Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 301. Another Summoning



Ternyata gitu ya masa lalu dua anak anjing ini?


Bapaknya sama Party-nya dibantai sama anak buahnya Leonard Rochdale.


Itu pun baru anak buahnya yang bantai Party mereka. Bahkan Guildmaster-nya belom turun tangan langsung.


“Ada yang aneh…”


“Apa, Dal?”


“Sejauh ini… nggak ada kabar apa-apa tentang Leonard Rochdale yang dianggap jadi Penakluk! Lo berdua mau


bego-begoin kita?!”


Bener. Gue juga mikir hal yang sama, waktu denger nama Leonard Roch—


“Pasti!”


“Dia pasti diakuin sebagai salah satu Penakluk yang ada di dunia ini!”


“Kalian nggak pernah liat langsung satu pulau yang dia bantai! Sekarang tempat itu udah jadi kerajaannya! Sekalinya kalian semua nyentuh pulau itu, gue yakin kalian semua bakal dia tangkap! Pilihan kalian cuma mati atau serahin diri untuk diadu sama Monster, sebelum dia rekrut sebagai anggotanya!”


Tunggu…


Kalo mereka ngomong gitu…


Apa bedanya kalian sama Leonard Rochdale, kalo kalian juga adu warga di sini untuk Dreaded Band—


“Makanya itu…”


“*Fwuzzz…”


“Aduh!”


“…kita nggak boleh berhenti di sini!”


Duh! Dalbert kecolongan la—


“*Bruk!”


Sialan! Gue juga kecolongan!


Mereka jadi bisa bangun la—


“*Crat…”


“Keuk!”


Luka gue tiba-tiba berasa lagi! Sakit banget!


“Chico! Pake tangan gue! Sekarang!”


“OK—”


“*Dor!”


“Akh!”


Untung aja Dalbert berhasil tembak Charlie! Tapi Chico udah dapet tangannya Charlie!


Eh, tapi apa yang mau mereka lakuin pake tangan itu?!


“Djinn! Lo nggak apa-apa, kan—”


“Jangan khawatirin gue! Mending lo perhatiin Chico!”


“Gue juga paham, bego! Makanya


gue mau—”


((Devil Summoning…


““!!!””


…Partial Offering))


S-Sialan! Ternyata dia pake tangan kembarannya untuk manggil Iblis!


Gue kira Charlie doang yang bisa pake ((Summon Magic))! Ternyata Chico juga bisa?! Apa mungkin panggil Spirit Beast beda sama panggil Iblis—


“*Zhumm…”


Itu ya Iblisnya?


Keliatannya nggak sekuat Iblis-Iblis yang gue lawan di Gazo Mount[1]. Tapi itu kalo gue punya kekuatan gue!


“Hm? Lo yang panggil gue?”


“Ya—”


“Lo bercanda ya?! Kok bisa dia kontrak cuma tangan busuk ini do—”


“Gue bisa bayar lebih!”


“Hm? Apa bukti—”


“Pake dua orang itu!”


Hah?! Apa-apaan, anjing?!


“Hohoahahaha! Licik juga lo, Manusia! Tapi gue bisa nyium ada bau busuk dari orang yang pake topeng itu! Bagus, bagus, bagus! Orang yang pake topeng itu… udah cukup buat gue!”


Cih! Maksud Iblis itu… Si Bajingan di dalem badan gue ya?!


“Yaudah! Itu bayaran lo! Kita mau pergi dari sini!”


Hah?! Pergi—


“*FWUZZZ…”


“Gryaaaar!”


Nih lagi! Kenapa tiba-tiba ada Sandworm di sini?!


“Chico! Ayo kita pergi sekarang juga!”


“Ya!”


S-Sialan! Mereka mau kabur! Sedangkan kita harus lawan Iblis ini!


“…”


Cih! Lagi-lagi gue nyesel karena kekuatan gue yang disegel!


Gue yakin banget, kalo Iblis yang mereka panggil tuh nggak ada apa-apanya dibandingin Iblis-Iblis yang gue lawan sebelum ketemu Jarvanaag[2]! Tapi gue nggak yakin bisa menang lawan Iblis yang ada di depan mata gue ini!Kalo nggak karena kekuatan gue yang disegel… mungkin bisa langsung hajar Iblis itu…!


“Dal! Cepet kejar Sandworm itu! Biar gue yang—”


“Emangnya lo sanggup lawan Iblis itu sendirian?!”


“Brengsek! Lo ngeremehin gu—”


“Tenang aja! Myllo sama yang lainnya juga udah mau sampe Beckbuck! Biarin mereka yang urus dua kembar itu! Daripada itu, mending kita—”


“Woy! Woy! Banyak ngomong banget kalian berdua!”


Gila nih Iblis! Kok tiba-tiba bisa ada di samping kita berdu—


“*DHUK! DHUK!”


““Argh!””


“Daripada kelamaan, mending gue yang mulai langsung aja deh!”


A-Anak anjing…!


“*Krrrk…”


Padahal… gue berhasil tangkis tendangannya! Tapi gue nggak sangka tendangannya sekeras itu! Bahkan gue bisa ngerasain tulang lengan gue retak!


“Sialan! Gara-gara cuma dibayar pake tangan doang, tendangan gue nggak sekeras biasanya—”


“*Dor! Dor! Dor!”


“!!!”


Untung Dalbert langsung tembak Iblis itu! Jadinya dia—


“Hm… Ternyata kebal juga Tubuh ini. Walaupun Tubuh gue nggak sekeras di Demonsia, seenggaknya cukup kuat. Tapi sayang aja kekuatan gue sekarang nggak sekeras di Demonsia!”


Gue yakin sih tembakannya pasti sia-sia, tapi—


“Woy, bocah sialan…!”


“*Swush!”


“Kemampuan lo… cuma segitu aja ya?”


Gila! Kenceng banget gerakannya—


((Shield))


“*PRANG!!!”


“Urgh…”


“*Bruk, bruk, bruk…”


Bahkan pake tameng pun, dia masih bisa dihajar sampe sejauh itu?!


“Wahahaha! Ternyata dia pake senjatanya Dwarf, ya?! Unik juga ya senjata Dwarf jaman sekarang! Bisa  imodifikasi kayak gi—”


((Rune Spell: Electrocution))


“*Chrrrkkchrrrkk…”


“Aaaa…”


Bagus deh! Mumpung dia lagi kesetrum, mending gue—


“Aaaahahaha!”


“!!!”


Ternyata dia nggak kenapa-kenapa?!



Cih! Iblis ini satu tipe sama Si Bajingan itu ya?!


“Woy, lemah! Biarin gue yang lawan Iblis itu!”


Bacot lo! Gue nggak butuh bantuan lo, bajingan!


“Hah?! Lo pikir lo bisa selamat lawan Iblis i—”


Diem lo!


“…”


Bagus. Jangan banyak ngomong la—


“*Chrrkkk”


Hah…?


Kok tiba-tiba Iblis itu… bisa pake petir dari Runecraft gue…?


“Ternyata lo bisa pake sihir juga ya, bocah topeng! Tapi, makasih banyak! Kalo nggak karena sihir lo ini, mungkin gue—”


“*Dor!”


“Djinn! Lari dari sana! Sekarang!”


“OK!”


Dalbert mau ulur waktu supaya gue bisa pergi…?


“Yaudah, Dal—”


“Aaaargh!”


“Dalbert!”


Sialan! Dia bisa langsung pake petir dari Runecraft gue untuk setrum Dal—


“*BHUK!!!”


“Urgh…”


“*Bruk, bruk, bruk…”


A… A… Anak anjing…


“*Chrrrkkk…”


B-Badan gue… k-kesetrum…


“Hahaha…”


Gue… mau… pingsan… karena pukulannya… yang… ke… ras…


……………


“…”


Sialan! Gue beneran pingsan!


Pantes aja gue balik lagi ke Ruang Hampa i—


“*Krrrttt…”


S-Siapa yang pegang kepala gu—


“Woy, lemah!”


“!!!”


K-Kenapa Si Bajingan ini bisa keluarin tangannya dari balik segel itu?!


Tambah lagi…


“Lepasin tangan lo dari kepala gue, bajingan! Jangan seenaknya lo pegang kepala gu—”


“Udah gue bilang kan?! Serahin badan lo ke gue! Biar—”


“Biar apa?! Hancurin semuanya?! Celakain temen-temen gue?! Hah?!”


“…”


“Jangan lo pikir… gue mau biarin tangan lo nyentuh badan gue! Apalagi sekarang lo sentuh kepala gue, bajing—”


“Lo kira gue juga nggak benci sama Iblis?!”


“…”


Apa… maksud dia…?


“Gue nggak butuh rasa kasian lo! Tapi seenggaknya, biarin gue—”


“Nggak akan gue biarin lo sentuh badan gue lagi!”


“Cih! Kenapa lo keras kepala ba—”


“Gue nggak tau apa masalah lo sama Iblis, tapi gue juga ada urusan sama Iblis itu! Makanya lo nggak perlu ikut campur sama—”


……………


“Aaaaargh!”


“!!!”


Gue sadar lagi semenjak denger ada suara teriakan…


“DALBERT!!!”


Bangun-bangun gue liat Dalbert dicekek!


“L-Lepas tangan lo… bego—”


“Ssssttt! Tenang aja! Hidangan paling enak tuh dimakan belakangan! Jadi sebagai hidangan paling enak, biarin


gue “nikmatin” hidangan yang ini!”


B-Brengsek! Dalbert diangkat sambil dicekek kayak gi—


“*Chrrrkchrrrkk…”


K-Kenapa badan gue tiba-tiba kesetrum kayak gini…?


Kalo gue inget-inget lagi… Iblis itu pukul gue pake tangannya yang masih kesetrum, kan…?


Masalahnya… badan gue nggak berasa sakit apa-apa walaupun kesetrum kayak gini!


“…”


Tunggu gue, Dal! Gue ada ide!


“*Jgrum!”


“!!!”


Bener! Ternyata gue bisa serang Iblis itu pake petir yang ada di badan gue ini!


Ini sama aja kayak pake ((Judgement))!


“Aargh! Si-Sialan! Sihir macem apa i—


((Dual Knife))


““*Shrak!””


“Aaaaargh!”


“*Bruk!”


Bagus! Dalbert bisa potong lengan Iblis itu supaya lepas dari cekekannya!


“Dal! Kita serang bareng! Sekarang juga!”


“Ya!”


“*Shrak, shrak, shrak…”


Dalbert terus hajar itu pake dua pisaunya.


“Da… Dasar breng—”


“*Jgrum!”


“Urgh…”


“*Bruk…”


Sedangkan gue hajar pake pukulan petir ini!


“Djinn! Kita harus pake koordinasi serangan kita untuk bunuh Iblis ini! Gue punya gerakan yang lebih cepet, sedangkan serangan lo jauh lebih keras daripada gue!”


“Yaudah! Lo aja hajar terus! Biar gue tunggu timing yang pas untuk hajar dia!”


“OK!”


Artinya kita punya kesempatan untuk lawan Iblis ini!


Yang penting, gue harus tunggu timing yang pas dari Dalbert!


“*Shrak, shrak, shrak…”


“Aaaargh! J-Jangan besar kepala kalian… Manusi—”


“*Jgrum!”


“Aaaargh!”


Tahan pola serangannya…


“*Shrak, shrak, shrak…”


“*Jgrum!”


Belom waktunya…


“*Shrak, shrak, shrak…”


“*Jgrum!”


Belom waktunya…!


“Da-Dasar dua Manusia sialan! Lo kira gue bisa diserang kayak gini te—”


“Dal! Sekarang!”


((Sniping Eagle))


“DOR!!!”


“!!!”


Bagus! Serangan jitunya Dalbert berhasil bikin kepalanya hancur!


Kalo gitu…


“Heaaaargh!”


“*Jgrum!”


“*Bruk…”


“Huff… Huff… Huff…”


B-Bagus deh…


Seenggaknya… Iblis itu udah kita kalahin—


“*Chhrrrkkk…”


“Urgh…”


“Djinn! Tangan lo—”


“T-Tenang aja… gue udah matiin… Runecraft gue…”


S-Sialan…! Tiba-tiba lengan gue sakit banget karena badan gue udah nggak kebal sama petir…!


Jadinya lengan gue luka bakar kayak gini!


““*Bruk…””


Asli… capek banget…!


“Djinn… Gimana cara kita… balik ke Beckbuck…?”


“Nggak tau… Gue udah terlalu capek… Mikir aja juga nggak bi—”


“*BOOOMMM!!!!”


““!!!””


K-Kenapa ada ledakan segede itu?!


 _______________


[1]Djinn pernah berhadapan dengan Iblis-Iblis yang dipanggil oleh Jarvanaag (Chapter 263).


[2]Pemimpin dari Children of Purgatory. Ia merupakan keturunan asli Principality of Kronovik dan seorang Mistyx (Chapter 267-1).