
Slasher berhasil mengalahkan beberapa anggota Leo Guild yang tiba di dalam Hidden Dungeon.
Saat ini ia sedang menyusul Sonda, setelah rekannya tersebut meninggalkan dirinya.
Sementara itu, di sekitar Hidden Dungeon, di mana ia ketiga anggota Aquilla, Gia, Garry, serta Machinno, yang
akan tiba bersama sebagian besar anggota Taurus.
“*Prang…!”
“Aku udah tahan mereka! Serang sekarang!”
((Element Switch: Thunder Club))
“*Jgrum!”
““Aaargh!””
Saat ini, mereka sedang bertarung dengan beberapa anggota Leo Guild, yang mereka temui di tengah perjalanan menuju Chamber of Ancient Armament.
“Dasar keterlaluan kalian! Kalian nggak takut ya, kalo Leonard bisa—”
“Bawel!”
“*Jgrum!”
Dengan gada besar yang diselimuti petir, Lozrick memukul salah seorang anggota Leo, hingga tidak sadarkan diri.
“T-Tinggal sisa satu dari antara mereka semua! Dia itu Marksman! Kalian hati-hati ya! Dia bisa ngumpet di antara awan-awan ini!”
Jelas Mila, yang memberikan instruksi kepada rekan-rekannya.
Namun mereka semua tidak menduga…
“Aaaaargh! A-Apaan nih?!”
“Eh?! Suara dari mana tuh?!”
“Kayaknya dari—”
“Eh! Mahluk kerdil itu bukannya anggota kalian?! Kok ada di sana?!”
““!!!””
…bahwa Machinno berhasil menemukan Marksman tersebut. Sementara semua menyaksikan dirinya dengan tidak percaya.
Khususnya Mila.
“B-Bukannya dia tadi ada di samping aku?! Kok tiba-tiba dia ada di sana?!”
Pikirnya dengan heran karena melihat aksi Machinno.
““…””
Mereka pun menghampiri Machinno yang berada di samping Marksman itu, sebelum mereka bersama-sama menginterogasinya.
“A-A-Ampun…! Gue nggak—”
“Jawab saya! Mengapa kalian ada di sini?!”
“K-Ki-Kita ke sini… karena perintah dari Leonard langsung!”
Jawab Marksman tersebut dengan gemetar ketakutan kepada Kritach, yang bertanya dengan nada lantang.
Sementara mereka semua merasa heran ketika mendengar jawaban Marksman tersebut.
“Perintah dari Leonard?! Emangnya dia tau ada Hidden Dungeon di Kumotochi?!”
“Kok dia bisa tau?! Emangnya dia pernah ke sini?!”
Bisik Lozrick dan Hobart dengan heran.
Tetapi tidak bagi Mila, yang mengetahui maksud dari Marksman tersebut.
“A-Apa mungkin…”
“Hm? Ada apa, Mi—”
“A-A-Apa mungkin… Leonard juga ikut ke sini…?”
““!!!””
Mereka semua terkejut dengan pertanyaan Mila.
“Tunggu, Mila! Jangan ambil kesimpulan kayak gitu! Mana mungkin dia tiba-tiba ada di sini?!”
“Lozrick benar, Mila! Ia terlalu mencintai Chaoseum! Tidak mungkin ia meninggalkan—”
“Khekhekhekhekhe!”
Marksman tersebut tiba-tiba tertawa dengan aneh, ketika melihat seluruh anggota Taurus yang ada di hadapannya menjadi cemas.
“Woy! Lo ngetawain apaan—”
“B-B-Bener banget…! L-Leonard ada di sini…! Dia udah hampir hancurin negara… yang jaga pintu masuk Hidden Dungeon ini…! K-Kalian nggak akan selamat kalo ketemu di—”
“*BHUK!!!”
“*Crat…”
Dengan amarah yang meluap, Lozrick memukul kepala Marksman tersebut dengan gada besar miliknya, hingga terbunuh dengan pendarahan di kepalanya.
“S-S-Sial…!”
“D-D-Dari semua orang yang ada d-dateng… k-kenapa harus orang itu…?!”
“…”
Gia hanya bisa terdiam ketika melihat kegelisahan anggota Taurus.
“A-A-Aku… takut…!”
“A-Apa mungkin… usaha kita… sia-sia…?”
Bisik Mila dan Hobart dengan gemetar ketakutan.
“T-Terus… kita harus bagaimana…?”
“Kita terus lanjutin perjalanan kita ke Chamber of Ancient Armament!
Jawab Gia dengan tegas kepada Kritach.
“M-Melanjutkan perjalanan kita menuju Chamber of Ancient Armament?! Apa anda sudah gila?! Sekarang kita—”
“Perhatiin baik-baik! Hembusan angin yang tadi tiup kita terus udah nggak ada! Artinya ini kesempatan kita
untuk ke sana!”
“Dasar bodoh! Lebih baik anda merasa sedikit khawatir! Anda akan menyesal jika—”
“Itu perintah Kapten aku! Mending kita sama-sama ke sana, supaya kita bisa ketemuan di sana! Kalo pun ada
Leonard, kita hadapin sama-sama!”
“Keuk…! Baiklah…!”
Karena keputusan Gia, mereka pun bersama-sama melanjutkan perjalanan mereka menuju Chamber of Ancient Armament. Tetapi ketika dalam perjalanan, Garry dan Machinno mendapati sesuatu yang Gia sembunyikan dari para anggota Taurus.
“Gia… terlihat—”
“*Tap…”
“J-Jangan sia sebutkeun, Machinno.”
Kata Garry sambil menepuk pundak Machinno.
“Nggak cuma Teh Gia wae yang takut sampe gemeteran kitu tangannya…! Aing teh juga ngerasa takut…!”
“Machinno… juga…”
Balas Machinno, yang juga gemetar ketakutan seperti Garry.
“S-Semuanya…! Berhati-hatilah…!”
““…””
“Tidak hanya Leonard saja yang berbahaya…! The Executioners juga berbahaya…! T-Tetapi kita juga harus
mewaspadai Petualang lainnya…!”
“Petualang lainnya? Emangnya ada yang sama bahayanya kayak The Exe—”
“Gia, tentunya anda memperhatikan Kasta dari para Petualang yang kita lawan, bukan?”
“Ya. Mereka semua Kasta Hijau atau Kasta Kuning.”
“Benar. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan Petualang Kasta Jingga! Dari antara kita semua, hanya
saya yang memiliki Kasta Jingga! Jika kita bertemu dengan Petualang Kasta Jingga, alangkah baiknya jika kita menghindari mereka!”
“OK, Kritach!”
Balas Gia kepada Kritach, sambil melanjutkan perjalanan mereka menuju Chamber of Ancient Armament.
Sementara itu, di lokasi lain yang berada di dalam Hidden Dungeon.
““Aaargh!””
Myllo juga sedang bertarung dengan anggota Leo Guild. Ia memukul beberapa di antara mereka dengan
tongkatnya, hingga mereka semua tidak sadarkan diri.
“Cih! Pantes aja Bos Leonard mau dia—”
“Liat kemana lo, anjing?!”
Seru Djinn, sebelum ia…
“*Bhuk!”
“…”
…memukul anggota Leo tersebut hingga tidak sadarkan diri.
“Dasar brengsek nih bocah bertopeng satu ini! Mending kita—”
((Rune Spell: Explosive Throw))
“*Shringringring…”
“*Boom!”
““Aaargh!””
Dengan shuriken yang diukir dengan Sajak, Djinn melempar shuriken tersebut dan meledak di tengah-tengah beberapa anggota Leo Guild.
“*Dor, dor, dor…”
“Argh!”
“Akh!”
“…”
Dalbert juga ikut menyerang beberapa anggota Leo bersama Myllo dan Djinn. Ia menembak beberapa dari antara mereka dengan pistolnya.
“Jarak kita udah deket! Lo nggak akan bisa—”
“*Dor!”
“…”
Ketika ada salah seorang Petualang yang hendak menyerangnya dari belakangnya denga jarak dekat, Dalbert langsung berbalik ke belakang untuk menembak Petualang tersebut hingga mati.
“…”
Ia kemudian menatap beberapa anggota Leo yang akan menghampirinya.
((Dual Dagger))
“*Shrak!”
“Akh!”
Ia kemudian merubah pistolnya menjadi dua belati, lalu ia menyayat leher salah seorang Petualang hingga tidak bernafas.
“*Shrak, shrak, shrak!”
““Akh…!””
Dalbert terus menyerang mereka. Tetapi ia kewalahan karena ada banyak dari antara mereka yang hendak menyerang dirinya.
“Cih! Kenapa gue jadi diserang terus-terusan kayak gi—”
“*Bhuk!”
“Aargh!”
Beruntung ada Djinn yang membantunya, yang memukul seorang anggota Leo yang hendak menyerangnya dari belakang.
“Utang nyawa lagi lo sama gue, brengsek!”
“Apa lo bilang—”
“*Bruk…”
“Minggir kalian berdua!”
Seru Myllo, yang mendorong mereka berdua untuk menghadapi seorang Petualang berbadan besar, yang ada di depan mereka berdua.
{Kazedoryū: Seishi}
“*Dhuk!”
“Urgh…”
“Hyaaaaat!”
“*TUK!!!”
“…”
Myllo menggunakan teknik tongkat yang diajarkan oleh Ayasaki, sebelum ia pria berbadan besar itu menyerangnya.
Dengan terkalahkannya pria berbadan besar itu, Myllo, Djinn, dan Dalbert telah mengalahkan seluruh anggota
Leo yang datang menghampiri mereka.
Sementara Ryūhime dan Sonda…
““…””
…tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
“Benar kata Saint-kun…! Kita bahkan tidak perlu ikut bertarung untuk membantu mereka…!”
Bisik Ryūhime dengan termangu karena melihat aksi mereka.
“G-Gila kali, ya?! Mereka sadar nggak sih, kalo 10 orang yang mereka lawan itu tuh Kasta Jingga?!”
Pikir Sonda dengan tidak percaya.
“Nggak! Kalo Myllo The Wind sama Djinn Dracorion sih wajar! Karena mereka sama-sama Kasta Jingga! Tapi
orang yang namanya Dalbert itu kan Kasta Hijau! KASTA HIJAU! Kok dia bisa—”
“Ooooiii!!! Bocil Nagaaa!!! Sondaaa!!! Ayo kita lanjutin perjalanan kita! Hihihi!”
Seru Myllo, ketika Sonda sedang memikirkan Dalbert dengan heran.
“Tunggu, Mil.”
“Hah?!”
“Mending kita tanyain dulu orang yang baru aja lo kalahin ini, sebelum kita lanjutin perjalanan kita.”
Jelas Djinn kepada Myllo, sebelum ia menginterogasi salah seorang anggota Leo.
“Woy!”
“*Phak!”
“Bangun lo, bangsat! Jangan pura-pura pingsan!”
“Hieekh! A-Ampun! Ampun!”
Seru anggota Leo itu, setelah ditampar oleh Djinn.
““…””
Proses interogasi pun dimulai.
Berbeda dengan Marksman yang diinterogasi oleh Gia dan rekan-rekannya, pria berbadan besar itu justru
menjelaskan secara rinci tentang kekejaman yang dilakukan oleh Leonard. Baik terhadap Tetsuo, Kepala Komisi, prajurit Bakufu, maupun anggota Leo.
“M-Mustahil…! Artinya… Kumotochi telah ditaklukan…?!”
Bisik Ryūhime dengan terkejut.
“…”
Myllo mengamati Ryūhime dengan seksama. Ia mengerti dengan apa yang ia rasakan.
“Bocil Naga. Kalo lo mau balik, gue nggak akan tahan lo untuk—”
“Tidak! Aku tidak akan berhenti! Karena Aku ingin bertemu dengan Shishō!”
Jawab Ryūhime kepada Myllo.
“Yaudah kalo emang itu yang lo mau. Kalo gitu kita lanjutin perjalanan kita ke Chamber of Ancient Armament!”
““Ya!””
Jawab mereka semua, sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Namun ketika dalam perjalanan, Myllo pun berbisik…
“Leonard! Apa yang bikin lo jadi jahat kayak gitu?! Bukannya lo itu temennya Kak Sylv?!”