Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 228. Hungry Beast



“Aaaa—”


“*Haurp!”


Wickerd memakan siapapun yang ada di hadapannya.


Secara perlahan, luka yang ia derita akibat Kaswar mulai sembuh.


((Sticky Thread: Web Cage))


““*Syuttt…””


Zhivreeg langsung menggunakan sihirnya yang mengikat Wickred dengan benang yang sangat tebal agar ia tidak


bisa bergerak.


Namun…


“*Haurp, haurp, haurp…”


“!!!”


…Wickerd memakan semua benang-benang miliknya agar ia terbebas.


“Zhivreeg… ZHIVREEEEGGG!!!”


“*Swush!”


Dengan amarah, Wickerd berlari ke arah Zhivreeg.


((Sticky Threads: Thousand Slashing Threads))


““*Syuttt…””


Kali ini, Zhivreeg menggunakan sihirnya untuk menjebak Wickerd, dengan banyak benang tipis yang membentang dari segala arah.


Dan lagi, usahanya sia-sia.


“*Haurp! Haurp! Haurp…”


Wickerd memakan seluruh benangnya, sambil berjalan menujunya.


Walaupun ia mengalami luka akibat benang tipis miliknya, Wickerd tetap melahapnya dan perlahan-lahan luka yang ia terima dari benang tipis itu sembuh.


“Gi-Gila! Apa-apaan dia?!”


Seru Zhivreeg, sambil berlari menjauh darinya.


Sementara itu, anggota Serpentis mulai berlari menuju Charvelle dengan panik.


“Charvelle! Apa yang harus kita lakukan?!”


“Apakah kita perlu bekerja sama dengan anggota Chemia?!”


“Lalu buat apa peperangan ini, jika kita pada akhirnya bekerja sama dengan mereka?!”


Tanya beberapa anggota Serpentis.


Karena hal itu, Charvelle pun teringat akan pesan Maleviel, sebelum ia memimpin Serpentis dalam Guild War.


“Ingat pesan Snake, Charvelle. Selian membawa paksa Djinnardio Vamulran, serta menghancurkan Aquilla, kalian harus memastikan keselamatan dari mantan Scholar. Apapun kondisinya, jangan sampai mantan Scholar dari Chemia kehilangan nyawa mereka. Paham?”


Karena pesan itu, ia pun berpikir…


“Cih! Kalo Snake yang ngomong, mungkin dia masih mau maafin! Tapi kalo cewek satu itu yang ngomong, gue bawaannya risih sendiri!”


Karena pesan tersebut, ia pun hendak mengeluarkan perintahnya kepada para anggota Serpentis.


“Yaudah. Kita gencatan senjata untuk sementara!”


“Ta-Tapi Charvelle—”


“Ini perintah gue! Gue nggak mau denger penolakan dari kalian! Paham?!”


““Hiieeekh!””


Karena takut kepadanya, maka para anggota Serpentis mulai menyerang Wickerd.


Namun, sebelum Charvelle maju menyerang mereka semua, ia melihat Eìmgrotr yang duduk karena luka yang ia tusuk kepadanya.


“Bangun, woy! Katanya Mahluk Abadi! Masa diserang kayak gitu aja kesakitan?!”


Seru Charvelle kepada Eìmgrotr.


“Tenang saja. Aku masih bisa berdiri dengan mudah, Charvelle Bumvay. Hanya saja…”


“…”


“…Aku masih merasa jijik dengan apa yang telah diciptakan oleh Ghibr…!”


Jelas Eìmgrotr, sambil melihat Wickerd yang wujudnya sedikit berubah.


“Hmph! Itu kan ulah rekan lo sendiri! Lagian punya Guildmaster bisa difitnah kayak gitu!”


“…”


Eìmgrotr terdiam mendengar perkataan Charvelle, seolah ia merasa apa yang dia ucapkan benar.


Seketika, ia teringat salah satu rasa masa lalu pahit yang ia rasakan ketika menjadi seorang Savant di Chemia.


“Cih! Andai saat itu aku tidak melaporkan kepadamu dan langsung menghentikan Ghibr, mungkin kita masih bisa bersenang-senang melakukan penelitian kita. Bukankah begitu, Berius?”


Pikir Eìmgrotr, seakan ia berbicara kepada Berius.


Kembali ke seluruh Petualang yang menghadapi Wickerd, dengan wujud yang lebih besar dan lebar.


“(GUE LAPER!!!)”


Seru Wickerd dengan suara yang berbeda dari sebelumnya.


““…””


Sementara semua Petualang hendak mempersiapkan kemampuan mereka untuk menyerang Wickerd.


“*Boom! Boom! Boom!”


“*Jgrum! Jgrum!”


Semua sihir telah dikeluarkan oleh mereka.


Akan tetapi, usaha mereka hanya memperburuk keadaan.


“*(HAAAAAAUUURRRRPPP!!!)”


““!!!””


Wickerd memakan seluruh kekuatan sihir dari para Petualang yang menyerangnya.


Oleh karena itu, wujudnya menjadi lebih besar dan lebih mengerikan.


“(GUE LAPER! LAPER! LAPEEERRR!!!)”


“*BRUK…”


Wickerd menangkap beberapa Petualang dengan tangannya yang besar, lalu memakannya.


((Ice Dragon Magic: Blizzard Blow))


“*Fwup! Fwup! Fwup!”


Charvelle mengepakkan sayap Naga miliknya dengan kencang hingga tiba badai salju yang membekukan Wickerd, ketika ia berada di hadapannya.


“(GU-GU-GU…)”


“*Chrang…”


“(GUE LAPER!!!)”


Es yang membekukan Wickerd dengan mudah dihancurkannya.


Dan tanpa di duga, ia melesakkan kekuatannya.


“*VWUMMM!!!”


“Cih! Apa-apaan, tuh?!”


Seru Charvelle dengan kesal, sambil menghindari bola api besar yang keluar dari mulut Wickerd.


Kekuatan yang dikeluarkan Wickerd tidak berhenti di situ saja.


“*FUUUHHH…”


Wickerd menghembuskan nafas yang dingin, yang membekukan hampir seluruh Petualang yang berada di  dekatnya.


Semua Petualang yang membeku langsung ditangkap dan dilahap olehnya.


“(MASIH… MASIH LAPER!!!)”


Seru WIckerd raksasa.


((Kinetic Stomp))


“(URGH…)”


“*BRUK…”


Eìmgrotr yang berada di hadapan Wickerd langsung menekan pikirannya, sehingga membuatnya terjatuh.


“Angela! Sekarang!”


“Baiklah!”


Namun…


“*SWUNG…”


“*BRUK!!!”


“Aaargh!”


Eìmgrotr gagal untuk menahan pikiran Wickerd, setelah dirinya melempar reruntuhan koral di dekatnya.


“*HUP…”


“Argh!”


Wickerd langsung menangkap Angela yang berada di atas punggungnya, agar ia bisa melahapnya.


Namun, Angela sudah mempersiapkan kejadian tersebut.


“*Kooak! Koaak! Koaak!”


Tubuh Angela seketika tercerai berai menjadi beberapa burung gagak. Hingga akhirnya, Wickerd melihat Angela


yang asli, yang menghampiri Eìmgrotr yang terluka.


“*SWUNG…”


Dengan lengannya yang besar dan panjang, Wickerd hendak menangkap mereka berdua dan melahapnya.


“Woy! Kalian berdua! Pergi dari sana!”


“Angela! Eìmgrotr!”


Seru Charvelle dan Zhivreeg dengan cemas, sambil menyaksikan mereka berdua yang berada di bawah bayangan dari tangan Wickerd.


Beruntung bagi mereka…


““Hraaaagh!””


““Shruk!””


…beberapa prajurit Siren datang membantu mereka berdua.


“(AAAAAARRRRRGGHH…)”


“(*SWUNG…)”


Wickerd dengan gerakan yang melambat hendak menangkap para prajurit Siren yang menyerang dari belakang.


“(GUE LAPER!!! LAPEEERRR!!!)”


“*SWUNG…”


Wickerd tetap berusaha menangkap seluruh prajurit Siren yang terus menyerangnya, namun ia tetap gagal.


“Wahai para Siren! Jangan menyerang dirinya menggunakan sihir! Ia hanya akan mela—”


“Kami tahu!”


“Sekarang adalah waktu bagi kami untuk melindungi tempat ini!”


Seru beberapa Siren akan peringatan dari Angela.


Bala bantuan tidak hanya datang dari mereka saja.


“GRUAAAAAARRRR!!!”


“I-Itu adalah…”


“Pauranha!”


Seru beberapa Siren prajurit, ketika mereka melihat adanya Pauranha yang datang, dengan ukuran lebih besar daripada Wickerd.


“Makanlah mahluk itu, Pauranha!”


“Jangan sampai ada sisa!”


Kembali seru beberapa Siren, sambil menyaksikan Pauranha yang akan memakan Wickerd.


“HAAAAAURRRRP…”


“…”


Pauranha memakan seluruh bagian atas dari tubuh Wickerd.


“Bagus!”


“Mahluk aneh itu telah dikalahkan!”


“Ahahaha… Kita masih selamat, kah…?”


Seru Petualang dan Siren yang berada di sekitar tempat itu.


Akan tetapi, harapan mereka berubah menjadi keputusasaan.


“Tunggu, ada yang aneh!”


“Mahluk laut itu. Mengapa ia tidak lanjut melahap Wick—”


“*BRUK…”


““!!!””


Semua terkejut, ketika mereka menyaksikan Wickerd yang melahap Pauranha dari dalam tubuhnya.


Oleh karena itu…


“(GRAAAAAAA!!!!!)”


““!!!””


…ukuran Wickerd menjadi 5 kali lebih besar dari ukuran raksasanya.


Suaranya begitu keras, hingga mengguncang seisi Dungeon of Whisper.


“A-A-Apa yang akan terjadi selanjutnya…?”


“Ki-Ki-Kita akan mati…”


Semua pihak, baik Petualang maupun Siren, diliputi rasa takut dan putus asa ketika melihat Wickerd yang sangat besar.


Kecuali…


“Hmph.”


…Angela.


“Apakah kau sudah menyelesaikan Sajak-mu, Angela?”


“Ya.”


Jawab Angela, sambil mengendalikan seekor burung gagak yang menyelesaikan ukiran Sajak di tubuh raksasa Wickerd.


((Rune Spell: Soul Destroy))


Bisik Angela yang merapal Runecraft miliknya.


Dengan sihirnya tersebut, Jiwa yang berada di dalam Tubuh milik Wickerd pun hancur.


Karena Jiwa yang hancur itu…


“(AAAAAAA—)”


“*CRAT!!!!!!”


…Tubuh Wickerd meledak.


Kepingan anggota tubuh miliknya berserakan di seluruh wilayah di sekitar Laguna Empire.


Dengan begitu, pertarungan antara seluruh pihak melawan Wickerd telah berakhir. Akan tetapi, berakhirnya pertarungan melawan Wickerd bukan berarti gencatan senjata terus berlanjut.


“*Swush!”


Charvelle terbang dengan cepat untuk kembali menuju Klavak dan jgua Gadlu, yang sebelumnya bertukar tempat dengannya.


“Moalkin! Bangun! Ayo kita jalanin tugas kita dari Snake!”


“Uhm…? B-Baiklah…”


Jawab Moalkin, yang baru saja tersadar setelah bertarung melawan Lephta.


Melihat aksi dua Petualang tersebut, Eìmgrotr pun memberitahukannya kepada Angela.


“Angela! Gawat!”


“Ya. Saya juga sudah melihat mereka, Eìmgrotr.”


Jawab Angela kepada Eìmgrotr.


“Apa yang kita tunggu lagi?! Ayo kita kejar mereka!”


““Baik!””


Sementara Charvelle dan Moalkin yang menuju dua rekannya…


“Seperti itukah rencana anda, Charvelle?”


“Ya. Karena menurut gue, itu doang cara paling ampuh untuk bawa Djinnardio dari mereka.”


…sudah memikirkan cara untuk menyelesaikan tugas yang mereka emban.