
“*Vwrung…”
Myllo dan rekan-rekan kembalidari Hidden Dungeon of Whisper yang telah hancur akibat aksi Iblis yang telah menguasai Tubuh milik Djinn.
Namun, ketika mereka menginjakkan kaki kembali ke Mistyx Town…
“Oi! Itu bukannya…”
“Gawat! Kok ada mereka semua di kota ini?!”
…pasukan Gazomatron yang datang bersama mengelilingi kota tersebut.
“Buat apa kalian dateng lagi?! Apa kalian masih mau—”
“Ng-Nggak! Kita cuma mau selamatin kalian semua! Kata Pak Presiden, semuanya belum selesai! Kita harus bersatu untuk lawan ancaman yang lebih besar daripada ini semua!”
Jelas Nirron kepada salah seorang Mistyx yang mempertanyakan kedatangan mereka.
“Myllo, kita harus gimana?”
“Apakah kita harus bertarung kembali dengan mereka semua?”
“Cih! Ternyata pertarungan kita semua tidak selesai begitu saja, kah?!”
Tanya Gia, Delolliah, dan Jennania, sambil menyiapkan senjata mereka masing-masing.
Namun, berbeda dengan Dalbert.
“Tunggu! Tahan senjata kalian dulu!”
““Mm?””
“Keliatannya mereka nggak ada niatan untuk perang sama kita!”
Seru Dalbert agar rekan-rekannya tidak mengambil kesimpulan begitu saja.
“Dalbert! Tapi mereka—”
“Perhatiin baik-baik, Gia. Nggak ada satupun dari mereka yang bawa Gazobot! Tambah lagi, senjata yang mereka pake cuma senjata biasa aja! Bukan senjata yang pake Gazo Stone!”
Jelas Dalbert kepada Gia yang mempertanyakan dirinya.
“Anda benar, Tuan Dalrio. Jika mereka berniat untuk berperang, seharusnya mereka datang dengan kekuatan penuh.”
Tambah Angela yang setuju dengan Dalbert.
“Jadi, kita harus gimana, Myllo?”
“…”
Myllo tidak menjawab pertanyaan Dalbert.
Itu semua karena ia sedang berbicara dengan Zegin di dalam pikirannya.
“Jadi, kali ini insting lo bilang apa, Myllo?”
Tanya Zegin kepada Myllo.
“Mungkin Dalbert bilang semuanya aman. Tapi, nggak tau kenapa, insting gue bilang ada bahaya sebentar lagi.”
“Bahaya?”
“Ya. Gue nggak tau bahaya macem apa. Yang pasti, kita harus jaga-jaga.”
Jawab Myllo dengan sedikit gelisah.
Setelah berbicara dengan Zegin, Myllo pun memutuskan agar anggota Aquilla bersiap-siap menghadapi bahaya yang tidak ia ketahui.
“Myllo, seriusan kita harus—”
“Kita jaga-jaga aja, tapi bukan untuk nyerang mereka.”
Jawab Myllo kepada Dalbert yang mempertanyakan keputusannya.
Dengan begitu, semua yang datang bersama Myllo mempersiapkan senjata mereka, khususnya Nemesia.
“Kakak Nemesia? Mengapa engkau terlihat gelisah?”
Tanya Jennania kepada Nemesia, yang terlihat adanya keringat berkucuran di dahinya.
“Aneh. Mengapa aku merasakan sesuatu yang mengerikan di tempat ini? Entah mengapa, aku seperti bertemu dengan sangat banyak… Iblis…?”
“…”
Styx hanya terdiam ketika mendengar apa yang Nemesia rasakan.
Bukan karena marah kepadanya, melainkan…
“Cih! Kalo bukan darah terkutuk ini, mungkin dia nggak perlu gelisah kayak gitu, ya?!”
…rasa malu sebagai seorang Mistyx.
Tidak lama kemudian, Maghroz datang bersama dengan Devania yang menopangnya.
“Selamat datang, wahai para Siren, Mahluk Abadi yang menguasai samudera.”
Sambut Maghroz, sambil menundukkan kepalanya di hadapan Nemesia.
“Hamba adalah seorang Sage, seseorang yang menerima ajaran dari Great Sage Melchizedek dan seseorang yang hendak menyambut anda sekalian, kelak anda sekalian kembali di Geoterra.”
“Kau adalah pria yang menerima ajaran Melchizedek?!”
“Benar. Selain menyambut anda sekalian, seharusnya kami juga memberikan anda sekalian tempat tinggal di
Geoterra, serta melindungi anda sekalian dari bahaya yang tidak anda semua ketahui selama 5,000 tahun. Namun, sepertinya saya tidak bisa menjalankan tugas tersebut saat ini, mengingat apa yang sedang terjadi di tempat ini, wahai Penguasa Samudera.”
Jelas Maghroz, sambil menunjukkan pihak Gazomatron yang datang ke Mistyx Town.
“Pak Ungu Muda (Maghroz), emangnya ada apa, sih? Kenapa tiba-tiba mereka dateng ke kota ini?”
“Saya juga tidak mengetahui motif dari mereka, Saint dari Zegin. Semua hanya bergantung pada keputusan yang diambil oleh Walikota saja.”
Jawab Maghroz ketika ditanya oleh Myllo.
Tidak lama kemudian, Auqveern datang menghampiri pihak Gazomatron maupun pihak Mistyx.
“Pak Walikota! Jadi kita harus gima—”
“Kita siap-siap tinggalin kota ini.”
““!!!””
Semua Mistyx terkejut dengan jawaban Auqveern.
“Pak! Bapak gila, ya?!”
“Mereka udah culik sanak saudara kita, pak!”
“Sekarang kita ikutin aja apa kata mereka?”
“Bapak mikir nggak sih, kalo kita mau dijebak?!”
Seru beberapa Mistyx yang mengutarakan penolakan mereka terhadap keputusan Auqveern.
Mendengar apa yang mereka suarakan…
““…””
…mantan anggota Chemia hanya tertunduk dengan perasaan malu karena perbuatan Ghibrion Oraglor, yang mereka kenal sebagai Ghibr Doldrah.
“S-Saya—Nggak. Kami bersumpah, atas nama Presiden kami, kalo kita nggak ada niatan buruk untuk semua Mistyx di tempat ini!”
Jelas Nirron kepada Mistyx yang tidak menerima keputusan Auqveern.
Alih-alih menenangkan Mistyx yang unjuk rasa, apa yang dikatakan olehnya justru memanaskan suasana.
“Heh! Diem lo! Dasar bajingan!”
“Kalo nggak karena lo, mungkin kita nggak kehilangan saudara-saudara kita!”
“Jangan ngomong lo! Mending lo bawa sini orang yang lo sebut Presiden itu!”
Karena suasana semakin memanas, Angela berusaha untuk mengambil aksi untuk menjelaskan semuanya, dengan maksud menenangkan warga Mistyx Town.
Namun, Styx menghentikannya.
“Nyonya Bellavitria Mistyx, mengapa anda menghentikan—”
“Kalo lo mau terang-terangan sama mereka semua, jangan lo pikir itu bisa jadi solusi untuk tenangin mereka.”
“T-Tetapi—”
“Kita udah bahas ini, kan? Mistyx yang udah diculik juga udah bersumpah untuk tutup mulut mereka. Jangan lo pikir kalo jadi pusat kebencian bisa bikin damai dua pihak yang berlawanan, Angela.”
Jelas Styx kepada Angela terkait alasan dirinya menghentikannya.
“Tambah lagi, perhatiin mereka semua baik-baik. Yang protes pun bukan orang-orang yang terlibat perang di
Gazomatron. Artinya, mereka nggak tau apa-apa soal Ghibr yang buat masalah atas nama Chemia.”
“…”
Angela hanya bisa menatap dengan perasaan semakin bersalah karena rahasia yang harus ia pegang bersama dengan pihak yang terlibat.
Namun, rahasia itu tidak bertahan selama yang mereka kira.
“Oi, pada debatin apa, sih?! Emangnya Gazomatron salah, ya?!”
““!!!””
Semua terkejut mendengar perkataan Myllo.
“Oi, Menteri Cungkring!”
“Hah?! Maksud anda sa—”
“Kalian itu cuma diperalat Perdana Menteri yang diperalat Ghibr doang, kan?!”
Tanya Myllo kepada Nirron.
“I-Iya, anda bener…”
“Yaudah! Karena semuanya udah jadi satu, ayo kita pesta sebesar-besarnya di Gazomatron! Huahahaha!!!”
““…””
Beberapa Mistyx yang protes hanya bisa menatap Myllo dengan heran.
“Maksudnya diperalat tuh… apa, ya…?”
“Haaaaah?! Kalian nggak tau kalo Ghibr culik Mistyx supaya buat adu domba Mistyx sama Gazomatron do—”
““*TUNG!!!””
““MEREKA NGGAK TAU KARENA KITA SEHARUSNYA RAHASIAIN ITU, MYLLO!!!””
“HAAAAAAAAH?!?! ITU HARUSNYA RAHASIA?!?!”
Teriak Myllo karena lupa dengan rahasia yang seharusnya ia jaga, setelah ketiga anggotanya memukul kepalanya secara bersamaan.
“Yaudah! Karena tadi itu semua rahasia, lupain aja sama apa yang gue bilang!”
““MANA BISA KITA LUPAIN GITU AJA?!?!””
Teriak seluruh warga Mistyx yang protes.
Oleh karena itu, Auqveern menjelaskan kepada mereka semua terkait cerita sebenarnya dibalik peperangan
antara Mistyx dan Gazomatron.
“Maafin saya, semuanya! Itu semua karena keputusan saya! Saya nggak mau ada pertumpahan darah lagi di antara kita!”
Seru Auqveern kepada Mistyx yang baru saja mengetahui cerita sebenarnya.
Mendengar itu semua, beberapa menerima fakta tersebut.
“Ternyata kita cuma mau diadu domba aja, ya?”
“Cih! Apa ini hidup yang harus kita jalanin?!”
“Brengsek tuh orang yang namanya Ghibr Doldrah!”
Namun, tidak sedikit pula yang tidak menerima fakta tersebut.
“Artinya, kejadian ini tuh ulah mereka, kan?!”
“Kalo pun diperalat, Gazomatron juga salah karena udah lawan kita!”
“Apalagi orang itu! Walaupun nggak tau apa-apa, dia udah bunuh sanak saudara kita!”
Seru beberapa Mistyx yang menyalahkan mantan anggota Chemia, Gazomatron, maupun Djinn, sebagai pria yang membunuh Mistyx paling banyak di negara tersebut.
Mendengar unjuk rasa dari beberapa Mistyx, Myllo tetap berusaha meyakinkan mereka.
“Oi! Denger gue!”
“*Tuk!”
Seru Myllo sambil menghentakkan tongkatnya.
“Di mata gue, kita semua nggak ada yang salah! Daripada permasalahin yang udah lewat, mending kita semua bersatu, supaya kita nggak diperalat kayak gitu lagi!”
Jelas Myllo kepada semua Mistyx yang masih belum bisa menerima fakta yang Auqveern sampaikan.
“Hahaha!”
Tawa Maghroz, sambil menghampiri Myllo.
“Yang dikatakan pria ini benar, wahai saudara-saudara sekalian.”
“Pak Maghroz?”
“Jika bisa bersatu, mengapa tidak?! Kita sebagai Mistyx telah ditolak oleh Geoterra! Namun, ada suatu pihak yang membuka tangan bagi kita semua! Bukankah hal itu adalah baik?!”
Jelas Maghroz kepada seluruh Mistyx.
““…””
Myllo dan Maghroz terus membujuk Mistyx yang masih belum bisa menerima apa yang sebenarnya terjadi. Dengan proses yang lama, hampir seluruh Mistyx menerima apa yang terjadi, walaupun masih ada beberapa dari antara mereka yang tidak menerimanya dengan tulus.
“Bener juga ya…”
“Cih! Kita punya pilihan apa lagi, selain ikut?!”
“Gue masih punya 5 anak yang masih kecil! Kalo nggak demi anak-anak gue, mungkin gue pilih ke luar aja deh!”
Sahut beberapa Mistyx.
Dengan bujukan Myllo dan Maghroz, seluruh Mistyx bersedia untuk bersiap-siap pergi ke Gazomatron.
Mereka membutuhkan waktu sampai pagi hari untuk mempersiapkan diri menuju Gazomatron.
“Saya mewakili Gazomatron Federation, siap untuk bekerja sama dengan Klan Mistyx, Pak Auqveern.”
“Saya mewakili Mistyx Town, juga siap untuk kerja sama dengan Gazomatron Federation, Pak Nirron.”
““*Prok, prok, prok…””
Semua bertepuk tangan sambil menyaksikan jabat tangan antara Nirron dengan Auqveern.
Dengan begitu, mereka semua pergi menuju Gazomatron.
Namun, ada satu hal yang disembunyikan oleh Auqveern terkait keputusannya untuk menerima tawaran dari Nirron.
“Auqveern Mistyx. Aku berkata kepadamu, bahwa sudah saatnya bagi Klan Mistyx untuk membuka hati mereka, jika ada suatu pihak yang membuka tangan mereka untuk bersatu dengan kalian.”
“Baiklah, Sang Pengelana. Saya siap membuka hati Klan Mistyx untuk pihak yang baik, yang membuka tangan mereka kepada kami.”
Ia seketika teringat akan pesan dari seseorang yang sangat ia hormati, sambil berjalan bersama dengan Mistyx lainnya menuju Gazomatron.