Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 274. Exiled



Peperangan dengan Children of Purgatory telah berakhir. Walaupun datang terlambat, namun pada kenyataannya Serpentis Guild diagungkan sebagai Guild yang berhasil menyelamatkan negara tersebut. Hal tersebut terjadi karena beberapa pihak aliansi Gazomatron yang terdiri dari Aquilla Party dan mantan Scholar dari Chemia Guild menolak untuk menjalin hubungan kerja sama dengan Serpentis Guild.


Dua hari setelah peperangan, di mana Serpentis Guild membantu proses pembangunan ulang Gazomatron Federation. Berita tentang peperangan tersebut telah disebarluaskan kepada dunia lewat GT News. Walaupun begitu, masih ada beberapa warga yang tidak bisa menerima kenyataan tersebut.


“I-Ini nggak masuk akal! Seharusnya ada nama Aquilla di berita ini!”


“Saya inget banget ada Keeper dari Aquilla Party yang namanya Garry Geri! Kalo nggak ada dia, mungkin saya


masih jadi Ghoul!”


“K-Kenapa nggak ada nama Myllo Olfret?! Bukannya dia yang jagain kita?!”


“Ini semua omong kosong! Serpentis Guild bahkan dateng-dateng cuma lawan Undead Dragon! Sedangkan yang nyerang negara kita itu lebih dari sekedar Undead Dragon!”


Warga Gazomatron menyuarakan aksi mereka kepada kerabat mereka masing-masing.


Tidak seperti aksi yang mereka lakukan kepada Dandur Bonesteel, ketika Gazomatron dihadapkan pada peperangan melawan Klan Mistyx, kali ini mereka tidak menyuarakan ketidakpuasan mereka di hadapan Presiden, yang tidak lain merupakan Snake, Guildmaster dari Serpentis Guild.


“Ssst! Jangan kenceng-kenceng!”


“Kalian nggak tau ya, kalo Pak Presiden itu orang yang misterius banget!”


“Tau nggak sih, kalo ada rumor tentang Pak Presiden, yang katanya udah menjabat dari awal negara ini terbentuk?!”


“M-Makanya itu, hati-hati aja kalo ngomong! Bisa-bisa kita satu nasib kayak Dandur!”


Karena misteri dan rasa takut yang dipancarkan oleh Snake, maka warga tidak bisa bertindak apa-apa, selain


menikmati waktu damai yang disediakan olehnya.


Walaupun begitu, keresahan yang dirasakan oleh beberapa warga Gazomatron tentunya terdengar oleh Snake sendiri, yang saat ini berada di ruang khusus miliknya.


“Haaaah… Padahal saya juga tidak menginginkan berita tersebut tersebarluaskan. Namun jika kekalahan Children of Purgatory tidak disebarluaskan, maka dunia masih dilanda dengan keputusasaan oleh keberadaan sekte penyembah Iblis itu.”


Kata Snake kepada semua Menteri yang ada di hadapannya, sambil membuka topengnya.


“A-Aku tidak menyangka, bahwa engkau benar-benar paman dari Pria Terjanji…”


“Terima kasih telah percaya kepada saya, Menteri Nemesia.”


Balas Snake kepada Nemesia.


“Tapi… ada yang bikin saya heran.”


“Hm?”


“K-Kenapa Sang Peng—Maaf. Maksud saya, Kenapa Pak Presiden nggak sebut nama Aquilla Party sebagai pihak yang paling berjasa yang ngelawan Children of Purgatory?”


Tanya Auqveern, yang sekarang menjabat sebagai salah satu Menteri di Gazomatron Federetion.


“Sama seperti kalian berdua, saya berniat untuk merahasiakan keterlibatan mereka dari—”


“*Tok, tok, tok…”


Snake terpaksa menghentikan penjelasannya ketika mendengar adanya suara ketukan pintu dari luar ruangan mereka. Lalu ia mengenakan kembali topeng ular miliknya, sebelum mempersilakan tamu yang ia undang masuk.


“Silakan masuk.”


“*Krieeek…”


“A-Ada apa lo nyari gue?”


Tanya Styx, yang datang bersama Maghroz yang menemaninya.


“Hmm… Dari tatapan anda, saya rasa anda memiliki—”


“Langsung ke intinya aja, Snake! Nggak usah bertele-tele!”


“…”


Snake hanya menatapnya dengan iba, sebelum menjawabnya.


“Maafkan saya, Nyonya Styx. Namun saya rasa, anda harus keluar dari negara ini.”


““!!!””


Semua yang berada di ruangan tersebut dikejutkan dengan pernyataan Snake, kecuali Styx.


“P-Pak Presiden!”


“B-Bukannya itu udah kelewatan?!”


“Dia kan juga berjasa untuk jaga warga Gazomatron!”


Sahut Auqveern, Nirron, dan Garrett kepada Snake, sebelum…


“*Brak!”


…Maghroz melampiaskan amarah yang dalam kepadanya.


“Apa maksud anda, Snake?! Mengapa anda—”


“Nyonya Styx. Anda tentu tahu alasan saya berkata seperti itu, bukan?”


“…”


Styx terdiam. Tangannya gemetar. Kegelisahan mengawani pikiran dan perasaannya. Sementara yang lainnya menunggu jawaban darinya, walaupun Snake sudah mengetahuinya.


“Jadi, apakah anda ingin menjawab? Atau saya yang berikan jawaban—”


“Hentikan, Snake!”


“…”


Snake hanya memandang Maghroz yang menegaskannya. Oleh karena itu, ia merasa bahwa Sage tersebut telah membuka kartunya.


“Apa yang perlu saya hentikan, Sage Maghroz? Apakah anda juga mengetahui yang saya maksudkan?”


“…”


Maghroz hanya diam saja dan tidak berani berkomentar lebih, setelah dirinya memakan umpan yang Snake siapkan.


“Menteri-Menteri sekalian, apakah anda semua mengetahui alasan wanita ini terlihat baik-baik saja, sementara yang Mistyx lainnya menderita akibat Iblis yang berusaha mengambil alih Tubuh mereka semua?”


“T-Tidak…”


“Saya juga nggak tau, Pak Presiden…”


““…””


Keempat Menteri terlihat tidak mengetahui apa yang sebenarnya Snake bicarakan, sementara Styx dan Maghroz hanya menundukkan kepala mereka dengan takut.


“Wanita ini adalah Inkarnasi dari Azzulthi, Demon Lord of Destructions, bedebah yang sama yang mengutuk Klan Mistyx.”


““!!!””


Keempat Menteri terkejut dengan apa yang diutarakan oleh Snake, khususnya Nemesia.


“A-Azzulthi?! Wanita itu masih hidup?!”


“Ya. Anda benar, Menteri Nemesia. Dari 7 Demon Lord yang asli, hanya Sursztham, Azzulthi, dan Gezharoq saja yang masih bertahan sampai saat ini.”


“Keuk! Keterlaluan!”


““…””


Menteri yang lainnya tidak mengerti apa yang Snake dan Nemesia bicarakan, namun mereka tetap menyadari bahaya yang dimaksudkan oleh Snake.


“M-Maaf Pak Presiden, saya mau tanya…”


“J-Jadi… ada kemungkinan kalo sekte sesat itu nyerang negara ini…”


“Ya, anda benar. Demi mendapatkan wanita ini.”


Jawab Snake.


“…”


Styx hanya tertunduk lemas karena sedih dan takut. Melihat kegelisahan dirinya hanya membuat Maghroz menjadi semakin murka.


“Snake… Dasar keterlalu—”


“Tunggu dulu, Sage Maghroz. Biarkan saya menjelaskan lebih lanjut.”


Potong Snake, sebelum berbicara kepada Styx.


“Nyonya Styx. Mungkin saya terdengar tidak memiliki perasaan. Maafkan saya untuk hal tersebut. Namun anda juga mengerti, bahwa beban yang saya pikul untuk menjaga Klan Mistyx dan Siren sudahlah berat. Oleh karena itu saya tidak ingin membahayakan mereka semua dengan menjaga seseorang yang menjadi pusat perhatian yang membahayakan negara ini.”


“…”


“Sekali lagi, maafkan sa—”


“Yaudah. Gue paham.”


Potong Styx kepada Snake.


“Baiklah. Terima kasih sebesar-besarnya atas toleransi anda, Nyonya Styx. Saya usahakan agar anda dapat pergi dengan selamat, bersamanya.”


“B-Be… Bersamanya…? Apa maksud lo—”


“Alangkah baiknya jika anda ikut dengan saya, Nyonya Styx. Dan saya tekankan sekali lagi, bahwasanya saya tidak ada niat busuk kepada wanita yang berjasa besar bagi Gazomatron.”


Jelas Snake, sebelum pergi bersama Styx dari ruangannya.


Namun ketika ia meninggalkan ruangan tersebut, Maghroz masih ingin menyampaikan sesuatu kepadanya.


“Setelah saya diangkat menjadi seorang Sage, saya telah membiarkan anda memanipulasi segalanya, Snake! Tetapi ini yang anda lakukan?!”


“…”


Snake hanya menatapnya dengan tajam.


“Pantas saja… anda dikeluarkan dari Sage Council! Bahkan Raja Bivomüne pun setuju dengan pengasingan anda dari kami!”


““???””


Semua yang mendengar Mahgroz tidak mengerti dengan apa yang ia maksud, sementara Snake hanya tersenyum.


“Raja Bivomüne? Bukankah sebagai seorang Sage, anda sepantasnya memanggil beliau dengan Guru Besar atau Great Sage Bivomüne?”


““!!!””


Kali ini mereka semua dikejutkan dengan pernyataan Snake.


“G-Great Sage?!”


“M-Maksudnya… raja dari Vamulran Kingdom itu Great Sage?!”


“B-Bukankah itu… gelar yang dimiliki oleh Melchizedek?!”


Sahut Nirron, Auqveern, dan Nemesia.


“Dia itu… bukannya kakeknya Djinn?! Bahkan diliat dari reaksi mereka semua, artinya bukan gue doang yang


baru tau!”


Pikir Styx yang juga sama terkejutnya dengan semua yang berada di ruangan tersebut, sembari mengikuti


Snake ke suatu lorong yang sangat gelap di tempat tersebut.


“…”


Sambil berjaga-jaga, ia sudah memegang kedua pisau miliknya.


“Tenang saja, Styx. Anda tidak perlu khawa—”


“Kalo yang diceritain Myllo itu bener, nggak ada salahnya gue selalu hati-hati sama lo, Snake!”


Tegas Styx kepada Snake.


““…””


Mereka berdua berjalan bersama ke suatu tempat yang semakin gelap. Hingga akhirnya, terdapat suatu api yang menyinari tempat tersebut.


“Hm? Ada orang? Tapi kok… gue familiar sama orang i—”


“…”


Styx yang sedang berpikir seketika menghentikan langkahnya, setelah Snake yang berada di depannya ikut berhenti.


“Maaf, Styx. Tapi sebelum kita pergi, alangkah baiknya jika anda tidak menyaksikan apapun yang berada di—”


“*Swush!”


“…”


Snake menghindari ayunan pisau dari Styx.


“Udah gue duga! Lo pasti mau—”


“*Tap…”


“Cukup, Styx.”


“!!!”


Styx terkejut melihat seseorang yang ia kenal, yang memegang kepalanya.


“B-B-Bang Orvo…?!”


“*Phuk!”


“K-Kemana aja, bang?! Kenapa lo tiba-tiba ilang 5 tahun yang la—”


“Lo pasti udah capek kan sama tugas yang dikasih Sylv?”


“Hiks… I-Iya, bang…”


Balas Styx dengan air mata, sambil memeluk Orvo, Wakil Kapten dari Aquilla yang dipimpin oleh Sylvia Starfell.


“Baiklah. Sepertinya tugas saya sudah selesai. Alangkah baiknya jika anda berdua meninggalkan negara ini, sebelum mereka datang.”


““…””


Styx dan Orvo hanya menatap Snake yang meninggalkan mereka berdua.


“Ayo ikut gue, Styx.”


“K-Kemana, bang…?”


“Ke tempat tinggal gue, walaupun lo agak nggak nyaman di sa—”


“Gue ikut, bang! Daripada nggak bisa hidup di mana-mana, mending gue tinggal sama lo, bang!”


“Gitu ya? Yaudah. Ayo kita pergi.”


Balas Orvo, sebelum mempersiapkan kepergian mereka dari Gazomatron Federation.