Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 337. Above The Clouds



Aquilla Party sedang dalam perjalanan menuju Chaoseum, setelah mendapatkan kabar buruk terkait Luvast dan Tarruc Taur, yang saat ini berada di genggaman Leonard Rochdale, seorang Penakluk.


Sementara di Chaoseum, Leonard memamerkan kekuatan besarnya dan membuat aliansi yang digugus oleh Luvast, Zorlyan, dan Ollie menjadi ragu untuk menjatuhkan pria tersebut.


Kali ini, di tengah laut yang berada di Geoterra.


“*Bwush…”


“Berius, kemanakah tujuan kita selanjutnya?”


“Iya, nih. Kita udah hampir sebulan di laut. Mau nggak mau kita harus cari daratan.”


“Sepertinya kita berada di antara Niavara Ocean dan Arvati Ocean. Artinya kita sedang berada di tengah wilayah barat dan tengah Geoterra.”


“Hmm…”


Lepus Party[1] yang dipimpin oleh Berius sedang berlayar di atas laut, setelah mereka meninggalkan Clamista Village. Bersama-sama mereka hendak mencari sebuah pulau.Sambil berlayar di kapal yang baru saja diciptakan oleh Berius, mereka sama-sama melewati sebuah wilayah laut yang tertutupi oleh sebuah kabut yang tebal.


“Sepertinya kita tidak bisa melihat apa-apa di tengah kabut tebal ini.”


“Kau benar, Kakak Delolliah. Maka dari itu, bukankah seharusnya engkau menciptakan burung gagak milikmu untuk mencari sesuatu di sekitar kita, Angela?”


Tanya Jennania kepada Angela, setelah ia mendukung argumen dari Delolliah.


“Anda benar, Jennania. Namun tanpa menggunakan burung gagak milik saya, kami sudah mengetahui wilayah macam apa yang sedang kita lewati.”


“Angela benar, Jennania. Karena sebelumnya, kami telah menampakkan kaki kami di wilayah tersebut.”


Jawab Angela dan Eìmgrotr kepada Jennania.


“Oh iya, ya. Kalo nggak salah nama wilayah itu…”


“Kumotochi. Di sanalah kita bertemu dengan Lephta, bukan?”


“Oh wilayah itu, ya? Kalo nggak salah tempat itu tuh ada di atas awan, kan?”


“Kau benar, Zhivreeg.”


““Hm?””


Delolliah dan Jennania merasa heran dengan apa yang dibicarakan oleh Berius, Angela, Eìmgrotr, dan Zhivreeg.


“Atas awan?”


“Apakah di atas wilayah tersebut kalian bertemu dengan Kitsune?”


Tanya Dua Siren Bersaudari kepada rekan-rekannya.


“Katanya sih gitu. Tapi waktu itu kita nggak temuin satupun Kitsune di atas sana.”


“Justru tempat itu dipenuhi oleh Beastfolk.”


Jelas Berius dan Eìmgrotr.


Namun penjelasan mereka membuat Delolliah dan Jennania menjadi semakin heran.


“Yang aku ketahui, sebuah daratan yang berada di atas awan itu bernama Kumotta Jūkyo, di mana seluruh Beastfolk mengabdi dan melayani para Kitsune, serta memuji dan menyembah Wind Goddess of Freedom, Zegin.”


“Wind Goddess of Freedom? Apakah ia adalah Dewi yang sama yang memilih Myllo?”


Tanya Angela dengan heran, setelah mendengar nama seorang dewi yang ia kenal.


“Tentu saja mereka sama, Angela. Aku yakin wilayah yang kalian bicarakan jugalah sama. Hanya saja… nama tersebut terdengar asing bagi kami.”


“Mungkin 5,000 tahun telah merubah segalanya, Kakak Delolliah. Dalam kurun waktu yang bahkan juga terasa lama bagi kami, Mahluk Abadi, sepertinya hal tersebut jugalah salah satu bagian dari pergeseran peradaban.”


“Sepertinya engkau benar, Jennania.”


Jawab Delolliah, sambil kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Sementara itu, di atas awan, di mana terdapat suatu dataran luas yang bernama Kumotochi.


“Huff, huff, huff…”


“Cepat kejar pria itu! Jangan sampai ia berhasil melarikan diri!”


Sekelompok pasukan prajurit sedang berlari mengejar seorang Beastman.


“*Syut! Syut! Syut…”


“*Shruk…”


“Urgh…!”


Beastman tersebut tertusuk oleh sebuah anak panah yang mendarat tepat di pundaknya.


“Aku harus berhasil melarikan diri dari tempati ini! Jangan sampai keberadaan Tuan Putri diketahui oleh mereka!”


Pikir Beastman tersebut, walaupun harus menahan rasa sakit sambil berlari dari kawanan prajurit tersebut.


“Kalian semua! Minggir!”


“*Bruk!”


Seru seorang Beastman yang menyerupai seekor kera, yang mendorong para prajurit agar ia mampu mengejar Beastman yang sedang dikejar itu.


“Ishisaru Jōbu-sama dari Klan Ishisaru!”


“Bahkan ia sampai terlibat langsung mengejar pria itu!”


Seru beberapa prajurit, setelah mereka semua membuka jalan bagi Jōbu yang berlari dengan cepat menuju Beastman tersebut.


“Graaaagh!”


“*BHUK!!!”


“Uaaargh!”


Beastman tersebut berhasil dipukul oleh Jōbu dengan keras.


“…”


Setelah itu Jōbu merubah tubuhnya dalam wujud seperti Manusia.


“S-Sial…!”


Seru Beastman tersebut, setelah dirinya tidak bisa berlari lagi karena tulangnya yang remuk karena sundulan keras dari Jōbu.


“*Krrkkk…”


“Aaaaargh!!!”


Jōbu kemudian menginjakkan kaki Beastman tersebut dengan keras, ketika Beastman tersebut tetap berusaha melarikan diri dengan merayap di tanah.


“Hentikanlah usahamu, Penduduk luar Chūbo Town!”


“K-Keuk…”


“Lebih baik, katakan saja di mana letak keberadaan wanita tersebut!”


“T-Tidak akan…! A-Aku telah bersumpah atas nama—”


“Aku tidak memperdulikan itu! Aku sebagai perwakilan dari—”


“J-Jika kau tidak peduli… maka bunuhlah aku…! Bahkan kau tidak pantas kusebut sebagai… prajurit terkuat… dari klan-mu…!”


“!!!”


Jōbu merasa kesal dengan pernyataan Beastman tersebut.


Oleh karena itu, amarah membutakannya. Ia pun hendak membunuh Beastman tersebut, tanpa memperdulikan tugas yang harus ia laksanakan, yakni mendapatkan informasi darinya.


“Semoga saja… istri dan kedua anakku tetap sehat untuk menjalani krisis yang kami rasakan…”


Pikir Beastman tersebut, sambil menantikan ajalnya.


Hingga akhirnya…


“*Chraw…”


““!!!””


…datang seseorang yang hendak menyelamatkannya, yang mengejutkan semua yang berada di lokasi tersebut.


“Siapa… pria itu…?”


Pikir Beastman tersebut, sebelum dirinya tidak sadarkan diri.


“T-Tu… Tunggu…!”


“B-Bukankah ia…”


“Beastman yang paling dicari di seluruh penjuru Kumotochi?!”


Sahut beberapa prajurit dengan terkejut.


“Apa yang engkau lakukan di tempat ini, Yorukiba Shikami?!”


“Hah? Maksud lo apa?”


“Jangan pura-pura bodoh—”


“Oh iya. Itu nama lama gue, sebelum gue pergi dari tempat ini.”


“N-Nama lamamu?!”


“Ya. Nama gue sekarang tuh Lupherius Nighteeth.”


Jelas Lupherius terkait identitasnya saat ini kepada Jōbu.


“Jōbu-sama! Tetapi—”


“Laporkan keberadaannya kepada para Kepala Klan! Khususnya Kepala Klan dari Klan Atsutaka, Klan Nagaimimi, dan Klan Yorukiba!”


““Baik! Jōbu-sama!””


Jawab para pasukan Beastman kepada Jōbu, sebelum dirinya bertarung dengan Lupherius.


Sementara itu, para pasukan yang diperintahkan Jōbu untuk melaporkan kejadian kepada para Kepala Klan, yang berada di sebuah kastil besar.


“Permisi, saya hendak menyampaikan laporan terbaru!”


Jelas salah seorang pelayan kepada para Kepala Klan yang sedang berkumpul.


“Saat ini Ishisaru Jōbu-sama sedang bertarung!”


“Bertarung?! Apakah saksi tersebut mampu bertarung dengannya?!”


Tanya seorang Kepala Klan dari Klan Nagaimimi yang Nagaimimi Nagamichi.


“Yang bertarung bukanlah saksi tersebut! Melainkan Yorukiba Shikami!”


““!!!””


Seluruh Kepala Klan sangat terkejut dengan informasi tersebut.


“Apa katamu?! Buronan itu berani menginjakkan kaki kembali di Kumotochi?!”


“Baiklah! Aku akan mengirimkan bala bantuan—”


“Tidak! Alangkah baiknya jika aku, Yorukiba Bushimaru, yang mengejar pengkhianat klan kami itu!”


Sahut Yorukiba Bushimaru, Kepala Klan dari Klan Yorukiba, kepada seluruh Kepala Klan yang berada di ruangan tersebut.


Tetapi sarannya mendapat bantahan dari para Kepala Klan lainnya.


“Tidak! Lebih baik jika kita bersama-sama mengejarnya!”


“Apa?! Bersama-sama, kau bilang?! Tetapi ia adalah—”


“Bagaimanapun juga, ia merupakan murid pertama-Nya! Lebih baik kita menyerang pria itu secara bersamaan!”


“Saya setuju, Atsutaka-dono!”


“Baiklah! Mari kita pergi sekarang juga!”


Bersama-sama, para Kepala Klan pergi menyusul Jōbu.


Namun ketika mereka tiba…


“Cih! Kita terlambat!”


…mereka hanya mendapati Jōbu yang sudah tidak sadar, tanpa adanya Lupherius maupun Beastman yang mereka kejar.


……………


Beberapa saat kemudian, Beastman yang dikejar itu terbangun.


“Huuuufff! Aku ada di ma—”


“Tenangkan dirimu terlebih dahulu! Sekarang kau sudah aman!”


Sahut seseorang kepada Beastman tersebut, setelah ia berhasil diselamatkan oleh Lupherius.


“A-A-Anda sekalian adalah… Warauneko-sama…?! Ērukuma-sama…?!”


“Graugraugrau! Tenang saja! Kau sudah selamat!”


“Terima kasih atas perjuanganmu!”


Sahut dua pria yang bernama Uchiyoshi Warauneko dengan tawanya, serta Ērukuma Nakatoki dengan nadanya yang lantang.


Sementara ia terbangun, Lupherius sedang berbincang bersama seorang Beastman lainnya dari balik ruangan


tersebut.


“Terima kasih sebesar-besarnya karena telah membantu kami, Yorukiba Shikami —”


“Kan udah gue bilang, kalo nama gue sekarang Lupherius!”


Sahut Lupherius dengan kesal kepada Beastman yang ia temui.


“Jadi, apa tujuan anda datang kembali ke Kumotochi? Apakah anda ingin ikut serta untuk—”


“Nggak, kok. Gue ada di tempat ini karena mau liburan aja. Lagian gue juga capek kalo harus dikejar-kejar lagi.”


“A-Apa maksudmu, Lupherius—”


“Katanaka. Sebenernya gue di sini untuk cari anak gue.”


“A-A-Anak…?!”


Tanya pria bernama Katanaka itu kepada Lupherius.


“…”


Lupherius pun menjelaskan tentang anak yang ia maksud kepada Katanaka.


Mendengar penjelasan Lupherius…


“…”


…Katanaka gemetar ketakutan.


“Hm? Ada apa sama lo, Kataraka?”


“T-T-Tidak. H-Hanya saja… mendengar anda yang melahirkan pria seperti itu… sangatlah mengejutkan saya, Shika—Maksud saya, Lupherius.”


“Hm? Gitu, ya? Kalo dipikir-pikir lagi, wajar aja sih lo kaget. Gue pun juga kaget waktu tau punya anak.”


Kata Lupherius, sambil menggaruk kepalanya.


“Yaudah deh. Gue pergi sekarang.”


“B-Baiklah, Lupheri—”


“Ngomong-ngomong, Kakakaka…”


“A-Ada apa—”


“…lo nggak sembunyiin sesuatu kan dari gue?”


Tanya Lupherius, dengan penasaran.


“T-Tentu saja tidak, Lupherius.”


“Yaudah. Kalo gitu, gue pergi sekarang, Kananaka.”


“L-Lagi-lagi anda salah menyebut nama, Shikami.”


Sahut Katanaka, yang menyaksikan kepergian Lupherius.


Tetapi, di balik kata-katanya itu…


“Maafkan saya, Shikami…! Jika saya tahu bahwa pria itu adalah anak anda… saya menjadi semakin menyesali perbuatan saya…!”


…ia benar-benar menyembunyikan sesuatu dari Lupherius.


……………


Sedangkan itu, di dalam ruangan khusus sebuah kastil, yang berada di pusat Kumotochi.


“Fyuuuh…”


Tampak seseorang dengan 9 ekor panjang berwarna hijau, serta kuping berambut hijau, yang sedang merokok dengan rokok pipa panjang di dekat sebuah jendela.


“…”


Sambil merokok, ia menatap seluruh Kepala Klan yang sedang sujud di hadapannya, dengan sebuah tirai yang menutupi dirinya.


“Jadi, pria itu terlibat di tempat ini, kah?”


“Benar, Shogun-sama.”


“Baiklah. Lupakan saja pria itu.”


Sahut pria yang dikenal sebagai Shogun kepada salah seorang Kepala Klan.


“L-Lupakan saja—”


“Maksud-Ku bukanlah melupakan sepenuhnya. Tetapi tetapkan prioritas kita kepada Putri itu, yang disembunyikan oleh para Faksi Perlawanan.”


““Baik! Shogun-sama!””


Jawab seluruh Kepala Klan, yang kemudian mengangkat kepala mereka dan meninggalkan ruangan tersebut.


“Fyuuuh…”


“Jangan salahkan Aku, Oba-sama. Engkaulah yang memulai karma buruk ini. Maka mau tidak mau, Aku harus memburu-Mu. Tidak, lebih tepatnya, kami harus memancing-Mu untuk datang kembali, Oba-sama.”


Bisik Shogun yang seakan sedang berbicara dengan seseorang, sambil melanjutkan rokoknya.


_______________


[1]Party yang terdiri dari mantan Scholar dari Chemia Guild, serta Dua Siren Bersaudari yang sebelumnya hidup di dalam Hidden Dungeon of Breath (Chapter 275).