Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 148. Peace After



“*Chirp, chirp, chrip…


(suara kicauan burung)”


“Hoaaaam…”


Udah pagi, ya?


“…”


Di sini sih ada Myllo, Gia, sama


Garry.


Kalo dipikir-pikir lagi, nggak


berasa ya udah dua hari di Vigrias.


Selama dua hari itu, raja di


negara ini dibebasin. Abis itu, dia perintahin sisa-sisa pasukannya untuk anter


balik seluruh warga Erviga ke asalnya masing-masing.


Sedangkan Naga sama Dragonewt


yang masih hidup…


“Permisi, Tuan dan Nyonya


sekalian. Raja Glennhard hendak bertemu dengan anda.”


…diminta ketemu sama raja itu.


Ya seenggaknya semua udah damai,


sementara untuk semua laporan-laporan kejadian yang ada di negara ini ditahan


dulu, sebelum semua keadaan lebih tenang.


Padahal rasanya kayak sebelum


tidur deh gue lawan Malaikat yang namanya Narciel itu.



Eh, iya! Udah pagi, ya?!


Gue lupa ada yang harus kita


lakuin!


“Woy! Myllo! Gia! Garry!”


““Zzzz…””


“*Tung! Tung! Tung! (suara


memukul 3 kepala)”


“Dongo! Genit! Mesum! Ayo


bangun!”


“Haaaah?! Kenapa sih


emangnya…zzzz…”


Si Dongo ini malah tidur lagi!


“Ih…Djinn…! Kok kepala aku


dipukul, sih…? Kenapa nggak dicium aja…?”


Gigi lo cium?!


“Teh Gia… Aing aja atuh yang dicium… Muuuu—”


“MESUUUUMMMM!!!”


“*Bhuk! (suara pukulan)”


“Kuaaakh!”


“…”


Si Mesum yang ngigo tiba-tiba mau cium Si Genit…


Haaaaahhh…kok temen-temen gue


aneh semua sih?


“*Brak! (suara membuka pintu)”


“Te…Teman-teman Petualang


sekalian! Ada apa?!”


Gara-gara Si Genit sama Si Mesum,


malah dikira aneh-aneh kan kamar ini sama yang punya penginapan!


“Ng…Nggak ada, pak! Maaf ya kalo


ganggu…”


“Huh! Syukurlah! Saya kira


terjadi sesuatu! Kalau begitu, saya permisi.”


“…”


Untung aja nggak nanya banyak


bapak-bapak itu.


Tapi yang lebih penting…


“*Tung! Tung! Tung! (suara


memukul 3 kepala)”


“Tau apa salah kalian bertiga?!”


““Su…Susah dibangunin.””


“Inget nggak hari ini hari apa?!”


““Lu…Lupa.””


“*Tung! Tung! Tung! (suara


memukul 3 kepala)”


“Hari ini kita jadi Tamu


Kerajaan! Masa nggak ada yang inget?!”


““Ta…Tamu Kerajaan…?””


Haaaaah…bocah-bocah ini nggak ada


yang i—


““HAAAAAHHH?!?! TAMU


KERAJAAN?!?!””


““*Tung! (suara banyak pukulan ke


kepala)””


“KOK GUE YANG DIPUKUL?!?!”


““NGOMONG KEK DARITADI!!!””


Da…Dasar bocah-bocah sialan ini!


“Ayo! Kita siap-siap untuk ketemu


raja!”


““Ya!””


Haaah…sebenernya gue masih kesel


gara-gara mereka barengan mukul kepala gue!


Tapi…lupain aja lah. Pasti kan


banyak makanan di sana! Mending fokus ke bagian itu aja!


……………


Sekarang kita udah ada di ruang


makan yang gede banget!


Ya iya lah! Ruang makannya raja!


“Silakan hidangannya.”


Wuaaah! Banyak banget!


Andai hari-hari bisa makan kayak


begi—


“*Ting, ting, ting… (suara


mengetuk cawan dengan sendok)”


“…”


O…Oaalah…


Ternyata harus nunggu raja itu


ngomong dulu, ya?


Haaaah…hampir aja gue langsung


hajar makanan-makanan ini!


“Saya, Raja Glennhard—”


“Sa…Sayangku…”


“…”


Kok malah ngobrol sama ratu itu?!


“Ba…Baiklah.”


Mereka berdua bisik-bisik apaan


sih?


“Se…Selamat makan semuanya!”


““Selamat makan!!!””


Wuhuuuu!


“Hauphauphauphaup…”


“Ahahaha! Djinn! Kok lo makannya


sampe nangis, sih?!”


“E….Ewuak bwangeu! (Enak


banget!)”


Gue aja nggak nyangka bisa


terharu begini karena makanan-makanan enak ini!


Oh iya. Ternyata nggak kita doang


yang ada di tempat ini.


“*Phak! (suara menepuk tangan


orang lain)”


“Ja…Jangan makan menggunakan


tanganmu, Rakhzar!”


“Lantas…bagaimana cara


menggunakan peralatan ini!”


“Bi…Biar aku bantu, Tuan Rakhzar,


Tuan Göhran.”


Ada Rakhzar sama Göhran yang diajarin


Yssalq cara pake garpu sama pisau untuk motong makanan.


Selain mereka, juga ada beberapa


Dragonewt yang sempet dijadiin budak sama Sebastian.


“Du…Duri-duri lo kemana, Zor?”


“Bisa gue masukin ke dalem badan


gue!”


“Gu…Gue baru tau bisa gitu…”


Ada juga 4 anggota dari


Andromeda.


Tapi…gue juga baru tau tuh duri


bisa masuk…


“Lo…kenal Dox?!”


“Pastinya lah, Bang Phonso! Itu


kan Mantan Kapten-nya abang!”


“Oh, pantesan. Ternyata lo tau


banyak ya tentang Petualang, Dismont.”


“Bi…Bismont…”


Bismont) yang keliatan akur bareng Phonso.


Selain Bismont, ada juga Marquis


Verdian yang ikut di sini.


Bahkan nggak cuma Bismont sama


istrinya aja.


“Ini makanannya, Herulk!”


“Hurgh—”


“Nggak usah malu-malu! Kata papa


kan tadi kita udah bisa bebas!”


Semua anak-anaknya Bismont pun


ada…


“Mama! Kakak ini baik!”


“Oh gitu ya, Bareo?”


“Hehe! Jelas lah! Ini kan adeknya


Styx!”


…termasuk Charzielle sama


anak-anaknya Gia.


Oh iya, karena ada Phonso di


sini, Dahlia sama orang-orang Riorio Merchant juga ada di sini.


Tapi kok…


“Dahl…”


“Hm? Ada apa, Djinn?”


“Kok…Dalbert nggak ada di sini?”


“I…Itu—”


“*Ting, ting, ting… (suara


mengetuk cawan dengan sendok)”


Duh! Nih raja ganggu aja sih,


orang lagi ngobrol!


“Maafkan sebelumnya, kawan-kawan


sekalian yang saya kasihi.”


“Ada apa, Yang Muli—”


“Tidak. Tidak ada apa-apa. Hanya


saja…saya merasa senang sekali dengan adanya berbagai macam ras di ruang makan


ini.”


“*Bruk… (suara menghantam kepala


ke meja)”


Loh! Kok dia tiba-tiba—


“Ma…Maafkan saya atas kelemahan


dan kekurangan saya sebagai Raja! Bahkan, saya berada di sini untuk minta maaf


atas kekurangan raja-raja sebelumnya!”


““…””


Bahkan ratu sama anak-anaknya


juga nunduk ke kita semua?!


“Kami tidak menyangka…bahwa


selama ini kami diperalat. Oleh karena itu, kami mohon! Terimalah permohonan


maaf kami!”


Abis dia minta maaf, dia jelasin


kalo kata sejarah yang diturunin di negara ini, dulunya ada Manusia yang nemuin


wilayah kosong ini. Makanya itu berdirilah Erviga.


Tapi dia nggak nyangka kalo


negara ini sebenernya negara jajahan.


“Oleh karena itu, dengan tekad


yang bulat, saya akan memutuskan untuk mencabut ikatan Erviga Kingdom dengan


Centra Goeterra!”


““!!!””


Menurut gue sih tindakan dia


bener. Tapi yang lainnya kenapa pada sekaget itu ya dengernya?


“Selain itu, saya memutuskan


untuk membangun kooperasi dengan Kaum Non-Manusia, khususnya Kaum Monster


Intelektual yang berada di selatan Erviga dan, beserta Para Naga dan Kaum


Dragonewt!”


““*Prok, prok, prok… (suara tepuk


tangan bersama)””


Gue sih nggak nyalahin tindakan


raja ini, tapi—


“Mo…Mohon maaf sebelumnya, Yang


Mulia.”


“Ada apa, Duke Louisson?”


“Sebelumnya, saya ingin


menyampaikan bahwa saya mendukung dan turut bangga dengan keputusan Yang Mulia.


Namun, bagaimana dengan tanggapan warga Erviga, Yang Mulia?”


Ya, gue juga mikir kayak Bismont.


“Kita akan ulang semuanya dari dasar


kembali. Mulai dari pendidikan dan kebudayaan. Yang pasti, saya harap kita


semua bisa hidup damai bersama. Bukankah begitu, Tuan Göhran?”


“Ya. Aku juga setuju denganmu,


Glennhard.”


Selain ngomongin itu semua, raja


ini juga jelasin kalo Göhran, Rakhzar, sama Yssalq bakal jadi Simbol Kerajaan,


yang mana mereka bertiga jadi semacam ‘dewa pelindung’ negara ini.


Sisanya, giliran yang lainnya


yang jelasin tentang segala kejadian yang ada di Erviga.


Mulai dari beberapa keluarga


bangsawan sama rencana mereka masing-masing, susahnya hidup Dragonewt di sini,


Riorio Merchant yang dimanfaatin, sampe siapa sebenernya Maverick Orbloom.


Kalo gue sendiri sih…sebenernya


nggak banyak ngomong.


Semuanya udah dijelasin, bahkan rekan-rekan


gue pun juga udah jadi saksi adanya Malaikat itu, kan?


Yang paling banyak ngomong itu


sebenernya…


“Hicc! Makanya itu…Kak


Sylv…nggak suka…”


““Oooohhh…””


…Si Dongo satu ini.


“…”


Phonso keliatannya mau nyamperin


gue.


“Haha! Lo udah bosen ya denger


dia cerita sambil mabok?”


“I…Iya sih sebenernya!”


“Harap maklum ya, Djinn. Soalnya


dulu Sylv juga begitu,”


Pantesan dia cerita mulu tiap


kali mabok.


Ujung-ujungnya, kita semua ada di


meja makan ini sampe sore, sehabis cerita-cerita.


Tapi sebelum kita keluar dari


ruang makan ini…


“Mohon maaf, apakah anda yang


bernama Djinn?”


“Ya, Yang Mulia.”


“Baiklah. Saya mengharapkan


kedatangan anda bersama dengan rekan-rekan anda di Festival Erviga yang berada


di tengah Vigrias Capital, esok hari.”


“Y…Ya.”


…gue bareng rekan-rekan gue tiba-tiba


diundang raja secara langsung ke festival?


Hmm…penasaran gue.


……………


Waktu kita keluar dari kastil kerajaan, gue


langsung sampein ke mereka tentang undangan tadi.


“Oh ya, katanya kita diundang


lagi besok sama raja.”


““Diundang?””


“Iya. Katanya sih diundang ke festival


di tengah kota ini.”


“Hihihi! Ada minuman gratis lagi


dong, ya?!”


“Kamu bener, Myllo! Artinya besok


ada Festival Erviga, ya?!”


“Hehe…mungkin aja ada teteh geulis di tengah kota…”


Mereka keliatannya seneng bang—


“Tapi…gue mau pergi ke tempat


lain dulu.”


Hah?! Si Dongo mau ke mana?


“Myllo! Kamu mau—”


“Tenang aja! Gue pasti dateng ke


festival bareng kalian! Kalo gitu, gue pergi dulu!”


“Myllo! Tung…”


““…””


Si Dongo udah ngabrit aja.


Yaudah lah. Biarin aja.


Mending balik lagi aja ke


penginapan kita.