
Kembali ke pertemuan antara Aquilla, Devania, dan anggota setia dari Berius.
“Lapor! Ada seorang Scholar yang terlihat bersama dengan anggota Aquilla dan para penyerang Gazomatron!”
Lapor salah satu pengendara unit Gazobot.
““…””
““Siap laksanakan!””
Seru seluruh pengendara unit Gazobot setelah mendapat perintah baru.
“Semuanya! Serang mereka! Baik Aquilla, Chemia, maupun kelompok penyerang Gazomatron, semuanya adalah lawan kita!”
““Ya!””
Semua unit Gazobot pun hendak menyerang mereka semua.
“Lo yang namanya Angela, kan? Keliatannya, kita semua nggak bisa ngobrol sebentar, deh.”
“Ya. Anda benar, Tuan Dalrio.”
“Artinya kita semua harus kerja sama untuk serang pasukan ini, ya?”
Sahut Dalbert, Angela, dan Devania secara bergantian.
“Dalbert! Biar aku yang jagain warga yang ada di sini!”
“Aing teh ikut Teh Gia wae, Dalbert.”
"A-A-Aku juga!"
Kata Gia Garry, dan Lephta yang lebih memprioritaskan keselamatan warga Snellsham.
“Anda adalah Observer, benar?”
“Ya.”
“Baiklah. Saya akan membantu mereka berdua untuk mengevakuasi warga kota ini. Sementara Zhivreeg…”
“Ya. Biar gue aja yang jadi Frontliner mereka. Tapi… maaf kalo nggak berhasil, ya…”
“…”
Melihat Zhivreeg yang tertunduk lemas, Dalbert pun berpikir…
“Belom mulai aja udah gelisah…”
Setelah semuanya sudah berada pada bagiannya masing-masing, mereka pun berpencar.
“Nyonya Maevin, Tuan Geri, Lephta, izinkan burung gagak saya berdiri di pundak anda sekalian.”
“*Koaaaak! Koaaak!”
“E-Eh?!”
“Hieeekh!”
Gia dan Garry merasa cemas ketika burung gagak yang keluar dari tangan Angela menghampiri pundak mereka.
“Tenang saja. Dengan burung gagak ini, saya bisa memimpin anda sekalian kepada warga Snellsham yang harus anda sekalian selamatkan.”
Jelas Angela tentang sihir yang ia gunakan.
Setelah itu…
“*Kaaaaak! Kaaaak!”
…seketika seluruh anggota tubuhnya terurai menjadi ratusan burung gagak yang terbang ke sekitar kota Snellsham.
Sementara Dalbert, Delolliah, Zhivreeg serta Devania dan seluruh anggota yang ia pimpin, hendak menghentikan Gazobot yang hendak menyerang mereka.
“Tembak mereka!”
“*Boom! Boom! Boom!”
((Thread Wall))
“*Chkk, chkk, chkk…”
Dengan sihirnya, Zhivreeg mengeluarkan benang yang terbentang dari antara dua bangunan Snellsham, lalu benang-benang itu menghentikan seluruh tembakan para unit Gazobot.
“Ayo kita serang mereka semua!”
““Siap, Ketua Devania!””
Para anggota kelompok yang dipimpin oleh Devania pun langsung melaju dan menyerang seluruh Gazobot yang berada di depan mereka.
““*Vwumm…””
““*BOOM!””
““Aaargh!””
Dengan api hitam mereka, seluruh Gazobot pun terbakar dan meledak.
“*Chaaaak!”
“Dari arah timur sama barat ada Gazobot yang mau nyerang kita!”
Seru Dalbert yang melihat arah kedatangan pasukan unit Gazobot dengan mata dari elang yang ia ciptakan.
“Wa-Waduh. Gue… nggak bisa tahan dua-duanya…”
Kembali bisik Zhivreeg dengan lemas.
Akan tetapi, ia mendapat bantuan untuk menyergap serangan tersebut.
“Tenang saja! Biarkan aku membantumu!”
Sahut Delolliah kepada Zhivreeg yang merasa tidak berdaya.
“Makasih banyak! Andai gue lebih kuat, mungkin aja lo nggak perlu repot—”
“Woy! Jangan nebar aura negatif, dong!”
“Ma-Maaf…”
Balas Zhivreeg kepada Dalbert.
“Siap! Sedia! Tembak!”
““*Boom! Boom! Boom!””
Semua pasukan unit Gazobot pun menembak mereka semua dari arah timur dan barat.
Namun…
“*Chrk, chrk, chrk…”
“*Dhup. dhup, dhup…”
…Zhivreeg berhasil mencegah seluruh tembakan dari arah timur dengan sihir yang ia gunakan, sementara Delolliah mencegah serangan yang datang dari arah barat.
“Ini kesempatan kita! Serang mereka semua!”
““Ya!””
Devania pun kembali memimpin seluruh anggotanya.
“*BOOM!!!”
Dengan api hitam yang mereka gunakan bersama, seluruh pasukan unit Gazobot yang hendak menyerang mereka berhasil dikalahkan.
Sementara Gia dan Garry, mereka masih mencoba menolong warga Snellsham.
“*Bruk!”
“Hey, kalian! Masih bisa gerak, nggak?! Kalo nggak bisa, biar aku bantuin!”
Seru Gia, setelah merubuhkan suatu bangunan yang telah runtuh.
“Uhuk, uhuk, uhuk!”
“To-Tolong! Sa-Sa-Saya nggak bisa gerak!”
“OK! Tunggu sebentar!”
Sahut Gia sambil mencoba mengangkat salah seorang wanita bersama dengan anak kecil.
Namun, mereka mengenal sosok yang datang untuk membantunya.
“A-A-Anda itu… Gia dari Aquilla?!”
“I-Iya, bener. Ahaha…”
Balas Gia dengan sedikit malu.
“Terima kasih banyak, Gia dari Aquilla! Saya nggak nyangka ada pahlawan dari Erviga yang nolong keluarga saya!”
“Ahaha… Makasih, bu.”
Kembali balas Gia dengan malu.
Setelah keluar dari reruntuhan itu, Gia membawa wanita dan anak kecil itu kepada Garry.
“Garry! Ada yang luka berat!”
“Siap, Teh Gia!”
Balas Garry, sambil melanjutkan dirinya yang sedang menyembuhkan sekitar 30 warga yang Gia tolong.
“Nyonya Maevin, ada yang terjebak. Lokasinya terletak 5 gedung dari gedung yang ada di kiri anda.”
“OK, Angela!”
Gia pun bergegas setelah mendengar kabar dari Angela, yang berbicara lewat burung gagak yang berdiri di pundaknya.
……………
Beberapa saat kemudian, mereka semua berhasil mengalahkan seluruh unit Gazobot, serta menolong seluruh warga Snellsham.
“Ha-Hahaha…”
“Gue masih nggak percaya kita selamat!”
Seru beberapa anggota kelompok penyerang.
“Terima kasih banyak, Aquilla!”
“Kalo nggak ada kalian, mungkin aja kami jadi korban negara kami sendiri!”
Seru beberapa warga Snellsham dengan riang, setelah mereka berhasil berdiri di tengah peperangan dengan selamat.
Namun, masih ada yang harus mereka lakukan.
“Baiklah. Di ruang ini, bisakah kita semua berdiskusi bersama?”
““…””
Dalbert dan Devania mengangguk bersama untuk menjawab pertanyaan Angela.
Diskusi mereka kali ini dilakukan di salah satu gedung terbengkalai, setelah ditinggal oleh pemiliknya akibat peperangan.
Di gedung tersebut, terdapat seluruh kelompok penyerang yang dipimpin oleh Devania. Mengingat mereka sebagai kelompok penyerang Gazomatron, maka mereka disarankan untuk menyembunyikan diri mereka dari pengelihatan warga Snellsham agar sekiranya tidak ada kepanikan dari warga kota tersebut.
Tanya Devania kepada Angela.
“*Druk…”
““!!!””
Mereka semua dikejutkan dengan Angela yang menundukkan kepala ke meja.
“Wo-Woy! Kenapa lo malah—”
“Maafkan saya sebelumnya! Ini semua karena ulah pria tidak bertanggung jawab, yang sudah hilang akal sehatnya!”
“Ma-Maksud lo, sia—”
“Ghibr Doldrah. Itu kan, maksud lo?”
Potong Dalbert ketika Devania hendak bertanya.
“Ghibr Doldrah? Siapa dia?”
“Ia adalah orang yang memaksakan kehendaknya untuk menjadi Guildmaster kami semua. Karena dirinya yang haus akan evolusi Mahluk Fana menjadi Mahluk Abadi, ia rela melakukan eksperimen terlarang. Salah satunya adalah… menciptakan Chimera.”
“…”
Devania merasa tidak puas dengan penjelasan Angela.
“Terus apa hubungannya sama gue? Apa hubungannya sama kelompok gue?”
“…”
Angela merenung sejenak untuk menjawab pertanyaan Devania.
“Ia hendak menciptakan Wadah untuk Demon Lord. Maka dari itu, ia membutuhkan Gazo Stone, yang ia jajah di negara ini. Selain itu, ia juga membutuhkan puluhan darah milik Klan Mistyx.”
““!!!””
Devania dan beberapa anggota yang mengikuti rapat itu terkejut.
Namun, melihat reaksi mereka semua, Gia langsung mengetahui identitas mereka.
“Kalian itu… Klan Mistyx, ya?”
““…””
Devania dan seluruh Klan Mistyx lainnya terdiam karena tidak merasa malu sebagai Klan Mistyx.
“Teh Gia, teteh keliatannya teh ada sesuatu sama Klan Mistyx. Ada apa atuh, Teh—”
“Sebenernya ibu aku mati dibunuh salah satu Mistyx.”
““!!!””
Mereka semua terkejut ketika mendengar fakta yang Gia sampaikan.
Dan lagi, semua Klan Mistyx yang berada di ruang itu merasa malu.
Namun, Gia kembali membuat pernyataan yang mengejutkan, khususnya bagi Devania dan anggota Mistyx lainnya.
“Ya tapi itu masa lalu, sih. Selama kalian bisa tunjukkin kebaikan kalian, aku berani sumpah atas nama Dewi Amoreal, kalo aku nggak akan anggap kalian sebagai Iblis, kayak yang dibilang orang lain!”
Jelas Gia kepada mereka semua.
“Baiklah, bisa kita lanjutkan?”
““Ya.””
Angela pun melanjutkan penjelasannya terkait Ghibr dan projek yang ia jalankan saat ini.
“Kesimpulannya, Ghibr membutuhkan Druid Seed, puluhan darah dari Klan Mistyx, Mecha-Chimera Nova terakhir, serta Myllo Olfret.”
“Cih! Dasar orang gila!”
Seru Devania dengan kesal, setelah mendengar kesimpulan dari Angela.
Namun, Dalbert masih merasa ada yang janggal.
“Tunggu dulu, Angela.”
“Mm?”
“Kenapa… dia juga butuh Myllo?”
“Saya tidak mengetahui secara rinci kegunaan Myllo Olfret terkait projek yang ia jalani saat ini, Tuan Dalrio.”
Jelas Angela kepada Dalbert.
“Oleh karena itu, seperti yang saya katakan sebelumnya. Tujuan kita itu sama. Walaupun tujuan utama anda, Aquilla, adalah membebaskan Myllo Olfret, serta tujuan anda, Klan Mistyx, adalah membebaskan saudara-saudara satu klan anda, namun hanya ada satu cara bagi kita.”
“Ya. Kita serang Ghibr.”
“Kalo nggak serang Ghibr, kita nggak akan bisa bebasin saudara-saudara kita!”
Kata Dalbert dan Devania secara bergantian, setelah menyutujui argumen dari Angela.
Dengan ini pun, aliansi antara Aquilla, Angela, dan Klan Mistyx berhasil terjalin.
Akan tetapi, ada satu hal yang membuat Gia penasaran.
“Angela, maaf aku mau tanya.”
“Ada apa, Nyonya Maevin?”
“Sebelumnya aku mau bilang makasih karena udah mau bantu kita. Tapi, dengan bantu kita, bukan artinya Ghibr sepenuhnya kalah, bukan? Jadi, apa tujuan kamu yang sebenarnya?”
“…”
Kembali Angela merenung sejenak.
“Karena, sebagai adik dari Pahlawan Sylvia, saya hendak berterima kasih kepadanya.”
““???””
Ketiga anggota Aquilla merasa heran dengan jawaban Angela.
“Karena Sylvia Starfell, saya dan beberapa sanak saudara saya masih bisa hidup, walaupun dunia menyatakan bahwa kami berhasil dimusnahkan oleh Aquilla yang dipimpinnya.”
“!!!”
Garry terkejut ketika mendengar penjelasannya.
Itu semua karena ia teringat akan sesuatu.
“Ya. Aquilla yang dipimpin Kak Sylv berhasil bantai mereka semua.”
Ketika teringat pesan tersebut, Garry langsung bertanya kepadanya.
“Pu-Punten, Teh Angela. Artinya teteh itu teh…”
“Witch.”
““!!!””
Semua terkejut dengan pernyataan Delolliah yang tiba-tiba menjawab pertanyaan dari Garry.
“Wanita ini adalah Witch yang mengajarkanku tentang Runecraft. Ketika aku berlari ketakutan dan kehilangan memoriku, ia menemukanku dan mengajariku Runecraft.”
“Tepat sekali, Nyonya…”
“Delolliah. Sekali lagi, aku ucapkan terima kasih, Angela.”
Balas Delolliah kepada Angela.
“Maaf, gue penasaran sebelumnya, Delolliah.”
“Ya, Dalbert?”
“Mungkin waktu lo keluar dari Hidden Dungeon, lo hilang ingetan. Tapi, apa yang bikin lo takut?”
“Aku takut karena… merasakan suatu hal yang mengerikan dari mereka semua…”
Jelas Delolliah, sambil menunjuk ke arah anggota Mistyx.
“Apa yang sebenarnya terjadi selama 5,000 tahun? Mengapa kalian memiliki aura yang mengerikan seperti itu?”
““…””
Para anggota Mistyx merasa malu untuk menjawab pertanyaan itu.
Namun Angela menjelaskan kepadanya tentang keterkaitan antara Mistyx dan Iblis.
“Ke-Keterlaluan! Pria itu mengutuk seluruh keturunan klan kalian, hingga seluruh dunia menjadi takut kepada kalian semua?!”
“Ya. Ini udah takdir kita. Kita nggak bisa apa-apa lagi, selain terima kenyataan pahit ini.”
Balas Devania, sambil berdiri dari kursi.
“Nyonya Devania, apa yang hendak anda lakukan?”
“Gue mau kasih laporan ke—”
“Ga-Gawat!”
Seru seseorang dari Orb Call yang baru saja hendak digunakan Devania.
“Ada apa?!”
“Kita semua masih lawan Gazobot, tapi Kapten Be—”
“…”
Seketika Orb Call itu terputus.
Melihat tindakan Devania, beberapa anggota Aquilla merasa ada yang aneh.
“Devania, lo lagi mau kasih laporan ke Kapten lo, kan?”
“Ya. Gue mau kasih laporan ke dia, kalo Aquilla itu—”
“Maaf kalo aku motong, Devania! Kalo boleh tau, Kapten kamu lagi ada di mana?!”
“Di-Dia… lagi ada di Duskmere.”
““!!!””
Seluruh anggota Aquilla terkejut.
“Ayo kita berangkat sekarang!”
“Tunggu, Aquilla! Mengapa anda sekalian terburu-bu—”
“Kalo emang mau ada aliansi antara Aquilla sama Mistyx, seenggaknya dua pimpinan kita sekarang harus hidup!”
“Maksud lo apa, Dal—”
“Kita bertiga yakin… kalo Kapten kalian itu… lagi bertarung lawan Wakil Kapten kita, Djinn!”
““!!!””
Seketika semua mulai panik.
Dengan begitu, misi pertama aliansi antara mereka bertiga hanya satu.
Menghentikan pertarungan maut antara Djinn dan Kapten yang memimpin serangan Klan Mistyx.