Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 303. Fire of Purification



Semua warga Beckbuck dikejutkan dengan datangnya Druettus Dustream bersama Control Unit, yang datang


menggunakan Griffin. Rasa khawatir dan cemas mulai mengawani pikiran mereka semua.


“…”


Myllo dan anggota Aquilla lainnya juga menyaksikan kedatangan Control Unit di kota tersebut. Tetapi berbeda dengan Myllo yang menatap mereka dengan tajam, Gia dan Garry justru sama khawatirnya dengan warga Beckbuck.


“Teh Gia…”


“Ya. Perasaan aku mulai nggak enak. Entah kenapa kita harus secepetnya ke Myllo!”


Sahut Gia. Oleh karena itu ia berjalan menuju Myllo bersama Garry dan Machinno, dan meninggalkan para


Sandworm yang masih tertunduk.


“Hm? Sepertinya ada wajah yang tidak asing di tempat ini.”


“Ya. Dia itu Myllo Olfret, atau yang dikenal Myllo The Wind. Dia ada di tempat ini beberapa hari yang lalu, Tuan Dustream.”


Jawab Sheriff Malt kepada Druettus.


“Baiklah. Kami akan menemuinya.”


“Silakan saya anter—”


“Tidak usah.”


“*BHUK!!!”


“Akh…”


“Biar saya yang menemuinya.”


Kata Druettus, sambil memukul Sheriff Malt hingga tidak sadarkan diri.


“Selamat pagi, Myllo The Wind. Perkenalkan, saya adalah Drue—”


“Nggak usah basa-basi! Apa urusan lo ke sini?!”


“…”


Druettus merasa kesal dengan Myllo yang memotong perkenalannya.


“Saya adalah Druettus Dustream. Jika anda ingin tahu kedatangan kami, maka anda perlu menjawab pertanyaan ini.”


“…”


“Bagaimanakah pandangan anda terhadap pulau ini? Apakah pulau ini beserta warganya terasa begitu… menjijikan?”


“…”


“Jika memang benar anda adalah adik angkat dari Pahlawan Sylvia Starfell, tentu saja anda memiliki integritas tinggi untuk menyatakan suatu kebenaran. Oleh sebab itu, ketika menyaksikan kotornya pulau ini, anda pastinya ingin memberantas semuanya. Bukankah seperti itu?”


“…”


Myllo tetap terdiam. Ia hanya menatap tajam Druettus. Karena tatapan tajam darinya, Druettus pun menjadi semakin kesal dengan tatapannya.


Namun ia berusaha tenang dan menunjukkan kelasnya sebagai seseorang yang mewakili Centra Geoterra.


“Apakah ada yang salah dengan saya, Myllo Olfret? Mengapa—”


“Hmph! Apa tadi, lo bilang?! Pulau sama warga yang ada di sini terasa menjijikan?”


“Hm?”


“Kenapa juga kalian harus bawa-bawa tentang pulau atau warga di sini? Bukannya kalian semua juga jijik liat semua Petualang?”


“…”


Druettus hanya tersenyum, setelah Myllo menyampaikan sebuah fakta tentang Centra Geoterra.


“Jadi, intinya kalian mau apa ke sini?!”


“Kami sebagai Unit yang dipercaya untuk mengontrol aktivitas Petualang dan juga menjaga stabilitas yang ada di Geoterra, maka kami akan melaksanakan perintah Centra Geoterra.”


“Apa perintahnya?”


“Memurnikan pulau ini, dengan meratakan segala akar yang telah tertanam di pulau ini. Baik itu dari segi geografis, kultur, dan juga habitat.”


““!!!””


Semua warga Beckbuck yang mendengar penjelasan Druettus mulai terkejut. Bersama-sama mereka hendak


menyuarakan aksi protes mereka kepadanya.


Namun Druettus mengetahui hal tersebut. Ia pun sudah memikirkan cara untuk meredam amukan warga.


“Tenang saja, warga Beckbuck sekalian. Kalian semua akan selamat.”


““…””


“Sebagai orang-orang yang dipercaya oleh Tuan Malt untuk tinggal di kota ini, saya harap anda sekalian menjadi saksi dari evolusi Dreaded Island dan mendapatkan gelar bangsawan untuk kelahiran negara baru, setelah pulau ini berhasil dimurnikan.”


Jelas Druettus kepada seluruh warga Beckbuck.


“T-Tunggu, Tuan Druettus.”


“…”


Druettus memalingkan perhatiannya kepada salah seorang warga.


“Empat orang itu… bukan bagian dari orang-orang yang diajak Sheriff Malt! Mereka semua bandit yang—”


“Tidak masalah.”


“Ng-Nggak masalah—”


“Jika mereka tetap menyusahkan Centra Geoterra, bahkan ketika negara baru telah berdiri, Centra Geoterra berani menjamin bahwa mereka akan jauh lebih menderita dibandingkan kematian.”


““!!!””


Keempat pemimpin Dreaded Band pun terkejut dengan pernyataan Druettus. Ekspresi ketakutan pun tidak terelakkan dari wajah mereka.


“Sebuah negara tentunya memerlukan orang-orang yang kuat juga. Oleh karena itu, mereka bisa ambil bagian sebagai pengawal negara. Bahkan dengan adanya mereka, Centra Geoterra tidak memerlukan personil khusus yang perlu dikirimkan ke negara ini. Dengan kata lain, Centra Geoterra hanya perlu mencari seseorang yang akan memimpin negara ini.”


““…””


Keempat pemimpin Dreaded Borderland hanya bisa diam karena takut.


Sementara itu, Gia, Garry, dan Machinno yang baru saja datang juga dikejutkan dengan sesuatu.


“T-Te-Teh Gia! Orang itu teh…”


“Ya. Bahkan tanpa ngeliat wajahnya aja… aku bisa ngerasain ada aura yang serem banget dari dia…!”


Jawab Gia yang merasakan hal yang sama dengan Garry, ketika mereka berdua menyaksikan Druettus.


“Baiklah. Inilah yang harus kalian tanamkan kepada keturunan kalian, kelak negara ini terlahir kembali.”


““…””


“Hari ini, negara yang baru dan raja yang baru akan datang! Dengan adanya Aquilla Party, tanah busuk yang berisi kriminal menjadi bersih dari noda! Pulau ini tidak perlu ditakuti lagi dan layak untuk ditempati!”


““!!!””


Lagi, semua terkejut dengan pernyataan Druettus. Khususnya para anggota Aquilla.


“Woy! Apa maksud lo bawa-bawa nama Aqui—”


“Anda pastinya ingin menjadi seorang Pahlawan, seperti kakak an—”


“Idih! Gue jijik sama titel kayak gitu!”


“…”


Druettus hanya menatap tajam Myllo, setelah ia mendengar pernyataannya.


“*Tap…”


Ia kemudian menyentuh pundaknya dan mendekatkan kepalanya ke telinga Myllo, dengan maksud untuk membisikkan sesuatu.


“Dengar saya, Myllo Olfret.”


“…”


“Bukankah anda… ingin menjadi Petualang Nomor Satu di Dunia?”


“…”


“Saya tidak peduli dengan tanggapan anda dengan titel Pahlawan. Hanya saja…”


“…”


“…anda sebagai seorang Petualang hanyalah alat bagi kami. Sebagai alat, anda seharusnya hanya bisa diam


dan mengikuti kemauan tuan—”


“*Tap!”


Myllo langsung mendorong Druettus.


“Lo bilang apa? Gue itu alat?”


“*Krrrttt…”


Tanya Myllo, sambil menggenggam tongkatnya dengan sangat keras.


“Pernah denger nggak…”


“*Swung…”


“…ada alat yang celakain tuannya?”


“…”


Druettus menatap tajam Myllo, yang mengarahkan tongkatnya menuju wajahnya.


“Hoo…”


““…””


“Apakah anda mengancam saya?”


Tanya Druettus, sementara beberapa anggota Control Unit yang ikut bersamanya mulai bersiap untuk mengantisipasi aksi Myllo.


“Katakanlah kepada saya, Myllo Olfret.”


“…”


“*SWUSH!”


“*TUK!!!”


“Ughyooogh!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


““!!!””


Semua terkejut dengan aksi Myllo, yang bergerak dengan sangat cepat dan tidak bisa dilihat dengan mata pada umumnya, yang kemudian memukul Druettus dengan sangat keras, hingga ia terlontar jauh.


Bahkan anggota Control Unit lainnya juga tidak bisa mengantisipasi kecepatannya.


““*Shringgg…””


Namun aksi darinya hanya membuat dirinya menjadi sasaran empuk bagi anggota Control Unit lainnya, yang


mengarahkan pedang senjata mereka tepat di depan wajah Myllo.


“M-My—”


“T-Tahan dulu…”


“N-Naomi?! Kenapa kamu—”


“J-Jangan buat keadaan… makin parah…!”


Balas Naomi, yang menahan Gia dengan tangannya yang gemetar.


“…”


Druettus pun berusaha untuk berdiri, setelah menerima serangan yang begitu keras oleh Myllo.


Sambil berusaha untuk berdiri, ia teringat akan perintah dari Tri Dewan lewat sebuah Orb Call, ketika ia masih


berada di dalam kapalnya.


“Jika ada sebuah Petualang yang berada di pulau tersebut dan menghadang anda, maka anda perlu memusnahkan Petualang tersebut.”


“Tetapi jika Petualang tersebut sudah membuat suatu pencapaian besar yang diketahui seluruh warga dunia, maka anda harus menjadikan Petualang tersebut sebagai seseorang yang berhasil membersihkan dan menyucikan Dreaded Borderland.”


“Khususnya jika Petualang tersebut adalah Aquilla Party. Janganlah anda membuat masalah dengan mereka, karena ada seorang Anomali di antara mereka. Tetapi, anda bisa menyampaikan Myllo Olfret, Leader dari Aquilla Party, dengan informasi berikut.”


“…”


Karena teringat pesan dari salah satu Dewan, Druettus pun semakin gusar.


“Cih! Andai saja bukan Aquilla Party yang berada di tempat ini, mungkin saja semua sudah berjalan dengan lancar dengan memusnahkan mereka!”


Pikirnya, sambil bertatapan dengan Myllo yang sedang diancam oleh anggotanya, yang mengarahkan pedang pada wajahnya.


Namun ketika melihat tatapan tajam Myllo…


“*DHUUUMMMMMMMMM………”


…Druettus teringat akan seseorang, yang memiliki tatapan yang sama mengerikannya dengan Myllo. Bahkan orang tersebut memiliki aura yang sangat mengerikan, yang membuatnya takut.


Oleh karena ingatannya itu, ia pun memiliki ide yang sedikit berbahaya.


“Sepertinya… ini adalah kesempatan bagi saya untuk memberi tahu informasi tersebut…!”


Bisiknya, sambil berjalan menuju Myllo dan para anggota Control Unit.


“Turunkan senjata kalian!”


““Baik!””


““*Shring.””


Jawab seluruh anggota Control Unit, yang bersama-sama memasukkan senjata mereka masing-masing.


“Myllo Olfret.”


“…”


“Saya akan memberikan suatu informasi penting kepada anda. Asalkan… anda mengikuti instruksi yang saya paparkan sebelumnya.”


“*Tap…”


Druettus kembali memegang pundaknya dan membisikkan sesuatu kepadanya.


“Kakak anda… Sylvia Starfell… masih hidup.”


“!!!”


Myllo begitu terkejut. Ia bahkan tidak bisa bereaksi ketika mendengar informasi dari Druettus.


“Harus saya akui, Myllo Olfret.”


“…”


“Anda jauh lebih keras kepala dibandingkan kakak anda, yang selalu menurut dengan instruksi Centra Geoterra. Namun terkait apa yang anda katakan sebelumnya, ada benarnya.”


“…”


“Kami, Centra Geoterra, merasa jijik dengan Petualang.”


“…”


Myllo tetap terdiam dan tidak memberikan respon apa-apa. Tubuh-nya terlihat gemetar karena informasi yang diberikan Druettus.


Sementara Druettus sendiri berjalan dan melewati semua yang ada di hadapannya.


“…”


Ia kemudian mengambil sebuah Orb Call dan membuat suatu perintah.


“Jalankan sekarang.”


““Baik, Kepala Unit!””


Jawab beberapa orang yang berada di atas kapal, dengan nama, logo, serta bendera Centra Geoterra yang membentang di sekitar tubuh kapal.


“*CHRINGGG…”


Kapal tersebut menembakkan suatu sinar dengan energi sihir ke atas udara.


““*CHRINGGG…””


Kemudian sinar tersebut terpecah di atas udara, lalu mendarat di setiap titik yang berada di sekitar Dreaded


Borderland.


Setelah itu…


““*BOOOOOMMMM!!!!””


…sinar-sinar tersebut meledakkan area yang luas yang berada di pulau tersebut.


Akan tetapi, semua belum berakhir.


““*CHRINGGG…””


““*BOOOOOMMMM!!!!””


Sinar yang berada di atas langit itu terus meledakkan seisi Dreaded Borderland.


Bahkan…


“C-C-Charlie…! J-Jangan… tinggalin gue—”


“*BOOOOOOMMMM!!!!”


…sepasang kembar Klemens juga menerima akibatnya.


“C-Cukup…”


“…”


Druettus hanya menatap Gia yang menangis karena melihat pembantaian yang brutal dari Centra Geoterra.


“A-Anggota Aquilla… masih ada di sana…!”


“Oh seperti itu? Tenang saja, Margia Maevin. Anggota bisa dicari.”


Jawab Druettus tanpa memperdulikan perasaan Gia.


“M-MYLLO!”


“*Tap, tap, tap…”


“DJINN SAMA DALBERT… MASIH ADA DI SANA…!”


Teriak Gia kepada Myllo, sambil menepuk Myllo.


“…”


Akan tetapi Myllo masih terdiam dengan gemetar karena terkejut dengan kabar tentang orang yang paling ia sayang dan hormati.


“…”


Druettus terus menyaksikan Dreaded Borderland yang dimurnikan.


Hingga akhirnya…


“Kepala Druettus! Ada kabar buruk!”


“!!!”


…ia dikejutkan dengan adanya sebuah kabar dari Orb Call yang ia genggam.


“Kabar buruk?”


“Ada satu ekor Griffin yang menghilang!”


“Apa?! Satu ekor Griffin menghilang?!”


Seru Druettus dengan terkejut, setelah ia mendengar kabar tersebut dari Orb Call di genggamannya.


“Griffin yang tiba-tiba menghilang…? Tunggu! Jangan-jangan karena wanita itu!”


Pikir Druettus yang mengetahui dalang dibalik hilangnya Griffin tersebut.