
Pertarungan antara Aquilla dan Taurus melawan Leo pun akan dimulai, setelah Myllo menolak tawaran Leonard.
Tetapi pertarungan antara mereka semua…
“Lo mau lawan gue sendirian, Myllo?!”
“Hehe! Emangnya kenapa?! Lo takut—”
“*BHUK!!!”
“Akh!”
“*Boink, boink, boink…”
“…”
…dibuka dengan Myllo yang tidak sadarkan diri dengan sekali pukul oleh Leonard.
““MYLLOOO!!!””
“Berisik, kalian semua! Kalo kalian kenal Myllo, harusnya kalian semua tau, kalo dia pasti bangun lagi!”
Tegas Leonard kepada seluruh anggota Aquilla, yang mengkhawatirkan Kapten mereka.
“Ayo sini! Apa cuma Kapten kalian aja yang bera—”
“*DOR!”
“!!!”
Dalbert terkejut ketika melihat Leonard yang mampu menghindari tembakan senapan jitu miliknya.
“Mata gue nggak salah liat! Orang itu hindarin peluru gue, yang bener-bener ada di depan matanya!”
Pikir Dalbert yang menganalisa tembakannya.
“Gila! Reflek macem apa i—”
“Grahahaha! Lo yang katanya mantan bandit ya?! Pantes aja cuma bisa andalin senjata busuk kayak gitu!”
Seru Leonard yang meremehkan Dalbert.
“…”
Kali ini Djinn yang akan menyerangnya. Ia menghampiri Leonard dengan Tekkō yang ada pada tangannya.
((Runecraft: Electrocution))
“*Chrrrrkk!!! Chrrrrkk!!! Chrrrkk!!!”
“Aaargh!”
Sambil mengaktifkan Runecraft yang ia gunakan pada tekkō, ia terus memukul Leonard dengan tanpa henti. Pukulannya terus membuat Leonard tersambar arus listrik.
Namun melihat aksi darinya, sebagian besar anggota Leo justru tertawa, khususnya Bastheus dan Marwell.
“Muahahaha! Serangan kayak gitu nggak akan mempan lawan Bos Leonard!”
“Masih ada serangan yang lebih bahaya yang bikin dia kesakitan!”
Sahut Bastheus dan Marwell, dengan maksud mencemooh Djinn.
Namun pada kenyataannya, mereka terkejut dengan apa yang sebenarnya Leonard rasakan.
“Graaaagh!”
“*DHUK!!!”
“Akh!”
“*Boink, boink, boink…”
Leonard tiba-tiba menendang Djinn dengan sangat keras, hingga ia terlontar pada awan empuk di Hidden Dungeon.
Melihat aksi Leonard, Bastheus dan Marwell tersadar dengan apa yang sebenarnya dirasakan oleh Guildmaster mereka, setelah mereka melihat ekspresinya.
“Bos…? Lo kenapa, bos…?”
“Keliatannya… dia marah…? Kenapa dia sekesel itu… sama serangan kayak gitu…?”
Bisik Bastheus dan Marwell, yang tidak mengetahui apa yang Leonard rasakan.
“Cih! Kenapa serangan dia sakit banget?! Padahal Runecraft yang dia pake itu Runecraft Stage-1, bukan?! Apa mungkin karena aliran Mana yang besar di Runecraft itu?! Kalo emang itu bener, artinya dia bener-bener kuat banget!”
Pikir Leonard tentang serangan yang Djinn gunakan.
“Grahahaha! Djinn Dracorion! Maafin gue karena tadi gue hilang ketenangan gue! Untuk pertama kali semenjak lawan Tarruc, gue kaget karena ngerasain kekuatan sebesar itu!”
Seru Leonard kepada Djinn.
Sementara Djinn…
“Urgh…”
…kesulitan untuk berdiri kembali.
Karena tendangan keras Leonard, ia merasakan tulangnya yang patah pada bagian rusuk, kedua lengan, serta tengkorak.
“Ba-B-Bangun… anjing…!”
Pikir Djinn, yang berusaha untuk bangun.
“…”
Sambil menahan rasa sakit, ia juga melihat adanya tekkō miliknya hancur.
“B-Badan gue hampir mau hancur… tambah lagi senjata gue… hancur karena… tendangannya itu…?! B-Brengsek…! Nggak masuk… akal…!”
Kembali pikirnya dengan kesal karena serangan Leonard yang sangat mematikan itu.
“G-Garry! Cepetan sembuhin mereka berdua!”
“S-S-S-Siap… Dalbert…!”
“*Ngunggg…”
Garry pun bergegas untuk menyembuhkan Djinn dan Myllo, walaupun ia berusaha sekuat mungkin untuk menahan rasa takutnya akan Leonard.
“LEONARD!!!”
“*Shrrrkkk…”
“Cih!”
Slasher mencoba untuk menyerang Leonard dengan katana miliknya. Tetapi senjata miliknya itu tertancap di pundak Leonard, sehingga ia kesulitan untuk melepasnya.
((Fire Magic: Thousands Fireworks))
((Elemental Switch: Fire Club))
((Fire Magic: Sun Fall))
Sonda, Lozrick, dan Kritach bersama-sama menyerang Leonard dengan masing-masing dari mereka menggunakan sihir api.
Akan tetapi…
“*FWUSH!!!”
““Aargh!””
“*Boink, boink, boink…”
…Leonard dengan mudah menghempaskan Slasher dan rekan-rekannya, beserta dengan kekuatan mereka.
“Slasher! Sonda! Kritach! Lozrick—”
“Jangan ganggu gue sama Aquilla!”
““*CYUT!!!””
“Gue mau uji mereka dulu! Jangan ikut campur!”
Seru Leonard, setelah ia menggunakan kekuatan bintang miliknya, untuk menembak seluruh anggota Taurus secara bersamaan.
Akan tetapi…
“Hooo…! Ternyata ini ya Familiar yang dipunya Aquilla?!”
“…”
…Machinno berhasil melindungi seluruh anggota Taurus dari tembakan bintang Leonard.
“M-Makasih, mahluk jelek…!”
““*Swush…!””
“Karena lo… kita bisa serang orang ini lagi…!”
Sahut Slasher, sambil berlari bersama Lozrick untuk menyerang Leonard kembali.
“Oraaaa—”
““*Krrrrttt…””
““Akkhh…!””
Namun dengan mudah Leonard menangkap leher mereka.
“Graaaagh!”
““*Swush!””
““*BRUK!!!””
““Aaargh…!””
Lalu ia melempar mereka berdua hingga tertabrak seluruh anggota Taurus lainnya, hingga mereka sama-sama tidak sadarkan diri.
“Aum…!”
“Haurp!”
“!!!”
Leonard dikejutkan dengan adanya sesosok harimau putih berekor dua yang menggigitnya.
“Twin-Tail Tiger?! Kok bisa Familiar kayak gitu berubah jadi Spirit Beast?! Entah kenapa gue ngerasa kayak lawan Druid!”
Pikir Leonard dengan heran akan Machinno, yang menggigitnya.
“Humph!”
“*PRANG!!!”
“!!!”
Leonard dikejutkan dengan adanya Gia, yang menghadangnya untuk memukul Machinno.
“*Swush!!!”
“*Boink, boink, boink…”
Leonard pun mengayunkan lengannya yang tergigit oleh Machinno, sehingga Machinno terlempar karenanya.
“M-Machinno—”
“Lo yang katanya murid Lorvah, ya?!”
“Cih!”
Gia merasa kesal dengan Leonard, yang menyerang Kapten dan Wakil Kapten-nya, serta menyebut nama Lorvah, gurunya.
““…””
Mereka pun mundur bersama, setelah pukulan Leonard dan World Quaker milik Gia terus beradu.
“Asal lo tau, Gia Maevin! Dulu gue pernah Party Brawl, waktu Ursa Borealis masih dalam bentuk Party! Dia bisa tahan pukulan gue pake pedangnya itu sebanyak 10 kali!”
“T-Terus…?”
“Gue cukup kasih lo kesempatan untuk tahan pukulan gue sebanyak 5 kali!”
“!!!”
Gia terkejut dengan tantangan Leonard.
Itu semua karena mengingatkannya akan latihannya bersama Lorvah.
“Kalo kamu bisa tahan serangan aku 5 kali, kita lanjut ke tahap selanjutnya ya, Gia!”
“…”
Karena teringat akan hal itu, Gia menjadi cemas akan tantangan yang akan ditawarkan oleh Leonard.
“Kalo lo bisa tahan sebanyak 5 kali, lo pantes akuin diri lo sebagai muridnya! Kalo lo bisa tahan lebih dari 5 kali, gue yakin lo pasti jadi Perempuan Paling Kuat di Dunia! Kalo bisa lo tahan 10 kali atau lebih, artinya lo udah jadi Perempuan Paling Kuat di Dunia!”
“…”
Gia pun menjawab tantangan Leonard. Ia menggenggam World Quaker dengan sangat keras, untuk mengantisipasi serangan Leonard.
“Satu!”
“*PRANG!!!”
“Urgh…!”
Gia berhasil menahan pukulan pertama Leonard.
Tetapi…
“*Krkkk…”
…ia bisa merasakan tulangnya yang patah.
“T-Tangan aku… sakit ba—”
“Dua!”
“*PRANG!!!”
“…”
Kali ini, ia merasakan otot lengannya yang robek.
“Tiga!”
“*PRANG!!!”
“*Crat…”
Pukulan ketiga menyebabkan otot kedua lengannya bertumpahan darah, serta otot pada anggota Tubuh-nya yang robek.
“*PRANG!!!”
“*Crat…”
“*Krrrkk…”
“Aaaargh!”
Pukulan keempat berhasil meremukkan sebagian besar tulangnya, serta merobekkan seluruh ototnya.
“…”
Leonard menyaksikan Tubuh Gia yang gemetar karena sakit yang ia rasakan. Karena itu ia hendak menghentikan tantangannya.
“Hmph! Ternyata lo cuma bisa tahan—”
“E-E-Emangnya… aku… udah nyerah…?”
Bisik Gia, yang didengar oleh Leonard.
“Grahahaha! Jangan nyesel kalo lo mati, Gia Maevin!”
Seru Leonard, sebelum memukul Gia.
“LIMA!!!”
“*PRANG!!!”
“!!!”
Leonard terkejut ketika mendapati sesuatu yang berbeda ketika memukul World Quaker milik Gia.
“…”
Tidak ada tanggapan dari Gia, karena ia sangat fokus untuk menahan pukulan maut dari Leonard.
“ENAM!!!”
“*PRANG!!!”
“TUJUH!!!”
“*PRANG!!!”
“DELAPAN!!!”
“*PRANG!!!”
“SEMBILAN!!!”
“*PRANG!!!”
“SEPU—”
“*Boink…”
“…”
Leonard menatap Gia yang terjatuh, ketika ia hendak memukulnya untuk yang kesepuluh kali.
“Bagus! Ternyata lo itu Calon Wanita Paling Kuat di Dunia! Artinya lo cocok jadi Petarung di Chaoseum! Tapi…”
“*Krrtttt…”
“Urgh…”
“…ngapain lo daritadi ganggu gue?! Dasar orang lemah!”
“*BHUK!!!”
“Uhoogh…”
Leonard tiba-tiba memegang kepala Dalbert, yang tidak kasat mata. Kemudian ia memukul perutnya dengan sangat keras, hingga ia memuntahkan darah pada wajah Leonard.
“B-Brengsek…! P-Padahal gue daritadi tusuk dia, waktu dia lagi pukul pedangnya Gia…! Tapi kok… belati gue nggak mempan, ya?!”
Pikirnya sambil merasakan kesakitan karena pukulan keras Leonard.
“Heaaaargh!”
“*BHUK!”
Djinn memukul Leonard dengan sekeras-kerasnya, sambil diikuti dengan Roh yang Garry panggil.
Namun…
“*Krrrkk…”
“Keuk!”
…tulang pada tangannya patah, ketika ia memukul Leonard.
“A-Apa-apaan?! Kok gue kayak mukul besi daripada mukul badan orang?!”
Pikir Djinn dengan kesal, karena mendapati tangannya yang patah.
Sementara itu, anggota Leo dan Taurus heran dengan Myllo dan Djinn, yang seketika sembuh dengan sangat cepat.
“Nggak masuk akal! Gue bisa rasain tulang mereka berdua yang patah! Kenapa tiba-tiba sembuh?!”
Bisik Marwell dengan heran.
Tetapi Leonard mengetahui rahasia dibalik kesembuhan mereka berdua.
“Grahahaha! Ternyata hebat juga Keeper mereka! Nggak gue sangka dia nggak cuma bisa sembuhin mereka aja! Tapi juga tingkatin kekuatan mereka!”
Pikir Leonard sambil menyaksikan Garry yang sedang menyembuhkan Gia, walaupun ia sedang diserang oleh Djinn.
Sementara itu, Ryūhime tetap gemetar ketakutan. Ia masih terpengaruh oleh Union Domi milik Leonard.
Sambil menyaksikan pertarungan Aquilla dengan Leonard, ketakutannya semakin bertambah.
“A-A-Aku… tidak bisa berdiri…! K-K-Kaki-Ku lemas…! J-Jiwa-Ku… terasa seperti akan hancur…!”
Pikir Ryūhime dengan gemetar ketakutan.
“Adududuh…! Sialan nih orang…!”
“Eh…?”
Bisik Ryūhime dengan terkejut, ketika mendapati Myllo yang berjalan menuju Penakluk tersebut.
“T-Tu-Tunggu… Saint-kun…!”
“…”
“K-Kau hanya akan… kehilangan nyawamu… jika…”
“…”
“S-S-Saint-kun…! Kumohon…! Jangan melawan dirinya…!”
“…”
Myllo tidak memperdulikan Ryūhime. Ia tetap berjalan menuju Leonard.
“Hmph! Ternyata gini doang—”
“LEONAAAAARD!!!”
“*TUK!!!”
“!!!”
Leonard dikejutkan dengan Myllo, yang memukul rahangnya hingga bergeser.
“B-Bos Leonard—”
“Hyaaaattt!”
“*Tuk, tuk, tuk…”
“…”
Marwell hanya mampu menyaksikan Myllo yang terus memukul Leonard.
“Humph!”
“*SWUSH!!!”
Myllo terus memukul Leonard dengan tongkatnya. Tetapi Leonard mengacaukan momentumnya, dengan mengayunkan pukulan yang sangat kencang, walaupun Myllo mampu menghindarinya.
“*Bhuk! Dhuk! Bhuk!”
“Cih!”
Djinn terus memukul dan menendang Leonard. Tetapi serangannya bahkan tidak bisa dirasakan olehnya.
“Hmph! Ternyata lo kuat karena senjata aja!”
“*BWUNG!!!”
“!!!”
Leonard dikejutkan dengan adanya semacam pelindung yang melindungi Djinn dari pukulan kerasnya.
“Sihir ini… nggak salah lagi! Pasti ini sihir Familiar tadi!”
Pikir Leonard, sambil menatap Machinno yang sedang merapal sihirnya.
“…”
Ryūhime terus menyaksikan pertarungan Aquilla dengan Leonard.
“A-Aku… harus berani!”
Pikir Ryūhime, sebelum…
“Kalian semua! Menepilah dari hadapan-Ku!”
…melangkah untuk menghadapi Leonard.
““…””
Karena permintaan Ryūhime, Djinn dan Myllo menjauhi Leonard.
Setelah itu…
“Roaaaaarrr!!!”
“*BRUK!!!”
“Urgh…!”
…Ryūhime, dalam Wujud Naga miliknya, membawa Leonard pergi dari hadapan mereka semua.
“Grahahaha! Gue udah yakin kalo lo bukan sekedar anak kecil aja!”
“(Diamlah! Aku tidak kuasa melihat adanya pertumpahan darah lebih banyak lagi!)”
Seru Ryūhime, sambil membawa Leonard di genggamannya.
Hingga akhirnya ia menyesali perbuatannya.
“*CHRINGGG!!!”
“(Urgh!)”
Ryūhime dikejutkan dengan adanya sinar yang sangat terang dari Tubuh Leonard.
““…””
Bahkan seluruh anggota Aquilla, Taurus, serta Leo, mampu menyaksikan sinar itu dari jauh.
Setelah Tubuh Leonard bersinar dengan terang benderang…
{((Star Zona: Asteroid Shoot))}
“*CYUT!!!”
“(Aaaaargh!!!)”
…ia kemudian menggunakan Union Zona untuk menembak Tubuh Ryūhime dengan bintang yang berada jauh di belakangnya, hingga akhirnya Ryūhime terhempas kembali ke depan anggota Aquilla.
“*Boink, boink, boink…”
“R-RYŪHIME!!!”
Teriak Gia, setelah mendapati Ryūhime yang kembali, dengan Wujud Fana miliknya.
“Grahahaha!”
“*Boink…”
“Ternyata ada juga yang cocok dijadiin Tantangan! Nggak kayak Shogun itu!”
Seru Leonard, setelah ia kembali ke tengah-tengah pertarungan, di mana ia telah menyaksikan seluruh anggota Aquilla yang sudah pulih kembali.
“Garry! Udah siap, belom?!”
“Siap, Myllo!”
“Bagus! Kalo gitu kita serang dia sama-sama!”
Seru Myllo kepada anggotanya, setelah Garry telah memperkuat mereka dengan sihirnya.
“*TUK!!!”
“*BHUK!!!”
“*PRANG!!!”
“*SHRUK!!!”
“Aaaaargh!”
Leonard menerima serangan yang sangat menyakitkan dari Myllo, Djinn, Gia, serta Dalbert.
“*Craaaattt…”
Bahkan ia berdarah karena serangan bersama dari mereka.
“Grahahaha! Udah berapa lama gue nggak ngerasain sakit kayak gini?! Bahkan serangan kalian jauh lebih sakit dibandingin Tarruc!”
““!!!””
Keempat anggota Aquilla yang menyerang Leonard dikejutkan dengan Leonard yang justru tersenyum.
“*CHRINGGG…”
Tubuh Leonard bersinar kembali dengan terang benderang, hingga membutakan mata mereka berempat.
Kemudian…
“*BHUK!!!”
““Akh…””
…ia memukul mereka semua dengan sekali ayunan pukulan, hingga mereka tidak sadarkan diri.
“…”
“Hieeekh!”
Setelah itu Leonard menatap Garry, hingga membuatnya ketakutan.
“Shamanism, ya?! Kalo gitu, coba serang gue pake Shamanism lo, Garry Ge—”
“WUAAAAARRR!!!”
“*CHRAK!!!”
“Aaaargh!”
Leonard dikejutkan dengan kedatangan seekor Nue, yang mencakarnya.
Tetapi Leonard tahu siapa dibalik Nue tersebut.
“Grahahaha! Bener dugaan gue! Ternyata lo itu Druid!”
Seru Leonard kepada Machinno, yang sedang menggunakan wujud seekor Nue.
“Graaaagh!”
“*BHUK!!!”
“Wrrrr…”
“Bagus! Semakin banyak Petarung sama Tantangan yang gue dapet di sini!”
“*SWUSH!!!”
“*BRUK!!!”
“Akh…”
Leonard pun memukul Machinno dengan sangat keras, lalu melemparnya menuju Garry, hingga mereka berdua tidak sadarkan diri.
“Haaaaaaah…!”
Teriak Leonard, yang menghela nafas dengan keras, setelah ia merasa bahwa ia telah menaklukan Aquilla, Taurus , dan Ryūhime secara bersamaan.
Hingga akhirnya…
“*TUK!!!”
“Gue… masih bisa berdiri… Leonard…!”
“Grahahaha! Gue juga yakin kok, Myllo!”
…Myllo, satu-satunya anggota Aquilla yang masih bisa berdiri, walaupun terluka berat, kembali menyerangnya.
Karena aksinya, ronde terakhir antara Myllo dan Leonard pun akan segera dimulai.