Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 233. The Ninth Acolyte



Hidden Dungeon of Whisper semakin memanas, setelah Serpentis Guld berhasil mendapatkan Djinn dari Aquilla Party.


Namun kali ini, beberapa saat sebelum malapetaka besar terjadi dalam sana, di mana Snake sedang menghadapi Ghibrion.


“*Brrr…”


Snake sedang berhadapan dengan seluruh Golem yang Ghibrion ciptakan.


Walaupun terdapat puluhan Golem, nyatanya hal tersebut bukanlah perkara sulit bagi Snake.


{Vlerion Sword Art: Neck Point}


“*Shringgg…”


““*Brrkkk…””


Hanya dengan satu ayunan pedangnya, Snake berhasil memotong leher dari seluruh Golem ciptaan Ghibrion.


“Apa hanya itu saja, Ghibrion Oraglor?”


Tanya Snake yang meremehkan seluruh Golem yang ia hancurkan.


Namun, Golem tersebut bukan satu-satunya hal yang diciptkan olehnya.


((Transmutaion Magic: Blood Hydra))


““*Kraaaaw!””


Ghibrion menggunakan transmtasi miliknya, dengan menciptakan seekor Hydra yang dari tumpukan kantung darah yang ia sembunyikan di bawah tanah.


“Hooo… Anda tidak bisa melakukan ((Summon Magic)) dengan memanggil Spirit Beast dari Spirit Realm, maka


anda menciptakan mahluk buas dengan transmutasi, kah?”


“*Swush, swush, swush…”


“Harus saya akui bahwa anda merupakan pribadi yang kreatif, Ghibrion Oraglor.”


Kata Snake, sambil melompat dan menghindari Hydra yang diciptakan oleh Ghibrion.


“Ya harus saya akuin, kalo saya ini nggak bisa ((Summon Magic)). Tapi bukan berarti saya nggak bisa bunuh anda, Vamulran!”


Seru Ghibrion kepada Snake, sembari mempersiapkan serangan berikutnya.


((Transmutation Reconstruct: Giant Gargoyle))


Dengan memanfaatkan sisa Golem yang dihancurkan oleh Snake, Ghibrion merubah dan menciptakan seekor Gargoyle yang sangat besar.


Namun ketika melihat Gargoyle itu…


“Hahaha!”


…Snake hanya tertawa.


“Hey! Anda pikir ada yang lucu?!”


Tanya Ghibrion dengan kesal karena mengira lawannya tersebut meremehkannya.


“Tidak. Hanya saja, ketika melihat Gargoyle itu saya teringat akan rekan saya yang bernama Gadlu.”


Jelas Snake, sambil menghindari dan menganalisa serangan dari dua monster yang diciptakan oleh Ghibrion.


Namun, karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya Snake lakukan, Ghibrion mengira bahwa yang Snake lakukan tidak lebih dari sekedar menghindar.


“Hah! Emang orang-orang Vamulran kayak anda cuma bisa menghindar aja! Anda beda banget sama psikopat kayak Luscika yang bunuh orang tanpa ngerasa berdosa!”


Cemooh Ghibrion kepada Snake, dengan menyebut nama putri sulung dari Vamulran Kingdom.


Snake hanya diam, sambil mempersiapkan serangan balik.


“Kraaaaw!”


“…”


Snake membiarkan dirinya dimakan oleh Hydra ciptaan Ghibrion, seakan dirinya pasrah.


“Hahahaha! Anda nyerah dimakan Hydra ciptaan saya?!”


Kembali cemooh Ghibrion.


Di dalam tubuh Hydra itu, Snake merapal sihir.


((Transmutation Magic: Hydro Conversion))


“*Blup, blup, blup…”


Tubuh dari Hydra ciptaan Ghibrion, yang terbuat dari darah, seketika berubah menjadi air karena sihir Snake.


Setelah itu, Snake keluar dari Hydra tersebut dengan mudah dan mempersiapkan sihir selanjutnya.


((Winter Touch))


“*Shrrrkk…”


Snake menyentuh Hydra itu dengan tangannya yang sangat dingin, hingga membekukan seluruh tubuhnya.


“Wrrraaaaw…”


Gargoyle ciptaan Ghibrion hendak menyerang Snake.


Lalu, Snake menghentikannya dengan sangat mudah.


((Rock Dissaray))


“*Brrr…”


Seketika Gargoyle tersebut hancur berkeping-keping menjadi kerikil kecil ketika Snake menyentuhnya sambil merapal mantra sihir. Dengan hancurnya Gargoyle itu, Snake telah menghancurkan dua mahluk ciptaan Ghibrion.


Namun, bukan berarti pertarungan yang ia hadapi telah berakhir.


“Serang pria itu!”


““Graaaaw!!!””


Ghibrion memerintahkan seluruh Chimera yang merangkak keluar dari bawah tanah, setelah Snake selesai bertarung dengan dua mahluk ciptaan Ghibrion.


“*Shrak, shrak, shrak…”


Dengan sangat mudah, Snake menghindari dan memotong beberapa Chimera ciptaan Ghibrion.


“Hoo… Masih ada ratusan lagi, kah?”


Bisik Snake, sambil melakukan hal yang sama kepada beberapa Chimera yang hendak menyerangnya.


Oleh karena itu, ia melakukan sesuatu yang membuat Ghibrion sangat takut.


“*DHUMMM……”


““…””


Dengan aura yang begitu keras, tidak hanya Chimera saja yang diam dan tidak bisa bergerak.


“…”


Bahkan Ghibrion pun dibuatnya tersujud dan tidak bisa berdiri.


Namun, bukan berarti Snake berhenti sampai situ saja.


{Bushikage no ken: Chinmoku no Yoru}


“…”


Snake mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat dan tidak bisa diikuti oleh mata orang pada umumnya.


Seketika…


““*Shrak…””


…seluruh Chimera yang tersisa terpenggal secara bersamaan.


“!!!”


Ghibrion terkejut melihat seluruh Chimera yang ia ciptakan hancur begitu saja dengan pedang Snake.


Pikir Ghibrion denga putus asa karena tidak terlihat adanya bantuan yang datang dari Chimera ciptaannya.


Sementara Snake, hanya tersenyum dan menerima panggilan dari orang yang paling ia percaya.


“Snake, bagaimana wajah Ghibr Doldrah? Apakah ia putus asa ketika mengetahui ketiadaan Chimera miliknya?”


Tanya Maleviel, sambil membersihkan tubuhnya dari…


“…”


…cipratan darah milik seluruh Chimera yang telah ia bunuh.


“Me-Mengapa anda terdengar seperti Iblis yang puas membunuh korbannya, Maleviel?”


“Fufufu… Janganlah kau berkata seperti itu, Snake. Sebagai satu-satunya orang yang mengetahui siapa diriku yang sebenarnya, kau seharusnya mengetahui betapa sakitnya hatiku ketika kau berkata seperti itu, bukan?”


“Ma-Maafkan saya, Maleviel.”


Balas Snake dengan perasaan tidak enak, sambil menghentikan komunikasinya dengan Maleviel.


Setelah itu, ia kembali fokus menghadapi Ghibrion yang masih tidak bisa berdiri dari rasa takutnya.


“Jadi, kapan anda akan turun tangan secara langsung untuk menghadapi saya, Ghibrion Oraglor?”


Tanya Snake dengan angkuh.


“Keuk!”


“…”


Dengan putus asa dan tubuh yang gemetar ketakutan, Ghibrion mengeluarkan Gazo Stone dari sakunya.


“Hey, Ghibrion Oraglor! Tentunya anda tahu, bukan?! Jika anda menelan benda tersebut, anda pasti kehilangan akal sehat anda!”


Seru Snake yang mengkhawatirkan Ghibrion.


Namun, Ghibrion hanya tersenyum membalas peringatannya.


“H-H-Hilang akal sehat saya?! Anda tau nggak ini lambang apa, Snake?!”


Seru Ghibrion, sambil menunjukkan dadanya.


“Lambang di dada anda itu… Apakah anda adalah seorang Acolyte?”


“Ya! Saya, Ghibr Doldrah, Ninth Acolyte dari Children of Purgatory!”


Seru Ghibrion, sambil menelan Gazo Stone.


“*ZHUM……”


“Hraaaaaagh!”


Dengan aura Iblis yang besar, perlahan-lahan wujud dari Ghibrion berubah, dengan tinggi yang menjulang.


“*Krrrrk…”


Lengannya memanjang, dengan tulang pada sikutnya memanjang hingga keluar dari kulitnya.


“*Shruk!!!”


Sepasang tanduk keluar dari kedua tulang baji miliknya.


“…”


Warna mata miliknya berubah menjadi merah, sementara pupilnya berubah menjadi kuning.


“(Haaaa… Hahahaha!)”


Suaranya pun menjadi sangat berbeda.


“(Lihat ini, Vamulran!)”


“…”


“(Apakah saya berubah jadi ular bodoh?! Tidak!)”


“…”


“(Saya bukan Siren tolol yang hidup abadi tapi berubah jadi ular aneh yang nggak punya akal sehat! Saya lebih


mulia daripada Mahluk Abadi kayak mereka!)”


“…”


Snake hanya diam saja, tanpa memberi komentar apa-apa.


Karena itu, Ghibrion merasa bahwa pria bertopeng ular itu terdiam karena takut.


“(Hey, Snake?! Anda pasti takut, kan?!)”


“Tidak.”


“(Hm?! Akuin aja, Sna—)”


“Saya tidak takut, Ghibrion Oraglor. Hanya saja, saya merasa iba dengan anda.”


“!!!”


Ghibrion pun sangat marah.


“*Swush!”


Ia bergerak dengan cepat untuk membunuh Snake.


Akan tetapi…


“*SWUSH!”


“*Dhuk…”


“Urgh…”


“*Bruk…”


…Snake bergerak lebih cepat dan menendang kakinya, sehingga ia jatuh tersandung karenanya.


((Divine Art: Curse Vanquisher))


“*Shringgg…”


“(Urgh…)”


Dengan sihir yang ia gunakan, Snake memancarkan cahaya terang dari pedangnya, yang seakan membuat Ghibrion terbakar olehnya.


“(Ke-Kenapa saya… nggak kuat… sama… ((Divine Art))…?!)”


“Anda penasaran, Ghibrion Doldrah?”


“(…)”


“Karena anda tidak menyadari, bahwa kekuatan besar yang anda cari dengan alasan evolusi itu, tidak lebih dari sekedar kekuatan Iblis dengan derajat paling dasar. Bahkan saya rasa, anda mendapatkan posisi kesembilan dari semua Acolyte hanya karena akal cerdas anda. Sementara kekuatan anda… bahkan saya yakin tidak lebih kuat daripada saudara-saudara sesama Acolyte anda.”


“(!!!)”


Kembali Ghibrion dibuat marah oleh pernyataan Snake.


Akan tetapi, kondisinya saat ini tidak memungkinkannya untuk menyerang Snake.


“Jelaskan kepada saya, Ghibrion Oraglor.”


“(…)”


“Mengapa anda begitu membenci Mahluk Abadi? Mengapa anda begitu terobsesi dengan evolusi Mahluk Fana? Kekuatan macam apa yang sebenarnya anda cari?”


“(…)”


Tidak ada respon dari Ghibrion.


Sambil menunggu ajalnya, ia pun teringat akan masa lalunya.