
Keesokan harinya, setelah Djinn tersegel dan dibawa ke penjara terdalam di Snellsham Point.
“Kita harus ikut rapat antara mereka, ya?”
“Iya, Dalbert. Tapi Myllo…”
“Dia teh kekeuh untuk di samping Djinn. Makanya kita teh ikut rapat tanpa dia.”
Gia, Garry, dan Dalbert menghadiri undangan dari Maghroz tanpa kehadiran Myllo.
Bersama-sama, mereka datang di gedung yang sebelumnya merupakan Chemia Guild, yang kali ini telah menjadi tempat tinggal bagi sebagian besar Klan Mistyx.
Sebelum mereka masuk ke dalam gedung tersebut, mereka mendapati Angela, Eìmgrotr, Zhivreeg, dan Lephta yang berdiri di depan gedung tersebut.
“Ketika kembali ke gedung ini, entah mengapa ada rasa rindu di dalam diri saya, walaupun kenangan buruk lebih banyak dibandingkan kenangan manis.”
“Kau benar, Angela. Walaupun semua ulah Ghibr, namun kita tidak bisa melupakan beberapa rekan kita yang sama terlukanya dengan Berius.”
“Apalagi mereka semua sekarang…”
“Ya. Mereka ada dipenjara. Semoga aja kita bisa bantu mereka semua.”
Sahut Angela, Eìmgrotr, Zhivreeg, dan Lephta secara bergantian.
“Kalian udah di sini, ya?”
“Aquilla. Ke manakah perginya Myllo Olfret?”
“Dia… Dia temenin Djinn. Makanya cuma kita bertiga yang dateng di tempat ini.”
“Seperti itu, kah? Ternyata ia benar-benar menemani Tuan Dracorion, sesuai dengan kata-katanya.”
Balas Angela ketika mendengar penjelasan Dalbert.
Bersama-sama, mereka memasuki kediaman Mistyx itu.
“*Tok, tok, tok…”
“Silakan masuk.”
“*Krieeekk…”
Mereka bersama-sama memasuki ruang milik Maghroz.
Di dalam sana, terdapat Maghroz yang ditemani Auqveern dan beberapa Menteri dari Gazomatron.
“Tunggu, bukannya ada Menteri yang cewek, ya? Dia ke mana?”
“Dia… undur diri, setelah jalanin tugas untuk bawa Mistyx ke Gazomatron Federation. Mungkin Pak Presiden belum tunjuk penerusnya siapa. Jadi ya… kita juga lagi krisis anggota, sih. Ahaha…”
Jelas Nirron yang ditutup dengan tawa yang sedikit canggung.
Ketika berada di sana, mereka menunggu kedatangan beberapa orang yang diundang oleh Maghroz, seperti Styx dan para Siren.
“*Krieeekk…”
“Maafkan keterlambatan kami.”
Kata Nemesia, yang datang bersama dengan Delolliah dan Jennania.
“Artinya tinggal Bella aja, ya—”
“Maaf semuanya. Bella nggak bisa hadir, jadinya gue yang gantiin.”
Sahut Devania yang datang dari balik pintu ruangan itu.
“Anu, Devania. Kira-kira alesan Bella apa, ya?”
“Dia katanya ikut Myllo nemenin Djinn di Penjara Level 10.”
“Oh, gitu ya? Yaudah, mungkin kita bisa lanjut, Pak Maghroz.”
“Ya.”
Dengan berkumpulnya mereka semua, Maghroz menjelaskan lebih rinci tentang kekuatan Djinn.
Selain dirinya, Nemesia sebagai penjaga Hidden Hidden Dungeon of Whisper juga ikut menjelaskan dari segi sejarah kepada mereka mengenai hal macam apa yang Djinn saksikan di dalam Chamber of Ancient Armament. Walaupun ia hidup ribuan tahun, nyatanya ia merasa bahwa sejarah yang ia saksikan tidaklah sebanyak yang bisa disaksikan oleh Djinn.
“Mungkin ada rekaman sejarah yang hanya dirinya bisa lihat selama ribuan tahun yang lalu. Namun, aku rasa Melchizedek masih hidup setelah ribuan tahun setelah Hari Penghakiman.”
“Maksudnya?”
“Bisa saja ada rekaman memori darinya ribuan tahun setelah Hari Penghakiman yang disaksikan oleh Pria Terjanji. Tetapi aku tidak menyaksikan hal tersebut.”
Jelas Nemesia kepada mereka semua.
Namun, masih ada beberapa dari mereka yang terlihat bingung dengannya.
“Gue mau tanya, dong.”
“Silakan, Dalbert Dalrio.”
“Lo bilang ada rekaman Melchizedek setelah Hari Penghakiman, kan? Artinya, dia masih keliling-keliling untuk pasang memorinya, ya?”
Tanya Dalbert kepada Nemesia.
“Mungkin kau bisa bilang seperti itu. Tetapi rekaman memori yang berada di dalam Chamber of Ancient Armament telah terhubung dengan pikirannya sampai ia menemui ajalnya. Ia bisa memasang memori apapun yang menurutnya dapat membantu Pria Terjanji, serta menyediakan kekuatan yang seharusnya ia miliki.”
““!!!””
Mereka semua terkejut dengan apa yang dijelaskan Nemesia.
“Gila…!”
“Menyambungkan pikirannya dengan ruang yang tersembunyi di Geoterra?!”
“Pantas saja ia disebut Mahluk Fana yang setara dengan Mahluk Abadi! Tidak, ia bahkan setara dengan Dewa!”
Sahut Dalbert, Angela, dan Eìmgrotr yang sangat terkejut.
Selanjutnya Maghroz menjelaskan tentang kekuatan Djinn dengan lebih rinci.
“Di Hidden Dungeon of Vision, ia menerima Mata. Sementara di Hidden Dungeon of Whisper, ia menerima Telinga. Salah satu kemampuan dari Telinga adalah Bisikan. Namun, ada yang harus saya curigai sebelumnya.”
Kata Maghroz kepada mereka semua.
“Walaupun ia seharusnya mendapatkan Perintah terlebih dahulu, seharusnya kekuatan yang ia terima bisa menyesuaikan dengan dirinya di dalam Chamber of Ancient Armament. Jika ia tidak bisa mengendalikan Bisikan yang ia dengar, artinya ada sesuatu yang terjadi di Chamber of Ancient Armament.”
““…””
Seketika beberapa dari antara mereka menatap Nemesia.
Merasakan tatapan itu, Nemesia pun mengakui kesalahannya.
“Maafkan aku sebelumnya, Sage Maghroz.”
“Mm?”
“Karena diriku yang hendak membunuhnya, aku… meledakkan Chamber of Ancient Armament, ketika dirinya sedang berada di dalam.”
“!!!”
Maghroz terkejut dengan apa yang dikatakan Nemesia.
“Meledakkannya?! Bagaimana mungkin?! Chamber of Ancient Armament sangatlah kuat! Bahkan serangan
Mahluk Abadi pun tidak bisa menghancurkannya!”
Jelas Maghroz yang masih tidak percaya dengan Nemesia.
“A-Aku…”
“Ia menggunakan Wavebringer untuk menyerang Djinn, ketika ia berada di dalam Ru—”
“Tidak! Sepertinya itu mustahil! Seharusnya Wavebringer—”
“Biar aku menjelaskan semuanya, Sage Maghroz.”
Nemesia menjelaskan tentang penyebab dirinya yang menggunakan Wavebringer itu.
“Mungkin aku menggunakannya untuk mengusir para Pendatang, ratusan tahun yang lalu. Namun, ketika aku mengambilnya, aku mempelajari… apapun yang telah disembunyikan oleh Melchizedek. Oleh karena itu… aku berusaha mempertahankan para Siren di Hidden Dungeon of Whisper… dengan cara membunuh—”
“Sudahlah, wahai Penguasa Samudera. Hamba mengerti apa yang anda rasakan. Namun, hamba mengundang anda beserta rekan-rekan sekalian untuk membahas sesuatu yang akan terjadi.”
Potong Maghroz yang hendak ke inti permasalahan yang ada.
“Sesuatu yang akan terjadi…?”
“Benar, Murid Apostle. Sebelum saya melanjutkan, saya ingin menyampaikan sesuatu kepada anda sekalian.”
““…””
“Saya yakin, yang dilihat dan didengar oleh Pria Terjanji adalah masa depan yang akan datang dalam waktu yang tidak bisa kita tentukan.”
““!!!””
Beberapa dari tamu undangan terkejut dengan Maghroz.
Namun, beda halnya dengan beberapa anggota Aquilla dan Delolliah.
“A-Aku udah curiga soal itu…”
““…””
Semua mengalhikan perhatian mereka kepada Gia.
Sebelum menjelaskan, Gia teringat akan Djinn yang memeluknya dengan erat, sambil berkata…
“Hiks! Hiks! Maafin gue, Gia… A-Andai gue dateng lebih cepet… Mungkin lo masih bisa hidup!”
Karena teringat akan itu, Gia menjelaskan apa yang Djinn katakan kepadanya.
“A-Artinya…”
““!!!””
Semua terkejut dengan konklusi dari Gia.
“Huaaaa! Teh Giaaa! Jangan tinggalkeun aing!”
“I-I-Iya! Aku juga belom mau mati secepet itu, Garry!”
Seru Gia, sambil melepas lengannya dari pelukan Garry.
Setelah Gia, Delolliah menjelaskan sesuatu kepada mereka semua karena teringat sesuatu.
“JANGAN MAKAN GAZO STONE ITU!!! JANGAN JADI SEA SERPENT!!!”
Karena teringat akan teriakan Djinn, Delolliah pun menjelaskan kepada semuanya.
“Jika memang yang dikatakan Djinn, artinya aku… akan memakan Serpent-Heart?”
““!!!””
Semua Siren yang berada di tempat itu terkejut dengan apa yang dikatakan Delolliah.
“Delolliah?! Mengapa engkau memakan benda yang mengutuk seluruh Siren pria?!”
“A-Aku juga tidak tahu, Kakak Nemesia!”
“Bisa jadi, di hari yang akan datang, Kakak Delolliah begitu putus asa, hingga melakukan tindakan sembrono seperti itu.”
Kata Nemesia, Delolliah, dan Jennania secara bergantian.
“Artinya…”
“Akan ada sesuatu yang besar, yang akan mengacaukan semua yang ada di Gazomatron Federation…”
Bisik Auqveern dan Eìmgrotr, setelah mendengar penjelasan Gia maupun Delolliah.
Namun, masih ada sesuatu yang ganjil bagi beberapa yang mengikuti rapat dengan Maghroz.
“Artinya, kita harus memastikan siapa yang bisa membuat kekacauan seperti itu, yang terdengar sangat berbahaya.”
“Anda benar, Nyonya Meadow. Walaupun Gazomatron dan Mistyx udah bersatu, tapi masih ada yang bisa bikin kacau separah itu.”
Balas Nirron kepada Angela.
“Apa mungkin… Monster Laut yang disebut Hueyacoatl?”
“Sepertinya tidak. Jika Jörnarr yang menyerang, sepertinya kita semua bisa membujuknya.”
“A-A-Apa mungkin… Serpentis yang nyerang negara ini?”
“Ghibr sih bisa juga. Keliatannya masih ada beberapa hal yang belum dia tunjukkin.”
Kata Garrett, Nemesia, Garry, dan Zhivreeg secara bergantian dengan maksud menebak-nebak pihak yang akan dapat membahayakan Gazomatron.
Hingga pada akhirnya, Dalbert memberikan jawaban yang pasti kepada mereka.
“Gimana kalo Children of Purgatory?”
““!!!””
Semua kembali terkejut.
“Untuk kalian yang ada di ruang perawatan, kalian pasti inget kan Djinn teriak apa?”
““…””
Bersama-sama, mereka teringat akan Djinn yang berteriak…
“DASAR SETAN LO, CHILDREN OF PURGATORY!!!”
““…””
Setelah teringat, mereka mulai menyetujui apa yang Dalbert katakan.
“Kau benar, Dalbert.”
“Artinya, bisa saja mereka semua yang menyerang—”
“*Bruk…”
““…””
Semua menatap Auqveern yang terjatuh dari kursinya.
“B-B-Bahaya… Bahaya! Kenapa harus mereka yang dateng?!”
Seru Auqveern dengan panik.
Tidak hanya dirinya saja yang khawatir dengan sekte sesat tersebut.
“G-G-Garrett!”
“Ya! Gue siapin sekarang juga!”
Seru Garrett kepada Nirron, yang langsung berlari untuk mempersiapkan pasukan unit Gazobot.
“Tunggu! Aku teringat akan sesuatu!”
“A-Apa, Jennania?!”
“…”
Jennania menjelaskan bahwa Djinn berbisik…
“Ke-Ke-Kenapa… Kenapa mereka semua jadi Ghoul…?”
Mendengar penjelasannya, mereka semua menemukan mendapatkan kesimpulan.
“Artinya…”
“Bi-Bisa saja warga negara ini terkutuk menjadi Ghoul, lalu mereka dipimpin oleh sekte penyembah Iblis yang
Auqveern maksud!”
Jelas Jennania kepada semua yang berada di rapat tersebut.
“*Brak!”
“Keterlaluan…! Tidak saya sangka, bahwa mereka bergerak secepat itu!”
Seru Maghroz, sambil memukul meja.
“Tapi kenapa mereka tiba-tiba dateng ke Gazomatron?! Bukannya harusnya ada Sea Serpent yang berjaga-jaga di sekitar Postriard Island?!”
““…””
Semua menatap Nirron, khususnya Delolliah dan anggota Virgo.
“Maaf sebelumnya. Bisakah kau mengatakan kembali apa yang telah kau katakan sebelumnya?”
Tanya Delolliah kepada Nirron.
“S-Seharusnya Postriard Island itu susah ditembus karena ada Sea Serpent di sekitar kepulauan ini. Pilihan
para pendatang itu, antara masuk lewat Clamista Village, Brichaudry Point, atau tepi pulau yang—”
“Si-Sial!”
Seru Delolliah yang memotong penjelasan Nirron.
“Ka-Karena ulahku dan Petualang lainnya, Sea Serpent menjadi terbantai…!”
“Apa?!!”
Nirron sangat terkejut dengan penjelasan Delolliah.
“Baiklah! Kita tidak punya waktu lebih lama lagi! Alangkah baiknya jika kita bergegas untuk bersiap menghadapi sekte sesat itu!”
““Ya!””
Seru semua yang berada di dalam ruang milik Maghroz.
Namun, waktu mereka tidak banyak.
“Woy! Ngapain lo di—”
“Maaf, maaf, maaf! Ini penting!”
““…””
Semua yang hendak keluar mendengar adanya suara dari luar ruangan.
“*Brak!”
“M-Menteri Nirron! B-B-Bahaya!”
“Ada apa?! Kenapa—”
“A-A-ADA PULUHAN UNDEAD DRAGON YANG TERBANG DARI JARAK 710-KIZYAT[1]!”
““!!!””
Mereka semua sangat terkejut dengan peringatan dari ajudan Nirron.
“Cih! Ternyata secepet itu ya mereka datengnya?!”
Bisik Dalbert dengan kesal.
_______________
[1]Satuan pengganti kilometer.