
Pertarungan antara Aliansi Gazomatron melawan Children of Purgatory masih terus berlangsung.
Saat ini, kondisi Aliansi lebih diuntungkan. Hal itu disebabkan dengan banyak anggota dari Children of Purgatory yang terbunuh. Bukan karena Aliansi, melainkan akibat tindakan sembrono oleh para petinggi sekte tersebut.
Walaupun begitu, Children of Purgatory masih memiliki beberapa anggota yang berada di atas langit bersama beberapa Undead Dragon, dengan tujuan yang belum jelas.
““Graaww!!””
“Huff… Huff… Huff…”
Garry sudah sangat lelah setelah ia melepaskan warga Gazomatron dari kendali Ghoul-Trigger. Walaupun masih sangat banyak Ghoul yang masih tertangkap dan belum dipulihkan, namun kemampuan Garry tidak sanggup melanjutkannya ritual pelepasannya.
“Teh Angela… hampura pisan… aing teh… terlalu kenyang atuh minum Potion terus…”
“B-Baiklah. Maafkan saya jika terlalu memaksakan anda, Tuan Geri.”
Balas Angela kepada Garry dengan rasa bersalah.
Setelah itu, ia terus memandang beberapa Undead Dragon yang masih berada di atas udara.
“Ada apa ini? Padahal mereka bisa menyerang negara ini dengan mudah jika mereka menggunakan puluhan Undead Dragon itu. Tetapi mengapa mereka hanya mengirim anggota-anggotanya saja? Tambah lagi, ke manakah pemimpin mereka, yang selalu berseteru dengan Pahlawan manapun selama ratusan tahun?”
Pikir Angela tentang sisa dari pasukan Children of Purgatory.
Sambil memperhatikan seluruh pertarungan lewat mata dari seluruh burung gagak yang ia ciptakan, ia sedang
berusaha untuk membantu rekan-rekannya.
Hingga pada akhirnya, hal yang ditakutkan bagi Aliansi akan terjadi.
““*Ruoaaaar!””
Seluruh Undead Dragon terbang mengelilingi Gazomatron.
“Haaaah… Akhirnya giliran kita dateng juga!”
“Cih! Negara ini udah pada hancur, ya?! Ini sih sama aja terima sisaan dari para Acolyte!”
“Yaudah lah! Seenggaknya kita dapet lebih gampang!”
Seru beberapa anggota Children of Purgatory, di mana ada sekitar lebih dari 300 orang dari mereka yang datang menghampiri setiap kota yang ada di Gazomatron.
Sementara Acolyte yang sedang terpojokkan oleh lawan mereka masing-masing, merasa senang.
““*ZHUMMM!!!””
Mereka bertiga mengeluarkan aura yang sangat mengerikan, yang lawan mereka merinding ketakutan. Setelah itu, mereka juga merubah wujud mereka menjadi lebih besar, dengan warna kulit mereka yang menjadi lebih gelap dari sebelumnya.
“*Cuh!”
“Awas! Hati-hati dengan liurnya!”
“Cih! Ia masih bisa melepaskan diri dari kita bertiga!”
“…”
Chyrra berhasil melepaskan diri dari ketiga Permaisuri Laguna yang menahan dirinya.
“RUAAAAAGH!!!”
“M-Mengapa pria tersebut berteriak seperti i—”
“*Crat…”
“M-Mengapa… keluar banyak darah… dari tubuhku…?”
“G-Gue juga…”
“Cih!”
Dalbert, Eìmgrotr, dan Zhivreeg mengalami pendarahan pada tubuh mereka masing-masing, setelah mendengar
teriakan yang sangat keras dari Sickus.
“*Vwumm!”
“Graaahahaha! Akhirnya gue bisa lebih liar lagi!”
Tubuh Ganon terlihat seperti terbakar api hitam. Dengan api hitam yang menyelimuti seluruh Tubuh-nya, Ganon mulai menyerang Gia, Machinno, serta Lephta dengan sangat brutal.
“*Bwranggg!”
“!!!”
Sihir milik Machinno sudah tidak bisa menahan agresi dari Ganon. Sekali pukul darinya mampu menghancurkan pelindung tebal yang ia ciptakan.
“Hah! Dasar mahluk jelek! Emangnya lo bisa tahan serangan gue terus?!”
Seru Ganon, sebelum…
“Machinno! Awas—”
“*PRANG!!!”
“Aaaargh!”
…ia memukul Gia dan Machinno dengan sangat keras, hingga terpental jauh.
“Jangan hilang fokus, kuping panjang! Karena lo sebentar lagi bakalan mati di tangan gu—”
“*Pranggg…”
“…”
Lephta tidak menyangka bahwa Berius datang di hadapannya dan menyerang Ganon.
“Jangan sentuh… temen gue! Dasar setan!”
“Hehe…”
Ganon hanya tersenyum saja, setelah mendengar peringatan dari Berius, walaupun tubuhnya masih dalam keadaan luka.
Karena kondisi dari Children of Purgatory saat ini menjadi lebih diunggulkan, Angela menjadi khawatir dan cemas.
“Ada apa ini?! Mengapa mereka semua tiba-tiba mengerahkan seluruh daya serang mereka?! Apa yang sebenarnya terjadi?!”
Pikir Angela dengan lebih khawatir dan cemas.
Namun, keadaan buruk dari Aliansi tidak berakhir sampai situ saja.
““RUOAAARRR!!!””
Seluruh Undead Dragon yang berada di sekeliling Gazomatron, mulai meraung bersama-sama.
Karena raungan tersebut…
““*Bruk…””
“A-Ada apa dengan Klan Mistyx?! Mengapa mereka terja—”
““*Vwumm!””
“AAAARGGH!!! PANAS!!!”
“Ja-Ja-Jangan… ambil… Tubuh saya…!”
“S-S-Sana pergi lo, Iblis! Jangan ambil badan gue!”
… secara perlahan Klan Mistyx mulai dikuasai oleh Iblis.
Hal tersebut membuat warga Gazomatron lainnya menjadi ketakutan.
“Griiww… Griiww… Griiaaww!”
“*Graaaw! Gruuuaaaw!!!”
“Ghoul-Trigger… Ghoul… kenapa semuanya jadi lebih gede, anying?!”
Seru Garry dengan panik ketika melihat Ghoul-Trigger maupun Ghoul yang menjadi lebih besar.
Karena keadaan tersebut, warga Gazomatron yang telah berada di titik evakuasi mulai dilanda keputusasaan..
“A-A-Apa kita… emang harus terbantai mereka…?”
“Klan Mistyx berubah jadi Iblis. Terus yang lainnya jadi Ghoul. Jadi… ini hari terakhir kita, bukan…?”
“Huaaaa! Mamaaaa! Aku takut!”
“…”
Myllo hanya menatap beberapa warga Gazomatron yang berada di belakangnya.
Sementara di hadapan dirinya…
““*Drap, drap, drap…””
““Aaaargh!””
…ada sebagian besar anggota Children of Purgatory yang hendak menghabisi warga Gazomatron di belakangnya. Mereka berjalan ke arahnya sambil melewati beberapa Mistyx yang sedang dalam tahap menjadi Iblis.
Walaupun keadaan dirinya dan Aliansi mulai tidak diuntungkan, namun Myllo tidak takut.
“DJIIIINNN!!! BURUAN KERJAIN APA YANG HARUS LO KERJAIN!!! DI SINI UDAH MULAI KACAU!!!”
Teriak Myllo, yang seakan terlihat seperti berbicara dengan Djinn.
““Mm?””
Aksinya tersebut membuat orang-orang yang melihatnya menjadi heran.
Namun pada kenyataannya, Djinn mampu mendengar suaranya.
“Ya. Serahin semua sama gue, Mil!”
Bisik Djinn, yang telah tiba di atas puncak Gazo Mount, di mana ia bertemu dengan Master.
Walaupun ia terkejut dengan penampilan Master, nyatanya rasa marah telah mengaburkan pikirannya.
“Dasar anjing! Nggak gue sangka, ternyata orang yang disebut Master itu juga Mistyx!”
Pikir Djinn, setelah ia bertemu dengan Master, setelah ia menyaksikan rambut panjang berwarna ungu miliknya.