
Kejadian sebelum Djinn merubuhkan sebagian tembok yang berada di area barat daya Chaoseum.
“Chaaaaakk!”
“*Swush…”
Djinn masih berhadapan dengan para prajurit High Elf yang dibawa oleh Rivrith Vamulran.
“*Shrak, shrak, shrak…”
“*Dor! Dor! Dor!”
“*BRUK!!!”
““Aaaargh!””
Tetsuo, Daphine, Kornell, serta Gravanghar, terus menghadapi beberapa anggota Leo yang terus berdatangan di dekat Gerbang Timur.
“*FWUSHHH!!!”
“*Vwum, vwumm, vwumm…”
““*Shrak, shrak, shrak…””
“Sialan! Mereka nggak ada habis-habisnya!”
Machinno, bersama dengan Ryūtaro, Winona, Mahadia, Sonda, serta Evri, terus berusaha menyerang anggota Leo, yang menjaga Gerbang Barat.
““*BRUK, BRUK, BRUK…””
“*DOR!!! DOR!!! DOR!!!”
Dalbert, Paul, Alethra, dan Awva juga sedang berusaha untuk mengalahkan Bastheus.
Sementara itu, di arena pertarungan Chaoseum.
“Sebentar lagi Cyclops itu hampir kita kalahkan! Kita harus menggabungkan kekuatan para Striker!”
“Yaudah! Molly! Ayo kita serang Cyclops itu!”
“OK!”
Bersama-sama, Myllo dan rekan-rekannya hampir meraih kemenangan melawan Goliath The Cyclops yang ia hadapi.
{Kazedoryū: Haku}
((Water Magic: Shark Blast))
“*TUK!!!” “*Bwush!”
“Groaaargh…”
“*BRUK!!!”
Gabungan serangan antara Myllo dan Molly mampu mengalahkan Goliath The Cyclops.
““WUOAAAAAAAHHHH!!!””
““*Prok, prok, prok…””
Seluruh penonton merasa sangat terhibur dengan aksi Myllo dan rekan-rekannya yang mengalahkan Cyclops
tersebut.
Khususnya…
“Grahahaha!!! Bagus banget, Myllo! Rasain pujian dari orang-orang tolol ini!”
…Leonard, yang menyaksikan pertarungannya dari ruangan khususnya.
““*Ngunggg…””
“Hehe! Makasih banyak, Garry! Kalo nggak ada lo, mungkin aja ada dari antara kita yang nggak bisa bangun lagi!”
“Tenang wae, Myllo! Karena cuma Kang Garry yang bisa sembuhkeun kalian!”
Balas Garry kepada Myllo, sambil menyembuhkan semua yang bertarung melawan Goliath The Cylclops.
Walaupun Myllo mengucapkan terima kasih dengan tawa, nyatanya tawa di wajahnya tidak bertahan lama, setelah apa yang ia dengar selanjutnya.
““BUNUH!!! BUNUH!!! BUNUH!!!””
“Hm?”
Myllo mendengar seruan seluruh penonton dengan heran.
“Bunuh? Maksudnya apa?”
“Maksudnya adalah… mereka mau kita bersama-sama membunuh Cyclops itu.”
Jawab Luvast, sambil menahan kekesalannya terhadap para penonton.
“…”
Myllo juga merasakan hal yang sama. Namun ia tidak hanya diam saja mendengar seruan seluruh penonton.
“DIEM KALIAN SEMUAAAA!!!”
““…””
Teriakkan Myllo membuat seisi Chaoseum terdiam, termasuk rekan-rekannya.
“KALO KALIAN MAU GUE BUNUH CYCLOPS INI, MENDING KALIAN TURUN KE SINI, SEKARANG JUGA!!! BIAR GUE HAJAR DULU KALIAN, SEBELUM GUE BUNUH CYCLOPS INI!!!”
““!!!””
Seluruh penonton terkejut dengan apa yang Myllo katakan.
Oleh karena itu…
““WUUUUU!!!””
“Tolol lo, goblok! Buat apa kita dateng, kalo Cyclops itu nggak dibunuh!”
“Apakah anda tidak mampu menumpahkan darah lawan anda?! Hmph! Dasar lemah! Apakah ini yang namanya Pemula Emas?!”
“Cepetan bunuh! Biar kita menang judinya!”
…ia dicemooh oleh seisi Chaoseum.
Namun tidak bagi Rivrith, yang menyaksikan aksinya dengan salah seorang High Elf yang ia bawa.
“Hm. Ternyata pemimpin Luvast merupakan pria yang baik.”
Bisik Rivrith dengan tersenyum.
“T-Tuan Muda…”
“Ada apa?”
“S-Saya bisa merasakan… anggota prajurit anda yang hilang satu persatu…”
“!!!”
Rivrith terkejut, setelah menyadari apa yang dikatakan oleh anggotanya.
“Benar juga. Saya terlalu mengkhawatirkan adik saya dan rekan-rekannya, hingga tidak menyadari apa yang
telah terjadi dengan anggota saya.”
Balas Rivrith kepada anggotanya.
“Apa yang terjadi di luar tempat ini?! Mengapa mereka mati secara bergantian?! Siapa kira-kira yang membunuh anggota saya?!”
Pikirnya dengan heran.
……………
Sementara itu, di Lapisan Bawah.
“*BRUK!!! BRUK!!! BRUK!!!”
“Akh…!”
Bastheus berhasil menyerang Paul, hingga menembus tembok-tembok yang ada di Lapisan Bawah.
“Hraaaagh!!!”
“Alethra! Jangan—”
“*PRANG!!!”
“Keuk…!”
“*Bruk, bruk, bruk…”
“Aaargh!”
Alethra berusaha menyerang Bastheus. Tetapi pukulan Bastheus sangat keras dengan sarung tangan besi yang ia gunakan, sehingga Alethra justru terpental dan menabrak Awva.
“Muahahaha! Ternyata Orc itu nggak ada apa-apanya! Sekarang sisa…”
“…”
“Hm?!”
Bastheus merasa heran dengan Dalbert yang tiba-tiba menghilang.
“Woy! Kemana lo?! Apa lo selemah itu, sampe harus lari dari hadapan gue?!”
Cemooh Bastheus, dengan maksud memprovokasi Dalbert.
……………
Di luar Chaoseum, di mana grup yang dipimpin Daphine dan Evri masih harus menghadapi anggota Leo.
“…”
Tetsuo menatap Daphine dan kedua rekannya yang lelah di depan Gerbang Timur, sementara masih ada banyak anggota Leo yang harus mereka hadapi.
“…”
Ryūtaro juga melakukan hal yang sama di depan Gerbang Barat, di mana Machinno dan rekan-rekannya juga lelah karena anggota Leo yang harus mereka hadapi.
“Kalian tunggu di sini saja.”
“Biar aku yang mengalahkan mereka.”
Kata Tetsuo dan Ryūtaro kepada rekan mereka masing-masing.
Namun apa yang akan mereka lakukan tidak menjadi kenyataan.
“Ayo bantu mereka!”
“*Shrak, shrak, shrak!”
““Aaaargh!””
“Kita hajar semua anggota Leo bajingan ini!”
““…””
Mereka semua mendapati para Petualang yang membantu mereka, setelah dibebaskan oleh Dalbert dan rekan-rekannya.
“Siapa mereka—”
“Mereka pasti Petualang yang dibebasin Dalbert!”
Jelas Daphine kepada Tetsuo, yang menyaksikan para Petualang yang menyerang anggota Leo.
“Apakah mereka para Petualang yang diselamatkan Dalbert?!”
“Keliatannya begitu, Ryūtaro! Tambah lagi, ada Beastman itu!”
““…””
Ryūtaro dan rekan-rekannya menyaksikan Hakuya yang ikut membantu mereka untuk mengalahkan para Petualang.
Namun berbeda dengan Sonda.
“SLASHER!!!”
“S-Sonda—”
“*Phuk…”
Sonda tiba-tiba memeluk Slasher dengan erat.
“Hiks! Hiks! Hiks! M-Maafin gue… karena nggak bisa—”
“Mungkin Myllo bilang di dalem penjara, kalo dia nggak ada niatan untuk balas dendam. Tapi sebagai anggota
Taurus, kita harus kalahin Leonard, supaya kita bisa buktiin siapa kita sebenernya!”
“B-Bener banget…!”
Balas Sonda kepada Hakuya, sebelum mereka semua mengalahkan ratusan Petualang yang ada menjaga Gerbang Timur Chaoseum.
……………
Kembali ke arena pertarungan di dalam Chaoseum.
““WUUUUU!!!””
Myllo masih mendapat cemoohan dari seluruh penonton.
“M-Myllo… kita harus gimana…?”
“Lo seriusan… mau hajar penonton…?”
“Gimana kalo mereka bener-bener nyamperin kita…?”
“…”
Myllo hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan dari Gia, Zorlyan, serta Ollie. Ia juga menyaksikan jutaan penonton yang berada di dalam Chaoseum.
Sementara Leonard yang sebelumnya menyaksikan aksi Myllo, mulai membuat rencana baru.
“…”
Ia mengambil Orb Call miliknya, dengan maksud menghubungi pembawa acara.
“B-Bos Leonard?! Ada apa—”
“Keluarin Tantangan selanjutnya! Sekarang!”
Perintah Leonard kepada pembawa acara itu.
“*Ngunggggg…”
““…””
Seisi Chaoseum terdiam ketika mendengar suara gema dari pembawa acara.
“Mohon perhatiannya, hadirin sekalian!”
““…””
“Karena semua Petarung menolak untuk membunuh Tantangan, Guildmaster Leonard membuat keputusan supaya kita mengeluarkan Tantangan selanjutnya!”
Seluruh penonton kembali terhibur ketika mendengar penjelasan pembawa acara itu.
Khususnya…
“Bagus, bagus, bagus! Semoga Tantangan selanjutnya bisa bunuh Petualang bajingan itu!”
“Alangkah baiknya jika Petualang lemah itu mati di tangan Tantangan!”
“Lebih baik ia mati saja!”
…mereka yang membenci Myllo karena aksinya.
Tetapi Tantangan tersebut tidak kunjung datang.
“*DHUM!!!”
““!!!””
Seketika seisi Chaos Island merasakan ledakkan aura yang dahsyat, ketika Djinn memancarkan aura miliknya kepada prajurit High Elf yang melarikan diri darinya.
“T-Tuan Muda… a-apakah anda merasakan—”
“Tentu saja…! Aura macam apa itu…?!”
Seru Rivrith dengan heran.
Bahkan…
“*Brak…”
…Leonard terjatuh dari kursinya karena merasakan aura itu.
“Gue yakin… kalo aura itu bukan Union Domi! Tapi kok… ada aura yang sekeras itu…?! Kesannya ada Mahluk
Abadi selain Zophiel atau Tantangan lainnya…!”
Pikir Leonard dengan heran dan gemetar ketakutan.
““…””
Seisi Chaoseum juga terdiam ketika merasakan ledakan aura itu.
“*Bruk…”
Bastheus yang sedang bertarung di Lapisan Bawah juga terjatuh dan tidak bisa bergerak.
Sementara Zophiel…
“*Trang…”
“!!!”
…sangat terkejut, sehingga ia menjatuhkan sesuatu yang seharusnya ia jaga.
Namun, hanya ada beberapa orang saja yang tidak terpengaruh oleh aura itu.
Tetapi karena kecerebohan Zophiel…
“Uhuk, uhuk, uhuk…”
““!!!””
…Goliath The Cyclops terbangun, dengan merasakan sakit yang luar biasa.
“(A-Aku… ada di mana…?)”
“Woy! Lo udah sadar—”
“(S-Selamatkanlah… Malaikat yang mengendalikanku…! K-Karena ia… hanya diperintahkan saja…!)”
Jelas Goliath The Cyclops, dengan memohon kepada Myllo yang menghampirinya.
“(B-Berjanjilah kepadaku… Manusia—)”
“*CYUT!!!”
““!!!””
Myllo, rekan-rekannya, serta seisi Chaoseum, dikejutkan dengan adanya tembakan bintang yang membunuh Goliath The Cyclops.
“Cih! Dasar Malaikat goblok! Kok dia nggak bisa ngejalanin tugas segampang itu?!”
Pikir Leonard dengan kesal.
……………
Di saat yang bersamaan, ketika Leonard baru saja membunuh Golliath The Cyclops.
“Urgh…! Urrrrgggghhh!!!”
Bastheus berusaha untuk bangkit berdiri.
Akan tetapi…
““*Shrak!!!””
“!!!”
…ia tiba-tiba tertusuk oleh sesuatu yang tidak bisa ia lihat.
“*Crat, crat, crat…”
Mulai dari kepala, dada, lengan, serta paha dan kakinya tertusuk, hingga ia berlumuran darah.
“A-A-Apaan nih… yang nusuk gue—”
“{((Shadow Zona: Crawling Spike))}. Itu Union Zona yang gue punya.”
“!!!”
Bastheus terkejut dengan kehadiran Dalbert, yang merangkak keluar dari dalam bayangan.
“K-K-Kok lo… bisa pake… sihir…?! Kan lo… harusnya—”
“Chase Klemens dari Ophiucus Party.”
“Hm…?!”
“Si Kembar Charlie-Chico dari Gemini Party. Lo inget tiga orang itu?”
“!!!”
Bastheus terkejut dengan pertanyaan Dalbert, sembari ia berusaha untuk melepaskan dirinya dari bayangan
berbentuk duri yang menusuk Tubuh-nya.
“A-Apa… maksud lo…?! E-Emangnya lo itu… ada hubungannya sama mereka…?!”
“Mungkin bukan dari hubungan darah. Tapi Si Kembar itu pernah jadi bandit kayak gue! Sebagai mantan bandit, gue punya harga diri untuk hormatin keinginan mereka untuk bales dendam—”
““*Shrak…””
“EMANGNYA GUE PIKIRIN?!?!”
Teriak Bastheus, setelah ia berhasil membebaskan dirinya dari bayangan berduri ciptaan Dalbert.
Namun Dalbert telah mengantisipasi apa yang akan ia lakukan. Oleh karena itu, ia bersiap untuk menyerangnya.
{((Shadow Zona: Erebus Spear))}
“*SHRUK!!!”
“Urgh…!”
Dengan Union Zona yang ia gunakan, Dalbert menciptakan tombak raksasa berbentuk bayangan untuk menyerang Bastheus dari bawah bayangannya.
“*BRUK!!! BRUK!!! BRUK!!!”
Lajut tombak ciptaannya sangat keras, hingga Bastheus terpental dan menembus ke dalam arena pertarungan di Chaosesum.
““!!!””
Seisi Chaoseum, termasuk Myllo dan rekan-rekannya, Rivrith, serta Leonard dan dua Executioners lainnya, sangat terkejut dengan Bastheus yang datang di tengah arena pertarungan, dalam kondisi tertusuk oleh tombak bayangan yang Dalbert gunakan.
“Haaaaah…! K-Kayaknya gue Mana-Burnout—”
“*Tap…”
“Sialan lo! Ternyata keren juga ya mantan bandit kayak lo!”
“J-Jangan… puji gue…”
Bisik Dalbert kepada Paul yang wujudnya sudah kembali, sebelum dirinya tidak sadarkan diri.
“Hihi! Akhirnya gue denger kata-kata itu lagi!”
Bisik Alethra kepada Dalbert.
““*Swush, swush, swush…””
Sambil menopang Dalbert, Paul melompat melewati lubang-lubang yang Dalbert ciptakan hingga tiba di arena Chaoseum bersama Alethra dan Awva.
““!!!””
Myllo dan rekan-rekannya kembali dikejutkan dengan kehadiran mereka berempat.
“D-Dalbert!”
“Et! Kenapa atuh dia—”
“Sepertinya ia Mana-Burnout!”
Jelas Luvast kepada Myllo, Garry, dan anggota Aquilla lainnya.
“A-Alethra! Lo nggak apa-apa?!”
“Ya! Gue baik-baik aja, Zorlyan!”
Balas Alethra, setelah menghampiri Zorlyan dan Royce.
“P-Paul?!”
“Woy, bos! Gue berhasil bunuh bajingan itu—”
“*Tung!”
“Malu-maluin! Jelas-jelas Observer itu yang bunuh dia!”
Jelas Awva kepada Ollie dan Molly, sambil mengetuk kepala Paul.
“O-Oi…! Siapa mereka…?!”
“O-Orang itu bukannya mantan bandit dari Aquilla Party?!”
““…””
Seisi Chaoseum saling berdiskusi terkait kehadiran Dalbert yang tidak sadarkan diri.
“B-Bos Leonard…! K-Kenapa Bastheus—”
“Dasar tolol! Kenapa dia mati lawan orang lemah kayak gitu?!”
Seru Leonard dengan kesal karena kematian Bastheus.
“T-Tunggu, tunggu, tunggu!”
“Ada apa, Gia?!”
“K-Kalo ada Dalbert di sini, harusnya di sini juga ada—”
“*BRUK!!!”
““!!!””
Seisi Chaoseum dikejutkan dengan adanya Gerbang Timur yang hancur.
“Semuanya! Ayo serang Leonard!”
““Ruaaaaaagh!””
Seru Daphine yang memimpin Tetsuo dan Petualang lainnya dari Gerbang Timur.
“*BRUK!!!”
““!!!””
Kali ini mereka semua dikejutkan dengan Gerbang Barat yang hancur.
“Ayo hajar Leo Guild!”
““Ruaaaaagh!””
Seru Hakuya, yang memimpin Ryūtaro dan Petualang lainnya dari Gerbang Barat.
Namun kejutan tidak berakhir sampai situ saja.
“*BRUK!!!”
““Aaaaargh!!!””
““!!!””
Mereka semua dikejutkan dengan adanya tembok yang dihancurkan oleh Djinn, yang secara tidak langsung membunuh sebagian besar penonton yang berada di wilayah barat daya Chaoseum.
“ET!!! SIANYING TEH BENERAN DATENG—”
“*Krrrttt…”
“Siapa yang kamu sebut anjing, Garry?!”
“H-Hampura, Teh Luvast!”
Balas Garry, dengan kepala yang digenggam erat oleh Luvast.
“T-T-Tuan Muda…! Pria itu…”
“Ya…! Ternyata pria itu benar-benar hidup…!”
Seru Rivrith dengan kesal, karena mengetahui bahwa Djinn, sepupunya, masih hidup.
“Hehe! Akhirnya lo dateng juga, Djinn!”
“Sorry kalo gue kelamaan, Mil!”
Balas Djinn kepada Myllo, walaupun jarak mereka cukup jauh.
““…””
Passio dan Marwell terdiam dengan heran.
Tetapi berbeda dengan Leonard.
“B-Bos… terus kita harus—”
“Grahahaha! Seru! Semua jadi makin seru! Grahahahaha!”
Tawa Leonard, sebelum ia membuat kekacauan yang tidak terduga.