Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 336. The Murderous Lion



Aquilla Party berhasil mengalahkan Spirit Beast yang bernama Cthorach di Hazhroom Forest, berkat Gia


yang telah mendapatkan kekuatan barunya.


Setelah mereka berhasil membebaskan warga Mushmush Village dan mengalahkan para penculik warga tersebut, kini mereka hendak berlayar menuju Chaoseum, di mana mereka menemukan petunjuk keberadaan anggota mereka, Luvast, serta mantan rekan Sylvia yang bernama Tarruc Taur.


“G-Gila! Bukannya ini Dungeon ini cuma bisa dikalahin Pahlawan Dalbert?!”


“Sekarang… justru Aquilla yang taklukin Dungeon itu?!”


““H-H-Hebat banget!””


Pencapaian Aquilla kembali tersiar. Warga dunia kembali mengelukkan nama mereka.


Namun, beberapa hari setelah Myllo dan beberapa anggotanya berhasil menaklukan Cthorach.


“S-Slasher, kita udah sampe di Chaoseum…”


“…”


Slasher membuka matanya, setelah Sonda membangunkannya.


Bersama-sama, mereka hendak keluar dari kapal yang mereka gunakan dan pergi ke dalam Chaoseum.


“Ngomong-ngomong, untung aja gue temuin lo di bawah air terjun, Kritach.”


“D-Diamlah, Hobart! Jangan membahas ini di depan Tarruc! Jika ia tahu, maka saya—”


“*Pluk…”


“S-SLASHER! JOROK SEKALI!”


“Ah, maaf.”


Jawab Slasher dengan singkat, setelah ia melempar kotoran hindungnya dan menempel di wajah Kritach.


“Tapi, Kritach, daripada lo khawatirin Tarruc…”


“Hm?! Apa yang akan engkau kata—”


“Mending lo siapin diri lo dulu untuk hadapin The Executioners.”


Jelasnya kepada Kritach.


“Nggak cuma Kritach aja. Kita semua harus siap untuk terima resiko balik ke tempat ini tanpa bawa apa-apa.”


“B-Ba-Bahkan… anggota dari Bastheus pun berkurang. Artinya—”


“Jangan ada yang lanjutin!”


Potong Slasher ketika Mila sedang berbicara.


“Semoga aja… gue bisa—”


“Tanggung semuanya?! Udah berapa kali lo bilang begitu?! Masa sih lo harus—”


“Seenggaknya kalo gue yang kenapa-kenapa, Tarruc masih punya anggota lain selain gue! Paham?!”


“S-Slasher…”


Bisik Sonda, setelah mendengar seruan Slasher dengan khawatir.


““…””


Bersama-sama mereka memasuki Chaoseum.


Sambil berjalan mengitari arena yang luas yang dipenuhi oleh penonton, mereka menyaksikan beberapa Petualang yang sedang bertarung.


“Itu kan…”


“Ollie Remington, yang beberapa hari yang lalu udah naik jadi Kasta Jingga. Sekarang lagi giliran dia, ya?”


Bisik Lozrick, sambil menyaksikan pertarungan antara Ollie dan Petualang lainnya melawan beberapa Monster.


((Bending Axe))


““*Chringgg…””


“Keuk…”


Ollie menahan serangan pedang dari beberapa Orc dengan kedua kapaknya.


““*Jlub…””


((Needle Magic: Empowerment))


Dengan duri-durinya, Zorlyan menusuk Ollie untuk meningkatkan kekuatannya.


Oleh karena itu…


“Hraaaaaagh!”


“*Swush…”


““Graaagh!””


…Ollie mampu memukul mundur beberapa Orc yang menyerangnya.


“Sekarang! Vast!”


“Hraaaagh!”


“*Shringgg…”


{Vlerion Sword Art: Nature Strike}


““*Shrak!””


““…””


Karena aba-aba dari Ollie, Luvast langsung memenggal seluruh Orc dengan sekali ayunan pedang.


““WUOAAAAAAH!!!””


“Keren banget!!!”


“Mereka bisa bantai semua monster itu bertiga aja!”


Seru seluruh penonton yang memuji Vast, Zorlyan, dan Ollie.


Setelah itu, mereka pun meninggalkan arena dengan beberapa pengawal yang berada di sekeliling mereka.


“Buruan masuk!”


“Sebentar lagi mau ada pertunjukkan spesial!”


Seru beberapa pengawal sambil menarik mereka bertiga, yang telah dilengkapi dengan Mana-Restrictrion


dan rantai di leher, tangan, dan kaki mereka.


“*Tap!”


“Woy, High Elf! Buruan masuk!”


“…”


Luvast menatap salah seorang pengawal dengan tajam, setelah pengawal tersebut menepuk pundaknya.


“Vast, bukan sekarang.”


“Cih!”


Ketus Luvast dengan kesal, setelah Ollie memperingatkannya.


Sambil berjalan kembali ke dalam sel tahanannya, Luvast bertanya sesuatu kepada Ollie.


“Ollie, bukankah tadi seharusnya giliran rekan anda Paul yang bertarung? Mengapa anda tidak membiarkannya? Bahkan anda memukulnya hingga tidak sadar—”


“Lo nggak perlu ikut campur! Itu urusan gue sama anggota gue! Aliansi kita ini bukan artinya lo bisa campurin urusan Lynx, Vast!”


“Tetapi—”


“Dia ada benernya, Vast.”


Sahut Zorlyan kepada Luvast, ketika ia hendak bertanya kepada Ollie.


““…””


Suasana antara mereka pun hening. Tidak ada satupun kata keluar dari mereka, sebelum menyaksikan pertarungan selanjutnya dari balik jeruji.


Sementara itu, Slasher dan rekan-rekannya memasuki sebuah ruangan khusus yang letaknya berada di atas dan mampu menyaksikan langsung pertarungan di arena tempat tersebut.


Di dalam ruangan tersebut terdapat Bastheus Brawrackus dan dua orang lainnya. Mereka adalah tiga petinggi Leo Guild, yang disebut sebagai The Executioners.


“Oh! Kalian udah dateng, ya?!”


“Hm? Kenapa kalian dekil kayak gitu?”


Tanya dua orang yang bersama dengan Bastheus.


“Terus, kemana semua “sampah” yang gue kasih ke kalian?!”


Tanya Bastheus kepada Slasher dan rekan-rekannya.


““…””


Mereka semua terdiam dengan gemetar.


Hingga akhirnya…


“Nggak usah banyak omong, deh! Gue kesini mau ketemu bos kalian!”


““…””


…Slasher dengan berani menjawab ketiga Executioners, hingga mereka hanya bisa terdiam mendengarnya.


“Woy! Kenapa kalian diem aja! Gue kesini tuh mau ketemu—”


“*BHUK!!!”


“Uhok!”


“*Bruk…”


Seketika Slasher dipukul dengan keras oleh Bastheus, hingga ia batuk berdarah dan terjatuh.


“Cih! Dasar bajingan! Apa maksud lo pukul gu—”


“*Bruk…”


Kepala Slasher kemudian diinjak oleh Bastheus, ketika ia hendak mempertanyakan aksinya yang memukulnya.


“SLASHER—”


“Ups!”


“*Shring…”


“Maju selangkah lagi, darah lo gue hisap pake sabit ini!”


“…”


Sonda pun terdiam, ketika mendapati adanya sebuah sabit panen yang diarahkan oleh seorang Executioner


lainnya.


“Woy, Slasher.”


“*Krrrttt…”


“Lo penasaran kan dimana bos kita?”


Tanya Bastheus, sambil menjambak rambut Slasher, dengan maksud menunjukkan pertarungan yang akan berlangsung di arena Chaoseum.


“Perhatiin baik-baik! Karena sebentar lagi dia mau kasih “panggung spesial” untuk semua penonton yang ada di


sini!”


Seru pria tersebut sambil menjambak Slasher.


Bersama-sama, mereka semua yang berada di ruangan tersebut menyaksikan arena pertarungan.


“Hadirin sekalian! Saatnya kita menyaksikan pertarungan spesial! Tantangan kali ini adalah kepala dari monster-monster mengerikan, yang sebelumnya telah dibantai habis oleh tiga Petualang sebelumnya!”


““*Prok, prok, prok…””


““Woooaaah….””


“Total mereka ada puluhan?!”


Seru beberapa penonton ketika menyaksikan sekitar puluhan Orc Chief yang memasuki arena pertarungan.


“Wuah! Ada sekitar 30 Orc Chief yang ada di sini! Kira-kira siapa ya yang bisa bantai mereka semua?!”


Seru sang pembawa acara, sehingga membuat seluruh penonton heran.


“Iya juga, ya!”


“Bahkan satu Orc Chief aja bisa imbangin satu Petualang Kasta Merah!”


“Terus siapa yang berani lawan mere—”


“Tenang saja, hadirin sekalian! Kali ini, yang akan menghadapi semua Monster ini adalah…”


““Hm?””


““…””


Semua yang menyaksikan arena menjadi penasaran dengan pria yang akan menghadapi para Orc Chief.


“Pencipta Chaoseum! Guildmaster dari Leo Guild!”


““WUOAAAAAAHHH!!!!!””


“Hadirin sekalian! Tolong sebut namanya!”


““LE-O-NARD!!! LE-O-NARD!!! LE-O-NARD!!! LE-O-NARD!!!””


Teriak seluruh penonton yang memanggil nama Leonard.


Hingga akhirnya…


“*Swush…”


“*BRUK!!!”


““WUOAAAAAAHHH!!!””


…Leonard menampakkan dirinya dengan mendarat dari atas udara, hingga membuat seluruh penonton terpukau menyaksikannya.


“Maarq qoätax!”


“Ogjamakï!”


Seru beberapa Orc Chief menggunakan Bahasa Monster, sambil bergerak menyerang Leonard.


Akan tetapi…


“*Tap…!”


“*Crat…!”


““WUOOOOOHHH!!!””


…dengan mudah Leonard menggenggam kepala salah satu Orc Chief, kemudian menariknya hingga terpisah dari Tubuh-nya.


“*SWUSH!!!”


““*CRAT! CRAT! CRAT!””


Ia kemudian melempar kepala Orc Chief itu dengan sangat keras menuju 5 Orc Chief yang ada di depannya, hingga 5 Orc Chief itu juga harus kehilangan kepalanya.


““*BRUK, BRUK, BRUK…””


““*CRAT! CRAT! CRAT!””


Ia terus memukul seluruh Orc Chief dengan sangat brutal, hingga akhirnya tersisa satu Orc Chief.


“K-Keterlaluan…! D-Dasar Manusia keji—”


“Hah? Ternyata lo bisa Bahasa Intelektual?”


“A-Apa maksud an—”


“*CRAT! CRAT! CRAT! CRAT!”


“Gruaaaaagh!”


Dengan tanpa adanya rasa belas kasihan, Leonard menarik kedua tangan dan kaki Orc Chief terakhir hingga terpisah dari Tubuh-nya.


“*Fuuuuu…”


Kemudian Leonard menarik napas secara mendalam, lalu…


“GRAAAAAGGGGHHH!!!”


““!!!””


…ia berteriak dengan sangat keras, hingga seisi Chaoseum terdiam karenanya.


“SEMUANYA!!! DENGER GUE!!!”


““…””


“BIARIN HIDUP ATAU BUNUH?!?!”


Tanya Leonard dengan berteriak kepada seluruh penonton yang berada di Chaoseum.


““BU-NUH!!! BU-NUH!!! BU-NUH! BU-NUH…!!!””


Seru seluruh penonton kepada Leonard.


Oleh karena itu Leonard bersiap untuk membunuh Orc Chief tersebut.


Akan tetapi, sebelum ia memulai aksinya, Orc Chief itu menyampaikan sesuatu yang membuatnya kesal.


“T-Tidak saya sangka… ada orang… yang bahkan lebih hina… dari sekedar Slime—”


“*Krrrttt…”


Leonard langsung menggenggam keras kepala dan pundak Orc Chief tersebut.


“Tau diri sedikit lo! Udah nggak punya tempat di dunia ini, masih berani lo ngomong kayak gitu!”


Bisik Leonard kepada Orc Chief tersebut, walaupun sudah hampir hilang kesadarannya.


Lalu…


“*Shrraaaaattt…”


““WUOAAAAAHHHH!!!””


…ia menarik kepala Orc Chief tersebut, hingga tulang punggungnya ikut tertarik dari tubuhnya.


Hal tersebut membuat seluruh penonton menjadi sangat terhibur.


“G-Gi-Gila…”


Bisik Zorlyan yang begitu terkejut dan gemetar ketakutan, ketika ia menyaksikan pembantaian yang Leonard lakukan dari balik jeruji.


“O-Ollie… Vast…”


““…””


“S-Se… Seriusan kita… mau lawan dia…?!”


““…””


Luvast dan Ollie terdiam ketika Zorlyan bertanya kepada mereka.


Bersama-sama mereka mulai meragukan aliansi yang mereka ciptakan untuk menjatuhkan Leonard.


““LE-O-NARD!!! LE-O-NARD!!! LE-O-NARD!!!””


“…”


Leonard menyaksikan seluruh penonton yang bersorak memujinya, sebelum ia meninggalkan arena pertarungan.


Namun semua yang menyaksikan pertarungannya tidak menyadari apa yang saat ini ia rasakan.


“Dasar Orc sialan! Berani-beraninya dia sebut gue, Leonard Rochdale, lebih hina dari sekedar Slime!”


Pikir Leonard dengan kesal, setelah mendengar kata-kata dari Orc Chief terakhir yang ia bunuh.


“…”


Kemudian ia memasuki ruangan miliknya, di mana ia melihat adanya…


“Hm? Ternyata udah balik?”


“…”


…Slasher yang dalam keadaan kritis karena Bastheus.


“Bos! Ternyata udah balik—”


“Bastheus. Lepas dia.”


“Bos! Anggota gue mati semua karena dia! Gue harus—”


“BERANI LO BANTAH GUE, BASTHEUS?!?!”


“Cih! Maaf, bos!”


Balas Bastheus, yang sebelumnya menyiksa Slasher di hadapan rekan-rekannya, sementara rekan-rekan Slasher dihalangi oleh dua pria lainnya.


“Coba jelasin ke gue, Slasher.”


“…”


“Bener nggak apa yang dibilang Bastheus?”


“B-Bener, Leonard.”


Jawab Slasher yang hampir hilang kesadarannya.


“Kenapa bisa? Lo bunuh mereka semua?”


“N-Nggak! K-Kita hampir dapet… Petualang… yang lagi naik daun…!”


“Lagi naik daun? Siapa yang lo maksud?”


“Aquilla Party… yang dipimpin Myllo Olfret—”


“*BRAK!!!”


““!!!””


Semua yang berada di ruangan tersebut terkejut dengan Leonard yang menghancurkan meja miliknya.


“Myllo… Olfret…?”


“Y-Ya. Karena dua anggotanya yang namanya Garry Geri sama Djinn Dracorion… kita gagal dapetin—”


“GRAAAHAHAHAHA!!!”


Tawa Leonard, yang menyela penjelasan Slasher.


“Kalian semua!”


“…”


“Gue mau kalian kejar mereka lagi secepetnya!”


“T-Tapi kita—”


“Kalo kalian berangkat besok, gue ijinin kalian untuk temuin Kapten kalian, Tarruc!”


Perintah Leonard kepada Slasher dan rekan-rekannya.


“Tunggu, Leonard! Tapi kita juga nggak tau di mana mereka—”


“T-T-Tenang, Slasher…”


“M-Mila! Jangan ikut cam—”


“A-A-Aku… bisa cari tau keberadaan mereka…”


Jelas Mila dengan gugup.


“Nggak gue sangka! Bahkan denger nama adek lo aja bisa bikin gue seneng kayak gini, Sylv!”


Pikir Leonard, yang seakan berbicara dengan Sylvia, mantan rival abadinya.