
Myllo hendak pergi menuju arena pertarungan bersama Garry, setelah ia mendapatkan kekuatan barunya dari
Zophiel, ibunya.
Namun sebelum itu terjadi, ketika ia sedang berada di Lapisan Bawah, di mana ia terus berada dalam pelukan
Zophiel.
“Haaaaah…! Lama banget!”
Myllo hanya bisa mengeluh. Ia tidak sabar untuk menghadapi Leonard.
“*Ngunggg…”
Sementara Garry terus menyembuhkan Zophiel.
“Brrr…! Brrr…! Brrr…!”
Seisi Lapisan Bawah terus berguncang karena pertarungan di atas arena.
Karena itu, keluhan Myllo dan guncangan di Lapisan Bawah terus mewarnai keheningan keberadaan mereka.
Hingga akhirnya, Garry, yang terus terdiam semenjak tiba di ruangan tersebut dan terus menyembuhkan Zophiel,
bersuara.
“Et! A-Ada yang aneh, euy!”
“Ada apa, Garry?!”
“U-U-Umi sia teh…”
“!!!”
Setelah mendengar seruan Garry, Myllo tiba-tiba dikejutkan dengan adanya sayap-sayap Zophiel yang rontok dan
menjadi abu.
“*Trang, tang, trang…”
Mahkota Malaikat yang ia kenakan terjatuh dan juga ikut terurai menjadi abu.
“W-Woy! Kok lo—”
“Ya. Inilah ganjaran yang harus aku terima, agar engkau mampu menggunakan kekuatanmu—”
“Gue nggak butuh kekuatan gue, kalo lo harus—”
“Hanya inilah yang bisa aku lakukan sebagai ibumu!”
Tegas Zophiel kepada anaknya.
“Aku telah hidup tanpa tujuan. Kali ini aku memiliki tujuan demi kebaikanmu! Maka dari itu, izinkan aku untuk—”
“Tapi buat apa lo korbanin nyawa lo lagi?! Ini sama aja kayak kerja untuk Leonard—”
“Hanya inilah yang bisa kulakukan untukmu! Aku tidak melakukan ini karena engkau tuanku! Tetapi aku melakukan ini karena engkau anakku!”
“I-Ibu…”
Bisik Myllo dengan pasrah, karena tidak bisa mematahkan tekad ibunya.
“Dengarlah ini, anakku.”
“…”
“Aku memberikan seluruh energi kehidupanku kepadamu. Dengan energi kehidupanku sebagai seorang Malaikat, engkau mampu mengaktifkan Jiwa-mu untuk beberapa saat. Karena sebagai Seraphim of Afterlife, aku mampu menghidupkan seseorang yang telah mati, agar ia bisa menghabiskan masa terakhirnya bersama orang-orang terkasihnya, sebelum aku menuntun Roh-nya ke dalam Sirkulasi Roh.”
““!!!””
Myllo dan Garry terkejut dengan apa yang dikatakan Zophiel.
“Et! Ternyata eta teh kekuatan asli Malaikat?! Pantes wae Djinn harus hajar Narciel sampai Jiwa-nya bener-bener hancur, supaya modar!”
Pikir Garry akan kekuatan spesial yang hanya dimiliki Malaikat.
“Tetapi ingatlah ini, nak. Karena aku menemukan sesuatu yang sedikit unik darimu.”
“…”
“Jika kau mengaktifkan Jiwa-mu, maka kau tidak akan bisa menggunakan kekuatan Dewi Zegin, sampai Jiwa-mu kembali tidak aktif kembali. Itu semua karena Jiwa-mu yang mati tidak bisa bersinergi dengan kekuatan Dewi Zegin.”
“Hah…? Kok—”
“Aku tidak tahu alasannya. Jawaban yang paling logis adalah…”
“…”
“Jiwa-mu bertindak seakan tidak mengenal siapa dirimu. Tetapi Jiwa-mu mengenal Tubuh-mu. Dengan energi
kehidupan yang kuberikan kepadamu, Tubuh-mu adalah pusat dari Jiwa dan Roh yang kau miliki, sehingga dua hal tersebut dapat menyatu dengan satu sama lain.”
Lanjut Zophiel terkait kekuatan yang akan diterima Myllo.
“…”
Setelah itu sinar dari tangannya meredup. Yang tersisa hanyalah pelukan hangat pada anaknya.
“Maafkan aku, anakku. Andai saja ibumu ini bukanlah seorang budak, mungkin saja—”
Balas Myllo, dengan ditutup tawa.
“Bu! Makasih banyak karena udah kasih Myllo kekuatan i—”
“Myllöfrit Lancelin. Itulah nama yang diberikan Tu—Christofre kepadamu. Nama tersebut memiliki arti pria yang bebas, yang akan menggapai cita-citanya.”
“!!!”
Myllo terkejut ketika mendengar penjelasan Zophiel terkait nama aslinya.
“*Fwuzz…”
“Dengarlah ini, Myllöfrit.”
“…”
“Mungkin aku sudah pergi dari dunia ini. Tetapi aku…”
“…”
“…tetap hidup di dalammu.”
Kata Zophiel, sembari Tubuh-nya terurai menjadi abu.
“M-Myllo…! H-Hampura, Myllo…! Aing teh—”
“Hehe! Nggak apa-apa! Itu pilihan dia! Gue cuma bisa hormatin pilihannya aja! Lagipula, itu pertama kalinya kan
dia bisa ngelakuin pilihannya?! Makanya itu jangan ngerasa bersalah, Garry!”
“…”
Garry hanya terdiam ketika mendengar Myllo.
Mungkin Myllo menjawab dengan riang gembira.
Tetapi Garry melihat dengan jelas…
“…”
…bahwa genggaman Myllo pada tongkatnya bergetar, seakan ia menahan rasa sedihnya.
“M-Myllo, aing teh mau tanya.”
“Hah? Ada apa, Garry?”
“J-Jadi aing sama barudak-barudak panggil sia teh apa, Myllo—”
“Nama gue tetep Myllo Olfret! Itu nama yang nggak bisa dilepas dari gue!”
Seru Myllo kepada Garry.
“Mungkin Myllöfrit artinya pria bebas yang berhasil gapai mimpinya! Tapi nama Myllo Olfret itu artinya…”
“!!!”
Garry terkejut dengan apa yang dijelaskan oleh Myllo terkait makna dari namanya.
“…”
Myllo memperhatikan dirinya sendiri. Ia hendak menggunakan energi kehidupan yang ia terima dari Zophiel.
Karena itu…
“*DHUUUMMMMMMMMM………”
…Myllo mampu menggunakan Union Domi, yang bisa dirasakan hingga ke arena pertarungan.
“Ayo kita pergi ke atas, Garry!”
“Y-Ya, Myllo.”
“*Swush, swush, swush…”
Sambil mengangkat Garry, Myllo melompat melewati lubang besar yang disebabkan oleh ledakan dahsyat dari
Rivrith.
“*Drap…”
Myllo pun tiba bersama Garry.
“E-Et! B-Bahaya, euy! Bisa-bisa mereka semua teh modar!”
Ketika tiba, Garry langsung berlari menuju rekan-rekannya yang sudah terluka.
Walaupun…
“A-Anying…! Ieu teh darah apaan…?!”
…ia merasa risih dengan arena Chaoseum yang berwarna merah karena pertarungan Djinn dan Leonard.
Sementara Myllo dan Leonard…
“Leonard…!” “Myllo!”
…saling bertatapan sebelum memulai babak terakhir pertarungan mereka.