Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 73-1. To The Ancient Treasure



Besok paginya, kita semua pergi


ke Partar Forest.


Lokasinya ada di belakang rumah


Callum.


Selama kita jalan, gue bahkan


bisa liat pantai yang nggak begitu jauh dari hutan ini.


“Wuhuuu! Ada pantai—”


“Myllo!”


“Ah, maaf.”


Si Dongo ini malah mau main ke pantai,


dong!


……………


Sebelum kita nyampe, ada pohon


gede yang keliatan dari jauh. Pohon itu jaraknya jauh sendiri dari pohon-pohon


yang lainnya.


“Pasti itu tempatnya.”


Kita pun sama-sama jalan ke pohon


itu.


Tiba-tiba…


“…”


“Hm?”


…kalung ini kedap-kedip.


“Kalung kamu kenapa, Djinn?”


“Nggak tau. Mungkin ini tandanya


tempatnya udah deket.”


Kita jalan terus sampe ke deket


pohon itu.


“*Shringgg… (suara sinar)”


Kalung ini tiba-tiba muncul


cahaya yang nyinarin pohon itu.


“*Krrk…brrrrgh… (suara kayu


terbuka)”


Mungkin karena sinar dari kunci


ini, batang pohon itu tiba-tiba kebuka. Dan yang gue liat, ada sesuatu dari


dalem batang pohon ini.


“I…Itu…portal?”


“Kayaknya itu pintu masuk Hidden


Dungeon…”


Oh itu pintu masuknya?


“Ayo semua! Kita masuk—”


“Tunggu dulu, Myllo!”


“Hmm?! Ada apa lagi, Urlant?!”


“Sa…Saya sebagai Petualang


mungkin bangga bisa menemukan Hidden Dungeon. Akan tetapi, saya


merasa…perjalanan saya cukup sampai di tempat ini saja…”


Hah? Kenapa nggak ikutan?


“Sebagai seorang Elf, saya


diajarkan oleh leluhur saya untuk menghormati tempat sakral. Dan saya mengakui


Hidden Dungeon sebagai tempat sakral. Oleh karena itu…”


“?!”


Kok dia tiba-tiba sujud?!


“I…Izinkan saya untuk menjaga


tempat ini!”


“Hah?! Jaga tempat ini?! Jadinya


lo nggak ikut do—”


“Myllo! Gue bakal temenin Urlant


untuk jaga tempat ini!”


Lah! Si Harrit jadi ikut-ikutan!


“Keliatannya Erkstern, Morri,


sama Dragonewt misterius itu masih ada di sekitar tempat ini. Kalo gitu, gue


juga tunggu di tempat ini!”


“Saya juga! Saya masih harus


mengetahui alasan mereka berkhianat seperti itu!”


“Yorech sama Pippa mati begitu


aja karena mereka. Gue mau bales mereka!”


Loh! Kenapa malah jadi pada nggak


mau ikut?!


“Myllo… Djinn… Mereka jadi nggak


ada yang mau ikut!”


Gia jadi kebingungan gara-gara


tindakan mereka.


Berarti, tinggal Myllo yang


harusnya bisa bujuk mereka.


“Kalian semua sebenernya mau ikut


atau nggak?”


““Pastinya lah!””


“Tapi kalian tetep nggak ikut ke


dalem?”


““Ya.””


“Kalian nggak terpaksa kan sama


pilihan kalian?”


““Nggak.””


“OK. Gue hargain pilihan kalian.”


Eh?! Nggak dibujuk?!


“Makasih karena udah rela untuk


nggak ikut dan jagain tempat ini! Sampe gue sama mereka berdua keluar dari


tempat ini, ayo kita pesta sama-sama sambil dengerin cerita gue tentang Hidden


Dungeon ini! Hihihi!”


““Ya!””


Kita bertiga pun sama-sama jalan


ke tempat portal di dalem pohon ini.


Sebelum kita masuk, ada beberapa


hal yang pengen gue sama Gia tanya ke Myllo.


“Lo yakin nggak bujuk mereka


untuk masuk?”


“Djinn bener, Myllo! Aku kasian


sama mereka karena cuma jagain aja tapi nggak ikut!”


“Gue juga nggak tega kalo mereka


nggak ikut. Tapi, selama mereka nggak terpaksa sama pilihan mereka, gue nggak


akan paksa mereka untuk ikut.”


““…””


“Lagian kan gue bukan orang yang


suka paksain pilihan orang, kan? Ahahaha!”


Kalo diinget-inget lagi, gue sama


Gia ikut Myllo karena pilihan kita sih, bukan karena dipaksa Myllo.


Buktinya aja, Styx yang nolak


ajakan Myllo, nggak a dipaksa tuh untuk ikut.


“Hahaha! Kamu orang yang baik ya,


Myllo, walaupun gampang mabok…”


“HAAAAAHHH?!?! Jangan disebut


itunya, dong!”


“Masih mending gampang mabok, dia


aja dongo!”


“Diem lo Djinn! Apa harus gue


hukum anggota kayak lo!”


“Lo kira gue anak SD masih harus


dihukum?!”


““Hah? Anak SD?””


Ups! Salah ngomong!


“Yaudah! Simpen obrolan kita


untuk nanti! Waktunya kita masuk ke tempat ini!”


““Ya!””


Akhirnya, tanpa ragu, kita


bertiga masuk ke tempat ini.


Nggak.


Mungkin Myllo sama Gia nggak ragu


lagi.


Tapi gue masih ragu. Feeling gue masih nggak enak sama mereka yang bakal jagain tempat ini.