Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 130. Assamble Before Arrive



Ketika pertarungan besar akan


terjadi di Vigrias, Myllo dan yang lainnya kembali menemukan tantangan baru


ketika ia bersama yang lainnya hendak ke Vigrias.


“*Boom! (suara semburan api)”


“Rrrr!”


Kali ini, mereka dihadapkan oleh


20 Naga yang menyerang secara bersamaan.


“*Prang! (suara tangkisan pedang


besar)”


“Keuk!”


Gia menahan cakaran seekor Naga


yang menyerangnya.


“Divine Slash!”


“*Shrak! (suara tebasan sihir


pedang)”


“Ruoaar!”


Bismont langsung menyerang Naga


yang menyerang Gia.


Sedangkan Garry…


“Woy, Garry! Kenapa lo malah


tidur?!”


“Sianying! Sia kira *teh*aing nggak capek pake Shaman Art?!”


…terlihat lemas di atas salah


satu Naga yang membantu mereka.


Saat mereka semua menghadapi


Naga-Naga itu, salah satu Naga menyadari keanehan dari Naga-Naga yang menyerang


mereka.


“A…Ada yang aneh!”


“Ada apa?!”


“Ka…Kami tidak yakin…bahwa


Naga-Naga ini sekuat ini!”


“Mungkin emang mereka lebih kuat


dari Naga normal—”


“Tidak! Justru kekuatan yang


kurasakan ini bukanlah kekuatan Naga pada umumnya!”


Jelas Naga itu kepada Bismont dan


Myllo.


“Apa maksud lo?!”


“Se…Sepertinya mereka ini


mendapatkan kekuatan tambahan dari sesuatu yang sangat kuno!”


“Kuno?! Emangnya apaan?!”


“Maaf. Kami yakin kekuatan ini


sangat kuno, namun kami tidak mengetahui kekuatan ini.”


Balas Naga itu kepadanya.


Mendengar penjelasan Naga itu,


Gia pun menyadari ada suatu perbedaan dari Naga-Naga yang telah ia kalahkan.


“Iya, ya. Aku baru sadar


sesuatu.”


“Hm? Apa atuh, Teh Gia?”


“Naga-Naga ini kok pupilnya warna


putih, ya?”


Balas Gia kepada Garry yang masih


dalam posisi tertidur.


Mereka pun terus berusaha


menyerang semua Naga itu.


Namun, keanehan yang disebutkan


oleh Naga tadi pun terlihat lebih nyata.


“*Chrak! (suara cakaran Naga)”


“Rrrr…”


Regenerasi dari Naga yang mereka


lawan menjadi sangat cepat daripada setiap Naga yang pernah mereka hadapi.


“*Boom! (suara ledakan Sihir


Naga)”


Selain itu, kekuatan mereka jauh


lebih besar daripada Naga pada umumnya.


“Cih! Kekuatan macam apa itu!


Bahkan Göhran dan Rakhzar, dua Naga tertua di antara kami, belum tentu memiliki


serangan sebesar itu!”


Seru salah satu Naga setelah ia


berhasil menghindari serangan Naga yang menyerangnya.


Di tengah serangan Naga-Naga itu,


hal yang lebih aneh justru kembali muncul.


“Rrrrr!”


““*Fwup! Fwup! Fwup! (suara


kepakan sayap)””


Naga-Naga yang menyerang mereka


semua seketika pergi.


Hal tersebut membuat mereka


semakin bingung.


“Oi! Kenapa mereka pergi?!”


“Aku nggak tau!”


“Bahkan kami, Para Naga, juga


heran dengan tingkah laku mereka semua.”


Balas Gia dan salah satu Naga


kepada Myllo.


“Bang, kita kejar merek atau


nggak?”


“…”


Myllo pun melihat kondisi di


sekitarnya, ketika ditanya oleh Bismont.


Saat Myllo memperhatikan


sekitarnya…


““Huff…Huff…””


…ia melihat rekan-rekannya yang


kelelahan setelah menghentikan 20 Naga itu.


“Jangan! Mending kita istirahat


sebentar, sebelum—”


“*Bruk! (suara terjatuh dari


ketinggian)”


Saat Myllo sedang berbicara,


seketika mereka semua dikejutkan oleh sesuatu yang terjatuh di depan mereka.


““Ra…Rakhzar?!””


“Huff…Huff…”


Rakhzar terjatuh di hadapan


mereka dalam Wujud Naga miliknya, dengan Verdian dan beberapa Dragonewt yang


berada di atasnya yang ikut terluka.


“Woy, Rakhzar! Lo nggak


apa-apa?!”


“(My…Myllo…syukurlah aku bertemu denganmu.)”


“Verdian?! Untung aja lo nggak


kenapa-kenapa!”


“Bismont! Seharusnya saya yang


mengkhawatirkan anda! Andai saja—”


“Maaf sebelumnya, Marquis Verde,


tapi siapa Dragonewt-Dragonewt ini?!”


“Me…Mereka adalah Dragonewt yang


dijadikan budak oleh Siegfried!”


Mereka pun berbincang dan saling


berbagi informasi kepada satu sama lain, sembari mereka beristirahat sejenak.


Verdian pun menjelaskan bahwa


mereka mengetahui keberadaan budak-budak itu dari seorang bandit yang bernama


Dalrio Dalbert.


Mendengar informasi tersebut, Gia


sangat terkejut.


BELAKANGNYA DALRIO?!”


“Gia, lo kenapa sekaget itu


dengernya?”


“Myllo, ih! Kamu lupa ya kalo dia


itu adeknya Dahlia, waktu dia minta tolong ke kita untuk cari orang itu?!”


“HAAAAAHHHH?!?! ADEKNYA DAHLIA BANDIT?!?!”


Myllo pun ikut terkejut ketika ia


diingatkan oleh Gia tentang Dalbert.


“Tu…Tunggu! Memang ia pimpinan


dari BBE. Akan tetapi, ia adalah pahlawan bagi warga desa di Erviga, karena


setiap yang mereka rampas diberikan kepada mereka.”


Jelas Verdian kepada mereka.


“Tambah lagi, alasan ia membentuk


grup bandit itu, sebenarnya untuk menjatuhkan orang yang berada di balik


bayang-bayang, yang telah mengontrol Riorio Merchant dan juga Goldiggia!”


“Dahlia…”


Bisik Gia yang merasa kasihan


dengan Dahlia.


Bismont pun juga menjelaskan


informasi yang ia punya.


“Sebenernya gue sama Verdian udah


tau kalo House of Siegfried itu punya kaitan sama Goldiggia. Tapi waktu gue mau


bongkar kejahatan Sebastian, rumah gue didatengin mereka berdua. Terus


anak-anak gue…”


“Keuk… Maafkan tuan saya,


Bismont—”


“Lupain aja. Yang pasti, sekarang


kita cuma perlu isi kekuatan kita, sebelum kita semua berangkat ke Vigrias!”


Balas Bismont kepada Verdian dan


juga yang lainnya.


“Rakhzar…apakah kau diserang oleh


saudara kita?”


“Ya. Akan tetapi, aku rasa mereka


terlalu kuat untuk seorang Naga! Walaupun tidak sekuat raja kita, Tarzyn,


kekuatan mereka tetap tidak masuk akal!”


Balas Rakhzar kepada salah satu Naga, beberapa


dari mereka semua berubah dalam Wujud Manusia.


Karena sama-sama diserang oleh


para Naga, mereka pun terpaksa menghentikan perjalanan mereka ke Vigrias untuk


beristirahat.


Akan tetapi, hal ini membuat


Garry tidak bisa menahan diri.


“Haaaaah…anying, lah. Mau nggak mau, ini mah harus *aing*sembuhkeun.”


Kata Garry, sembari terbangun


dari atas Naga.


Beberapa Naga pun heran dan


berpikiran yang sama.


““Menyembuhkan? Apakah mungkin seorang Mahluk Fana menyembuhkan Naga?””


Di saat yang sama, Myllo dan Gia


juga mengkhawatirkan Garry.


“Woy, Garry! Jangan maksain diri!


Mending lo simpen tenaga untuk di Vigrias!”


“Myllo bener, Garry! Kamu nggak


boleh paksain diri kamu! Nanti kalo kamu kenapa-kenapa, gimana dong?!”


“…”


Garry hanya tersenyum ketika


Myllo dan Gia mengkhawatirkan dirinya.


“Teh Gia, nanti teh kalo aing kecapean,


boleh ya tiduran di paha Teh Gia. Ehehehe…”


“Ih! Kok kamu masih sempet mesum,


sih?!”


“Pu…Punten ini mah! Itu


semua teh biar aing cepet pulih waktu aing istirahat di pangkuan teteh!”


Balas Garry kepada Gia.


“Myllo, aing teh minta maap sebelumnya. Kalo pada luka-luka begini mah, aing teh bawaannya geregetan, atuh!”


“Geregetan?”


“Sia teh inget nggak, waktu sia pingsan? Kan aing langsung bawa sia ke Kepala Suku.”


“Ahahaha! Inget, dong! Makanya


itu gue mau lo ikut Petualang jadi Keeper gue!”


“…”


Tawa Myllo yang dibalas dengan


senyum oleh Garry.


Garry pun kembali duduk bersila


untuk mempersiapkan sihirnya.


Beberapa saat kemudian, ia


langsung merapal mantra sihirnya.


Setelah ia berhasil merapal


mantra sihirnya, seketika semua yang berada di sana langsung sembuh seperti


sedia kala.


“Mu…Mustahil…”


“Bahkan kami pun pulih kembali…?”


“Apakah Shamanism memang sekuat


ini?”


Kata beberapa Naga, setelah


mereka sembuh karena sihir dari Garry.


Akan tetapi…


“*Bruk… (suara terjatuh)”


““Garry?!””


…seketikaia terjatuh kelelahan.


“Ga…Garry! Lo masih hidup, kan—”


“Si…Sianying! Kenapa sia teh mikir kitu?!”


Balas Garry dengan kesal.


Namun, ketika ia memandang Gia…


“Teh Gia…”


“Hm?”


“Hehe…”


Mendengar tawa kecil dari Garry,


Gia mengerti maksudnya dan seketika wajahnya merona.


“I…Iya!”


Balas Gia.


“OK, semuanya! Karena kita udah


sembuh, ayo kita lanjut ke Vigrias!”


““Ya!””


Seru semua ketika mendengar


seruan Myllo.


Mereka pun bersama-sama terbang


ke Vigrias.


Namun, di salah satu atas Naga…


“GA…GARRY!!! JANGAN MIMISAN DI


PANGKUAN AKU, DONG!!!”


“Hehe… Kapan lagi aing teh ngerasain paha *teteh*geulis?”


“Ih, mesum!”


…Gia merasa Garry tidak dapat


pulih, sebelum tiba di Vigrias.


……………


Di tepi Erviga Kingdom, di mana


terdapat seseorang yang baru saja tiba di negara tersebut.


“Haaaah…akhirnya balik lagi ke


negara ini. Udah berapa tahun ya terakhir ke sini?”


Kata orang itu, di mana ada


sekitar 10 Naga yang tersujud di


hadapannya.