
Malam hari, sebelum Myllo kehilangan tongkat miliknya, di suatu tempat yang jauh dari Beckbuck City.
“*Bhuk!”
“Kohogh…”
“Yeaaaah!”
“Ayo hajar terus! Bantai sampe mampus!”
“Woy! Bangun, lemah! Jangan sampe gue sia-siain uang gue!”
““…””
Di tempat tersebut, sebagian besar anggota dari Dreaded Band sedang menyaksikan pertarungan antara warga Dreaded Borderland yang mereka tangkap. Ketika menyaksikan pertarungan tersebut, mereka menggelontorkan sejumlah uang yang mereka curi untuk berjudi antara warga tersebut.
Dari antara warga yang mereka dapatkan, sebagian besar dengan sukarela ikut demi mendapatkan bayaran dari ikatan bandit tersebut. Namun tidak semua ikut secara sukarela, semenjak adanya ancaman yang menghantui mereka dan memaksa mereka untuk terlibat.
“Hraaaaagh!”
“*Bhuk!”
““Yeaaah!””
“Bagus, bagus, bagus! Hajar terus! Jangan kasih ampun!”
“Cih! Ternyata sampah itu bisa bangkit lagi ya?!”
““…””
Karena tidak adanya hukum yang berdaulat di negara tersebut, maka pertarungan yang mereka adakan tersebut juga tidak memiliki hukum.
“Woy! Buruan kasih senjata!”
“*Trang, trang, tang…”
“Oh! Mereka udah berani pake senjata ya?!”
“*Trang, trang, tang…”
“Tuh! Buruan pake senjata itu! Bunuh lawan lo!”
Karena dua petarung tersebut telah mendapatkan senjata…
“*Shrak!”
“Yeaaaaah! Gue menang! Mampus lo! Kali ini gue menang taruhan!”
“Aaargh! Giliran pake senjata, dia malah kalah! Sia-sia deh nih pasang harga gede!”
…kematian pun tidak terelakan.
Ikatan bandit itu melakukan semuanya demi kesenangan. Selain pertarungan berdarah yang mereka saksikan, kenajisan juga mereka ciptakan di tempat tersebut.
“*Bruk…”
“Kyahahaha! Dia langsung tumbang cobain Cactutics!”
“Eh! Bukan tumbang aja! Keliatan dia udah mati karena kebanyakan cobain Cactutics!”
““Kyahahaha!””
Mereka bersama-sama mengonsumsi Cactucics, yang merupakan obat terlarang yang tercipta dari kaktus unik yang berada di Dreaded Borderland.
Walaupun mereka mengetahui akibat bahwa obat tersebut akan berujung pada kematian, mereka tidak memperdulikannya. Selama hal tersebut memberikan kesenangan bagi mereka.
“Abang sayang…”
“Colek lagi dong bang…”
“Biar kita bayarannya nambah…”
“Ohoho! Daripada satu atau dua, mending gue langsung babat kalian bertiga aja ya?!”
““Kyaaaa!””
Prostitusi tidak terelakan, selama wanita-wanita tersebut mendapatkan bayaran yang tinggi.
Walaupun semua hal busuk terjadi di tempat itu, namun pada kenyataannya hal tersebut bukanlah keinginan dari mereka semua.
“*BRUK!!!”
““!!!””
“Ngapain semuanya pada di sini?! Pergi kalian semua!!!”
Dengan adanya 5 orang yang datang dengan menghancurkan pintu, semua anggota Dreaded Band yang berada di sana menjadi panik.
Mereka adalah 5 pemimpin dari Dreaded Band. Dengan status yang mereka miliki, semua anggota dari ikatan
bandit itu pun tunduk kepada mereka.
“Woy! Buang orang itu! Najis banget!”
““I-Iya, bang…””
Salah satu pemimpin Dreaded Band memerintahkan anggota lainnya untuk membuang jasad dari anggota yang meninggal dunia akibat Cactutics.
“Dasar pelacur! Pergi kalian semua!”
“T-Tapi mana dia bayaran kita—”
“Makan nih!”
“*Brak!”
“Sekali lagi gue liat kalian semua, kalian tau kan akibatnya apaan?!”
Tegur wanita tersebut, yang merupakan salah satu pemimpin Dreaded Band, dengan keras. Karena teguran
darinya, wanita-wanita tersebut meninggalkan markas tersebut dengan segelintir uang.
“Ngapain ada judi?!”
““M-Maap, bang…””
Perjudian yang berlangsung ketika menyaksikan pertarungan pun dihentikan oleh salah pemimpin Dreaded Borderland lainnya.
Walaupun kedatangan mereka mampu menghentikan kegiatan-kegiatan busuk dari anggotanya, namun tidak semua kegiatan dihentikan.
“Oi. Gimana? Udah dapet orang yang kuat?”
“B-Belom, bang—”
“*Shrak!”
“Kakh…”
“Bawain petarung lainnya! Lanjutin pertarungan mereka, tapi jangan ada dari antara kalian semua yang judi! Apalagi kasih mereka senjata! Paham?!”
““P-Paham, bang…””
Pertarungan satu lawan satu antara warga pun tetap dilanjutkan. Walaupun tanpa adanya perjudian dan senjata, kematian pun tetap tidak terelakan dari warga yang berani bertarung.
Itu semua mereka biarkan demi satu tujuan.
“Belom ada orang-orang yang kuat lagi, ya?”
“Keliatannya belom.”
“Cih! Kayaknya kita nggak selalu liat orang yang kuat aja deh! Kalo nggak punya otak, percuma juga nggak sih?!”
“Justru kita otaknya! Kalo ada anggota baru yang punya otak, ujung-ujungnya kita bentrok satu sama lain!”
“Gue setuju. Kita berlima aja udah sering bentrok pikirannya! Gimana kalo ada orang baru yang punya otak?!”
Mereka hendak mencari anggota baru, yang mereka rekrut melalui pertarungan tersebut.
“Woy! Bir lima! Nggak pake lama!”
“Siap, bang!”
Salah satu anggota Dreaded Band pun membawakan 5 bir kepada semua pemimpin ikatan bandit tersebut.
“Jadi gimana? Kita belom dapet apa-apa tentang Bandit Legendaris, ya?”
“Gue nggak tau! Wilayah yang gue pantau nggak ada tanda apa-apa!”
Seru seorang wanita yang bernama Naomi “Cleaner” McLean, sambil memegang sebuah cambuk yang panjang.
“Apalagi gue! Bahkan hari ini gue cuma berhadapan sama Sandworm doang!”
Sahut seorang pemimpin yang berbadan besar bernama Benjie “Bull” Bartolh.
“Gue juga nggak tau apa-apa! Apalagi anak buah yang gue pimpin pun disergap Sheriff sialan itu!”
Jawab Chester “Accurate” Klement, dengan wajah yang tertutup oleh selendang tebal.
““…””
Keempat anggota tersebut telah menjawab pertanyaan dari Butcher. Namun, pemimpin terakhir hanya diam saja. Oleh karena itu, mereka berempat hanya menatapnya untuk menunggu jawaban darinya.
“Woy, Zombie!”
“…”
“Zombie!”
“Ah, maaf. Gue juga nggak tau tentang itu.”
Balas Zerron “Zombie” Jeff kepada Cleaner.
““Haaaah…””
Mereka hanya menghela nafas ketika Zombie menjawab pertanyaan Cleaner.
Setelah itu, mereka terus melanjutkan perbincangan mereka. Sambil berbincang bersama, mereka juga ikut menyaksikan pertarungan yang dilanjutkan dengan petarung-petarung lainnya.
Hingga tidak lama kemudian, mereka dikejutkan dengan berita yang datang dari anggota mereka.
“Bang Butcher! Atau siapapun bos-bos yang ada di sini! Ada berita pen—”
“Woy!”
“*Bhuk!”
“Dateng-dateng jangan ngerusuh deh!”
Sahut salah seorang bandit sambil memukul rekannya yang datang.
“Woy, biadab! Apa maksud lo pukul gue?!”
“Haaah?! Lo nantangin gue?!”
“Ayo sini, biadab!”
Seru bandit yang baru saja datang itu.
Walaupun rekannya tersebut datang dengan tidak disambut dengan baik, namun anggota bandit lainnya justru merasa terhibur setelah mengetahui adanya pertarungan dari antara mereka.
“Asyik, asyik! Ada yang ribut, nih!”
“Ayo pukul-pukulan!”
““Berantem! Berantem! Berantem! Beran—””
“Diem dulu kalian semua! Dasar bocah-bocah tolol!”
““…””
Seruan mereka pun berhenti ketika Bull meneriaki mereka.
“…”
Bull pun datang menghampiri bandit tersebut.
“Lo bilang ada berita penting, bukan?”
“Bener, Bang—”
“Kalo nggak penting, gue bunuh lo di sini! Jangan lo harap lo masih punya kepala, ya?!”
“Hiiekh!”
Jerit bandit tersebut setelah diintimidasi oleh Bull.
““…””
Pemimpin lainnya juga ikut menghampiri bandit tersebut, sebelum ia menjelaskan berita yang hendak ia sampaikan.
“T-T-Tadi… grup gue… ketemu Petualang di belakang Beckbuck, bang!”
““!!!””
Semua anggota tersebut terkejut ketika mereka mendengar berita yang disampaikan oleh bandit tersebut.
Namun alih-alih merasa khawatir…
““Horeee!!!””
“Dapet peralatan baru, nih!”
“Bisa-bisa kita kaya!”
“Akhirnya yang bisa kita jarah bukan cuma orang-orang miskin yang ada di tempat ini!”
…seluruh bandit justru merasa senang, setelah mengetahui adanya target baru. Namun berbeda dengan apa yang dirasakan pemimpin.
“Woy, diem dulu!”
““…””
Kembali mereka semua terdiam. Kali ini mereka ditegaskan oleh Cleaner.
“Kalo tau ada Petualang di sini, kenapa kalian takut?”
“K-K-Karena… m-m-mereka yang dateng i-itu… A-Aquilla Party, yang k-katanya jadi pahlawan di negara lain!”
““!!!””
Kali ini, kelima pemimpin tersebut yang terkejut.
“Cih! Keliatannya berat nih!”
“Ternyata kita nggak harus mikirin Bandit Legendaris aja ya?!”
“Haaaaah… Mending tidur aja, deh! Keliatannya udah nggak bisa mikir gue!”
“Yaudah! Ayo kita balik!”
Bersama-sama, mereka berlima meninggalkan tempat yang menjadi markas bagi Dreaded Band.
Namun ketika mereka keluar, Cleaner menarik Accurate dari pemimpin lainnya agar mereka berada sedikit jauh
di belakang.
“A-Ada apaan sih, Clean—”
“Lo itu temen kecil yang paling gue percaya. Jadi, gue mau lo rahasiain ini dari mereka bertiga, Chester.”
Bisik Cleaner kepada Accurate.
“Hm?”
“Entah kenapa, semenjak kita temuin Zombie yang hampir mati, gue jadi ngerasa kalo dia bukan Zombie! Nggak, gue ngerasa kalo dia bukan Zerron yang kita kenal lagi!”
Jelas Cleaner kepada Accurate, sambil memandang Zombie dari belakang.
“Naomi, kenapa lo tiba-tiba curigain saudara kita
sendi—”
“Gue tau, kalo kita, sebagai saudara satu tujuan di Dreaded Band, nggak boleh curiga satu sama lain. Tapi, tolong percaya sama gue, Chester!”
“…”
Accurate pun hanya mengangguk, sambil ikut menatap Zombie bersama Cleaner.