Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 270. Permission Granted



Aliansi Gazomatron hampir memenangkan perang melawan Children of Purgatory. Berkat kekuatan yang mereka terima, Aquilla dan Jennania berhasil memutarbalikkan keadaan yang hampir mustahil terjadi.


“Hm?! Ada yang janggal! Mengapa aku merasakan hilangnya kekuatan anak-anakku?!”


Tanya Jarvanaag, sembari melanjutkan ritual agar Iblis berhasil mengambil alih Klan Mistyx, setelah ia berhasil mengalahkan Djinn.


Ia tidak bisa merasakan tiga Acolyte yang ia perintahkan untuk menyerang Gazomatron. Selain tiga muridnya tersebut, ia juga merasakan kekuatan kutukan yang ada di dalam anggota Children of Purgatory mulai menghilang satu per satu.


Namun, ada satu hal yang paling meresahkannya.


“*Crat…”


“Uhuk, uhuk, uhuk…”


Tiba-tiba dirinya batuk berdarah, hingga membuatnya tersungkur.


“A-A-Ada… Ada yang bisa membunuh Undead Dragon di negara tersebut?! Mustahil! Benar-benar mustahil!”


Serunya dengan cemas.


“Apa mungkin ini semua… karena ulah Petualang ini…?!”


Pikirnya, sambil menatap Djinn yang masih terbaring dengan tidak berdaya.


“J-Jika memang benar ini semua adalah ulah pria ini… Artinya ia adalah—”


“…”


“!!!”


Ia terkejut dengan Djinn yang terbangun dan berusaha untuk berdiri, walaupun ia sangat terluka dan sangat


mustahil untuk kembali bertarung.


“Urgh… Uaaaaargh!!!”


“???”


Kali ini ia heran dengan Djinn yang tiba-tiba berteriak dengan histeris.


“Lebih baik aku tidak memperdulikan pria tersebut! Saat ini, lebih baik aku menggunakan pengorbanan anak-anakku dan mempercepat proses ambil alih Iblis!”


Pikirnya, sebelum melanjutkan ritualnya.


Sementara itu di Gazomatron.


““*Chrrkk…””


Aquilla dan Jennania merasakan hilangnya kekuatan petir yang mereka terima.


““*Bruk…””


Gia, Garry, dan Dalbert terjatuh setelah kekuatan tersebut pergi dari mereka.


“C-C-Capek juga…! Tapi… yang di sini belom—”


“Tenangkan dirimu, Dalbert! Karena mengalahkan seorang Acolyte sendirian merupakan suatu pencapaian yang mustahil, bahkan bagi Petualang Kasta Merah!”


“…”


Dalbert hanya tersenyum saja, sebelum ia tidak sadarkan diri.


“K-Kekuatan Djinn mulai hilang, ya? Mungkin aku masih butuh kekuatannya, tapi aku cuma bisa bersyukur karena ada dia yang udah mau bantu aku.”


Bisik Gia, sambil berusaha menghampiri Lephta dan Berius.


“T-Tapi badan aku—”


“*Bwung…”


“M-Machinno…? Makasih banyak, ya…”


“…”


Machinno hanya diam saja, setelah ia menopang Gia yang lemas dan tidak berdaya menggunakan sihirnya.


“M-Myllo, kekuatan petir yang lo terima tadi…”


“Ya. Mungkin karena “urusan” gue udah selesai, jadinya gue nggak perlu kekuatan itu lagi.”


Balas Myllo kepada Styx, setelah ia berhasil mengalahkan seluruh anggota Children of Purgatory yang hendak menuju titik evakuasi.


Kali ini, ia dan Styx hanya menatap tumpukan anggota Children of Purgatory, bersama dengan Ghoul-Trigger


yang mulai hancur secara perlahan-lahan.


Sebagian besar Petualang menyambut positif hilangnya kekuatan yang mereka terima, namun masih ada beberapa yang merasa masih membutuhkan kekuatan tersebut.


“J-Jennania! Ada apa denganmu, adikku?!”


“K-Kekuatan Djinn mulai menghilang…! Padahal… aku hanya mengalahkan dua Undead Dragon saja…! Tetapi masih ada puluhan Undead Dragon lainnya yang masih harus kita hancurkan, Kakak Delolliah…!”


Jawab Jennania kepada Delolliah.


“Tuan Geri! Apakah tuan baik-baik sa—”


“A-Aing teh masih butuh kekuatan tadi!”


Seru Garry dengan cemas, sambil menatap beberapa Ghoul-Trigger yang perlahan memudar.


“I-Ini… Tunggu!”


“Hm?”


Gumam Garry yang heran dengan Angela.


“Semuanya! Ada yang janggal yang terjadi di Snellsham!”


““…””


Semua orang yang memiliki burung gagak di pundak mereka langsung menyimak seruan Angela.


“Ada apa, Angela?! Di Snellsham nggak ada apa-a—”


“Gue tau maksud lo, Angela!”


“Styx?!”


Tanya Myllo dengan heran, setelah Styx menyatakan bahwa ia juga melihat kejanggalan yang sama.


“Angela, lo bisa liat Mana busuk yang keluar dari anggota Children of Purgatory, kan?!”


“Ya! Anda benar! Kekuatan kutukan mereka seakan-akan pergi menuju suatu tempat!”


Jawab Angela kepada Styx, yang sama-sama melihat aliran kekuatan kutukan yang melayang-layang ke atas udara.


“Tunggu… Saya mulai mencurigai sesuatu…!”


““…””


“Mana busuk tersebut bergerak ke arah barat laut dari Snellsham. Besar kemungkinan, Mana busuk tersebut mengalir menuju Gazo Mount!”


“K-Kalo gitu, artinya mereka pergi ke…”


““Djinn!””


Sahut mereka setelah mendengar penjelasan Angela.


Hingga akhirnya, rasa putus asa kembali menyelimuti mereka.


““*VWUMMM!!!””


““AAAAARGH!!!””


Semua Mistyx, kecuali Styx, kembali terbakar dengan api hitam yang semakin lebat.


“*Bruk…”


“T-Tuan Maghroz Mistyx!”


“…”


Seru burung gagak Angela yang berada di hadapan Maghroz, ketika ia mulai terjatuh dan tidak berdaya, dengan sangat banyak luka di sekujur tubuhnya.


Sementara di puncak Gazo Mount, Jarvanaag kembali tersenyum karena bisa melanjutkan proses ambil alih Klan Mistyx oleh Iblis.


“Kali ini, aku akan menggunakan seluruh Iblis lewat sanak saudara ibuku! Akan kuhancurkan dunia ini!”


Serunya, sambil melanjutkan ritualnya.


“Semuanya! Waktunya kita fokus untuk menghancurkan seluruh Undead Dragon yang mengelilingi Gazomatron! Jika tidak dihancurkan, maka Iblis berhasil mengambil alih Tubuh Klan Mistyx!”


Seru Angela kepada rekan-rekannya.


“Berius! Angela! Mulai sekarang, aku tidak akan bersembunyi lagi! Aku akan menaklukan mereka semua dengan Wujud Raksasa milikku!”


“Tunggu! Eìmgro—”


((Eimlaq: Jutin))


“…”


Dengan Kekuatan Giant miliknya, Eìmgrotr berubah menjadi raksasa yang bahkan lebih tinggi dibandingkan tembok yang mengelilingi Gazomatron.


“*BHUK!!!”


“(Urgh! T-Tanganku!)”


Seru Eìmgrotr yang merasakan sakit yang luar biasa.


Dalam Wujud Raksasa miliknya, ia memukul salah satu Undead Dragon. Namun usahanya sia-sia, setelah tangan yang ia gunakan untuk memukul Naga tersebut mulai membusuk.


“Keuk! S-Sakit sekali! Mengapa aku—”


“Jangan gegabah, Eìmgrotr! Dengerin dulu penjelasan Angela!”


Sahut Berius kepada Eìmgrotr lewat burung gagak, sambil memangku jasad Lephta.


“Angela! Jadi gimana cara kita lawan semua Undead Dragon itu?!”


Jelas Angela, setelah melihat cara Jennania mengalahkan salah satu Undead Dragon.


““…””


Semua hanya terdiam karena tidak memiliki kekuatan sebesar itu untuk mengalahkan mereka semua.


Kecuali…


“*Bruk…”


“Haaaah… Yaudah kalo gitu! Gue istirahat aja!”


…Myllo, yang justru duduk dengan tenang.


“Myllo brengsek! Kenapa lo malah—”


“Tenang aja! Kali ini insting gue bilang, kalo yang ngalahin Undead Dragon itu bukan “jatah” kita!”


Jelas Myllo kepada Styx yang sangat kesal dengan aksinya.


Namun pada akhirnya apa yang dikatakan oleh Myllo menjadi kenyataan.


“*Bwush, bwush, bwush…”


“M-Mengapa ada ombak yang sangat kencang di Brichaudry?!”


Tanya Delolliah dengan terkejut setelah melihat adanya ombak yang menderu-deru.


“*BWUSH!!!”


““!!!””


“(MOOOOO FAAAAAA ZAAAAA…)”


Semua yang berada di Gazomatron Federation dikejutkan dengan kedatangan seekor Hueyacoatl, yang lima kali lebih besar daripada Undead Dragon, yang datang menampakkan diri dari laut.


“B-Bukankah itu…”


“Jörnarr! Itu adalah Jörnarr!”


Seru Delolliah dengan gembira setelah melihat kedatangan Hueyacoatl tersebut.


“Wuaaaaahhh!!! Peliharaan gue dateng!!! Ahaha—”


“*Tung…”


“Aduh!!!”


Teriak Myllo ketika kepalanya diketuk oleh Styx.


“*BWUSSSHHH!!!”


“Roaaaar…”


“*HAAAAURRPP!!!!”


““Ruoaaaarrrr!!!””


Kedatangannya menghancurkan sebagian besar formasi Undead Dragon yang mengelilingi Gazomatron.


“M-M-Mustahil…! M-Mengapa mahluk kuno sepertinya menampakkan diri di negara itu?!”


Seru Jarvanaag yang masih tidak percaya dengan kedatangan Hueyacoatl yang saksikan dari puncak Gazo Mount.


Dari atas puncak bukit tersebut, Jarvanaag melihat sebagian besar Undead Dragon miliknya yang diserang oleh Ular Raksasa tersebut.


“S-S-Sialan…”


“Hm?!”


“T-Ternyata… Ular Raksasa itu ya… yang terus-terusan minta ijin…!”


Bisik Djinn, yang didengarkan oleh Jarvanaag.


Dengan keadaan cemas dan khawatir, Jarvanaag mulai membuat perintah baru kepada Undead Dragon yang ia


kendalikan.


“Lawan Hueyacoatl tersebut! Hancurkan negara itu!”


Perintahnya kepada seluruh Undead Dragon.


Karena perintah darinya, seluruh Undead Dragon mulai terpecah dari formasinya dan menyerang Hueyacoatl dan Gazomatron.


““*Haurrpp…””


“(RRRRR…)”


Beberapa Undead Dragon menggigit Hueyacoatl. Karena hal tersebut, ia pun membawa semua Undead Dragon yang menggigitnya ke dalam laut.


“*BWUSH…”


“Jörnarr! Apakah ia—”


“Tenang saja! Jörnarr bukanlah seekor binatang pada umumnya! Ia adalah Spirit Beast yang lahir di Spirit Realm! Tambah lagi, dengan adanya serpihan Roh milik Kakak Syllia, maka ia memiliki akal sehat! Oleh karena itu, tentu saja ia membawa mereka masuk ke dalam laut, mengingat laut adalah teritori miliknya!”


Jelas Delolliah kepada Jennania yang mengkhawatirkan Jörnarr.


“…”


“Styx! Liat tuh! Semua Mistyx udah sembuh! Mereka udah nggak kebakar lagi!”


“…”


Styx terdiam dengan tidak percaya dengan apa yang ia saksikan.


“K-Kenapa tiba-tiba ada Hueyacoatl?! A-Apa mungkin… itu karena Djinn juga?!”


Pikirnya dengan heran.


Hingga akhirnya…


““Roaaaaarrr!!!””


““*BRUK!!!””


…beberapa Undead Dragon yang tersisa tiba di hadapan mereka, yang berada di empat kota yang berbeda.


“Cih…! Ternyata masih ada Undead Dragon yang tiba…?!”


“Ya. Alangkah baiknya jika kita memusatkan perhatian kita untuk mengalahkan Undead Dragon yang datang menghampiri kita!”


“Ya! Kau benar, Kakak Delolliah!”


Balas Jennania.


Selain mereka berdua, anggota Aquilla dan para mantan Scholar juga harus menghadapi para Naga yang ada di hadapan mereka masing-masing.


“Duh… A-Aku udah nggak bisa bergerak…!”


“T-T-Teh Angela… Aing teh udah kecapean…”


“Cih! Masih ada Undead Dragon di negara ini, ya?!”


“…”


Seru Gia, Garry, dan Myllo, sementara Dalbert sudah tidak sadarkan diri.


Dan lagi, bantuan datang bagi mereka.


Walaupun bantuan yang datang kali ini, tentunya tidak diinginkan oleh Aquilla.


“*Prok, prok, prok…”


“!!!”


Myllo dikejutkan dengan adanya seseorang yang datang sambil bertepuk tangan.


“S-Siapa lo?! Kenapa lo ada di si—”


“Ssshhh…”


“…”


“Tenang saja, Myllo Olfret. Namaku adalah Maleviel. Aku bersama Serpentis datang ke tempat ini untuk membantu kalian semua.”


Jawab Maleviel kepada Myllo.


“Kalian semua juga sudah siap?”


“Ya. Gue udah ada di Brichaudry.”


Jawab Charvelle lewat telepatinya, sambil membelakangi Delolliah dan Jennania.


“Saya sudah berada di Voxhaben.”


“Saya juga udah di Duskmere.”


Jawab Moalkin yang ada bersama Dalbert, Eìmgrotr dan Zhivreeg, serta Gadlu yang ada bersama Gia, Machinno, Berius, dan Lephta.


Sementara Snake…


“…”


“Gue tau lo ada di sini, Snake!”


“Haha, tentu saja saya mengetahui hal tersebut, Klavak. Saya tidak berani mengusik anda. Karena jika saya


mengusik anda, maka saya hanya akan merusak momen anda saja.”


…berada di kaki Gazo Mount bersama Klavak, yang baru saja membunuh Zoe.


“Saya yakin urusan anda sudah selesai, bukan? Jika sudah, marilah ikut dengan saya menemui keponakan saya, Klavak.”


“…”


Klavak hanya mengangguk saja sambil mengikuti Snake menuju puncak Gazo Mount.