Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 408-1. Bow Before Me



Djinn berhasil mendapatkan kekuatan barunya dari Chamber of Ancient Armament. Ia juga berhasil meyakinkan Ayasaki untuk tetap hidup, dengan membuka dirinya kepada orang lain. Setelah itu, mereka keluar bersama dari Hidden Dungeon of  Breath untuk kembali ke Kumotochi.


Sementara itu, di Erviga Kingdom, di mana Raja Glennhard[1] duduk bersama dengan Rakhzar[2], Göhran[3], serta Yssalq[4], sambil berbincang bersama.


“Seperti itu kah? Ternyata Raja Tarzyn sangatlah kesepian.”


“Ya. Kami memakluminya, lantaran kami mendapatkan kasih sayang ibu kami. Walaupun kami ditinggalkan oleh ibu kami, tetapi hanya kenangan indah bersamanya yang ditinggalkan oleh ibu kami, sementara Raja Tarzyn kehilangan sangat banyak, dengan kenangan buruk yang ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya.”


Jelas Göhran kepada Raja Glennhard, terkait kepahitan hidup Tarzyn di dalam Hidden Dungeon of Vision.


“Tetapi, tidakkah kalian merasa ditinggalkan olehnya?”


“Tentu saja, Yssalq. Tetapi kami sudah sangat yakin, bahwa akan tiba saatnya baginya untuk meninggalkan kami. Oleh karena itu kami sudah mempersiapkan diri kami untuk hidup tanpa-Nya. Untungnya kami bertemu dengan Djinn dan Myllo, yang mempertemukan kami dengan kalian.”


““…””


Raja Glennhard dan Yssalq hanya tersenyum ketika mendengar penjelasan Rakhzar, terkait apa yang ia dan


saudaranya rasakan saat ini, setelah kematian Tarzyn.


Sedangkan di Gazomatron Federation, kejadian yang sama juga sedang terjadi, di mana Nemesia menceritakan apa yang sudah ia lewati bersama dengan saudari-saudarinya selama 5,000 tahun di dalam Hidden Dungeon of Whisper.


“Berarti… yang bikin anda tetap bertahan selama 5,000 tahun itu…”


“Ya. Tentu saja saudari-saudariku, serta Siren lainnya. Karena itu, ketika Kakak Euphonia menyatakan bahwa ia hendak mengikuti Dox dan Phoenix Guild, aku hanya berharap agar ia menarik kembali kata-katanya dan menetap di dalam Hidden Dungeon. Karena mau dimanapun kita berada, aku hanya membutuhkan saudari-saudariku saja. Walaupun pada kenyataannya, Kakak Euphonia meninggal dunia, sementara Delolliah dan Jennania pergi berpetualang dan meninggalkanku di tempat ini.”


Jelas Nemesia kepada Nirron[5], Garrett[6], dan Auqveern[7].


“Tapi, Menteri Nemesia…”


“Hm?”


“Gimana perasaan anda, setelah adik-adik anda pergi?”


Tanya Auqveern kepada Nemesia.


“Tentunya aku sangat sedih. Tetapi perasaanku berubah setelah apa yang kulihat di negara ini.”


“Liat di negara ini? Emangnya ada apa?”


“Kala itu, aku menyaksikan seorang anak kecil yang datang bersama ibunya untuk menyambut neneknya. Ibu dari anak itu berkata kepadanya, bahwa ia akan berpisah dari ibunya, karena ia akan memiliki keluarga baru. Oleh karena itu, aku menjadi yakin, bahwa akan tiba saatnya bagi kami untuk berpisah.”


Jelas Nemesia kepada Auqveern, terkait pandangannya tentang kepergian kedua adiknya.


“Walaupun mereka pergi, aku yakin bahwa akan tiba waktunya bagi kami untuk bertemu kembali, apapun rupa kami nantinya. Termasuk Kakak Syllia dan Kakak Euphonia.”


Pikir Nemesia akan keempat saudarinya, sambil tersenyum.


……………


Kembali ke Kumotochi, di mana seluruh warga dari ketujuh desa menyuarakan kegelisahan mereka terkait


hilangnya Tetsuo dan Ryūhime, serta Myllo.


“Apakah Kumotochi tidak bisa dilindungi kembali?!”


“Bagaimana nasib dunia ini, jika tidak ada Shogun-sama?!”


“Kami membutuhkan Wind Dragon Princess! Ialah yang mampu membantu kami untuk memanjatkan doa kami!”


“Jika Saint dari Zegin-sama juga tertangkap, apakah doa kami tidak akan didengar kembali oleh-Nya?!”


Seru beberapa warga Kumotochi kepada para Kepala Komisi, dengan beberapa anggota Kazedori Bakufu di antara mereka.


“T-Tenanglah! Kami juga memikirkan cara untuk membawa mereka kembali ke tengah-tengah kita—”


“Diamlah kalian, wahai para Kepala Komisi! Apa yang bisa kalian lakukan?! Tidakkah kalian ingat, bahwa ada korban jiwa di antara kalian?!”


“Benar, benar!”


“Jangan kalian pikir kami bisa tenang!”


““…””


Katanaka hendak menenangkan para warga. Tetapi ia dan Kepala Komisi lainnya tidak bisa berbuat apa-apa ketika seorang warga menyalahkan kelemahan para Kepala Klan.


“Cih! Dasar brengsek—”


“Tidak, Fusamoto-kun! Jangan membuat keadaan semakin lebih kacau!”


Seru Toshiko kepada Fusamoto yang kesal dengan para warga.


““…””


Para warga tidak putus-putusnya menyuarakan kegelisahan dan kekecewaan mereka, sementara para Kepala Komisi dan anggota Bakufu lainnya dilanda kebingungan.


Tidak lama kemudian…


“TENANGLAH KALIAN SEMUA!!!”


““!!!””


…Ayasaki datang bersama dengan Djinn, sehingga mengejutkan para warga Kumotochi.


“Aku adalah Kazedori Ayasaki, Kitsune terkuat dari antara semua Kitsune yang berada di Geoterra! Dengarlah dan camkanlah kata-kataku, bahwa kalian semua aman di bawah perlindunganku!”


Seru Ayasaki kepada semua yang berada di Kumotochi, termasuk para Kepala Komisi dan anggota Bakufu.


Walaupun ia datang di hadapan mereka, nyatanya kedatangannya tidak membawa harapan baru bagi para warga Kumotochi.


“Mengapa baru datang sekarang?!”


“Tidakkah Kau peduli dengan kami?!”


“…”


Ayasaki terdiam ketika mendengar seruan seluruh warga.


Karena itu…


“*DHUM!!!”


““!!!””


…Djinn mengeluarkan aura yang dahsyat, yang membuat mereka semua terdiam.


“A-A-Aura ini…”


“Seperti sabda Shogun Kazedori Satoshi-sama… yang mengatakan bahwa seseorang Dewa akan datang…”


“Untuk membawa keadilan pada dunia ini…!”


Bisik seluruh warga dengan terkejut.


Hal yang sama juga dirasakan oleh para Kepala Komisi.


“I-Inikah…”


“Pria yang dinantikan Melchizedek-sama…?”


Bisik Toshiko dan Katanaka, dengan tidak percaya.


Karena mereka semua merasakan aura yang dikeluarkan oleh Djinn…


““*Druk…””


“…”


…seketika semua warga Kumotochi berlutut di hadapan Djinn.


““…””


Para Kepala Klan dan anggota Bakufu juga melakukan hal yang sama.


“…”


Bahkan Ayasaki pun tersujud di hadapannya.


Bersama-sama, mereka pun berkata…


“Kami-sama!”


“A-Akhirnya Engkau datang!”


“Kami memuliakan Engkau!”


““Kami-sama!””


“…”


Djinn hanya bisa terdiam, sambil berusaha untuk tetap tenang.


“Woy, woy, woy! Kenapa mereka tiba-tiba sujud kayak gini?! Tambah lagi mereka sebut gue apa?! Kami-sama?! Maksudnya gue dewa, gitu?!”


Pikirnya dengan heran, sambil menjaga ketenangannya.


“…”


Ia menyaksikan beberapa orang yang tidak sujud, di mana terdapat Dalbert, Winona, Daphine, Kornell, serta


Gravanghar.


Hingga tiba-tiba ia berbisik…


“Oba-chan?!”


“?!?!”


…sesuatu yang awalnya membuat Ayasaki heran.


“Dj-Djinn…? Mengapa engkau—”


“Serius cewek itu bibi lo…?!”


“!!!”


Ayasaki pun terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Djinn, yang mendapati ada seseorang yang mengingatkannya akan Kazedori Kazue, yang telah ia lihat di dalam Chamber of Ancient Armament.


_______________


[1]Raja dari Erviga Kingdom, yang memberikan nama Dracorion kepada Djinn (Chapter 124 & Chapter


149).


[2] [3]Dua Naga bersaudara yang sebelumnya hidup di dalam Hidden Dungeon of Vision. Mereka berdua telah hidup sejak sebelum adanya Hari Penghakiman (Chapter 74-1; Chapter 76; Chapter 86).


[4]Smoke Dragon yang sebelumnya dikendalikan oleh Narciel dan dibebaskan oleh Djinn (Chapter 99).


[5] [6]Dua Menteri dari Gazomatron Federation. Tetapi Nirron memiliki kedudukan yang lebih besar sebagai seorang Perdana Menteri (Chapter 182 & Chapter 276).


[7]Seorang Mistyx yang bekerja sebagai Menteri di Gazomatron Federation. Sebelumnya ia merupakan


Kepala Desa dari Mistyx Village (Chapter 199 & Chapter 276).