Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 401. Twisted Truth



Melchizedek… kenapa tiba-tiba ada di depan mereka…?


Tunggu dulu…


Ini tuh kejadiannya kapan sih?! Kok tiba-tiba ada dia di sini?! Bukannya dia seharusnya udah meninggal?!


“…”


Patokan gue itu Stephanus.


Sebelum gue pergi dari Dreaded Borderland, gue bareng temen-temen gue ke makamnya. Di makamnya, ada tulisan kalo dia meninggal di usia 129 tahun.


Terus Stephanus yang gue liat ini keliatannya masih muda banget. Kemungkinan umurnya antara 20 sampe 25 tahun.


Kalo emang bener umur dia di sini 25 tahun… artinya siaran yang gue liat ini… kejadiannya sekitar 104 tahun yang lalu…?


“P-Pahlawan Pertama…?! Lo itu… beneran Melchizedek…?!”


“S-Seriusan…?! Bukannya sosok legenda kayak gitu udah meninggal 5,000 tahun yang lalu…?”


“Tidak. Aku masih hidup. Hanya saja, aku menyembunyikan diri dari dunia. Seperti pencipta dunia ini, yang menyerahkan segala rahasianya kepadaku.”


““!!!””


Pencipta dunia ini?!


Maksudnya Sang Alpha?!


[1]“Alpha! Berapa lama lagi aku harus menderita?! Izinkan aku untuk hidup tanpa beban, Alpha!”


Pantes aja dia sekesel itu sama pencipta dunia ini!


Bahkan gue pun juga kesel dengernya!


“P-Pencipta dunia ini?! E-Emangnya siapa?!”


Hah?! Mereka juga nggak kenal siapa Alpha?!


Tunggu…


Dari yang gue tau, nggak semua orang kenal Sakhtice. Berarti wajar aja kalo mereka nggak kenal Alpha—


“Tunggu! Itu semua nggak penting!”


“Hah?! Kok—”


“Mumpung ada Pahlawan Pertama di sini, mending kita tanya aja ke dia tentang kondisi Kapten!”


“B-Bener juga—”


“Ia hanya terkejut. Wajar saja jika ia mengalami hal seperti itu, karena aku juga mengalami hal serupa.”


Dia juga ngalamin hal yang sama?!


Apa mungkin… gue juga kayak gitu, kalo gue udah temuin Final Dungeon…?


“*Tap, tap, tap…”


“Tenangkan dirimu, Greymore Landcross.”


Melchizedek usap-usap kepala Greymore, supaya dia tenang.


“Apakah kau sudah tenang?”


“Ya, Melchizedek. Maafin gue karena—”


“Tidak perlu meminta maaf. Itu bukanlah kesalahanmu, Greymore.”


“Bukan kesalahan gue?! Tapi kan—”


“Apakah kau sudah mengetahui lokasi Titan Heart?”


““T-Titan Heart…?””


Keliatannya anggotanya Greymore pada bingung soal Titan Heart. Artinya mereka bukan yang—


“Ya. Gue tau.”


“K-Kapten…? Pak Melchizedek…? Kalian lagi bicarain apa…?”


“Gue sama Melchizedek… lagi omongin sesuatu… yang harus harus kita cari untuk—”


“Maafkan aku, Greymore. Karena melihat kondisimu saat ini, sepertinya kau tidak akan sanggup melaksanakan apa yang seharusnya kau laksanakan, sebagai seseorang yang menemukan Titan Heart.”


Hm? Mereka ngomongin apa sih? Kok gue jadi penasaran juga?


“K-Kenapa emangnya—”


“Karena aku… telah menghancurkan Jiwa-mu… saat kau baru saja lahir di dunia ini.”


““!!!””


Hah?! Hancurin Jiwa-nya?!


Artinya selama ini… Greymore nggak punya Jiwa…?!


“T-Tunggu…! Ada yang aneh…!”


“…”


“A-Apa maksud lo, Melchizedek…?! Bukannya gue… cuma kehilangan kembaran gue…?!”


“Ya. Tetapi aku menghancurkan Jiwa-mu, dengan harapan agar kau dapat menjalani hidup dengan normal di dunia ini, tanpa berseteru dengan mereka yang mengintaimu.”


M-Mereka yang Melchizedek maksud tuh… Malaikat…?


“M-Melchizedek…”


“…”


“Gue nggak akan sentuh Titan Heart! Tapi kita sebagai Petualang… harus ke tempat di mana benda itu disimpan…!bSupaya… generasi selanjutnya… bisa jalanin rencana lo, Melchizedek…!”


“Mengapa? Tidakkah kau—”


“Karena kita ini Petualang kayak lo 5,000 tahun yang lalu, Melchizedek! Temuin sesuatu yang belom pernah


ditemuin orang lain tuh suatu kebanggaan bagi kita!”


“Artinya…”


“Ya! Gue pasti umumin ke dunia, kalo Titan Heart itu nyata! Supaya dunia tau, kalo harta karun terbesar di semesta ini bukan sekedar mitos!”


U-Umumin ke dunia?! Artinya—


“Apakah kau yakin, Greymore Landcross?”


“Ya! Gue yakin—”


“Ingatlah ini, Greymore Landcross. Seperti yang kau lihat pada ingatanku di masa lalu, tentunya kau juga mengetahui siapa yang akan menjadi musuhmu, jika kau akan melakukan hal itu.”


“Ya, gue tau! Tapi…”


“…”


“…kalaupun nanti gue harus kehilangan nyawa gue, artinya gue rela untuk korbanin nyawa gue, untuk generasi Petualang yang akan datang!”


“Baiklah jika itu keputusanmu. Semoga kau tidak menyesalinya.”


“…”


Melchizedek tiba-tiba pergi dari depan mereka.


Berarti, sehabis dari sini, mereka mau ke—


……………


“Wuaaah! Ini Phoenix Party!”


Eh! Tiba-tiba ganti siaran lagi—


“L-Liat! Mereka yang berhasil temuin harta karun terbesar yang namanya Titan Heart!”


“A-Apa?! Berarti dia itu… Greymore Sang Dewa Petualang!”


“Selain 7 Hidden Dungeon, ada satu Hidden Dungeon paling terakhir?!”


“Karena itu… dia menamai Hidden Dungeon tersebut dengan nama Final Dungeon!”


“Kekayaan yang melimpah, senjata paling berbahaya di dunia, serta sejarah sejati sejak dunia diciptakan?!”


Tuh kan gue juga udah duga kayak gitu!


Artinya “gue” di masa lalu itu Dewa Petualang!


Haha…!


Gila, konyol banget…!


Bahkan gue di masa lalu aja, yang nggak punya Jiwa, bisa punya pencapaian sebesar itu!


Eh iya. Siaran ini ada di mana? Kok nggak ada satupun anggota Phoenix yang—


……………


“Uhuk, uhuk, uhuk…”


Aaaargh! Sialan! Kaget gue tiba-tiba ada orang batuk…


“!!!”


Kok mereka semua… berdarah kayak gitu?!


“Cih! Brengsek! Nggak disangka Centra Geoterra kejar kita! Bahkan mereka hancurin seisi Beeryas Kingdom,


supaya bisa tangkep kita! Untung aja kita berhasil kabur!”


“Tapi mereka masih bisa kejar kita—”


“T-Terus… gimana keadaan warga di Beeryas Kingdom—”


“M-Maafin aku, Meelana. Aku nggak bisa rasain satupun keberaadaan warga di negara itu.”


Gi-Gila!


Hancurin satu negara cuma untuk kejar mereka?!


Kok mereka dikejar kayak gi—


“Kita juga harus hindarin Columba Guild! Mereka jadi kejar kita karena perintah Centra Geoterra!”


“T-Tapi kita nggak akan bisa lawan mereka! Sekarang kita cuma bisa—”


“Kalian… pergi dari sini…! Karena mereka… cuma mau tangkep gue…!”


““!!!””


Greymore… mau serahin dirinya…?


“G-Greymore! Tapi kamu—”


“A-Aaaahahaha…! Mungkin… ini yang dimaksud Melchizedek… waktu kita masih di dalam Final Dungeon…! Nggak disangka… kalo musuh kita justru… penguasa dunia ini…!”


“T-Tapi Kapten—”


“Satu hal. Gue cuma minta satu hal ke kalian.”


““Hm?””


“Selain gue sama Stephanus yang bukan Mahluk Abadi, gue pengen liat wujud asli kalian!”


A-Apa?! Artinya… mereka semua ini… Mahluk Abadi…?!


“!!!”


T-Ternyata ini wujud asli mereka?!


Mulai dari Zymyphas yang badannya gede, terus punya satu mata;


Trazior yang badannya jauh lebih gede daripada Zymyphas;


Heidi yang ukurannya kecil banget;


Auvica yang wujudnya penuh salju;


Meelana yang ternyata Siren;


Sama Dox, yang sebenernya…


“Rrrr…”


…NAGA?!?!


Berarti Sylvia nikah sama Naga?!


“Heidi!”


“Makasih udah buktiin ke gue kalo Fairy itu nggak kayak yang dibilang orang-orang!”


Fairy?!


Ternyata ini yang namanya Fairy…?!


“Meelana!”


“Hiks, hiks, hiks…”


“Walaupun lo diem-diem ngikutin kita dari Hidden Dungeon of Whisper, tapi gue nggak pernah nyesel bawa lo jadi Petualang!”


Haaaah?! Dia ternyata satu asal sama Delolliah?!


Berarti… dia itu beneran Siren, dong…?!


“Auvica!”


“K-Kapten… jangan—”


“Mungkin dunia nggak tau tentang siapa lo sebenernya. Tapi gue seneng banget punya Frontliner kuat kayak lo!”


Iya ya.


Cewek ini nama rasnya apa?


“Tsuyoshi!”


“…”


“M-Makasih sebanyak-banyaknya karena mau ikut Petualang bareng kita!”


“Ng-Nggak, Kapten! Justru gue mau minta maaf karena gue pernah tolak tawaran lo!”


Tangan Tsuyoshi gemeteran. Dia keliatannya tahan diri sekuat-kuatnya supaya nggak nangis.


“Zymyphas! Vaughrdox!”


““…””


“Kalian berdua tuh Cyclops sama Naga yang paling keren yang gue kenal! Semoga kalian bisa wujudin mimpi kalian untuk bisa jadi Leader yang lebih keren daripada gue!”


““(Siap, Kapten!)””


Kalo Dox sih gue tau dia bakalan jadi Leader. Tapi gimana tentang Zymyphas?


“Stephanus!”


“Hiks! K-Kapten…”


“Ngeliat lo, gue ngerasa kayak punya adek.”


“…”


“Mungkin itu karena gue kehilangan adek kembar gue. Tapi gue bersyukur banget karena lo mau ikut gue!”


“T-Terima kasih banyak karena telah mengajak saya, Kapten!”


Oh itu ternyata alesan dia rekrut Stephanus.


“Trazior!”


“…”


“Keliatannya gue nggak perlu ngomong banyak, karena lo itu Giant yang mau temenin gue petualangan!”


“(Ya. Gue juga bersyukur punya Kapten kayak lo, Greymore.)”


“…”


Keliatannya Greymore udah hampir nggak sadar.


“Semuanya…!”


““…””


“M-Makasih… karena udah mau… temenin gue…!”


““…””


Semua anggota Phoenix tahan rasa sedih mereka. Mereka semua keliatan pasrah karena harus tinggalin Greymore.


Sedangkan Greymore tahan rasa sedihnya karena ini terakhir kalinya dia ketemu semua anggotanya.


“Phoenix Party… r-resmi bubar! Pergi kalian sekarang juga! Selamatin diri kalian masing-masing! S-Semoga…


petualangan kita bisa selalu jadi kenangan indah untuk kita…!”


““Siap, Kapten!””


““Hiks, hiks, hiks…””


Hampir semua anggota Phoenix mulai pergi tinggalin Greymore sendirian.


Kecuali Trazior, yang wujudnya balik lagi jadi orang normal.


“Terus lo sendiri gimana, Greymore—”


“Aaaahahaha! M-Masih ada satu tugas yang perlu gue jalanin!”


……………


“*DINGGG… DINGGG… DINGG… DINGG…”


Eh! Kok ganti siarannya dibuka pake suara lonceng sekeras itu?!


Ngomong-ngomong ini ada di ma—


“Greymore Landcross!


Kejahatan yang telah dilakukannya adalah sebagai berikut!


Pertama! Penipuan terbesar di sepanjang sejarah, yang membuat kekacauan di seluruh dunia dengan berita palsu akan Titan Heart!


Kedua! Penaklukan Beeryas Kingdom beserta seisi negara!


Ketiga! Konspirasi terhadap Centra Geoterra!”


G-Greymore!


Kok dia… dipasung…?!


Kesannya… kayak mau dihukum mati…!


“…”


Tapi hukuman mati macem apa yang ditonton semua orang kayak gini?!


“Sebelum eksekusi dijalankan, apakah ada kata-kata terakhir yang akan anda sampai—”


“DEWA PETUALANG!!!”


“CERITA TENTANG TITAN HEART ITU NGGAK BOHONG, KAN?!”


“KALO EMANG BENER ADA TITAN HEART, KENAPA NGGAK LO BAWA?!?!”


Eh! Kenapa orang-orang yang nonton ini malah teriak-teriak—


“Hey! Hentikan! Jangan bersuara—”


“Haha…! AAAAAHAHAHAHA!!!”


““…””


L-Loh… kenapa Greymore tiba-tiba teriak kayak gitu…?


“Semuanya nyata! Harta karun gue masih ada di tempatnya! Cari harta karun itu! Mulai petualangan kalian! Sebrang lautan! Pelajarin sejarah masa lalu! Karena siapapun yang temuin harta karun gue, dia yang jadi pemiliknya! AAAAAHAHAHAHA—”


“*Shrak!”


“…”


T-Tiba-tiba… dia dipenggal—


““WUUOOAAAAAAAHHHH!!!!””


“Ayo kita cari Titan Heart!”


“Gue yakin kalo Titan Heart pasti nyata!”


“Siapa cepat, dia dapat!”


Semua penonton hukuman matinya… tiba-tiba jadi pada rusuh kayak gini…!


Kesannya… Greymore mulai perlombaan untuk mereka semua—


“*Shrak!”


“Aaargh!”


“Tangkap mereka! Jangan sampai mereka pergi!”


“Cih! Tidak kami sangka, jika hukuman matinya justru menginspirasi semua Petualang di tempat ini!”


“Hentikan semua Petualang ini! Bisa-bisa mereka membuat kekacauan di dunia!”


G-Gila nih prajurit-prajurit ini! Kok semua orang yang nontonin hukuman matinya tadi mulai dibunuh satu per


satu?!


Tapi yang paling bikin gue heran…


“…”


…walaupun kepalanya dipenggal, Greymore justru malah… senyum—


……………


“*JGRUM!!!”


“Hufffftttt!!!”


G-Gue udah balik lagi…!


“Pria Terjanji! Apakah kau baik-baik saja?!”


“Y-Ya.”


Gue bangun-bangun ada di pangkuan Ayasaki…?


“…”


Tulisan itu…


“Kau Telah Menerima Hidung Yang Akan Menjadi Sumber Kekuatan-Mu, Yang Mampu Menghirup Aroma


Paralel, Serta Mengetahui Sejarah Dan Takdir Seseorang.


Namun Ketahuilah Ini; Mahluk Fana Menginginkan Keabadian. Mahluk Abadi Menginginkan Kefanaan. Budak Yang Kehilangan Tuannya Tetaplah Menjadi Budak Kepada Tuan Yang Lain.”


…maksudnya apa?


Kok kata-kata terakhirnya jadi kayak puzzle gini sih—


“Ampuni kami, Yang Mulia!”


“Jangan membenci kami, Yang Mulia!”


“Telah lama kami menantikan Anda, Yang Mulia!”


 “Jangan segel kami, Yang Mulia!”


S-Suara ini…


“Kami mohon! Jangan tinggalkan kami, Yang Mulia!”


“Kami berjanji untuk tidak membahayakan Anda dan teman-teman Anda, Yang Mulia!”


“Anda adalah Tuan kami! Tanpa Anda, kami tidak akan pernah hadir di dunia, Yang Mulia!”


“Karena kami adalah budak yang hidup untuk melayani Anda, Yang Mulia! Pakailah kami, Yang Mulia! Karena


kami hidup hanya untuk Anda!”


B-Budak gue…? Terus gue tuannya…?


Apa itu yang dimaksud Melchizedek, soal budak yang selalu jadi budak…?


_______________


[1]­Dialog dari Melchizedek, ketika ia dilempar ke tumpukan sampah karena terlalu mabuk, saat ia sedang berada di Principality of Kronovik (Chapter 213).