
“*Boom! (suara ledakan)”
“Aaargh!”
“Ba…Bahaya! Semua tahanan
berhasil melarikan diri dari Penampu—”
“*Bhuk! (suara pukulan)”
“*Dor! (suara pistol)”
““Argh!””
Untung kita semua berhasil keluar
dari tempat ini!
Yang lebih untungnya lagi, Göhran
tiba-tiba muncul di depan kita!
Tapi nggak gue sangka, ternyata
Penampungan ini ada di—
“Si…Sial! Mereka terlalu kuat!”
“Jangan biarkan mereka menyentuh
luar kuburan ini!”
Ya, Penampungan ini ada di bawah
kuburan.
“BBE! Jangan mau kalah! Ayo kita
buktiin siapa kita di depan pengangguran yang hobi jalan-jalan ini!”
““OK, Bos!!!””
Oh ya, gue lebih nggak nyangka
ada bos dari bandit yang nyerang Joint Party waktu itu.
Sekarang sih kita udah sepakat
untuk kerja bareng, walaupun tadi prosesnya agak lama.
……………
“Göhran! Kok lo bisa ada di
tempat ini?!”
“Djinn! Dan kau itu…Zorlyan,
kah?!”
Awalnya gue agak seneng karena
Göhran yang tiba-tiba dateng.
Tapi yang bikin gue kaget tuh…
“Bos! Untung lo dateng, Bos!”
“Ma…Maafin kita karena cuma jadi
beban, bos!”
“Ja…Jangan minta maaf! Harusnya
gue yang minta maaf!”
…orang yang dateng bareng Göhran
itu dipanggil ‘Bos’ sama bandit-bandit ini.
“Kok mereka manggil dia Bos?!”
“Artinya dia itu…”
“Bos dari BBE?!”
“!!!”
Gue juga kaget banget waktu tau
orang ini bosnya BBE.
Tapi nggak sampe situ doang
kagetnya gue.
“Dasar brengsek!”
“Ternyata dia bos dari
bandit-bandit yang ngasih luka ini?!”
“Nggak akan gue maafin lo,
brengsek!”
Petualang lainnya jadi pada kesel
waktu tau siapa dia.
“Tunggu, Petualang sekalian! Saat
ini bukanlah waktu yang tepat untuk mempermasalahkan perbedaan di antara kita!”
Gue sebenernya setuju sama
Göhran.
Masalahnya itu…
“Walaupun bandit, Dalbert adalah
orang baik yang dipercaya oleh Verdian!”
…gue sempet keinget sesuatu,
waktu Göhran nyebut namanya.
“Dalbert…?”
Gue sempet nginget nama itu
baik-baik. Walaupun ujung-ujungnya gue kenalan sama dia.
“…”
Gue buka tangan gue untuk
salaman.
“Gue Djinn. Semoga kita bisa
kerja sama selama bebasin mereka semua.”
“*Tap… (suara menyalam)”
“Gue Dalbert Dalrio, pimpinan dari
BBE. Salam ke—”
“…”
Waktu gue tau nama panjangnya,
gue langsung narik kerah baju dia ke atas.
Walaupun sebenernya…
“…”
…dia juga ngarahin pistol ke
kepala gue.
“A…Apa-apaan maksud lo, breng—?!”
“10 tahun lo ngilang, ternyata lo
jadi bandit?! Heh, brengsek! Lo nggak tau apa kalo kakak lo khawatir banget
sama—”
“Nggak usah sok tau lo, bego! Lo
kira gue kayak gini tuh demi siapa?!”
“???”
“Ya demi kakak gue, lah!”
Di situ gue nggak ngerti
maksudnya apa.
Yang jelas, gue yakin kalo ini
semua ada misteri baru dari serangkaian kejadian ini.
“Djinn! Dalbert! Cukup! Sudah
kubilang, bukan waktunya kita mempermasalahkan perbedaan di antara kita!
Sebaiknya kita semua pergi terlebih dahulu dari tempat ini!”
Karena diingetin Göhran, gue pun
lepas orang yang namanya Dalbert ini.
Gue nggak tau ada cerita apa
dibalik orang ini yang jadi bandit, yang pasti kata-kata Göhran ada benernya.
Mending kita semua pergi dulu secepetnya.
……………
Makanya itu, sekarang kita semua
ada di sini untuk bener-bener keluar dari kota ini.
“*Dor! (suara tembakan senapan
jitu)”
“…”
“Orang-orang yang nyerang dari
jarak jauh udah pada tumbang! Sisanya tinggal yang ada di depan kita aja!”
““OK!””
Dalbert Dalrio.
Cara nyerang dia bikin gue inget
sama Bedrock, waktu gue masih ada di Joint Party.
Waktu kita semua diserang BBE di
tengah jalan, gue inget Bedrock yang bisa gonta-ganti senjata.
Kalo nggak salah, Bedrock
gonta-ganti senjatanya pake cincin. Beda sama orang ini, yang gonta-ganti
senjatanya pake gelang di tangan kanannya.
“Djinn! Ada serangan dari
belakangmu—”
“*Bhuk! (suara pukulan)”
“Akh!”
Sebenernya tanpa Göhran ingetin,
gue juga udah tau sih ada yang nyerang dari belakang gue.
“Huff…Huff…”
“Sial! Ada berapa sih mereka?!
Kok banyak banget?!”
Duh, beberapa tahanan udah nggak
ada yang kuat lagi, nih.
Cuma gue, Dalbert, sama Göhran
doang yang masih bisa berdiri!
Padahal masih ada 50 pasukan lagi
yang mau ke sini!
Awalnya sih gue ngira kalo Göhran
bisa langsung berubah untuk bawa kita semua dari sini.
Masalahnya itu, tempat ini
terlalu sempit. Makanya itu Göhran nggak bisa langsung berubah.
kota ini juga bisa jadi korban. Kalo dia tiba-tiba berubah wujud jadi Naga,
resikonya gede banget.
Karena dua alesan itu, makanya
Göhran nggak bisa—
““*Jlub! Jlub! Jlub! (suara
tertusuk duri)””
Eh? Yang lain pada ketusuk duri?
Jangan-jangan duri-duri itu dari…
“Hehe! Akhirnya gue sebagai
Keeper dapet panggung juga!”
Oh iya! Kan ada Zorlyan, ya?!
“Needle Magic: Revitalize!”
“Wah! Luka gue ilang lagi!”
“Haha! Stamina gue juga balik
lagi!”
Karena Zorlyan, hampir semua
tahanan jadi pada sembuh.
Walaupun…
“Haha…untung semua masih
bisa…sembuh…”
Keliatannya dia juga kecapean
untuk sembuhin orang-orang sebanyak ini.
“Gindres, lo bantu Petualang
itu!”
“OK, Bos!”
“*Ngunggg… (suara sihir
penyembuhan)”
“Tenang aja, gue bisa bantu
sembuhin lo, selama lo sembuhin yang lain.”
“Haha…thanks!”
Ternyata anggota banditnya
Dalbert ada juga ya yang bisa pake sihir penyembuhan.
Kalo gitu, artinya kita semua
udah aman untuk pergi dari sini—
“Semua sudah siap?!”
““SIAP!”””
“Serang sekarang!”
““Fire Dragon Magic: Flame
Destruction!””
“*BOOM! (suara bola api besar)”
Gila! Gede amat gabungan sihir
dari semua pasukan itu?!
“Hmph! Menggunakan Sihir Naga di
hadapan seorang Naga?! Lucu sekali mereka!”
Göhran tiba-tiba diri di depan
kita.
“Dragon Magic: Spell Nullifier!”
“…”
Buset! Bola api segede itu
tiba-tiba ilang karena sihir Göhran?!
“Mu…Mustahil!”
“Pria itu bisa…menggunakan Sihir
Naga?!”
“Artinya—”
“Judgement: Multi-Charge!”
“*Jgrum! (suara tersambar sihir
petir)”
““Aaaargh!””
Gue nggak bisa buang-buang
kesempatan. Mending langsung serang mereka pake sihir petir gue.
“Mu…Mustahil!”
“Dari 50 pasukan…hanya kita
bertiga saja yang selamat dari sihir pria bertopeng itu!”
“Le…Lebih baik kita semua la—”
“*Dor! Dor! Dor! (suara tembakan
pistol)”
““…””
Dalbert langsung pake sihirnya
untuk bikin pistol yang ditembak ke sisa pasukan yang gue serang.
“Djinn, Dalbert, sekarang kita
harus bagaimana?”
“Lari secepetnya dari sini,
sebelum pasukan yang lainnya dateng!”
“Akan tetapi, bagaimana dengan
warga penduduk Vigrias ketika mereka melihat semua tahanan ini?!”
“Biarin aja! Supaya mereka jadi
bukti busuk Erviga!”
Gue setuju sama Dalbert.
Ternyata orang ini jadi Bos nggak
cuma sekedar otot doang ya. Otaknya juga jalan.
Beda sama Si Dongo.
“Baiklah, kalau begitu. Mari kita
pergi secepatnya dari tempat ini!”
““YA!””
Akhirnya kita mau pergi dari
kuburan ini, sambil lewatin penduduk kota i—
“Hey, hey! Jangan pergi!”
“!!!”
Si…Siapa itu yang ngomong?!
Kenapa ada suara di kepala gue?!
“Kau pasti ingin menyelesaikan masalah sampai ke akarnya, benar?!”
“Si…Siapa lo?!”
““???””
Ka…Kayaknya suara di kepala gue
ini cuma gue deh yang denger.
Bahkan Göhran pun bingung gue
ngomong sama siapa.
Kecuali…
“Huff…Huff…”
…Dalbert.
Anehnya, dia sampe keringet
dingin gitu.
Tapi, kenapa dia sampe ketakutan
kayak gitu?
“Hey, mengapa pikiranmu kemana-mana? Apa perlu kusebut bahwa aku adalah akar
dari semua masalah ini, agar kau mau menemuiku?”
Sialan!
Berani banget dia blak-blakan
begitu!
“Tunggu apa lagi? Ayo temui aku di dalam kastil!”
Oh, gitu?!
Sebenernya feeling gue nggak enak, tapi kesannya suara dari orang ini kesannya
kayak nantangin gue!
“Göhran, gue titip semua tahanan
ini keluar dari tempat ini, ya!”
“A…Apa maksudmu—”
“Gue mau ke kastil. Kemungkinan
orang yang ngendaliin Kaum Naga yang ada di negara ini tuh ada di sana!”
“Baiklah, Djinn—”
“Gue juga ikut lo ke sana!”
Dalbert pasti juga denger suara
tadi.
Walaupun dia keliatan takut
banget, tapi dia tetep berani ke sana?
“Bos! Kok lo—”
“Lo seriusan mau ke sana.”
“Y…Ya!”
Hmm…
Yaudah kalo dia emang tetep mau
ke sana.
“Gue sama orang ini ke sana
duluan, Göhran!”
“Baik, Djinn!”
Akhirnya gue bareng Dalbert misah
bareng yang lain untuk ke kastil.
Walaupun, ujung-ujungnya kita berdua hampir mati.