*Fwup! (suara kepaka sayap Naga)”


“O…Orang itu…Na…Naga!”


“A…Ada Naga di tengah-tengah ki—”


“Tunggu! Jangan panik! Naga itu ada di pihak kita!”


Seru Zorlyan kepada para warga yang panik karena perubahan


wujud dari Göhran.


“(Dalbert! Aku membutuhkanmu!)”


“OK!”


Dalbert pun menaiki punggung Göhran yang membutuhkan


pertolongannya.


Bersama-sama, mereka hendak menghentikan kedatangan Naga


maupun Wyvern yang datang dari langit.


Tidak hanya Göhran dan Dalbert saja yang hendak menghentikan


mereka semua. Beberapa Dragonewt yang merupakan anggota dari BBE juga hendak


turun tangan menghadapi mereka semua.


“Bos! Kita ikut!”


“Yaudah! Ayo kita selamatin negara ini!”


““Siap, Bos!””


Seru semua anggota Dragonewt dari BBE kepada Dalbert.


Tidak lama kemudian, Alphonso dan Lupherius datang


menghampiri Göhran.


“Göhran! Lo inget gue, kan?! Gue numpang di lo!”


“(Alphonso! Tentu saja aku ingat dirimu, kawan!)”


“Gue juga ikut numpang.”


“(Baiklah. Cepat naik ke atasku, kalian berdua!)”


Seru Göhran kepada mereka berdua.


“Phonso, ya? Ternyata lo udah pensiun? Hmph, kasian banget cuma


jadi pengawal.”


“Seenggaknya gue pensiun waktu karir gue lagi tinggi!


Daripada lo yang nggak pernah tinggi karirnya!”


“Apa lo bilang?”


“Lo bilang apa ta—”


“(Hentikan, kalian berdua! Lebih baik kita fokus terlebih


dahulu!)”


““Ya…””


Balas mereka berdua akan teguran Göhran.


Yssalq yang belum sepenuhnya sadar juga ikut membantu.


“Tu…Tunggu…”


“Hm?”


“(A…Aku adalah seorang Naga juga. Izinkan aku untuk membantumu!)”


Kata Yssalq yang baru saja tersadar kepada Göhran, sambil


merubah wujudnya menjadi Naga.


“(Baiklah, namun alangkah baiknya jika kau tetap di darat.)”


“(Te…Tetap di da—)”


“(Lihat! Masih ada Drake maupun Wyrm yang hendak menyerang


dari darat!)”


Tegas Göhran kepada Yssalq, sambil menunjukkan adanya


kedatangan banyak Drake dan Wyrm yang berjalan ke arah kemah evakuasi.


“Baiklah. Aku akan menjaga mereka yang berada di darat.”


“Tunggu! Kita ikut!”


Seru Zorlyan yang menghampiri Yssalq bersama dengan grupnya.


Ketika mereka hendak menghampiri Yssalq, seseorang juga


hendak mengikuti mereka.


“Tu…Tunggu! Gue i—”


“Alethra! Jangan pergi!”


Tegas Miraela sambil menahan Alethra dengan pelukan.


“Ka…Kakak! Tolong ijinin Alethra untuk—”


“Nggak! Kakak nggak mau kehilangan kamu la—”


“Kak! Alethra nggak bisa diem aja, kak! Untuk sekali ini


aja, tolong ijinin Alethra, kak!”


Balas Alehtra kepada Miraela.


“Ja…Janji sama kakak kalo kamu harus tetep hidup! Paham?!”


“Ya. Alethra janji!”


Alethra pun meninggalkan Miraela untuk ikut bersama Yssalq


dan Zorlyan.


“BBE lainnya! Ikutin Naga itu!”


““OK, Bos!””


Seru semua anggota BBE lainnya kepada Dalbert.


“(Semua sudah siap?!)”


““Ya!””


“(Baik! Mari kita hentikan mereka semua!)”


Seru Göhran yang diikuti dengan kepergian mereka semua.


“Para prajurit sekalian! Sementara mereka menghentikan


serangan Kaum Naga itu, saya perintahkan kalian untuk mengamankan para warga!”


““Baik, Yang Mulia!””


Seru para prajurit yang langsung menjalankan perintah Ratu


Brescha.


Ketika Göhran, Dalbert, Lupherius, dan Dragonewt lainnya


hendak menyerang Kaum Naga yang berada di udara, tiba-tiba terlihat beberapa


Kaum Naga yang berguguran.


“Gryaarr…”


“Kok beberapa Wyvern ada yang jatoh…?”


Tanya Dalbert.


“(Tenang saja. Mereka semua adalah aliansi kita.)”


“Aliansi? Maksudnya Rakhzar?”


“(Tidak hanya ia saja.)”


Balas Göhran kepada Dalbert.


Dari atas sana, terlihat Myllo, Rakhzar, dan yang lainnya


sedang menyerang Kaum Naga.


“Zegin Blow!”


“*Swush! (suara hembusan angin)”


“Rrrr…”


“Iron Crusher!”


“*Prang! (suara serangan pedang besar)”


“Ruoaar…”


Myllo dan Gia bersama-sama menyerang Kaum Naga dari langit.


“Hehe! Thanks Garry! Kalo bukan karena sihir lo, mungkin gue udah kecapean duluan untuk pake


kekuatan sebanyak ini!”


“Iya! Karena kamu, badan kita jadi enteng banget!”


“…”


Garry hanya terdiam saja karena sedang fokus untuk


meningkatkan kekuatan Myllo dan Gia dengan sihirnya.


“(Rakhzar! Akhirnya kami kedatangan kalian!)”


“(Göhran! Syukurlah kau baik-baik saja!)”


Balas Rakhzar kepada Göhran.


Bersama-sama, mereka semua menyerang Kaum Naga untuk


menghadang mereka.


“Heavenly Thrust!”


“*SHRUK! (suara tusukan sihir pedang)”


Dengan sihirnya, Bismont mengaliri pedangnya dengan sihir


yang memanjang dan menusuk beberapa Kaum Naga.


“Lycan Form: Night Killer.”


“*CHRAK! (suara cakar besar)”


Lupherius berubah dalam Wujud Serigala dan langsung


menyerang beberapa Kaum Naga.


“Arrow Magic: Disaster Jet!”


““*SYUT! (suara sangat banyak tembakan panah)””


Alphonso pun menembak beberapa Kaum Naga dengan sangat


banyak panah yang dilesakkan dalam sekali tarikan busur.


Ketika semua menyerang Kaum Naga, perhatian Dalbert justru


teralihkan.


“Gila! Siapa mereka?!


Kenapa mereka bisa sekuat itu?!”


Pikir Dalbert ketika melihat Myllo dan Gia yang menyerang


Kaum Naga tanpa henti.


“Nggak, kayaknya


mereka bisa begitu karena ada orang yang duduk itu!”


Pikirnya kembali setelah ia sadar ada Garry yang terlihat


duduk sambil merapal mantra sihir.


“Phonsooooo! Lupheriuuusss!”


“Hmph.”


Balas Alphonso dan Lupherius kepada sapaan Myllo.


“(Dalbert! Phonso! Ada beberapa Wyvern yang mengejarku!)”


“O…Oh! OK!”


Balas Dalbert yang dikejutkan dengan seruan Göhran.


“Sniper!”


““*Chruk! (suara peluru menembus kepala)””


Dalbert merubah senjata miliknya menjadi senapan jitu, lalu


menembak hingga menembus beberapa Wyvern.


Sementara Alphonso…


“Arrow Magic: Zapping Net!”


“*Syut! (suara tembakan panah)”


“*Crrrkkkcrrrkk… (suara tersambar petir)”


…mengalahkan Wyvern beberapa Wyvern lainnya dengan panahnya


yang berubah menjadi jaring petir, yang menyambar mereka semua hingga tewas.


Melihat serangan mereka berdua, Myllo merasa terpukau,


khususnya dengan Dalbert.


“WUOAAAH!!! KEREN BANGET!!!”


“Hm? Lo sia—”


“Göhran! Dia siapa?!”


“(Namanya Dalbert Dalrio. Ia adalah seorang bandit.)”


“Dalbert Dalrio?!”


Myllo pun bingung karena sempat mengingat nama itu.


“Myllo, dia ini adeknya Nyonya Dahlia.”


“HAAAAAAAH?! ITU ADEKNYA?!”


Teriak Myllo yang terkejut setelah mendengar penjelasan Alphonso.


Myllo pun melompat ke punggung Göhran untuk berbicara kepada


Dalbert.


“Woy! Lo adeknya Dahlia, kan?! Kenapa lo jadi ban—”


“*Dor! (suara tembakan senapan jitu)”


“!!!”


Myllo yang sedang berbicara dikejutkan dengan Dalbert yang


menembak Wyvern yang hendak menyerangnya dari belakang.


“Ternyata lo juga kenal kakak gue—”


“Minggir!”


“*Fwush! (suara hembusan angin)”


“!!!”


Dalbert pun juga dikejutkan dengan Myllo yang sedang


menyerang Naga yang hendak menyerangnya dari belakang, ketika ia sedang


berbicara.


“Hahaha! Kompak juga mereka berdua!”


Pikir Alphonso setelah melihat reaksi mereka berdua.


“Hah?! Juga?!”


“Ya! Ada Petualang Bertopeng yang sama ngomongnya kayak lo—”


“Lo udah ketemu Djinn?! Dia ada di mana?!”


“Terakhir gue liat, dia ada di sana.”


Balas Dalbert sambil menunjuk kastil.


……………


Mereka terus menerus bertarung dengan semua Wyvern dan Naga


yang menyerang terus menerus tanpa henti.


Sambil bertarung, Dalbert pun menjelaskan dirinya yang


terlempar ke luar kastil ketika menghadapi Maverick.


“A…Artinya, Djinn lagi di sana sendirian?!”


“Ya! Makanya itu—”


“*Boom! (suara ledakan bola api)”


“(Aaaargh!)”


Göhran terkena serangan beberapa Naga ketika Myllo dan


Dalbert sedang berbicara di atasnya.


“*Bruk! (suara terjatuh)”


“Uhuk, uhuk, uhuk…”


“Göh…Göhran! Lo nggak apa-apa?!”


“(My…Myllo…aku tidak sanggup menghadapi mereka semua!)”


Balas Göhran yang terluka kepada mereka berdua.


Setelah mereka menyerang Kaum Naga secara terus menerus,


mereka semua pun dilanda keletihan.


“(Pe…Pegangan yang kuat!)”


“*Bruk! (suara terjatuh)”


Tidak hanya Göhran saja, Rakhzar juga terjatuh karena


terkena serangan.


“Gia! Garry! Lo nggak apa-a—”


“Myllo! Garry udah ping—”


“E…Enggak kok, Teh Gia.”


Sahut Garry yang langsung tersadar dari pingsannya.


Di dekat Myllo berdiri, terlihat Alphonso, Bismont dan


Lupherius yang terluka akibat terjatuhnya Göhran.


Sedangkan Dalbert…


“Woy! Lo kenapa selamatin gue?!”


“Karena…lo itu…orang yang berharga…untuk…Nyo…nya…”


“Cih!”


…berhasil diselamatkan oleh Alphonso.


Sedangkan dari titik lokasi yang tidak jauh dari mereka


semua, terlihat Yssalq yang sudah pingsan bersama dengan Zorlyan dan yang


lainnya yang masih berusaha menyerang Kaum Naga yang berada di darat.


“Huff…Huff…”


“A…Apa mungkin…kita semua udah nggak punya kesempatan?”


Tanya Mahadia yang terlihat kelelahan, setelah mengalahkan


sangat banyak Drake dan Wyrm bersama dengan regunya tanpa henti.


“My…Myllo…terus kita gimana…?”


“…”


Myllo hanya terdiam saja, sambil menyaksikan semua Kaum Naga


yang hendak menyerang mereka semua.


“Tenang. Seenggaknya sekarang fokus mereka ke kita semua.”


“Ke kita semua…?”


“Liat mereka. Mereka udah nggak ada niatan untuk nyerang


orang-orang yang ada di kemah itu.”


Jelas Myllo ke Gia.


“(Kau benar. Mereka hendak membalas kita semua)”


Tambah Göhran.


Di saat mereka dihadapkan dengan semua Kaum Naga yang hendak


menyerang, tiba-tiba terdengar suara di kepala mereka.


“Tolong bunuh kami!”


“Kami sudah tidak


punya kuasa untuk menggerakkan Tubuh kami!”


“Kami sebagai Naga…merasa


malu…untuk hilang kendali atas diri kami sendiri!”


“Selagi kami bisa


berbicara…kami mohon…sanggupi permintaan kami…”


Mereka semua terkejut ketika mendengar suara-suara itu.


“Ta…Tadi tuh suara siapa?”


“(Pa…Para Naga…yang ada dihadapan kita!)”


Balas Rakhzar kepada Myllo.


“Cih! Brengsek! Kenapa kita harus bunuh mereka?!”


Seru Myllo dengan kesal.


“(My…Myllo. Aku sebagai Naga, terpaksa harus memenuhi


permintaan mereka!)”


“(Maafkan kami, Myllo. Andai saja…ada cara lain!)”


Sahut Göhran dan Rakhzar dengan perasaan campur aduk.


Dengan berat hati, mereka pun sepakat untuk memenuhi


kehendak para Naga yang dikendalikan oleh Maverick.


Walaupun tidak tega…


“Tapi…”


“Gimana cara kita ngalahin mereka…?”


“Kita pun juga udah…kecapean!”


…mereka juga merasa tidak sanggup karena rasa lelah yang


mereka rasakan.


Tanpa sadar, mereka semua, termasuk Kaum Naga, dikejutkan


dengan sesuatu.


“*JGRUM! (suara petir dari langit)”


““!!!””


“Me…Mengapa tiba-tiba ada petir?!”


“Petirnya…nggak dari langit, kan?”


Tanya Royce dan Winona yang merasa bingung.


Melihat petir itu, terlintas satu orang di pikiran beberapa


dari mereka.


“Djinn.”