
Sepasang kembar ini ngomongin soal Penakluk, ya?
Entah kenapa, gue jadi keinget Meldek yang jelasin ke gue tentang titel yang bikin gue ngerasa agak risih sama dunia ini.
……………
Waktu itu masih di Calmisiu Village[1], di mana gue lagi makan siang bareng Meldek[2]. Kalo nggak salah, waktu itu tuh gue masih penasaran banget tentang pekerjaan sebagai Petualang, semenjak gue tau kerjaan Styx yang sebenernya. Makanya gue nanya banyak soal Petualang.
“Mel, Petualang tuh kerjaan yang paling populer ya di dunia ini?”
“Anda benar, Tu—Djinn. Mungkin sekitar 55.94% warga dunia bekerja sebagai Petualang.”
“B-Banyak banget!”
“Ya! Masih banyak misteri di dunia ini! Oleh karena itu, pada dasarnya seorang Petualang memiliki hasrat yang besar untuk mengetahui seluk-beluk dunia ini!”
“Seluk beluk dunia ini? Maksudnya?”
“Maksud saya seperti…
Bagaimana dunia ini tercipta?
Mengapa sangat sedikit Mahluk Abadi di dunia saat ini?
Bagaimana rupa dunia sebelum Hari Penghakiman?
Siapakah sebenarnya Great Sage Melchizedek?
Pada dasarnya, semua hal itulah yang mendorong seseorang untuk menjadi seorang Petualang.”
“…”
Seperti biasa. Semua penjelasan dia selalu munculin pertanyaan baru di kepala gue.
Tapi dari sana, gue baru tau apa itu sebenernya Hari Penghakiman sama siapa sebenernya Great Sage Melchizedek, walaupun apa yang dijelasin Meldek nggak begitu detail.
Mungkin karena penjelasannya nggak detail, jadinya gue agak kaget waktu pertama kali liat Melchizedek
di Chamber of Ancient Armament. Apalagi gue bisa liat apa yang dia jalanin selama di dunia ini.
“Emangnya… mereka bisa temuin itu semua di mana?”
“…”
Dia deketin kepalanya karena mau bisikin sesuatu ke gue.
“Sejujurnya saya tidak tahu pasti hal ini adalah fakta atau mitos belaka.”
“M-Mitos…?”
“Ya. Mitos tentang Titan Heart yang berada di Final Dungeon.”
Jujur aja, waktu itu gue nggak tau tentang apa yang dia omongin.
Cuma waktu gue tau tentang Hidden Dungeon, gue sadar kalo dua Dungeon itu ada kaitannya.
Ternyata Hidden Dungeon itu tangga menuju Final Dungeon, yang jadi tujuan akhir semua orang yang bener-bener jadi Petualang.
“Titan Heart adalah… harta karun terbesar di seluruh alam semesta, yang juga mencatat sejarah terbentuknya dunia ini. Oleh karena itu, semua Petualang—”
“Oi, Mel! Kok lo ceritanya bisik-bisik gini sih?!”
Emang sih waktu itu gue keliatan sedikit nggak sabaran.
Semuanya karena…
“Maafkan saya, Tu—Djinn. Sebenarnya… membahas hal tentang mitos tersebut adalah tabu di dunia ini.”
“Tabu?! Emangnya kena—”
“Saya tidak tahu alasan yang pasti. Namun sepertinya, warga dunia percaya bahwa membahas hal tersebut hanya akan membawa kutukan dan karma buruk bagi seseorang.”
Karena Meldek bilang gitu, makanya secara nggak langsung kita berdua ganti topik.
“Namun karena adanya “mitos” tersebut, maka ada beberapa Petualang yang berusaha sekeras mungkin untuk menjelajahi dunia yang berada di dunia ini, untuk mendapatkan harta karun terbesar itu.”
“S-Sekeras mungkin? Emangnya gimana caranya—”
“Dengan menjadi seorang Penakluk.”
“P-Penakluk? Emangnya mereka itu sia—”
“Mereka adalah… para P-Petualang yang sangat mengerikan! Mereka… menaklukan sebuah negara, bahkan pulau pun ditaklukan oleh mereka! Mereka tidak akan ada habisnya… untuk mengumpulkan kekuatan untuk—”
“T-Tunggu, Mel! Apa urusannya taklukin pulau sama nyari “mitos” itu?!”
“Saya tidak tahu pasti, Tuan Muda. Tetapi saya yakin ada dua jawaban.”
“…”
“…”
“…mempersiapkan kekuatan besar untuk menjajah Centra Geoterra, yang mereka yakini menjadi penghalang utama untuk mendapatkan harta karun itu…”
“!!!”
Jujur aja gue kaget waktu denger penjelasan Meldek terkait Penakluk yang mau coba perang lawan Centra Geoterra, pusat pemerintahan dunia.
“…”
Gue inget banget. Meldek waktu itu gemeteran banget jelasin tentang Penakluk.
Inti dari penjelasannya, Penakluk itu jahat. Mereka nggak akan tanggung-tanggung untuk hancurin satu negara untuk dijadiin markas utama mereka.
Tambahan dari penjelasan Meldek, total ada sekitar 5 Penakluk yang ada di dunia ini. Semua Penakluk itu nggak ada yang bersahabat. Justru mereka semua tuh saling bersaing untuk dapetin Titan Heart.
Tapi, bukan berarti mereka nggak bisa dikalahin.
“Pahlawan. Seseorang yang memiliki titel itu dipercaya sebagai satu-satunya orang yang dapat menyaingi
seorang Penakluk. Oleh karena itu, beberapa orang percaya bahwa dunia ini menjadi lebih stabil karena adanya keseimbangan kekuatan antara semua Penakluk dengan Pahlawan. Tambah lagi, Pahlawan juga dipercaya dunia sebagai tembok raksasa yang menghadang kedatangan Iblis.”
Tambahan dari Meldek, kalo ada satu Penakluk yang kalah, pasti bakal ada penggantinya.
Sejauh ini, semua orang yang kalahin Penakluk, ujung-ujungnya juga dianggap sebagai Penakluk, karena mereka sama ambisiusnya kayak Penakluk yang mereka kalahin.
……………
Mungkin itu yang gue inget dari penjelasan Meldek. Makanya itu, sekarang gue penasaran banget sama sepasang kembar yang menurut gue nekat ini.
“Woy, lo bilang kalian berdua mau balas dendam sama Penakluk?! Emangnya siapa yang mau kalian lawan?!”
““…””
Gue bisa liat mereka gemeteran untuk jawab pertanyaan gue. Bisa jadi mereka masih trauma karena dikalahin—
“Leonard Rochdale…”
“Dari Leo Guild…!”
““!!!””
Tunggu! Gue inget orang itu!
[3]“Terus ini nomor satunya siapa?”
“Leonard Rochdale, ya…”
“Iya sih dari namanya.”
“Oh! Gue baru inget! Dia itu Guildmaster dari Leo! Kalo kata Kak Sylv sih…dia itu salah satu saingan beratnya dulu!”
Bukannya dia itu Petualang Nomor Satu, waktu pertama kali gue liat Ranking Petualang?!
“Djinn! Itu kan…”
“Ya! Gue juga tau, Dal!”
Waktu pertama kali liat Ranking Petualang, gue inget banget kalo nama orang itu ada di urutan pertama! Tapi
nama dia tiba-tiba hilang, waktu gue cek bareng Gia sama Luvast di kedai[4]!
Nggak gue sangka! Ternyata dia sekarang udah jadi Penakluk!
“Makanya itu…”
“Ijinin kita ceritain tentang Gemini, Party yang kita berdua pimpin, sebelum akhirnya dihancurin sama orang itu, walaupun secara nggak langsung!”
““…””
Yaudah lah. Biarin aja mereka cerita. Lagian, sekarang mereka juga udah nggak bisa ngapa-ngapain, kan?
_______________
[1]Desa yang dihuni sementara oleh Djinn, setelah ia berhasil melarikan diri dari Penampungan milik Goldiggia (Chapter 5).
[2]Budak yang melayani Djinnardio Vamulran, yang menjadi teman pertama Djinn atau Lukman.
[3]Dialog antara Djinn dan Myllo, ketika mereka sedang perjalanan dari Calmisiu Village (Chapter 34-1).
[4]Djinn memeriksa Ranking Petualang bersama Gia, sementara Luvast ikut menyimak lewat Orb Call (Chapter 94).