
Tiga anggota Aquilla Party, Myllo, Djinn, dan Gia, baru saja mendapati fakta tentang Ekor Hijau, yang merupakan seorang Pahlawan Kuno dari sebelum Hari Penghakiman.
Kini seluruh anggota Perlawanan hendak bersiap-siap untuk menyerang Bakufu, sebelum mereka menyerang tempat tersebut.
“Bagaimana dengan kabar anggota Perlawanan lainnya?!”
“Siap! Mereka sedang dalam perjalanan menuju tempat ini!”
“Untuk kalian yang tidak dapat beristirahat, berlatihlah bersamaku, sebelum kita menyerang tempat itu!”
““Siap!””
Sementara itu, Djinn, Myllo, dan Gia.
““*Swush, swush, swush…””
“Hehe! Jangan serius-serius, ya!”
“Tenang aja! Mau serius atau nggak, gue juga nggak mungkin celakain lo, kan?!”
Balas Djinn, yang sedang berlatih bertarung dengan Myllo.
“*Prang, prang, prang…”
“Saya bisa rasakan kekuatan anda, Gia-san! Ternyata kekuatan anda ada di level yang beda dari Djinn-san dan Myllo-san!”
“Ahaha… Kamu bisa aja deh, Shinikichi! Aku jadi malu!”
“B-Bahkan anda bisa goda saya…”
Balas Shinikichi, yang sedang berlatih dengan Gia.
Tetapi dalam latihannya, Gia mendapati adanya keunikan dari Shinikichi.
“Ternyata ini ya yang namanya Union Zona? Tiba-tiba ada angin di mana-mana!”
Pikir Gia tentang Shinikichi.
“*Swush!”
“*Chring!”
Tsuruki, Kokume, Fusamoto, dan Nekomi juga berlatih bersama.
“Nekomi.”
“A-Ada apa, Kokume-san?”
“Lo… bener-bener siap untuk ikut lawan Bakufu? Nanti ada kemungkinan kalo lo lawan—”
“Aku siap, Kokume-san!”
Tegas Nekomi, ketika Kokume menanyakan kesiapan dirinya melawan Yukiari, kakaknya.
“Kalo lo sendiri gimana, Ishisaru?”
“Jangankan siap! Gue bahkan nggak sabar untuk lawan mereka semua!”
Seru Tsuruki, ketika Fusamoto menanyakan kesiapan dirinya menghadapi Klan Ishisaru, keluarganya.
Sementara Aquilla dan anggota Perlawanan sedang bersiap untuk menghadapi Bakufu, Ryūhime mulai memasuki Tsumibito no ori dan di tahan di dalamnya.
“*Bruk…”
“Ah!”
“Tunggulah di tempat ini, sebelum Yorukiba-dono datang di hadapanmu!”
Ryūhime dilempar dengan tidak hormat oleh seorang sipir.
“*Kranggg… tang!”
Sel tahanan pun tertutup.
“…”
Ryūhime pun gemetar ketakutan, di tengah kesendiriannya di dalam Tsumibito no ori.
Mungkin itu yang sebelumnya ia rasakan.
Hingga tiba-tiba…
“Kraaaa…”
“Hiekh!”
…ia mendengaru suara yang aneh.
“S-S-Suara apa itu…?!”
Bisiknya dengan terkejut dan gemetar ketakutan, ketika mendengar suara aneh yang ada di dekatnya.
“…”
Ia pun memperhatikan kesana kemari mencari suara itu.
Tetapi ia tidak menyadari…
“!!!”
…bahwa terdapat seekor Alligantis di pundaknya.
“KYAAAAA!!! M-M-Mahluk apa ini?! Apakah Bakufu hendak mengutuk-Ku dengan—”
“Kra… Kra. Kraa…”
“*Pyuh!”
Tiba-tiba Alligantis tersebut mengeluarkan sesuatu dari dalam mulutnya.
“B-Benda apa ini…?”
Bisik Ryūhime dengan heran, karena mendapati suatu benda yang terlihat asing baginya.
“Apakah… Aku harus membuka ini?”
Kembali bisiknya, sambil membuka benda tersebut.
Seketika…
“Aduh!”
“K-Kita udah sampe, ya?”
…Garry dan Dalbert keluar dari benda asing itu, yang tidak lain merupakan Fratta Pouch.
“Et! Teh Naga! Ternyata teteh atuh ya yang buka ieu saku kecil—”
“Hueeeekkk!!!”
““!!!””
Garry dan Ryūhime terkejut dengan Dalbert yang muntah.
“Et! Sianying! Ngomong atuh kalo mau muntah—”
“Sialan! Tau diri dikit dong! Lo aja daritadi muntah di dalem Fratta Pouch yang dimakan Machinno!”
Seru Dalbert dengan kesal dengan Machinno.
“T-Tunggu…!”
““…””
“K-Kalian… bukankah kalian teman dari Warga Bawah yang tidak sopan itu…?!”
Tanya Ryūhime kepada Garry dan Dalbert, yang mengerti siapa yang Putri Naga itu bicarakan.
“Bener atuh! Kang Garry teh temen dari sigobloug!”
“Harap maklum aja ya, Ryūhime. Mungkin karena “Warga Bawah yang tidak sopan” yang dimaksud Ryūhime itu paling muda dari antara kita semua. Makanya dia yang paling nakal dari antara kita!”
“Et! Sianying teh paling bontot?!”
“Hah?! Lo baru tau?!”
“Sianying! Aing kira teh dia lebih tua 10 tahun!”
““…””
Ryūhime hanya menyimak tentang Djinn, yang dibicarakan oleh Garry dan Dalbert.
“Haaah… Aku sedikit mengerti tentang apa yang sedang kalian bicarakan. Tetapi Aku terkejut, ketika kalian juga sama kesalnya dengan pria itu! Terima kasih karena telah mengerti perasaan-Ku yang selalu menahan sabar dengannya!”
“Tuh, Dalbert! Teh Naga teh juga kesel sama sianying!”
“Hmph! Pantes aja kalo banyak yang kesel sama dia!”
Mereka pun bersama-sama membicarakan Djinn.
“Ryūhime.”
“Ya, Dalbert Dalrio-kun?”
“Jangan khawatir! Kita pasti usahain Ryūhime untuk keluar dari tempat ini—”
“Tidak!”
“Hm?”
“Jika ada pertumpahan darah demi-Ku, lebih baik Aku yang mengorbankan diri-Ku, daripada—”
“Tapi kalo Ryūhime mati, gimana warga Kumotochi lainnya?”
Sela Dalbert, yang berusaha meyakinkan Ryūhime.
“…”
Ryūhime pun tertunduk dengan bimbang.
“Andai… Andai saja Shishō ada di sini, Aku—”
“*Tap…”
“Jangan nyerah, Ryūhime!”
“Eh…?”
“Ini semua karena Kepala Klan Yorukiba, bukan?”
“…”
“Andai semua sesederhana itu, Dalbert-kun…”
“E-Emangnya kenapa, Ryūhime?”
“Sebenarnya, Aku tidak hanya mengetahui Kazedori Tetsuo saja.”
“M-Maksudnya Shogun yang sekarang?”
“Ya. Aku dan Dia… kami saling mengenal satu sama lain.”
““!!!””
Dalbert dan Garry benar-benar terkejut dengan penjelasan Ryūhime.
“Aku yang merupakan murid Shishō, Ia yang merupakan murid dari ayah-Nya sendiri, Kazedori Satoshi. Ketika Aku telah menjadi murid-Nya, kami bersama-sama berlatih dan bertarung satu sama lain, dengan maksud beradu kehebatan antara Shishō dan adik-Nya itu. Maka dari itu, Aku sangat mengenal-Nya.”
““…””
“Selain karena Klan Yorukiba yang menjadi pelayan pertama dari antara semua klan yang mengabdi lewat Komisi, klan tersebut juga menjadi klan yang paling Ia percaya. Oleh karena itu, menjelaskannya semuanya tidak sesederhana yang kau pikir. Tambah lagi, kita tidak memiliki bukti apa-apa untuk menuduhnya.”
Jelas Ryūhime kepada mereka berdua.
“Tunggu atuh, Ryūhime! Semua teh masih bisa dijelaskeun ke Shogun! Apalagi eta klan anying—”
“Tidak. Bahkan jika Ia juga mengetahui kejahatan Yorukiba Bushimaru, Ia akan tetap menyalahkan Shishō. Oleh
karena itu, Ia tetap akan membunuh-Ku, lalu membiarkan perang antara Kaum Kitsune dan Kaum Wind Dragon. Semuanya ia lakukan hanya untuk memancing Shishō, agar keluar dari persembunyian-Nya.”
““!!!””
Garry dan Dalbert terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ryūhime.
“T-Tunggu, Ryūhime…! Kok Ryūhime… bisa tau tentang—”
“Sudah Kukatakan, Dalbert-kun. Aku sangat mengenalnya. Karena itu Aku sudah mengetahui rencana-Nya, yang hendak menangkap-Ku.”
Jelas Ryūhime kepada Garry dan Dalbert, dengan tertunduk lesu.
“Jadi, katakanlah kepadaku, Dalbert-kun.”
“…”
“Apa yang bisa kau lakukan, mengetahui pria yang keras kepala sepertinya—”
“Pukul kepalanya sekeras-kerasnya, sampe dia sadar sama apa yang dia perbuat!”
“!!!”
Kali ini Ryūhime yang dibuat terkejut oleh Dalbert.
“T-Tunggu! Mengapa—”
“Aing ge setuju, Teh Naga! Dasar gobloug sianying teh!”
Seru Garry dengan kesal.
“Mustahil!”
“Hm?!”
“Bahkan Aku, yang paling kuat dibandingkan Wind Dragon yang ada di dunia ini, tidak sanggup mengalahkan-Nya! Mustahil bagi kalian berdua untuk—”
“Bukan kita berdua yang kalahin dia!”
“Hah?! Jika bukan kalian, siapakah yang—”
“Kapten kita, Myllo!”
Seru Dalbert dengan bangga.
“Apakah kalian yakin, jika teman kalian bisa mengalahkannya—”
“Tenang wae atuh, Teh Naga! Mau gimanapun juga, Myllo teh yang pimpin kita untuk kalahkeun Kaum Naga!”
“!!!”
Kembali Ryūhime terkejut dengan pernyataan Dalbert.
“Makanya itu, Ryūhime.”
“…”
“Jangan pernah berpikir kalo kematian Ryūhime itu solusi untuk atasin masalah yang ada di tempat ini. Paham?”
“…”
Ryūhime pun terdiam sejenak, sebelum menjawab Dalbert.
“Ya. Terima kasih banyak karena telah meyakinkan-Ku—”
“Et! Dalbert!”
Seru Garry yang memanggil Dalbert dengan panik.
“Hah?! Apaan sih?!”
“Machinno teh kemana?!”
““!!!””
Dalbert dan Ryūhime pun sama-sama terkejut, setelah mereka tidak menemukan adanya Machinno di dalam penjara itu.
“*Brak!”
“Ryūhime!”
“!!!”
Ryūhime terkejut ketika ada seorang sipir yang membuka gerbang masuk penjara itu.
“Perubahan rencana! Shogun-sama hendak bertemu denganmu, sekarang juga!”
Seru Ketua Sipir tersebut kepada Ryūhime, sebelum dua sipir lainnya membuka sel penjara Ryūhime dan membawanya.
Namun, ketika dua sipir itu hendak membawa Ryūhime, mereka merasakan adanya sesuatu yang aneh di sekitar Tsumibito no ori.
“Hey, tidakkah kau mendengar ada suatu suara yang aneh?”
“Ya. Aku juga mendengar suara dua pria. Tetapi sepertinya hanya imajinasiku saja.”
“M-Mungkin karena kita terlalu banyak meminum sake.”
“S-Sepertinya benar. Untung saja Ketua tidak mengetahui kelalaian kita.”
Bisik dua pengawal tersebut, sambil membawa Ryūhime.
“Hm? Ada yang aneh.”
“Ada apa, Ketua?”
“Mengapa aku merasakan keberadaan orang lain?”
“Merasakan keberadaan orang
lain?!”
“…”
“K-Ketua—”
“Tidak. Sepertinya hanya imajinasiku saja.”
Bisik Ketua Sipir itu, sebelum dirinya mengantar Ryūhime menuju Shogun bersama dua sipirnya.
Tanpa mereka sadari…
“Huaaaa…! Bukannya dempet-dempet sama teteh geulis, aing malah dempet-dempet sama—”
“Bawel! Lo kira gue juga mau dempet-dempet sama lo?!”
…Garry dan Dalbert sama-sama bersembunyi di dalam Obscure Cloak milik Dalbert, dengan berhimpit-himpitan.
“Jadi sekarang kita gimana atuh, Dalbert?!”
“Mending lo tunggu sini aja! Biar gue yang pantau lokasi Machinno!”
“Et! Kenapa aing—”
“Inget yang gue bilang waktu kita di dalam Fratta Pouch gue, Garry! Tugas lo itu paling penting di sini!”
“Et! Sianying! Jangan tinggalkeun aing!”
Seru Garry dengan kesal, setelah Dalbert menggunakan kembali Obscure Cloak miliknya, lalu meninggalkannya.
……………
Di sisi lain Chūbo Town, di mana terdapat sebuah benteng besar, yang merupakan kediaman Klan Yorukiba.
“Ah. Machinno… akhirnya melepas air seni Machinno.”
Bisik Machinno dengan lega, setelah keluar dari dalam markas tersebut.
“Cepat cari pria yang meracuni Yorukiba-sama!”
“Tidak kusangka anggota Perlawanan telah bergerak jauh lebih cepat yang kita kira!”
“…”
Machinno menatap adanya sebuah kericuhan yang terjadi di sekitar markas tersebut.
Sedangkan di tengah kericuhan tersebut, di mana para anggota Komisi Urusan Umum terlihat cemas dengan situasi yang mereka alami.
“Perlukah kita menjelaskan kepada Kepala Komisi lainnya—”
“Jangan! Yorukiba-sama berkata, agar kiranya kita merahasiakan kejadian ini, semenjak kejadian ini sangatlah memalukan baginya!”
Seru beberapa anggota Bakufu yang melayani Klan Yorukiba, tanpa mengetahui adanya Machinno di antara mereka.
“Lebih baik… Machinno kembali.”
Bisik Machinno, yang berjalan tanpa memperdulikan adanya anggota Bakufu di sekelilingnya.
Sedangkan Kepala Klan Yorukiba, Yorukiba Bushimaru.
“*Preeeet!”
“Urgh…! K-Keterlaluan…! Tidak kusangka… ocha yang sedang kuminum… membuat perutku begitu kesakitan seperti ini…!”
Bisik Bushimaru, yang sedang membuang air besar dengan kesal, tanpa mengetahui kandungan ocha yang ia minum.