Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 411. Riot



Machinno berhasil menemukan Luvast, Zorlyan, Paul, Radomila, serta Petualang lainnya. Ia kemudian membebaskan mereka semua dari Mana-Restrictions.


Karena aksinya tersebut…


“*Boom!”


“Woy! Semuanya! Ada tahanan yang bisa bebas!”


…kerusuhan di bawah Chaoseum pun dimulai.


“Gyehehehe! Jangan ada yang takut! Kalo ketemu anggota Leo, hajar aja!”


“Ya! Lagian kita cuma diminta buat kekacauan aja kan?!”


Seru salah seorang Petualang kepada Paul, sambil melanjutkan aksi mereka masing-masing.


Sementara Paul dan Petualang lainnya membuat kerusuhan, Zorlyan dan Radomila secara diam-diam menuju ruang penyimapanan senjata yang digunakan oleh seluruh Petualang.


“I-I-Ini senjata-senjata temen-temen aku.”


“Yaudah! Ambil aja semua yang ada di sini! Lagian gue udah bawa senjata yang dipunya anggota gue, sekaligus senjatanya anggota Aquilla sama Lynx!”


Jawab Zorlyan, sambil memasukan berbagai senjata ke dalam Fratta Pouch yang telah mereka curi.


“Woy! Ada suara apa di atas?!”


“Gue juga nggak tau! Tiba-tiba kedengeran orang yang lagi berantem!”


““…””


Seluruh Petualang yang berada di dalam penjara mendengar suara kerusuhan yang dilakukan oleh Paul dan Petualang lainnya.


“A-Ada apa ya di atas sana?”


Bisik Gia dengan heran, sambil menemani Myllo yang belum sadarkan diri.


“*BRUK!!!”


““!!!””


Seketika seluruh Petualang yang ditahan mendapati pintu keluar ruang penjara yang sudah hancur.


“…”


Abu dari pintu masuk ruang tahanan semakin memudar. Ketika sudah pudar, seluruh tahanan mendapati Luvast yang tiba dengan sesosok mahluk asing di mata mereka.


“Eh! Itu bukannya Vast dari Aquilla?!”


“Iya! Dia dateng sama apaan tuh?!”


“Apa mungkin dia Summoner?!”


“Udah Summoner, terus Swordsmage juga?! Gila! Kuat banget!”


Bisik beberapa tahanan ketika melihat Luvast dan Machinno.


“Vast!”


“Saya sudah buka, Zorlyan!”


Jawab Luvast, setelah Zorlyan datang bersama dengan Radomila.


“*Krrraaang! Krrrrang!”


Mereka bersama-sama membuka gerbang besi yang memenjarakan seluruh Petualang.


“*Krang!”


Kemudian mereka membuka Mana-Restrictions mereka semua.


“Garry!”


“Ya, Teh Gia! Biar aing sembuhkeun heula si Myllo!”


Jawab Garry, sebelum ia merapal sihirnya untuk menyembuhkan Myllo.


Namun sebelum ia mulai menyembuhkan Myllo…


“AAAAARGH!!! GUE BUTUH MINUUUMMM!!!”


““!!!””


…mereka dikejutkan dengan Myllo yang tiba-tiba terbangun.


“M-Myllo! Kamu nggak apa-apa?!”


“Hah? Gue sehat-sehat aja, kok.”


““…””


Mereka semua terdiam, sementara Garry hendak memanjat menuju kepalanya.


“Ada yang aneh! Setahuku, Myllo tidak memiliki Jiwa, bukan?! Lantas, bagaimana mungkin dirinya bisa pulih seperti sekarang?! Apa mungkin ia hanya membutuhkan Mana untuk menyembuhkan dirinya?! Namun bagaimana ia memiliki Mana, jika tidak memiliki Jiwa?!”


Pikir Luvast dengan heran.


“*Puink!”


“Aduh, aduh, aduh! Machinno! Berat!”


“Machinno… rindu dengan Myllo.”


“Hehe! Yang penting kita udah ngumpul kan?! Tambah lagi, kita udah kedatangan Luvast di sini!”


Seru Myllo dengan riang.


“Saint-san! Apakah kita sudah bisa keluar sekarang?!”


“Ya! Ayo kita keluar dari sini—”


“Baiklah! Tetapi maaf sebelumnya, karena Aku harus mencari Ryūhime-chan!”


“Lo sendiri bisa?”


“Ya! Saya usahakan sebaik mungkin untuk membebaskannya!”


“OK! Hati-hati, Tetsuo!”


“Begitu juga denganmu, Saint-san!”


Jawab Tetsuo, yang kemudian langsung pergi terlebih dahulu untuk membebaskan Ryūhime.


“Ollie! Bangun!”


“Uhm…? I-Ini mimpi kan…?! Kok—”


“Ini bukan mimpi! Sekarang kita harus keluar dari sini secepetnya! Mumpung ada anggota lo, Paul, yang lagi buat kacau untuk alihin perhatian!”


Jelas Zorlyan kepada Ollie terkait kondisi saat ini.


“Mila! Kok lo bisa—”


“Ng-Ng-Nggak ada waktu! M-Mending kita sama-sama pakai kesempatan ini untuk selamatin Kapten Tarruc!”


Jelas Radomila kepada Slasher, sembari ia membebaskan rekan-rekan sesama Party-nya.


“Zorlyan! Sepertinya kita sudah membebaskan seluruh Petualang!”


Jelas Luvast kepada Zorlyan, dengan seluruh Petualang yang ditahan telah terlepas dari Mana-Restrictions.


Walaupun sudah bebas, nyatanya beberapa Petualang merasa lebih cemas daripada tertahan di dalam jeruji besi.


“Eh? Seriusan kita udah bebas?”


“T-Tapi kalo tiba-tiba Leonard dateng lagi… gimana?”


“M-Mending cari aman deh, daripada kita harus berhadapan sama Leonard…!”


“…”


Myllo mendengar bisikan dari para Petualang yang merasa sudah kehilangan harapan untuk pergi dari Chaoseum.


Oleh karena itu…


“*TUK!!!”


““…””


…ia menghentakkan tongkat miliknya ke tanah, agar seluruh perhatian para Petualang tertuju kepadanya.


“Denger gue, kalian semua!”


““…””


“Mungkin kalian takut sama Leonard! Tapi kalo kita satuin kekuatan kita, kita semua pasti menang lawan Leo Guild! Mau itu anggota mereka yang Kasta Jingga, Executioners, bahkan Leonard itu sendiri!”


Seru Myllo dengan maksud meyakinkan mereka semua.


“Makanya itu, ayo kita sama-sama satuin kekuatan kita untuk—”


“Apakah anda yakin bisa melawan Leonard, Myllo Olfret?”


““…””


Seketika seluruh mata tertuju kepada seseorang yang berada di belakang.


“Eh! Orang itu bukannya…”


“Oh iya! Dia itu anggota dari Rosalba Guild!”


“Rosalba Guild?! Guildmaster mereka itu kalo nggak salah Petualang Nomor Enam di dunia kan?!”


Bisik beberapa Petualang kepada orang tersebut.


“Saya adalah Cassidian Arnault. Striker Kasta Jingga dari Rosalba Guild. Menurut saya usaha kalian semua


akan sia-sia, Myllo Olfret.”


“Hehe! Nggak ada yang namanya usaha yang sia-sia! Selama belom kita coba—”


“Sekarang jawab pertanyaan saya. Bagaimana anda bisa tertangkap oleh Leonard?”


“…”


Myllo terdiam ketika ditanya oleh pria bernama Cassidian Arnault itu.


“Jika saya bisa menebak, sepertinya anda tertangkap oleh Leonard, yang mengalahkan seluruh anggota Aquilla Party. Bahkan jika saya perhatikan lebih seksama, sepertinya tidak ada dua anggota anda yang bernama—”


“Diamlah! Jika anda tidak ingin ikut, lebih baik anda diam saja di tempat ini!”


Sahut Luvast dengan kesal karena ia merasa bahwa Cassidian hendak membuat semua Petualang meragukan Myllo.


“Tentu saja, Vast. Saya tidak akan ikut merelakan nyawa saya. Tetapi, biar saya ingatkan kepada anda, Myllo Olfret.”


“…”


“Jangan macam-macam dengan Leonard. Ia belum menunjukkan dirinya yang sebenarnya. Bahkan saya pun ragu, jika Guildmaster Lana Vrecher bisa menghadapinya.”


Jelas Cassidian, sambil mengenakan kembali Mana-Restrictions miliknya dan masuk kembali ke dalam sel tahanannya.


Karena aksi yang ia lakukan, sebagian besar Petualang lainnya juga melakukan hal yang sama. Hingga tersisa


anggota Aquilla, Andromeda, Lynx, serta Taurus.


“Jangan pikirkan mereka, Myllo!”


“Kritach?”


“Mungkin ia berkata, bahwa Guildmaster-nya tidak akan menang melawan Leonard. Tetapi, anda tentu mengetahui seseorang yang bisa menang melawan Leonard, bukan?”


““!!!””


Luvast beserta anggota Andromeda dan Lynx terkejut ketika mendengar penjelasan Kritach.


“A-Ada yang bisa menang lawan Leonard?!”


“H-Hebat banget!”


“Tambah lagi dia bilang seseorang?! Artinya dia sendirian lawan Leonard?!”


“E-Emangnya siapa yang bisa lawan dia sendirian?!”


Sahut Ollie, Mahadia, Zorlyan, serta Ervi secara bergiliran.


“Oi! Mending jelasinnya sambil keluar dari sini!”


“Ah! Bener juga!”


“Yaudah kita pergi dari sini, Myllo!”


Jawab Slasher dan Zorlyan kepada Myllo yang menegur mereka.


Oleh karena itu, Myllo pergi dengan 5 anggota yang ia pimpin, bersama Andromeda Party yang terdiri dari 4


anggota, Lynx yang terdiri dari 5 anggota, serta Taurus yang terdiri dari 6 anggota.


““…””


Selama dalam perjalanan, Kritach dan anggota Taurus lainnya menceritakan tentang kemenangan Tarruc melawan Leonard, serta cerita dibalik penangkapan Taurus oleh Leo Guild.


“Najis! Ternyata dia pengecut juga ya pake cara kayak gitu!”


“Ngancem bunuh anggotanya?! Hmph! Susah ya kalo nggak terima kekalahan!”


Seru Awva dan Alethra dengan kesal, setelah mendengar cerita dari beberapa anggota Taurus.


Namun mendengar cerita mereka, Ollie dan Zorlyan merasa kesal.


“Cih! Ternyata dua Party ini tuh dikalahin langsung sama Leonard! Kalo Taurus sih wajar, karena Kapten mereka itu mantan anggotanya Pahlawan! Tapi Aquilla dikalahin langsung sama Leonard?!”


“Gila! Bahkan lawan Executioners aja, kita nggak bisa apa-apa! Gimana kalo Leonard yang bawa pergi kita?! Mungkin aja ada satu dari antara kita yang mati!”


Pikir Ollie dan Zorlyan, karena merasa kurang spesial dibandingkan Myllo.


“…”


Myllo terdiam ketika dalam perjalanan keluar. Ia sedang berbicara dengan Zegin di dalam pikirannya.


“Ada yang sama bahayanya kayak Leonard?!”


“Ya. Gue bisa ngerasain sendiri waktu lo masuk ke dalem penjara.”


“E-Emangnya orang macem apa yang sama bahayanya kayak Leonard—”


“Malaikat.”


“!!!”


Myllo terkejut dengan penjelasan Zegin, sebelum ia keluar dari dalam pikirannya.


“Kalo gitu…”


“Ya. Mending lo fokus cari Tarruc aja dulu.”


Jelas Zegin, sebelum Myllo keluar dari dalam pikirannya, untuk memberikan instruksi kepada rekan-rekannya.


“Aquilla! Denger gue baik-baik! Gue mau kalian ikutin Zorlyan sama Ollie untuk keluar duluan! Karena gue mau ikut Taurus untuk bebasin Tarruc!”


“Myllo! Tetapi—”


“OK, Myllo! Kamu hati-hati ya!”


“Ya, Gia! Kalian juga!”


“…”


Luvast hanya terdiam. Ia merasa heran dengan sesama Gia yang tidak khawatir dengan Myllo.


“Kondisi kita saat ini sedang tidak baik! Apalagi Myllo terlihat belum pulih sepenuhnya! Apakah pantas jika kita membiarkan Myllo seperti itu?!”


Pikirnya dengan heran, sebelum mereka semua berpisah.


……………


Di sisi lain Chaoseum, di dalam ruangan berkumpul para Executioners bersama Leonard.


“Di-Di bawah ada kerusuhan! Ada kemungkinan Petualang-Petualang yang penting bisa kabur—”


“*BHUK!!!”


Bastheus dengan kesal memukul salah seorang anggota Leo yang memberikan laporan kepada para Executioners.


“Cih! Dasar tolol! Kalo Bos Leonard tau ini, bisa-bisa kita juga kena nih!”


“Haaaaah…! Lemah banget sih! Ujung-ujungnya kita harus turun tangan deh!”


“Yaudah lah! Apa boleh buat! Ayo kita ke penjara! Sekarang!”


Bersama-sama, ketiga Executioners hendak meninggalkan ruangan tersebut untuk menuju bawah Chaoseum.


Tetapi ketika mereka membuka pintu…


“*Krieeekk…”


““Hiiekh!””


…mereka bertiga dikejutkan dengan kedatangan Leonard bersama seorang wanita.


“B-B-Bos! A-Apa kabar bos—”


“Nggak usah pura-pura bego! Gue juga udah tau kondisinya sekarang!”


Seru Leonard kepada para Executioners.


“Tapi kalian tenang aja! Kalo ini semua karena Myllo atau anggotanya, gue juga nggak heran!”


“Oh gitu, bos? Terus kita harus ngapain—”


“Kemungkinan besar, Myllo sama anggota Taurus mau jemput Tarruc, sedangkan yang lainnya pergi duluan, untuk buka jalan untuk Myllo sama Taurus! Karena itu, gue mau kalian tunggu di Gerbang Selatan Chaoseum! Karena dari situ aja mereka bisa keluar langsung dari Lantai 3!”


“Terus gimana kalo mereka berhasil keluar, bos? Apa kita—”


“Tenang aja! Karena gue udah ajak mereka semua untuk tahan semua yang ikut Myllo keluar!”


““!!!””


Para Executioners sangat terkejut, ketika mengetahui mereka yang disebutkan oleh Leonard.


“Zophiel! Gimana kabar Wind Dragon Princess itu?!”


“Semuanya sudah selesai, Tuan Leonard. Ia sudah berada dalam kendali hamba. Namun proses untuk  memasukkan darahnya ke dalam Cawan masih membutuhkan proses yang lebih lama.”


“Oh gitu? Kira-kira ada nggak kemungkinan Wind Dragon Princess untuk lepas dari kendali lo?”


“Hanya ada kemungkinan kecil, Tuan Leonard.”


“…”


Mendengar penjelasan Zophiel…


“Grahahaha…”


…Leonard pun tersenyum dengan semangat.