
Djinn telah tersadar. Namun keadaannya saat ini lebih mengkhawatirkan rekan-rekannya.
“*SWUSH!!!”
“*Chrang!!!”
““!!!””
Semua dikejutkan dengan Djinn yang berlari menembus kaca jendela di dekat ruang perawatan dirinya.
“Semuanya! Ikutin dia!”
““Ya!””
Aquilla bersama rekan-rekannya mengikuti Djinn yang pergi dan mendarat di dari ruang perawatan.
““*Bruk…””
Myllo beserta Gia, Styx, dan para Siren ikut mendarat dari ruang perawatannya, sementara Garry dan Dalbert turun menggunakan tangga untuk mengejarnya.
Ketika Myllo dan yang ikut mendarat telah tiba, mereka semakin heran dengan apa yang terjadi dengannya.
“*Bruk…”
““???””
Mereka heran dengan Djinn yang tiba-tiba tersungkur dengan air mata yang mengalir deras.
“Woy, Djinn! Lo kena—”
“Ke-Ke-Kenapa… Kenapa mereka semua jadi Ghoul…?”
Bisik Djinn.
Di depan dirinya yang tersungkur…
“*Tintiiiinnn…”
…ada sebuah Gazobile yang membunyikan klakson.
Namun ia tidak bergerak.
“Djinn! Di depan lo—”
“KENAPA GUE HARUS BUNUH ORANG YANG NGGAK BERSALAH LAGI?!?!”
“*BHUK!!!”
““!!!””
Mereka semua terkejut ketika Djinn tiba-tiba memukul sebuah Gazobile dengan sangat kencang, hingga terpelanting ke atas udara.
““Aaargh!””
Teriak penumpang dari Gazobile yang Djinn pukul ketika mereka melayang di atas udara.
((Sticky Threads: Thousands Threads))
““*Cyut…””
Zhivreeg yang berada di sana langsung menahan Gazobile yang Djinn pukul dengan ribuan benang lengket, sebelum terjatuh dan meledak.
“Ma-Makasih banyak!”
Sahut pengemudi Gazobile tersebut kepada mereka semua.
“Woy! Padahal gue baru lewat doang! Ada apa sama dia?!”
“K-Kita juga nggak ta—”
“*SWUSH!!!”
Djinn seketika berlari dengan sangat kencang dan menjauhi Gia dan Zhivreeg.
“*Krrttt…”
“Akh!”
Ia menghampiri seorang Mistyx dan langsung mencekiknya.
“L-L-Lepasing gu—”
“Ma-Ma-Maafin gue… Hiks! Andai gue nggak telat selamatin kalian…”
Balas Djinn sambil menangis dengan deras.
“DJINN!!!”
“*Tuk!”
Myllo datang dan langsung memukul Djinn dengan sangat keras menggunakan tongkatnya.
“Oi, Djinn! Lo kena—”
“Myllo…”
Bisik Djinn sambil melepas genggamannya di leher Mistyx itu.
Namun, alih-alih melihat Kapten-nya, Djinn justru melihat ke arah lain.
“Woy, Djinn! Gue ada di si—”
“*SWUSH!!!”
Ia berlari menjauhi Myllo.
Namun anehnya…
“MYLLOOOO!!!”
…ia menyebut nama rekan yang sebelumnya berada di depannya.
““…””
Gia beserta Styx dan anggota Virgo lainnya mengejar Djinn.
Sementara Djinn.
“*Tintiiinnn…”
“*BRUK!!!”
…berlari tanpa memperdulikan dirinya yang tertabrak oleh Gazobile.
“Di-Dia kenapa, sih?!”
“Kami juga sama penasarannya denganmu, Gia! Ada yang aneh darinya!”
Jawab Delolliah kepada Gia.
“*SWUSH!!!”
Djinn terus berlari dengan kencang.
“MINGGIR!!! DIA KAPTEN GUE!!!”
“*Bruk!”
“Aw!”
Ia berlari dan menabrak seorang warga Gazomatron.
Setelah berlari, ia menghampiri sesuatu.
“Myllo! Woy, Mil! Lo nggak apa-apa, kan?!”
Seru Djinn kepada…
“Di-Dia…”
“Ngomong sama tiang…?”
…sebuah tiang.
Mereka semakin penasaran dengan yang terjadi kepadanya.
“D-Dia lagi nggak dikuasain Iblis, kan?!”
“Tentu saja tidak, Gia! Akan tetapi… sepertinya ia tidak bisa melihat atau mendengar kita semua…”
““!!!””
Gia dan Styx terkejut dengan penjelasan Jennania.
“Nggak bisa denger kita?!”
“Ya. Ini hanya perasaanku saja. Ketika kita melihat dirinya di ruang perawatannya, aku melihat ada yang aneh dengan Mata-nya.”
Lanjut Jennania, sambil mereka semua menghampiri Djinn.
“Djinn! Hey, Djinn! Kamu kena—”
“*Phuk…”
““!!!””
Mereka semua terkejut ketika Djinn yang tiba-tiba memeluk Gia.
“Dj-Djinn, kamu kangen ya sama a—”
“Hiks! Hiks! Maafin gue, Gia…”
“H-Hah?!”
Gia semakin heran dengan tingkah laku Djinn.
“A-Andai gue dateng lebih cepet… mungkin lo masih bisa hidup!”
“!!!”
Gia terkejut ketika mendengar kata-kata darinya.
“Djinn! Aku masih hidup—”
“Sebelum Garry sama Dalbert ngerasain hal yang sama… gue nggak boleh ragu untuk bantai semua yang ada di sini!”
Seru Djinn sambil melepaskan pelukannya dari Gia.
Tidak lama kemudian, beberapa pihak datang menghampirinya.
“Gia! Gimana keadaannya?!”
“A-Aku nggak tau, Myllo! Ada yang aneh sama dia!”
Jelas Gia kepada Myllo yang datang bersama Garry dan Dalbert.
“Ada apa dengan Tuan Dracorion?!”
“Aku juga sama penasarannya denganmu, Angela.”
“Teruntuk Aquilla Party, maafkan kami.”
““*Drap, drap, drap!””
“Anda sekalian mungkin tamu terhormat kami, namun kami terpaksa menggunakan ini semua sebagai prosedur keamanan Duskmere Point.”
Jelas salah seorang pengendara Gazobot yang datang bersama dengan pasukan unit Gazobot lainnya.
Tidak lama kemudian, Djinn kembali beraksi.
“DELOLLIAH! JANGAN!!!”
“*SWUSH!!!”
““!!!””
Mereka dikejutkan dengan aksi Djinn yang…
“*BRUK!!!”
““Aaargh!””
…berlari dan menabrak beberapa gedung.
“Djinn! Aku berada di sini! Ke manakah kau per—”
“JANGAN MAKAN GAZO STONE ITU!!! JANGAN JADI SEA SERPENT!!!”
““!!!””
Lagi, mereka dikejutkan dengan seruan Djinn.
“*SWUSH!!!”
“*Bruk…”
Kali ini ia melompat ke atas jalur Gazorail.
*Tut, tuuuuttt…”
Sebuah Gazorail menghampirinya dengan kecepatan kencang.
Alih-alih berlari menghindari Gazorail tersebut…
((Judgement…
…Djinn justru berusaha untuk memukul kendaraan tersebut dengan Sihir Petir miliknya.
“Myllo, maafkan aku!”
“Jenna! Lo mau ngapa—”
((Sirena: Aldaba))
“*BWUSH!!!”
“…”
Dengan sihirnya, Jennania memukul Djinn hingga ia terhempas dari jalur Gazorail, sebelum ia tertabrak atau menghancurkan Gazorail beserta penumpang di dalamnya.
“Jenna! Makasih banyak!”
“Ya. Aku kira kau akan membenciku karena telah menyerang rekanmu.”
Balas Jennania kepada Myllo.
“…”
Djinn berusaha bangun setelah dihempaskan oleh Jennania.
“*Bruk!”
“BRENGSEK!!!”
Teriak Djinn, dengan berlutut dan memukul tanah.
“KENAPA GUE HARUS HIDUP BEGINI?!?! KENAPA GUE HARUS KEHILANGAN ORANG-ORANG DI SEKELILING GUE LAGI?!?!”
““…””
Semua hanya bisa menatap Djinn yang terlihat sangat sedih dan putus asa.
“ANJING LO, MELCHIZEDEK!!! APA MAKSUD LO PRIA TERJANJI?!?! GUE CUMA MAU KELILING DUNIA SAMA
TEMEN-TEMEN GUE!!!”
“*BRUK!!!”
“KENAPA GUE HARUS HIDUP SENASIB KAYAK LO, ANJING?!?!”
Kembali teriak Djinn, yang kali ini mencemooh Pahlawan Pertama di Geoterra sambil memukul tanah.
““…””
Semua orang yang berada di sekitarnya menatap dengan heran.
Namun, ada juga yang menatapnya dengan…
“Ih! dia gila, ya?!”
“Kenapa sih tuh orang?! Udah gila, malah ngehancurin sekitar!”
“Dasar orang aneh!”
…najis.
Tidak lama kemudian, Maghroz datang bersama dengan Nemesia dan Nirron.
“Gawat!”
Seru Maghorz yang tiba di tempat kejadian.
“Pak Ungu Muda! Ada apa sama temen gue?!”
“Ini benar-benar berbahaya!”
“Bahaya?!”
“Kekuatan yang seharusnya ia dapatkan belum disesuaikan dengan benar!”
Jelas Maghroz, yang mengetahui keadaan Djinn saat ini.
“Sesuai dengan namanya, Hidden Dungeon of Whisper, seharusnya ia menerima kekuatannya yang berupa Bisikan. Namun, tanpa penyesuaian yang benar, tambah lagi tidak adanya Perintah yang seharusnya ia milikki, ia tidak bisa membedakan masa lalu, masa kini, dan masa depan!”
Lanjut Maghroz tentang keadaan Djinn.
“Jadi…”
“Bisa jadi, ia sedang melihat dan mendengar masa lalu atau masa depan!”
““!!!””
Mereka semua dikejutkan dengan keadaan Djinn.
“AAAAAARGH!!!”
Ia terus berteriak dan menangis sekencang-kencangnya.
“Saint dari Zegin, saya ada saran! Namun, melihat kondisinya saat ini, anda hanya akan melihatnya semakin tersiksa!”
“…”
Myllo hanya terdiam mendengar Maghroz.
“Myllo, jadi kita harus gima—”
“Jelasin ke kita, Pak Ungu.”
Sahut Myllo.
“Kita harus menyegel dirinya! Mungkin satu buah Mana-Restriction tidak cukup! Oleh karena itu, kita juga harus menyegelnya dengan Runecraft dari Witch itu!”
“…”
Myllo kembali terdiam ketika mendengar penjelasan Maghroz.
Namun, penjelasan dari Sage tersebut mengkhawatirkan anggota Aquilla lainnya.
“Segel dia?! Emang nggak ada solusi lain?!”
“Apalagi, kita harus segel dia pake Mana-Restriction?! Apa bedanya dia sama tahanan?!”
“Kenapa kita teh nggak—”
“Segel aja.”
““!!!””
Gia, Garry, dan Dalbert sama terkejutnya dengan keputusan Myllo.
“Myllo! Kok—”
“Biar gue yang temenin dia! Daripada negara ini hancur karena penderitaannya, mending gue temenin dia yang menderita sendirian.”
Jelas Myllo terkait keputusannya.
Oleh karena itu, beberapa pihak mulai bekerja sama untuk menyegel Wakil Kapten dari Aquilla tersebut.
((Rune Spell: Paralyzed Sleep))
“*Bruk…”
Djinn langsung terpingsan karena Runecraft dari Angela.
Setelah itu, beberapa pihak Gazomatron mulai memasangkan Mana-Restriction, mulai dari leher, sekujur kedua lengannya, hingga sekujur kedua kakinya.
Proses penyegelan dari mereka tidak hanya berakhir di situ saja.
“*Shruuuttt…”
Ia dipasangkan seragam pasien gangguan jiwa, yang lengkap dengan…
((Rune Spell: Stricted Movement))
…Runcraft dari Delolliah.
“Jadi, dia dibawa ke mana?”
“Maaf sebelumnya, Kapten Myllo. Kalo dipasang di rumah sakit jiwa, mungkin keliatannya cukup bahaya. Jadi saya rekomendasiin dia… masuk ke Penjara Level 10, yang paling dalam di Gazomatron.”
“Yaudah. Nanti gue juga ke sana.”
Jawab Myllo, sambil melihat Djinn yang dibawa oleh pihak Gazomatron ke tempat dirinya akan ditahan.
Dengan begitu, kegilaan yang Djinn lakukan di Gazomatron telah berhenti.
Namun, tanpa mereka semua sadari, ia secara terus menurus melihat semua kejadian yang akan terjadi di negara tersebut.