
Ketika pertarungan besar akan
terjadi di Vigrias, Myllo dan yang lainnya kembali menemukan tantangan baru
ketika ia bersama yang lainnya hendak ke Vigrias.
“*Boom! (suara semburan api)”
“Rrrr!”
Kali ini, mereka dihadapkan oleh
20 Naga yang menyerang secara bersamaan.
“*Prang! (suara tangkisan pedang
besar)”
“Keuk!”
Gia menahan cakaran seekor Naga
yang menyerangnya.
“Divine Slash!”
“*Shrak! (suara tebasan sihir
pedang)”
“Ruoaar!”
Bismont langsung menyerang Naga
yang menyerang Gia.
Sedangkan Garry…
“Woy, Garry! Kenapa lo malah
tidur?!”
“Sianying! Sia kira *teh*aing nggak capek pake Shaman Art?!”
…terlihat lemas di atas salah
satu Naga yang membantu mereka.
Saat mereka semua menghadapi
Naga-Naga itu, salah satu Naga menyadari keanehan dari Naga-Naga yang menyerang
mereka.
“A…Ada yang aneh!”
“Ada apa?!”
“Ka…Kami tidak yakin…bahwa
Naga-Naga ini sekuat ini!”
“Mungkin emang mereka lebih kuat
dari Naga normal—”
“Tidak! Justru kekuatan yang
kurasakan ini bukanlah kekuatan Naga pada umumnya!”
Jelas Naga itu kepada Bismont dan
Myllo.
“Apa maksud lo?!”
“Se…Sepertinya mereka ini
mendapatkan kekuatan tambahan dari sesuatu yang sangat kuno!”
“Kuno?! Emangnya apaan?!”
“Maaf. Kami yakin kekuatan ini
sangat kuno, namun kami tidak mengetahui kekuatan ini.”
Balas Naga itu kepadanya.
Mendengar penjelasan Naga itu,
Gia pun menyadari ada suatu perbedaan dari Naga-Naga yang telah ia kalahkan.
“Iya, ya. Aku baru sadar
sesuatu.”
“Hm? Apa atuh, Teh Gia?”
“Naga-Naga ini kok pupilnya warna
putih, ya?”
Balas Gia kepada Garry yang masih
dalam posisi tertidur.
Mereka pun terus berusaha
menyerang semua Naga itu.
Namun, keanehan yang disebutkan
oleh Naga tadi pun terlihat lebih nyata.
“*Chrak! (suara cakaran Naga)”
“Rrrr…”
Regenerasi dari Naga yang mereka
lawan menjadi sangat cepat daripada setiap Naga yang pernah mereka hadapi.
“*Boom! (suara ledakan Sihir
Naga)”
Selain itu, kekuatan mereka jauh
lebih besar daripada Naga pada umumnya.
“Cih! Kekuatan macam apa itu!
Bahkan Göhran dan Rakhzar, dua Naga tertua di antara kami, belum tentu memiliki
serangan sebesar itu!”
Seru salah satu Naga setelah ia
berhasil menghindari serangan Naga yang menyerangnya.
Di tengah serangan Naga-Naga itu,
hal yang lebih aneh justru kembali muncul.
“Rrrrr!”
““*Fwup! Fwup! Fwup! (suara
kepakan sayap)””
Naga-Naga yang menyerang mereka
semua seketika pergi.
Hal tersebut membuat mereka
semakin bingung.
“Oi! Kenapa mereka pergi?!”
“Aku nggak tau!”
“Bahkan kami, Para Naga, juga
heran dengan tingkah laku mereka semua.”
Balas Gia dan salah satu Naga
kepada Myllo.
“Bang, kita kejar merek atau
nggak?”
“…”
Myllo pun melihat kondisi di
sekitarnya, ketika ditanya oleh Bismont.
Saat Myllo memperhatikan
sekitarnya…
““Huff…Huff…””
…ia melihat rekan-rekannya yang
kelelahan setelah menghentikan 20 Naga itu.
“Jangan! Mending kita istirahat
sebentar, sebelum—”
“*Bruk! (suara terjatuh dari
ketinggian)”
Saat Myllo sedang berbicara,
seketika mereka semua dikejutkan oleh sesuatu yang terjatuh di depan mereka.
““Ra…Rakhzar?!””
“Huff…Huff…”
Rakhzar terjatuh di hadapan
mereka dalam Wujud Naga miliknya, dengan Verdian dan beberapa Dragonewt yang
berada di atasnya yang ikut terluka.
“Woy, Rakhzar! Lo nggak
apa-apa?!”
“(My…Myllo…syukurlah aku bertemu denganmu.)”
“Verdian?! Untung aja lo nggak
kenapa-kenapa!”
“Bismont! Seharusnya saya yang
mengkhawatirkan anda! Andai saja—”
“Maaf sebelumnya, Marquis Verde,
tapi siapa Dragonewt-Dragonewt ini?!”
“Me…Mereka adalah Dragonewt yang
dijadikan budak oleh Siegfried!”
Mereka pun berbincang dan saling
berbagi informasi kepada satu sama lain, sembari mereka beristirahat sejenak.
Verdian pun menjelaskan bahwa
mereka mengetahui keberadaan budak-budak itu dari seorang bandit yang bernama
Dalrio Dalbert.
Mendengar informasi tersebut, Gia
sangat terkejut.
BELAKANGNYA DALRIO?!”
“Gia, lo kenapa sekaget itu
dengernya?”
“Myllo, ih! Kamu lupa ya kalo dia
itu adeknya Dahlia, waktu dia minta tolong ke kita untuk cari orang itu?!”
“HAAAAAHHHH?!?! ADEKNYA DAHLIA BANDIT?!?!”
Myllo pun ikut terkejut ketika ia
diingatkan oleh Gia tentang Dalbert.
“Tu…Tunggu! Memang ia pimpinan
dari BBE. Akan tetapi, ia adalah pahlawan bagi warga desa di Erviga, karena
setiap yang mereka rampas diberikan kepada mereka.”
Jelas Verdian kepada mereka.
“Tambah lagi, alasan ia membentuk
grup bandit itu, sebenarnya untuk menjatuhkan orang yang berada di balik
bayang-bayang, yang telah mengontrol Riorio Merchant dan juga Goldiggia!”
“Dahlia…”
Bisik Gia yang merasa kasihan
dengan Dahlia.
Bismont pun juga menjelaskan
informasi yang ia punya.
“Sebenernya gue sama Verdian udah
tau kalo House of Siegfried itu punya kaitan sama Goldiggia. Tapi waktu gue mau
bongkar kejahatan Sebastian, rumah gue didatengin mereka berdua. Terus
anak-anak gue…”
“Keuk… Maafkan tuan saya,
Bismont—”
“Lupain aja. Yang pasti, sekarang
kita cuma perlu isi kekuatan kita, sebelum kita semua berangkat ke Vigrias!”
Balas Bismont kepada Verdian dan
juga yang lainnya.
“Rakhzar…apakah kau diserang oleh
saudara kita?”
“Ya. Akan tetapi, aku rasa mereka
terlalu kuat untuk seorang Naga! Walaupun tidak sekuat raja kita, Tarzyn,
kekuatan mereka tetap tidak masuk akal!”
Balas Rakhzar kepada salah satu Naga, beberapa
dari mereka semua berubah dalam Wujud Manusia.
Karena sama-sama diserang oleh
para Naga, mereka pun terpaksa menghentikan perjalanan mereka ke Vigrias untuk
beristirahat.
Akan tetapi, hal ini membuat
Garry tidak bisa menahan diri.
“Haaaaah…anying, lah. Mau nggak mau, ini mah harus *aing*sembuhkeun.”
Kata Garry, sembari terbangun
dari atas Naga.
Beberapa Naga pun heran dan
berpikiran yang sama.
““Menyembuhkan? Apakah mungkin seorang Mahluk Fana menyembuhkan Naga?””
Di saat yang sama, Myllo dan Gia
juga mengkhawatirkan Garry.
“Woy, Garry! Jangan maksain diri!
Mending lo simpen tenaga untuk di Vigrias!”
“Myllo bener, Garry! Kamu nggak
boleh paksain diri kamu! Nanti kalo kamu kenapa-kenapa, gimana dong?!”
“…”
Garry hanya tersenyum ketika
Myllo dan Gia mengkhawatirkan dirinya.
“Teh Gia, nanti teh kalo aing kecapean,
boleh ya tiduran di paha Teh Gia. Ehehehe…”
“Ih! Kok kamu masih sempet mesum,
sih?!”
“Pu…Punten ini mah! Itu
semua teh biar aing cepet pulih waktu aing istirahat di pangkuan teteh!”
Balas Garry kepada Gia.
“Myllo, aing teh minta maap sebelumnya. Kalo pada luka-luka begini mah, aing teh bawaannya geregetan, atuh!”
“Geregetan?”
“Sia teh inget nggak, waktu sia pingsan? Kan aing langsung bawa sia ke Kepala Suku.”
“Ahahaha! Inget, dong! Makanya
itu gue mau lo ikut Petualang jadi Keeper gue!”
“…”
Tawa Myllo yang dibalas dengan
senyum oleh Garry.
Garry pun kembali duduk bersila
untuk mempersiapkan sihirnya.
Beberapa saat kemudian, ia
langsung merapal mantra sihirnya.
Setelah ia berhasil merapal
mantra sihirnya, seketika semua yang berada di sana langsung sembuh seperti
sedia kala.
“Mu…Mustahil…”
“Bahkan kami pun pulih kembali…?”
“Apakah Shamanism memang sekuat
ini?”
Kata beberapa Naga, setelah
mereka sembuh karena sihir dari Garry.
Akan tetapi…
“*Bruk… (suara terjatuh)”
““Garry?!””
…seketikaia terjatuh kelelahan.
“Ga…Garry! Lo masih hidup, kan—”
“Si…Sianying! Kenapa sia teh mikir kitu?!”
Balas Garry dengan kesal.
Namun, ketika ia memandang Gia…
“Teh Gia…”
“Hm?”
“Hehe…”
Mendengar tawa kecil dari Garry,
Gia mengerti maksudnya dan seketika wajahnya merona.
“I…Iya!”
Balas Gia.
“OK, semuanya! Karena kita udah
sembuh, ayo kita lanjut ke Vigrias!”
““Ya!””
Seru semua ketika mendengar
seruan Myllo.
Mereka pun bersama-sama terbang
ke Vigrias.
Namun, di salah satu atas Naga…
“GA…GARRY!!! JANGAN MIMISAN DI
PANGKUAN AKU, DONG!!!”
“Hehe… Kapan lagi aing teh ngerasain paha *teteh*geulis?”
“Ih, mesum!”
…Gia merasa Garry tidak dapat
pulih, sebelum tiba di Vigrias.
……………
Di tepi Erviga Kingdom, di mana
terdapat seseorang yang baru saja tiba di negara tersebut.
“Haaaah…akhirnya balik lagi ke
negara ini. Udah berapa tahun ya terakhir ke sini?”
Kata orang itu, di mana ada
sekitar 10 Naga yang tersujud di
hadapannya.