
6 hari telah berlalu semenjak Leonard membawa Myllo dan rekan-rekannya secara paksa dari Kumotochi. Semenjak saat itu, Djinn pun memberanikan dirinya untuk mendapatkan kembali kekuatan yang sebelumnya ia benci. Dengan kekuatan baru yang ia miliki, kini ia hendak menuju Chaoseum dengan Dalbert, Ryūtaro, serta Winona dan mantan anggota Leo.
Kini, di Chaoseum, di mana beberapa Petualang sedang bertarung.
“Cih! Sialan! Kenapa ayam-ayam ini kuat banget?!”
“Jangan gegabah, Paul! Lo nggak bisa asal hajar Griffin itu!”
“Hah?! Siapa lo ngatur-ngatur gue?! Mentang-mentang lo kenal Bos Ollie bukan berarti—”
“Dengerin aja apa yang gue bilang! Jangan bikin Bos lo makin putus asa karena kematian lo!”
“Cih!”
Zorlyan memimpin beberapa Petualang untuk menghadapi puluhan Griffin yang ditangkap Leonard dari dalam Hidden Dungeon of Breath. Mereka semua terdiri dari Paul Lemons dari Lynx Party, Radomila dari Taurus Party, Luvast dari Aquilla, dan beberapa Petualang lainnya.
“Vast! Gimana?! Udah mendingan belom?!”
“Ya! Saya merasa lebih baik! Terima kasih sebelumnya, Zorlyan!”
Balas Luvast, setelah ia disembuhkan oleh Zorlyan.
“Chaaaakkk!!!”
“Woy, Landak!”
“Hah?! Apa lo bilang—”
“Sekarang sisa satu! Tapi ayam itu yang paling galak dari semuanya!”
Seru Paul kepada Zorlyan yang baru saja menyembuhkan Luvast, dengan adanya seekor Griffin yang akan menyerangnya.
“*Chrak!”
““Aaargh!””
“Haurp!”
““…””
Griffin tersebut mencabik dan memakan beberapa Petualang lainnya.
Melihat aksi Griffin itu…
““WUOOOAAAAHHH!!!””
…seluruh penonton justru semakin bersemangat.
“A-A-Awas…! G-Griffin itu pasti—”
“Haaah?! Ngomong yang jelas dikit dong!”
“Hieeekh!”
Radomila hendak mengingatkan beberapa Petualang yang tersisa. Tetapi ia justru dibuat takut oleh Paul.
“Kalian semua! Minggirlah! Biarkan Griffin itu menyerang saya!”
“Hah?! Kok lo nyuruh-nyuruh gue—”
“Bawel banget sih jadi orang! Minggir sana!”
“Cih!”
Gerutu Paul yang terpaksa menuruti perkataan Luvast dan Zorlyan.
((Ice Magic…
“Chaaaakkkk!!!”
…Approaching Blizzard))
Luvast merapal sihirnya, sementara Griffin itu menghampirinya.
“*Shrrrkkk…”
“…”
Ia pun mengayunkan pedangnya ketika Griffin itu terbang melewatinya. Karena aksinya, Griffin itu membeku.
“Bagus! Sekarang giliran gue yang hajar!”
“*CHRANG!!!”
Paul kemudian melompat dan memukul Griffin yang membeku itu.
““WUOAAAAAAHHH!!!””
Seluruh penonton berseru ketika menyaksikan akhir dari pertarungan antara para Petualang dengan Griffin.
“Yes! Gue menang!”
“Haaaah…! Saya kira kali ini giliran Tantangan yang menang!”
Beberapa dari antara mereka kalah dalam berjudi, sementara yang lainnya menang.
Termasuk…
“Muahahaha! Ternyata kali ini gue kalah!”
“K-Kalo kalah kok… malah ketawa…?”
“Haaaaah…”
…tiga Executioners.
“Ngomong-ngomong, Bos Leonard kemana? Kok nggak ada di ruangannya?”
“Dia lagi ziarah.”
Jawab Marwell kepada Passio, sembari mereka menantikan pertarungan selanjutnya.
Sementara itu, Leonard sedang berada di wilayah utara Chaos Island. Di hadapannya terdapat kuburan dari seluruh mantan anggota Leo Party, yang sebelumnya ia pimpin.
“Gluk, gluk, gluk… Puaaaahhh!!!”
Ia menenggak banyak minuman beralkohol di depan makam teman-temannya.
“Vorathril…! Lissomar…! Rovvikyn…! Jiphor…! Raelus…! Gue kangen banget… sama kalian…!”
Teriak Leonard, seakan memanggil kelima temannya.
“Kalian tau nggak… beberapa hari yang lalu… Myllo adeknya Sylv sebut nama kalian…!
Dia bilang… kalian pasti anggap tindakan gue najis di mata kalian…!
Tapi… kalopun kalian masih hidup… gue nggak akan… berhentiin langkah gue…! Karena… gue pasti tetap bantai Centra Geoterra…! Karena mereka… kalian harus tinggalin gue sendirian…!”
Oceh Leonard dalam keadaan mabuk.
Sementara orang-orang yang melewatinya turut memperhatikan dirinya dari jauh.
“B-Bukannya itu yang punya Chaoseum?”
“Sssttt! Jangan kenceng-kenceng!”
Beberapa anggota Black Guild saling berbisik ketika mendapati Leonard yang berbicara sendiri dalam keadaan mabuk.
“Hahaha! Ternyata ia bisa bersikap tidak waras ya! Saya kira ia sangatlah cerdas karena bisa membuat arena menarik seperti ini!”
“Semoga saja pertandingan selanjutnya terus berjalan, walaupun ia telah meninggal dunia!”
Bisik dua dari antara beberapa orang yang merupakan personil dari bangsawan kotor atau mantan bangsawan yang melarikan diri.
Namun Leonard tidak memperdulikan mereka.
Itu semua karena ia merasakan sesuatu yang tidak dirasakan oleh mereka semua.
“Kalian mungkin… nggak akan maafin gue… hicc! Tapi gue berharap… hicc… kalian… tau apa tujuan perbuatan gue…!”
““…””
Leonard seakan melihat seluruh mantan rekannya yang berdiri di depannya.
““…””
“W-Woy…! Jawab kek pertanyaan gue—”
““…””
butuh kalian—Hueeekk!”
Leonard tiba-tiba muntah. Ia tidak bisa menahan rasa mualnya karena banyaknya minuman alkohol yang ia tenggak.
“S-Sialan…! Mereka pergi lagi…! Apa mungkin… gue kurang mabok kali ya…?!”
Bisik Leonard dengan kecewa.
……………
Kembali ke dalam Chaoseum, di mana Luvast, Zorlyan, Paul, serta Radomila dibawa kembali menuju penjara yang berada di Lapisan Bawah, dengan tangan terikat Mana-Restrictions.
“Setidaknya lepaskan saya atau Garry! Kapten kami membutuhkan pertolongan medis!”
“Bawel! Buruan jalan! Jangan banyak omong!”
“Jangan banyak omong, anda bilang?! Bukankah Leonard menginginkan Myllo?! Jika Myllo tidak disembuhkan, maka—”
“Bisa diem nggak sih?! Leonard jelas-jelas bilang, kalo dia pasti sembuh secepetnya! Jangan banyak ngomong deh!”
“Cih!”
Luvast tidak bisa membujuk dua anggota Leo yang sedang membawa dirinya kembali menuju sel tahanan para Petarung.
Ia teringat kembali ketika beberapa hari yang lalu, di mana ia dan tahanan lainnya mendapati Myllo yang
belum sadarkan diri, semenjak datang di Chaoseum dan melindunginya dari pukulan Leonard.
“Myllo Olfret! Besok jadi Petarung—”
“Biar saya yang menggantikannya!”
“L-Luvast! Tapi—”
“Alangkah baiknya jika kalian berada di samping Myllo! Sementara aku akan terus menggantikannya, sampai ia
pulih kembali!”
Karena teringat kejadian tersebut, Luvast pun menjadi resah dan gelisah.
“Bagaimana jika Myllo tidak bertahan lebih lama lagi?! Warna kulitnya semakin pucat. Tubuhnya semakin dingin! Bagaimana jika ia tidak—”
“Eh, eh! Perhatiin mereka baik-baik!”
““Hm?””
Luvast yang sedang gelisah tiba-tiba mendengar Zorlyan. Ia bersama Petualang lainnya mendapati dua anggota Leo yang jalan dengan terhuyung-huyung.
Hingga akhirnya…
““*Bruk…””
…dua anggota Leo itu terjatuh tidak sadarkan diri.
“E-E-Eeh?! Kok mereka—”
“Tunggu, biar gue cek dulu.”
Sahut Zorlyan, yang kemudian memeriksa kedua anggota Leo itu.
“Loh! Mereka kekurangan darah?!”
“K-Kekurangan darah?!”
“Ya! Gue bisa liat, kalo darah mereka dihisap!”
“Dihisap?! Bagaimana bisa mereka tiba-tiba—”
“Woy, Elf Putih! J-Jangan bergerak!”
Tegas Paul kepada Luvast, ketika ia sedang memperhatikan anggota Leo yang tidak sadarkan diri.
“Apa? Jangan bergerak? Memangnya ada apa—”
“V-Va-Vast! Di-Di atas kepala lo… ada apa…?!”
“Di atas… kepalaku…?”
Bisik Luvast, yang kemudian memandang ke atas.
Hingga ia mendapati…
“Kyaaaaa!”
…sesosok mahluk asing di atas kepalanya.
“J-Jangan teriak, Vast—”
“Diem dulu, Elf Putih! Biar gue hajar binatang itu—”
“*Puff…”
Seketika mahluk itu meledak dengan mengeluarkan asap.
Setelah itu…
““…””
…mereka semua mendapati mahluk tersebut berubah menjadi Machinno.
Tetapi ini merupakan pertama kalinya Luvast bertemu dengan Machinno. Setelah ia terpisah dengan tidak ada
kabar dari Aquilla, tentunya ia tidak mengetahui bahwa mahluk tersebut adalah sesama anggota Aquilla.
“M-M-Mahluk apa ini…?! Apakah ia bisa—”
“Nama Machinno…”
“O-Oh, ternyata ia bisa berbicara—”
“Machinno.”
“Hah?! Apa maksud—”
“Rambut putih… baik. Rambut putih… mengenal Myllo.”
“M-Mengenal Myllo…?”
Bisik Luvast dengan heran.
“A-Anu…”
“Hm?”
“D-Dia itu… dianggap Familiar di GT News. Tapi kalo menurut anggota Aquilla lainnya… dia itu anggota Aquilla yang paling terakhir direkrut Myllo…”
Jelas Radomila kepada Luvast.
Karena penjelasannya…
“APA?! ANGGOTA BARU AQUILLA—”
““Sssssttt!!!””
…Luvast sangat terkejut, hingga secara spontan menjelaskan bertanya dengan nada yang sangat lantang.
““*Krang, krang, krang…””
““!!!””
Tanpa mereka sadari, Machinno berhasil melepas mereka dari Mana-Restrictions.
“Rambut putih…”
“H-Hey! Namaku—”
“…mari kita pergi.”
Kata Machinno kepada Luvast.
“Ya. Kamu benar, Machinno.”
“W-Woy, Vast! Kita nggak akan bisa—”
“Selama ada sebagian besar anggota Aquilla, kita bisa pergi dari tempat ini!”
Seru Luvast kepada Zorlyan, sebelum mereka bersama-sama memulai kembali rencana untuk melarikan diri dari Chaoseum.